Pemahaman Alkitab Januari 2026

1 December 2025

Pemahaman Alkitab (PA) Januari 2026 (I)
Bulan Penciptaan

Bacaan: 1 Raja – raja 19 : 19 – 21
Tema Liturgis: Dipanggil untuk Merawat Keutuhan Ciptaan
Tema PA: Dengar Panggilan Tuhan

Pengantar:
KJ. 357 : 1 – 2 Dengar Panggilan Tuhan menyebutkan demikian:

  1. Dengar panggilan Tuhan, dan oleh kuasa-Nya
    Kau jadi anak Tuhan, pelayan umat-Nya.
  2. Gunakanlah bakatmu, pemb’rian kasih-Nya
    amalkanlah karyamu bagi manusia.

Lagu ini merupakan himne yang berasal dari kumpulan Hari Doa Sedunia yang diterjemahkan oleh A. Simanjuntak. Liriknya mengajak umat untuk merespons panggilan Tuhan, menggunakan bakat dan karya untuk melayani sesama, mengamalkan kasih, dan meyakini Tuhanlah Sang Penuntun Utama dalam hidup.

Saat ini kita masuk dalam Bulan Penciptaan GKJW, kita dipanggil untuk merawat keutuhan semesta. Tokoh Elisa yang dipanggil Elia kiranya menginspirasi kita dalam menjawab panggilan Tuhan, khususnya dalam konteks merawat keutuhan semesta.

Penjelasan Teks:
Perikop ini menjelaskan tentang sosok Elia, seorang nabi dari Kerajaan Utara saat pemerintahan Raja Ahab (869-850 SM) dan putranya Ahazia. Raja Ahab dikenal dengan kejahatannya. Nama Elia berarti “Tuhan adalah Allahku”. Kehidupan Elia berkisar saat terjadi penyembahan Baal dan penyembahan terhadap Tuhan di antara bangsa Israel. Tugas utamanya adalah menyadarkan bangsa Israel supaya mereka kembali taat kepada Tuhan. Misinya adalah mewartakan bahwa Tuhan, Allah Israel adalah satu-satunya Allah yang sejati.

Elia menyadari keberlanjutan pelayanan itu sangat penting. Oleh karena itu, ia memanggil Elisa untuk meneruskan karya pelayanannya, karya kasih Allah untuk bangsa Israel. Ia memanggil Elisa dengan cara melemparkan jubahnya tatkala Elisa masih melakukan pekerjaan rutinnya, yaitu membajak di tanah yang sedang ia garap atau ladang tempat ia mencari nafkah dengan 12 pasang lembunya. Jubah yang terbuat dari bulu binatang itu adalah simbol tugas kenabian. Itu berarti Elisa mendapat hak atas diri Elia sebagai seorang nabi dan hak itu tidak dapat hilang.

Akan tetapi, pelemparan jubah ini tidak otomatis membuat Elisa menjadi seorang nabi. Selama beberapa waktu lamanya, ia harus mengikuti Elia terlebih dahulu dan menjadi pelayannya. Kenabian Elisa baru ditetapkan atau dikukuhkan saat Elia terangkat ke surga (bdk. 2 Raja-raja 2:1-18). Ada sebuah peristiwa yang menarik tatkala Elia memanggil Elisa. Elisa memohon supaya ia diizinkan berpamitan, mencium ayah dan ibunya. Dan tentu saja kisah pelemparan jubah diceritakan oleh Elisa kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tua Elisa memahami bahwa Elia memanggil anak terkasihnya untuk terlibat dalam karya pelayanan Allah. Kedua orang tua Elisa memberi restu, mereka mengizinkan Elisa untuk mengikuti Elia. Mereka meyakini bahwa itu semua adalah panggilan Allah melalui nabi-Nya.

Sebagai wujud totalitas Elisa yang ingin mengikuti Elia dan melayani Tuhan secara utuh, Elisa menunjukkan sikapnya yang bersedia memotong lembu pembajak miliknya, menyembelihnya, memasaknya dengan bajak lembu sebagai kayu api. Makanan tersebut dibagikan kepada semua pegawainya dengan sukacita, sesudah itu dia meninggalkan aktivitas rutinnya dan mengikuti Elia dengan setia. Itulah wujud totalitasnya dalam menjawab panggilan Tuhan.

Relevansi:
Melalui renungan di atas kita mendapatkan beberapa point penting:

  • Tuhan tidak pernah salah memilih hamba-Nya, pelayan-Nya. Latar belakang Elisa sebagai petani menegaskan bahwa dirinya adalah sosok yang rajin, pekerja keras, dan tidak gampang menyerah.
  • Ketangguhan atau daya resiliensi diperlukan dalam pelayanan apapun dan dimanapun.
  • Elisa adalah pribadi yang sangat menghargai panggilan Tuhan. Ia mengikuti Elia dan dimuridkan.
  • Elisa berani meninggalkan kenyamanan dan kemapanan hidupnya, ia berani mengorbankan lembu miliknya dan siap menjadi saksi-Nya.
  • Elisa menaruh hormat kepada kedua orang tuanya, ia menaruh hormat kepada Elia, ia menaruh hormat kepada Allah, karakter yang baik ada pada dirinya.
  • Elisa peduli pada nasib bangsanya yang menjauh dari Tuhan. Ia mau ikut ambil bagian, ia mau terlibat untuk memperbaiki dan mengupayakan perubahan.

Pertanyaan Untuk Didiskusikan:

  1. Pernahkah saudara mengalami peristiwa yang saudara yakini sebagai cara Tuhan memanggil saudara untuk terlibat dalam karya Allah bagi sesama? Bagaimana respons saudara? Apakah saudara mendengarkan atau mengabaikan? Apa dampak dari respons tersebut?
  2. GKJW dipanggil untuk merawat keutuhan semesta. Hal baik apa yang sudah saudara lakukan untuk merawat keutuhan semesta? Ceritakan pengalaman yang sudah saudara lakukan di mulai dari lingkup keluarga, gereja, dan masyarakat!
  3. Jika dirasa belum maksimal dalam melakukan upaya merawat keutuhan semesta, komitmen, gagasan, dan cita-cita baik apakah yang bisa saudara lakukan? Bisa dijabarkan dalam rencana jangka pendek, rencana jangka menengah, ataupun rencana jangka panjang. [YE].

Selamat ber-PA, Tuhan Yesus memberkati.


Pemahaman Alkitab (PA) Januari 2026 (II)
Bulan Penciptaan

Bacaan: Lukas 5 : 1 – 11
Tema Liturgis: Dipanggil untuk Merawat Keutuhan Ciptaan
Tema PA: Bertolaklah ke Tempat yang Lebih Dalam

Pengantar:
Ada satu lagu ciptaan Ibu Soed pada tahun 1940 yang sering dinyanyikan anak-anak kita, yaitu “Nenek Moyangku.” Begini teksnya:

Nenek moyang ku seorang pelaut
Gemar mengarung luas samudra
Menerjang ombak, tiada takut
Menempuh badai, sudah biasa

Nenek moyang bangsa Indonesia dikenal sebagai pelaut yang ulung, mempunyai keberanian, siap menghadapi ancaman bencana di kala sedang melaut. Kita bisa menemukan hal-hal positif dan istimewa dalam diri pelaut atau nelayan. Jiwa mereka tangguh, semangat mereka tak kenal lelah, tak gampang menyerah dan putus asa, berani menghadapi rintangan dan ancaman.

Saat ini kita akan belajar mengenai pemanggilan dan perutusan Yesus kepada para nelayan di Danau Genesaret. Penjala ikan yang menjadi penjala manusia.

Penjelasan Teks:
Perikop ini berkisah tentang Yesus yang memilih tiga orang murid-Nya yang mula-mula. Latar belakang peristiwa ini berada di pantai Danau Genesaret. Danau Genesaret berada di wilayah Galilea, panjang danau ini sekitar 21 km dan lebarnya sekitar 13 km. Danau ini kaya dengan ikan dan tempat mencari nafkah bagi masyarakat saat itu.

Yesus berdiri di pantai Danau Genesaret, ada banyak orang mengerumuni Dia dengan harapan bisa mendengarkan firman Allah. Saat itu Yesus melihat nelayan-nelayan sudah pulang dari menangkap ikan. Mereka pulang dalam keadaan suntuk, capek, tiada ikan satupun yang didapat, gagal mendapatkan penghasilan. Kita bisa membayangkan mereka membersihkan jala dengan raga yang lelah dan mengantuk serta hati yang kecewa. Yesus memilih naik ke salah satu perahu, yaitu milik Simon. Ia meminta Simon menolakkan perahunya ke tempat yang agak jauh dari pantai.

Yesus duduk dalam perahu Simon, sembari Ia mengajar banyak orang. Ketika Yesus selesai mengajar, Ia meminta Simon bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala untuk menangkap ikan. Simon mendengarkan perkataan Tuhan, melakukan perintah Tuhan sekalipun hari sudah siang dan dia dalam keadaan capek karena semalaman begadang menangkap ikan dan tak mendapatkan hasil apapun.

Betapa terkejutnya Simon tatkala mengangkat jala, jala Simon penuh dengan ikan, sampai jalanya menjadi koyak. Ia meminta bantuan kepada teman yang lain, dan segeralah perahu lain mendatanginya. Kedua perahu itu penuh dengan ikan dan hampir tenggelam. Simon seketika tersungkur dan memohon supaya Yesus berkenan pergi darinya, karena ia merasa bahwa dirinya adalah orang berdosa.

Banyak orang melihat hal itu merasa takjub, demikian juga rekan Simon, yaitu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus. Tetapi atas permohonan Simon dan atas rasa takjub dalam diri Yakobus dan Yohanes, Yesus menjawab, “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjadi penjala manusia” (Ay. 10). Setelah membereskan perahu dan jala mereka, mereka pun rela meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Yesus.

Makna menjala ikan: ketika ikan dijala maka ikan tersebut akan mati. Makna menjala manusia, apakah manusia akan mengalami kematian seperti ikan? Bukan kematian, tetapi kehidupan kekal dan keselamatanlah yang akan diberikan. Ketiga murid itu rela meninggalkan segala sesuatu, itu berarti mereka memiliki komitmen total untuk mengikut Yesus dan berani memutuskan segala ikatan lain. Yesus melihat hati mereka, meskipun berasal dari kalangan nelayan, tetapi Yesus melihat keberanian, sikap tak gampang menyerah, siap menghadapi ancaman dan resiko, itulah jiwa ketangguhan nelayan yang istimewa. Peristiwa pemanggilan Simon dan kedua murid lain (Yakobus dan Yohanes) merupakan peristiwa panggilan yang perlu ditanggapi banyak orang, demikian juga dalam konteks mengupayakan kelestarian alam. Tak hanya manusia yang perlu diselamatkan, tetapi ciptaan Tuhan yang lain, demikian juga bumi yang adalah rumah bersama segenap makhluk.

Relevansi:
Melalui renungan di atas kita mendapatkan beberapa point penting:

  • Kegagalan para nelayan menangkap ikan dipakai oleh Tuhan untuk menunjukkan kuasa karya-Nya.
  • Kegagalan teratasi bukan karena mendengar firman, tetapi mendengar lalu melakukan atau mengerjakan sesuatu, bersedia bertolak ke tempat yang lebih dalam dan menebarkan jala.
  • Penjala ikan menangkap ikan untuk dibunuh dan dikonsumsi, penjala manusia menangkap manusia untuk didukung, dikuatkan, dituntun agar menemukan jalan kehidupan yang kekal. Penjala manusia berarti menyelamatkan manusia dari kuasa maut. Penjala manusia memiliki tugas ikut ambil bagian dalam karya penyelamatan Yesus Sang Juru Selamat.
  • Sebagai penjala manusia – murid Yesus, kita harus bersedia meninggalkan segala sesuatu, mengikuti Dia, melibatkan diri sepenuhnya dalam karya-Nya, dan menjadi senasib dengan Dia. Itulah komitmen yang perlu kita pegang teguh.

 Pertanyaan Untuk Didiskusikan:

  1. Apakah saudara pernah mengalami kegagalan dalam pelayanan, khususnya pelayanan yang berhubungan dengan pemulihan alam dan penyelamatan lingkungan? Apakah saudara menyerah atau tetap melanjutkan karya pelayanan saudara? Seberapa gigih dan tangguh usaha saudara, ceritakan pengalaman saudara!
  2. Adakah hal positif dan hal negatif dari pelayanan yang saudara tekuni? Apakah itu berdampak untuk diri pribadi ataupun komunitas yang lebih luas, seperti keluarga, gereja, dan masyarakat?
  3. Sebagai murid Tuhan, di bulan Penciptaan GKJW, komitmen apakah yang ingin saudara lakukan untuk menyelamatkan bumi? Karena yang diselamatkan tidak hanya manusianya saja, tetapi juga ciptaan lain, bahkan bumi yang menjadi rumah bersama, jabarkan komitmen saudara dalam tujuan nyata! [YE].

Selamat ber-PA, Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak