Bukan Aku!

Bacaan : 2 Samuel 7 : 23 – 29 | Pujian: KJ 451 : 1, 2
Nats: “…dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya”[ayat 29b]

Ungkapan ‘Bukan aku!’ jika dikaitkan dengan perbuatan yang harus dipertanggungjawabkan, hal itu bermakna negatif, sebab seolah-olah orang tersebut menghindar dari tanggungjawabnya. Bukan aku, demikian seorang anak ketika ditanya oleh ibunya, ketika didapati kamar tidurnya berantakan. Sebaliknya, jika ungkapan tersebut dikaitkan dengan perbuatan baik, hal itu bermakna positif, sebab ada unsur rendah hati! Bukan aku, demikian jawaban seorang ibu ketika ditanya siapa yang memasak makanan enak ini? Demikian, kadang kita mendengar dan mengucapkan kata ‘bukan aku’. Dalam arti mana yang lebih sering kita ucapkan?

Rumah Allah dan takhta Daud. Daud bukan orang yang ditunjuk untuk mendirikan Bait Allah, melainkan tugas itu untuk putranya yaitu Salomo, seorang yang dikaruniai keamanan serta kedamaian, bukan seorang pahlawan perang (I Taw.22:7 dst). Namun Allah mengimbangi kekecewaan Daud dengan menjanjikan bahwa ‘keluarga’nya, yaitu ‘keturunan’nya, akan memerintah kerajaannya untuk ‘selama-lamanya’ (ay. 16). Di atas janji ini ada pengharapan yang terus hidup di masa Perjanjian Lama, yakni pengharapan akan seorang Mesias. Dan apabila Mesias datang, janji itu akan tergenapi. Kristus lahir di kota kelahiran Daud, Betlehem, dan ‘berasal dari keluarga dan keturunan Daud’ (Lukas 2:4 dan 1:32-33).

Benar, Salomo yang membangun Bait Allah itu (I Raj.5-7). Namun Daud memberikan sumbangsih yang cukup besar: ia membuat rancangan bangunannya dan menyediakan bahan-bahannya (I Taw.28:11 dst; 22:2 dst).

Dalam doa syukur Daud ini, janji-janji Tuhan terhadap Israel, disebutkan kembali. Daud memohon kepada Tuhan agar menepati janji-Nya. Namun, Daud menyadari bahwa dia dan keturunannya harus terus mengabdi kepada Tuhan jika tetap ingin menjadi raja pilihan Allah. Mengenai janji-janji sebelumnya, lihat Ul. 5:1-3, 7:6-9; Kel.20:1-17. Mengenai apa yang diharapkan Tuhan terhadap para raja, lihat Ulangan 17:16-20. Amin. [Esha]

“Bila Yesus berada di tengah keluarga, bahagialah kita!”

 

Bagikan Entri Ini: