Pemahaman Alkitab Desember 2025

1 November 2025

Pemahaman Alkitab (PA) Desember 2025 (I)
Masa Natal

Bacaan: Yesaya 41 : 14 – 20
Tema Liturgis: Menanti Sang Jati dalam Bakti
Tema PA: Cinta Allah kepada Umat-Nya

Pengantar:
Pernahkah saudara mengalami kebohongan orang tua demi anak-anak yang dikasihinya? Contohnya: ketika mendapatkan kiriman makanan dari tetangga jumlah nasi kotaknya hanya dua, lalu bapak dan ibu akan mengatakan, ”Ini untuk anak-anak saja, bapak ibu gak suka makanan seperti itu.” Tetapi di lain acara kita melihat orang tua kita memakan makanan yang sama dengan sangat lahap. Atau saat natal, ”Anak-anak saja yang beli baju, bapak dan ibu tidak membeli dulu, baju bapak dan ibu masih bagus-bagus sehingga tidak perlu membeli baju lagi.” Tetapi kalau melihat HP yang dilihat adalah toko-toko baju online. Itulah cinta orang tua kepada anak-anaknya yang kadang mengorbankan segala sesuatu demi anak-anaknya, demi memastikan anak-anaknya tercukupi segala kebutuhannya.

Penjelasan Teks:
Demikian cinta Tuhan kepada umat-Nya Israel. Kita bisa melihat kasih Allah ini dari latar belakang penulisan kitab Yesaya ini sendiri. Sebelum gulungan kitab Yesaya dari laut mati ditemukan, kitab Yesaya dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  1. Proto-Yesaya(Yesaya 1–39) berasal dari zaman Yehuda, kerajaan Selatan, ketika menghadapi  bangsa Asyur. Yesaya mengingatkan sesungguhnya yang menjadi ancaman bangsa ini adalah dosa bangsa Yehuda sendiri, bukan Asyur. Bangsa Yehuda tidak taat kepada Tuhan. Yesaya mengingatkan  seluruh bangsa Yehuda serta para pemimpin Yehuda untuk hidup menurut kehendak Tuhan, sebab mereka akan celaka dan binasa jika mereka  mengabaikan perintah Tuhan. Pada bagian ini Yesaya  menubuatkan  perdamaian dunia dan kedatangan seorang keturunan Daud yang akan menjadi raja yang diidam-idamkan, yang akan memulihkan keadaan Yehuda.
  2. Deutero-Yesaya(Yesaya 40–55) ditujukan kepada orang-orang Yehuda yang hidup dalam pembuangan di Babel. Yesaya mengatakan bahwa Tuhan akan membebaskan umat-Nya dan mereka akan pulang kembali ke Yerusalem.
  3. Trito-Yesaya(Yesaya 56–66) ditujukan kepada bangsa yang sudah kembali ke Yerusalem. Yesaya menyatakan bahwa Tuhan akan memenuhi janji-janji-Nya kepada Yehuda.

Para pakar Biblika membagi Yesaya dengan tiga bagian tersebut karena mereka menduga masing-masing bagian itu ditulis oleh penulis yang berbeda dengan jarak waktu yang berbeda pula. Namun, dugaan tersebut dipatahkan setelah  ditemukannya “Gulungan Besar Yesaya” di antara kumpulan Gulungan Laut Mati. Gulungan itu memuat seluruh Kitab Yesaya dalam bahasa Ibrani secara lengkap dan diperkirakan ditulis pada tahun 125 SM. Yang ditemukan di laut mati adalah salinan lengkap, maka para ahli percaya bahwa kitab aslinya telah ditulis lengkap jauh sebelum pembuangan, dan disalin terus semasa pembuangan sampai sekembalinya ke tanah Israel lagi. Ini menunjukkan wahyu yang diterima Yesaya yang menubuatkan masa jauh sesudah kematiannya di masa pembuangan sampai ke masa kembali lagi dari pembuangan. Ini adalah wujud kasih dan pemeliharaan Allah kepada umat-Nya yang luar biasa, melalui Yesaya. Dengan nubuatan Yesaya ini maka umat dapat mawas diri dalam hidupnya untuk terus dekat, taat, dan percaya kepada Allah. Lebih-lebih bacaan kita hari ini meneguhkan agar bangsa Yehuda tidak takut meskipun dianggap kecil dan lemah, sebab Tuhan tidak akan meninggalkan mereka. Keadaan mereka akan berubah dari penderitaan menjadi kemakmuran sebab Ia beserta mereka.

Relevansi:
Situasi hidup kita adalah misteri, tidak ada yang abadi yang bisa kita miliki. Di tengah situasi bahagia bisa saja hadir masalah yang tiba-tiba datang dan menghantam kita. Atau sebaliknya di tengah masalah yang kita hadapi Tuhan menghadirkan berkat yang memberi sukacita. Mengenali sifat Allah yang penuh kasih kepada kita adalah kunci sukacita kita. Jika kita percaya Allah mengasihi kita, maka apapun keadaan kita akan diberi kedamaian, sebab tidak ada kekhawatiran dan ketakutan akan masa depan. Kita percaya Tuhan menyertai dan memimpin kehidupan kita. Seperti kehadiran Yesus di dunia ini adalah wujud kasih Allah kepada kita, kehadiran Yesus adalah jaminan keselamatan dari Allah, wujud pengorbanan Allah karena kasih-Nya kepada kita umat-Nya.

Pertanyaan Untuk Didiskusikan:

  1. Dimanakah saudara melihat kasih dan penyertaan Allah dalam Yesaya 41:14- 20 dan mengapa? Jelaskan!
  2. Bagaimanakah saudara melihat kasih Allah di tengah masalah yang sedang saudara hadapi? Apakah yang menjadi kuncinya?
  3. Di masa Adven ini, apakah yang akan saudara lakukan agar kasih Allah tersebut dapat dirasakan oleh orang lain di tengah masalah yang mereka hadapi? [AM].

Pemahaman Alkitab (PA) Desember 2025 (II)
Masa Natal

Bacaan: 1 Tesalonika 4 : 1 – 12
Tema Liturgis: Menanti Sang Jati dalam Bakti
Tema PA: Ketaatan Membutuhkan Latihan

Pengantar:
Apakah saudara pernah ditilang oleh polisi ketika berkendara? Apakah anak-anak pernah mendapat hukuman dari Bapak/Ibu Guru? Tilang atau hukuman dari guru adalah buah dari ketidaktaatan kita terhadap aturan yang berlaku. Seandainya kita bisa menaatinya tentu tilang dan hukuman dari guru tersebut tidak kita terima. Untuk bisa taat mematuhi peraturan maka kita perlu mengingat dengan baik peraturannya dan tidak merasa bosan jika peraturan itu terus diingatkan kepada kita. Demikian juga dengan jemaat Tesalonika meskipun mereka sudah melakukan yang baik, Paulus tetap terus mengingatkan mereka agar selalu berbuat baik.

Penjelasan Teks:
Garis-garis besar surat 1 Tesalonika:

  • Pendahuluan 1:1
  • Syukur dan pujian 1:2-3:13
  • Nasihat mengenai bagaimana seharusnya kelakuan orang Kristen 4:1-12
  • Penjelasan mengenai kedatangan Kristus yang kedua kalinya4:13–5:11
  • Nasihat-nasihat terakhir 5:12-22
  • Penutup 5:23-28

Inti dari  1 Tesalonika 4:1 – 12 adalah:

  1. Surat ini secara khusus ditulis untuk memberi dorongan dan keteguhan kepada warga jemaat Tesalonika di tengah tantangan yang sedang mereka hadapi, dalam konteks jemaat Tesalonika yang majemuk.
  2. Paulus sangat bersyukur atas berita dari Tesalonika tentang iman dan kasih jemaat Tesalonika.
  3. Paulus memberikan nasihat agar jemaat Tesalonika hidup taat dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Paulus menjawab pertanyaan jemaat tentang tujuan kehadiran Kristus dalam kehidupan orang percaya.

Bacaan kita saat ini masuk pada bagian  nasihat praktis tentang kehidupan sehari-hari, setelah di  bagian sebelumnya, Paulus menyampaikan nasihat yang bersifat doktrin. Nasihatnya diawali dengan bagaimana mereka harus hidup berkenan kepada Allah (Ay. 1a). Pertama-tama mereka harus hidup kudus, yaitu dengan cara menjauhi percabulan (Ay. 3). Itu yang membedakan mereka dari  bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan karena bagi bangsa-bangsa itu adalah hal biasa dan wajar saja jika mereka suka berzinah dan berperilaku seks yang menyimpang (Ay. 5-6a). Barangsiapa tidak menaatinya, maka mereka telah menolak Allah yang telah mengaruniakan Roh Kudus kepada mereka (Ay. 8).

Kedua, paulus menasehati agar mereka hidup dalam kasih persaudaraan (Ay. 9-10). Standar hidup orang beriman harus bisa dirasakan oleh sesamanya  dengan hidup tertib dan sopan di hadapan manusia (Ay. 11-12). Mereka  harus mengurusi masalah-masalah mereka sendiri dan bekerja keras, agar dapat menjadi berkat dan kesaksian yang baik di hadapan sesamanya. Mereka harus memiliki cara hidup yang berbeda dengan kebanyakan orang lain, kualitas hidup  mereka harus lebih baik.

Relevansi:
Hidup dengan standar yang baik sesuai dengan norma masayarakat tentu saja akan menciptakan keharmonisan dalam hidup bersama di masayarakat. Untuk hidup dengan standar yang baik, maka kita perlu mendorong diri kita untuk hidup taat seperti yang diajarkan oleh Paulus dalam 1 Tesalonika 4 : 1 – 12. Ketaatan tentu saja bukan hasil instant dalam sehari, tetapi itu adalah upaya yang membutuhkan latihan dan kesungguhan hati. Di masa Adven saat ini, marilah kita menantikan kedatangan Tuhan dengan hidup taat sebagai wujud kasih kita kepada Tuhan.

Pertanyaan Untuk Didiskusikan:

  1. Dari bacaaan kita 1 Tesalonika 4:1-12 ajaran Paulus manakah yang menurut saudara paling susah dan paling mudah untuk dilakukan? Mengapa?
  2. Apakah yang harus kita lakukan agar dapat menjadi pribadi yang taat melakukan perintah Tuhan? Apa sajakah tantangannya?
  3. Di masa Adven ini, apakah yang harus kita prioritaskan agar ketaatan kita sebagai orang Kristen dapat mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat menjadi lebih baik? [AM].

Renungan Harian

Renungan Harian Anak