Pemahaman Alkitab Agustus 2021

26 July 2021

Pemahaman Alkitab (PA) Agustus 2021 (I)
Bulan Pembangunan GKJW

Bacaan: Ulangan 8 : 1 – 20
Tema Liturgis: Bersedia, Berkarya, dan Bersinergi Membangun GKJW sebagai Perwujudan Taat kepada Allah”
Tema PA: JAS MERAH : Jangan Sekali-kali Melupakan Allah

Pengantar PA:
Setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam memandang dan memperlakukan pengalaman kehidupan yang telah dijalaninya. Ada yang menjadikan pengalaman hidup yang telah lalu sebagai pembelajaran untuk membangun kehidupan di masa yang akan datang semakin bijak, penuh kehati-hatian. Sebagaimana makna semboyan terkenal yang berasal dari kutipan pidato Ir. Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1966, yakni JAS MERAH (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah). Orang-orang yang mengambil sikap seperti ini, bukan berarti mereka tidak bisa move-on dari pengalaman masa lalu tersebut. Demikian juga didapati ada orang-orang yang mencoba melupakan pengalaman hidup ataupun mengajak yang lain untuk melupakan masa lalu tersebut karena dianggap memalukan, menyakitkan, tidak bermanfaat untuk diingat maupun dianggap dapat menghambat kehidupan di masa kini. Sekali lagi, hal ini tergantung cara pandang setiap orang dalam memotret setiap pengalaman kehidupannya.

Penjelasan Teks:
Dalam perjalanan kehidupan bangsa Israel, kita dapat menyaksikan jika mereka sering tergoda untuk memberontak kepada Allah. Kini, keberadaan mereka tinggal selangkah lagi untuk memasuki tanah Kanaan sebagaimana yang dijanjikan Tuhan kepada mereka. Tanah yang kaya akan hasil bumi dan tambangnya. Tempat yang penuh dengan kemakmuran kesejahteraan. Oleh karenanya, Musa berinisiatif memanggil umat Israel dan memberikan sebuah himbauan. Bahwasannya agar mereka terus berpegang dan melakukan seluruh hukum serta perintah Tuhan Allah. Sebab sangat dimungkinkan di tanah yang kaya dan subur itu, mereka yang kerap tidak menghiraukan perintah Tuhan akan semakin melupakan Tuhan dan kehendak-Nya. Termasuk kemungkinan memegahkan diri atas segala yang telah diterima. Maka dari itu, Musa juga mengajak umat Israel untuk mengingat kembali apa yang telah terjadi selama 40 tahun pengembaraan mereka di padang gurun yang gersang, situasi alam padang gurun tidak bisa digantungkan untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari. Selain itu juga dengan berbagai ancaman binatang buas yang siap menerkam mereka. Akan tetapi realitanya umat Israel tidak binasa. Sebab yang terjadi sesungguhnya, ketika mereka mulai lapar tiba-tiba mereka dikejutkan oleh “manna” yang dikirim oleh Allah. Bukan hanya itu, meskipun mereka berada di tanah lapang yang panas dan tandus, pakaian mereka tidaklah menjadi buruk dan kaki mereka tidak menjadi bengkak.

Dari hal itulah maka umat Israel harus mengingat akan perbuatan dan kasih setia Tuhan yang telah membawa mereka keluar dari perbudakan, mencukupi kebutuhan mereka selama di padang gurun serta yang membawa mereka masuk ke tanah dengan segala yang terbaik di sana. Tindakan mengingat akan karya pemeliharaan Tuhan Allah diwujudkan dengan sikap hidup yang senantiasa berpegang pada perintah-Nya. Musa pun mengajak bangsanya untuk melihat hal lain dibalik pengembaraan yang panjang tersebut, Tuhan punya maksud dan tujuan, yakni membangun kehidupan umat-Nya yang semakin baik melalui sikap kerendahan hati dan pengakuan bahwa ini semata-mata karena pertolongan Tuhan.

Setiap manusia pasti memiliki pengalaman masa lalu. Demikian juga kita sebagai Greja Kristen Jawi Wetan pun memiliki masa lalu yang kelam pada zaman Jepang. Dan dalam pengalaman yang kelam maupun dalam masa kelimpahan itulah, Tuhan menyatakan diri-Nya kepada kita agar kini setiap kita tidak jatuh pada keegoisan diri dan ketegar-tengkukan pada kepentingan pribadi. Masa lalu yang baik maupun yang kelam diharapkan mampu terajut menjadi sebuah kebijaksanaan dalam berpikir, bertindak, menentukan arah di masa depan.

Bahan Diskusi

  1. Mengapa manusia cenderung melupakan kehendak dan pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya baik dalam masa sulit maupun sejahtera?
  2. Apakah yang harus dilakukan oleh MJ, MD dan MA agar berbagai sejarah kelam dilingkup pelayanan dan persekutuan GKJW tidak terulang kembali? (garlic).

 


Pemahaman Alkitab (PA) Agustus 2021 (II)
B
ulan Pembangunan

Bacaan: Galatia 6 : 1 – 10
Tema Liturgis:
Bersedia, Berkarya, dan Bersinergi Membangun GKJW sebagai Perwujudan Taat kepada Allah.
Tema PA: Membumikan Kebaikan Allah

Pengantar PA:
Salah satu kutipan pernyataan dari Mother Theresa yang patut kita hayati, demikian: “Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu mencari pamrih, tetapi bagaimanapun tetaplah menjadi pribadi yang baik hati. Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin orang lain akan menipumu, tetapi bagaimanapun tetaplah menjadi pribadi yang jujur dan terbuka. Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin orang lain akan iri, tetapi bagaimanapun berbahagialah. Kebaikan yang engkau buat hari ini, mungkin saja besok akan dilupakan orang lain, tetapi bagaimanapun itu, tetaplah berbuat baik.” Ungkapan di atas menyiratkan jika berbuat baik janganlah hanya menjadi media, strategi, trik yang bertujuan untuk keuntungan diri. Hakekat berbuat baik bukan pula semata-mata pada perbuatan baik itu sendiri melainkan sikap hati bahkan laku iman dibalik perbuatan baik yang dilakukan. Sikap hati maupun laku iman yang digerakkan dan telah dipenuhi oleh Sumber Kebaikan itu sendiri.

Penjelasan Teks:
Setelah Injil diberitakan dan diterima di antara orang-orang bukan Yahudi, mereka kembali mempertanyakan apakah untuk menjadi seorang Kristen yang sejati, mereka harus menaati hukum agama Yahudi? Termasuk orang-orang yang menentang Paulus mencoba menghasut pemahaman iman setiap orang percaya kepada Kristus. Akhirnya Paulus menjawab pertanyaan tersebut sekaligus menegaskan bahwa satu-satunya dasar yang baik untuk kehidupan Kristen adalah dengan percaya kepada Kristus. Dan inilah latar penulisan surat Galatia dengan maksud untuk menolong orang-orang yang telah disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu. Di pasal 5-6 surat Galatia ini, Paulus menitik-beratkan pada perwujudan tindakan yang harus muncul dalam kehidupan orang percaya kepada Kristus yang telah memerdekakannya. Melalui iman percaya tersebut dengan sendirinya menyebabkan orang itu melakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan karakter Kristus. Atau dengan kata lain, sikap kristiani itulah wujud kualitas kekristenan sejati. Laku iman kristen yang perlu diwujudkan adalah sebagai berikut:

(ay.1): Sebagai orang percaya, ia tidak akan menghakimi saudaranya yang sedang jatuh. Sebaliknya, ia akan menolong yang jatuh untuk kembali pada kebenaran Allah serta mengampuninya.

(ay.2): Menyadari keberadaan dirinya yang juga lemah dan bisa jatuh sehingga memunculkan sikap berjaga-jaga. Dengan kesadaran seperti itu, terbangunlah sikap saling menolong di antara sesama anak Tuhan.

(ay.3-4): Tidak menilai yang lain dengan memakai standar manusia, menjauhkan sikap membandingkan diri dengan mereka yang sedang jatuh dalam dosa melainkan menilai diri sendiri dalam terang Firman Tuhan.

(ay.6): Bersikap rendah hati dalam menerima teguran yang didasarkan pada Firman Allah dan bersikap hormat kepada yang menegur dengan kasih sesuai Firman Allah.

(ay.7-8): Kesediaan orang yang jatuh dalam dosa untuk segera bertobat dan membangun hidup dalam kesetiaan kepada Allah karena Allah tidak dapat dipermainkan

(ay.9-10): Menjadikan waktu yang ada sebagai peluang untuk mewujudkan karakter ilahi melalui perbuatan-perbuatan baik dan menjadi berkat untuk semua orang.

Dari hal itu semua, Rasul Paulus menghendaki setiap orang yang percaya kepada Kristus melakukan perbuatan baik bukan karena apa kata orang, bukan karena tuntutan orang lain melainkan menjalani kehendak Allah karena dorongan dari dalam diri. Dorongan yang berasal dari batin dan relasi yang erat dengan Kristus yang diimaninya.

Bahan Diskusi:

  1. Bilamanakah perbuatan baik tidak lagi menjadi tindakan yang benar?
  2. Bagaimanakah solusi yang tepat dalam menghadapi orang beriman yang suka: menghakimi sesamanya, memberi pertolongan dengan balutan kemegahan diri?
  3. Sebagai Patunggilan Kang Nyawiji, apakah kontribusi yang dapat kita berikan dalam gerak pelayanan di GKJW baik sebagai warga maupun Majelis Jemaat? (garlic).

Renungan Harian

Renungan Harian Anak