Pemahaman Alkitab (PA) Februari 2026 (I)
Bulan Penciptaan
Bacaan: Ulangan 4 : 1 – 14
Tema Liturgis: Dipanggil untuk Merawat Keutuhan Ciptaan
Tema PA: Menaati Aturan Demi Kelestarian Lingkungan
Pengantar:
Dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara ada Undang-undang yang dipergunakan sebagai dasar peraturan bersama, untuk menata kehidupan bersama dengan baik. Salah satunya adalah UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang merupakan landasan hukum untuk melestarikan lingkungan dan mencegah pencemaran di Indonesia. Secara ringkasan UU No. 32 Tahun 2009 memuat penjelasan tentang:
- Definisi Lingkungan Hidup: Lingkungan hidup didefinisikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia, yang mempengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan.
- Tujuan Perlindungan dan Pengelolaan: UU ini bertujuan untuk melindungi wilayah NKRI dari pencemaran dan kerusakan lingkungan, menjamin keselamatan dan kesehatan manusia, serta menjaga kelestarian ekosistem.
- Upaya Sistematis dan Terpadu: UU ini menekankan perlunya upaya sistematis dan terpadu dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, yang mencakup perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.
- Pembangunan Berkelanjutan: UU ini menggarisbawahi pentingnya pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi untuk menjamin kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang.
- Sanksi dan Penegakan Hukum: UU ini mencakup ketentuan pidana bagi pelanggaran yang mengakibatkan pencemaran atau kerusakan lingkungan, dengan sanksi yang bervariasi tergantung pada tingkat pelanggaran.
(Penjelasan lebih lanjut mengenai UU No. 32/2009 ini dapat dibaca di sini)
Pemerintah secara tegas telah mengatur pentingnya upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup bagi kehidupan bersama masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Disinilah dibutuhkan komitmen dan kesediaan untuk taat dan melakukan UU di atas. Upaya pelestarian lingkungan dan alam hanya dapat terwujud jika kita sebagai warga negara Indonesia mau menaati setiap aturan yang ada, dalam hal ini UU No. 32/2009 serta berperan aktif untuk melakukannya. Tanpa ada kesadaran dan kesediaan untuk taat dan melakukan UU tersebut, kelestarian lingkungan akan sulit terwujud.
Penjelasan Teks:
Kitab kelima dari Taurat adalah Ulangan. Disebut Ulangan karena isinya mengulang ringkasan Hukum Taurat. Sebagian isi kitab Ulangan merupakan hukum dan sebagian lainnya merupakan nubutan. Tujuan kitab Ulangan ini ditulis adalah membawa seluruh kehidupan umat Israel pada kesadaran untuk taat sepenuhnya kepada Tuhan Allah dan mensyukuri atas segala karya Tuhan Allah di sepanjang sejarah masa lalu umat Israel.
Bagian perikop yang kita baca Ulangan 4:1-14, mengisahkan Musa yang memberikan nasihat-nasihat dan peringatan-peringatan kepada generasi baru Israel, sesaat sebelum mereka memasuki Tanah Perjanjian Kanaan. Musa menyadari bahwa dia tidak akan lagi bersama-sama dengan bangsa Israel dan kepemimpinan Israel akan dilanjutkan oleh Yosua. Karena itulah, Musa memandang penting menasihati bangsa Israel sebelum mereka masuk ke Tanah Perjanjian Kanaan.
Di sini Musa mengingatkan akan ketetapan dan peraturan Tuhan Allah yang harus diingat dan dipegang teguh oleh bangsa Israel. Hanya dengan menaati ketetapan hukum Allah (Taurat) dan melakukan apa yang menjadi peraturan Tuhan Allah (Teokrasi) maka bangsa Israel akan menikmati kehidupan yang baik di Kanaan. Dengan taat sepenuhnya pada Tuhan Allah, mereka dapat mengalahkan penduduk Kanaan yang ada di sana. Di sinilah Musa bersaksi kepada bangsa Israel, ia menceritakan akan kebesaran Allah, kuasa dan kasih Allah kepada nenek moyang mereka. Dimulai dari kisah Tuhan Allah yang memusnahkan orang-orang yang menyembah Baal-Peor (Ay. 3-4). Musa melarang mereka untuk menyembah berhala, yang mereka sembah dan puja hanyalah Tuhan Allah. Mereka harus memiliki relasi yang lekat dan dekat dengan Tuhan Allah, sebab Tuhan Allah telah memanggil dan memilih Israel sebagai umat kesayangan-Nya. Karena itu, mereka harus hidup dalam ketaatan dan kesetiaan hanya kepada Tuhan Allah.
Musa juga mengingatkan bangsa Israel bahwa dalam relasi yang istimewa antara mereka dengan Tuhan Allah, ada tanggung jawab besar pada mereka. Karena itu, mereka harus selalu waspada dan berhati-hati, tetap setia pada perintah Tuhan Allah, serta melakukan perintah Allah itu di negeri yang mereka tinggali. Sekali lagi Musa mengingatkan bangsa Israel untuk selalu terpaut pada Tuhan Allah. Hanya Tuhan Allah saja yang menjadi sumber keselamatan dan berkat bagi bangsa Israel. Dengan terus mengingat ketetapan dan peraturan-Nya, maka mereka akan hidup dan sejahtera.
Relevansi:
Jika bacaan perikop kita ini kita hubungkan dengan kehidupan kita masa kini, Tuhan juga berkenan memberikan hukum-Nya kepada kita. Hukum yang kita kenal sebagai Hukum Kasih, kasih kepada Tuhan Allah dan kasih kepada sesama. Yang perlu kita renungkan sudahkah kita taat dan melakukan hukum kasih ini? Mengasihi Tuhan berarti kita hidup taat dan melakukan kehendak Tuhan. Kita sungguh-sungguh menjalankan firman-Nya dalam hidup sehari-hari. Pun demikian, mengasihi sesama berarti kita melakukan kebaikan kepada sesama kita. Kita tidak hanya pandai berkata-kata kasih, tetapi kita mampu mewujudnyatakan kasih itu dalam laku hidup sehari-hari.
Dalam konteks bulan penciptaan ini, kita diajak untuk menaati peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk kita terapkan dan lakukan demi kebaikan bersama. UU No. 32/2029 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dapat kita jadikan acuan sebagai upaya ikut serta menjaga, memelihara, dan melestarikan alam lingkungan di sekitar kita. Hanya dengan ketaatan pada peraturan, Undang-undang, dan kesediaan diri untuk melakukan isi peraturan dan UU tersebut, maka upaya mewujudkan lingkungan yang lestari menjadi nyata.
Sebagai mana sebagai umat Allah menaati dan melakukan Hukum Tuhan dengan kesediaan mengasihi Tuhan Allah dan sesama, maka kita sebagai warga negara Indonesia juga berperan melakukan UU No. 32/2009 ini. Kita ikut berperan serta dan aktif dalam upaya-upaya mewujudkan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, demi terciptanya kehidupan yang harmonis, kehidupan bersama yang membawa manfaat dan kesejahteraan bersama.
Pertanyaan Untuk Didiskusikan:
- Dari teks bacaan kita, sebutkan perintah atau aturan Tuhan Allah yang mendasari umat percaya untuk menjaga, memelihara, dan melestarikan alam lingkungan kita!
- Apakah peran yang dapat saudara lakukan dalam upaya pelestarian alam lingkungan di tempat saudara?
- Mengapa upaya pelestarian alam lingkungan harus selalu kita lakukan? [AR].
Selamat ber-PA, Tuhan Yesus memberkati.
Pemahaman Alkitab (PA) Februari 2026 (II)
Bulan Penciptaan
Bacaan: 1 Yohanes 5 : 1 – 5
Tema Liturgis: Dipanggil untuk Merawat Keutuhan Ciptaan
Tema PA: Berani Menghadapi Tantangan, Berani Merawat Keutuhan Ciptaan
Pengantar:
(Awali PA dengan pertanyaan: Apakah tantangan terbesar saudara dalam upaya merawat keutuhan ciptaan? (Beri kesempatan warga jemaat untuk menjawab sesuai dengan pemahaman mereka, hargai setiap pendapat mereka!)
Ada banyak tantangan dalam upaya merawat keutuhan ciptaan, misalnya:
- Kurangnya tanggung jawab individu/pribadi terhadap keseimbangan ekosistem.
- Terjadinya krisis lingkungan yang semakin meningkat.
- Adanya kerusakan ekosistem akibat alih fungsi lahan, pencemaran industri.
- Lemahnya penerapan Analisis Mengenal Dampak Lingkungan (AMDAL).
- Kurangnya penegakan hukum lingkungan yang efektif, dll.
Oleh karena itu dalam upaya menghadapi tantangan tersebut, masyarakat perlu terus menerus didorang untuk berpartisipasi aktif dalam upaya-upaya merawat keutuhan ciptaan. Misalnya:
- Mengkampanyekan di media sosial tentang lingkungan hijau, gereja hijau.
- Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia setiap tanggal 5 Juni sebagai upaya membangun kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan. Perubahan besar dimulai dari hal yang kecil.
- Melibatkan semua unsur, baik itu komunitas, gereja, masyarakat, hingga pemerintah dalam gerakan cinta lingkungan.
- Pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan agar tidak menimbulkan degradasi ekosistem dan pencemaran lingkungan yang berkepanjangan.
- Penegakan hukum yang dilakukan terhadap para pelanggar aturan atau UU lingkungan hidup.
Penjelasan Teks:
Surat 1 Yohanes ditulis oleh Rasul Yohanes dengan tujuan mengingatkan jemaat agar tidak tersesat pada ajaran-ajaran palsu. Diketahui pada waktu itu ada guru-guru palsu yang mengajarkan tentang ajaran-ajaran sesat. Mereka dahulu adalah anggota jemaat, yang kemudian mengundurkan diri dari persekutuan dan membentuk komunitas sendiri. Mereka perintis dari bidat yang dikenal dengan sebutan ‘Gnostik’ (Bhs.Yunani berarti pengetahuan). Dalam ajarannya, mereka menyangkal Yesus adalah Mesias atau Kristus (1 Yoh. 2:22). Menurut mereka, Yesus adalah orang baik, Ia dipandang hanya sebagai manusia biasa. Oleh karena itulah, Yohanes menegaskan melalui suratnya ini bahwa Yesus benar-benar Kristus Anak Allah (1 Yoh. 5:1, 5). Yohanes menyangkal ajaran sesat itu.
Pada bagian perikop kita, 1 Yohanes 5:1-5 menjelaskan: Beriman dan percaya kepada Yesus itu adalah buah pekerjaan Allah bukan semata-mata keputusan manusia. Ketika manusia percaya kepada Yesus, saat itu ia dilahirkan dari Allah (Ay. 1). Kata kerja ‘dilahirkan’ menggunakan kata pasif, dimana dikandung maksud bahwa menjadi percaya itu karena Allah yang menjadikan manusia percaya, dan manusia meresponsnya dengan percaya kepada Yesus. Dilahirkan menjadi anak-anak Allah artinya umat yang percaya diperkenankan memiliki relasi yang erat dengan Allah, yaitu relasi kasih. Relasi kasih di dalam Tuhan Yesus inilah yang memampukan umat untuk mengasihi saudara mereka yang seiman. Mengasihi saudara seiman menjadi bukti bahwa umat mengasihi Allah. Dan sebagai bentuk mengasihi Allah juga ditampakkan dengan melakukan perintah-perintah-Nya (Ay. 3).
Yohanes selanjutnya menjelaskan tentang sifat perintah Allah dan iman sebagai umat Allah. Dijelaskan bahwa sifat perintah Allah ini tidak berat, karena perintah yang Tuhan berikan kepada umat-Nya tidak melebihi kemampuan umat. Setiap umat dimampukan untuk melakukan perintah Allah ini dengan selalu bersandar pada-Nya. Mereka diberikan hati yang baru, yaitu hati yang senantiasa ingin menyenangkan hati Tuhan. Setiap umat percaya memiliki iman yang mengalahkan dunia, karena Yesus telah mengalahkan dunia melalui pengorbanan-Nya di kayu salib (Ay. 4). Umat hidup di dalam persekutuan kasih, dimana relasi antara umat dengan Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus berjalan dengan baik.
Relevansi:
Penting bagi kita untuk selalu menyadari tantangan yang dihadapi dalam upaya merawat keutuhan ciptaan. Kita harus berani menghadapi setiap tantangan itu dan mencari solusi untuk mengatasinya. Kerusakan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama, karena itu setiap kita dipanggil untuk terus menjaga, memelihara, dan melestarikan lingkungan di sekitar kita sebagai tanggung jawab bersama. Kerusakan lingkungan yang terjadi dan ada di sekitar kita tidak boleh dianggap sebagai masalah kecil, tetapi harus kita sikapi secara bijaksana dan dicarikan solusi yang terbaik untuk mengatasinya. Demikian pula kita berupaya melakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan yang merugikan diri kita sendiri dan lingkungan kita.
Hal yang sama dalam kehidupan beriman, kehidupan kita tidak lepas dari tantangan dan pengaruh dunia yang melemahkan iman kita. Disinilah kita harus berani menghadapi tantangan iman itu dengan senantiasa melekat erat kepada Tuhan. Kita membangun komunikasi melalui doa kepada Tuhan, memohon agar kita diberikan kekuatan dalam menghadapi tantangan dan pengaruh dunia yang dapat merusak iman kita. Sebagaimana nasihat Rasul Yohanes yang mengajarkan agar jemaat senantiasa berpegang teguh pada Tuhan Yesus, maka kita hendaknya juga senantiasa menautkan hati dan hidup kita terarah kepada Tuhan Yesus Kristus. Sebab dengan hati yang selalu terbuka dan memandang Yesus, di situ ada kekuatan dan pertolongan Tuhan. Kita akan mampu bertahan di tengah tantangan dunia, kita akan kuat berjalan menghadapi pengaruh dunia yang semakin berat. Maka sebagai orang percaya, hidup kita hendaknya selalu berfokus pada kebenaran firman Tuhan, masalah boleh datang silih berganti, namun hidup yang berfokus pada Kristus akan menjadikan kita kuat, tidak mudah terpengaruh, dan tidak mudah diombang-ambingkan situasi negatif dan perubahan zaman.
Pertanyaan Untuk Didiskusikan:
- Pesan apakah yang saudara dapatkan dari perikop bacaan kita? Bagikan kepada saudara seiman yang lain.
- Mengapa saudara harus bersikap berani dalam menghadapi tantangan zaman dan dunia yang dapat melemahkan iman saudara?
- Bagaimana upaya saudara dalam merawat keutuhan ciptaan? [AR].
Selamat ber-PA, Tuhan Yesus memberkati.