Pertanian Ramah Lingkungan GKJW Menuju Sertifikasi Prima

Ibadah sebelum penyebaran benih padi. Semua yang hadir kemudian memberkati sawah tempat demplot pertanian ramah lingkungan akan dilaksanakan.

Kelompok Kerja Kedaulatan Pangan GKJW saat ini sedang mengadakan demplot pertanian ramah lingkungan pada tiga hektar sawah milik GKJW Jemaat Suwaru. Demplot pertanian ini diharapkan menjadi rintisan budidaya pertanian organik di jemaat-jemaat se-GKJW.

Demplot (Demontration Plot) adalah suatu metode penyuluhan pertanian dengan cara membuat lahan percontohan. Melalui metode ini, petani bisa melihat dan membuktikan sendiri keunggulan metode pertanian yang diuji atau diperkenalkan.

Pelaksanaan demplot pertanian ramah lingkungan ini diawali dengan penyebaran benih padi Ciherang pada Bulan Desember 2017. Sebelum benih disebarkan, diadakan ibadah dipinggir sawah dipimpin Pdt. Sungkono dan Pdt. Wawuk Kristian W. Semua yang hadir kemudian memberkati sawah tempat demplot akan dilaksanakan.

Metode pertanian ramah lingkungan di Suwaru menggunakan pupuk kandang sebagai material untuk mencukupi kebutuhan hara tanaman. Untuk proyek ini, dibutuhkan kurang lebih 7,5 ton pupuk kandang per hektar. Sebanyak 40 ton pupuk kandang sudah dipersiapkan untuk melaksanakan demplot ini sejak bulan November 2017 lalu.

Pemberian pupuk kandang ini juga ditunjang dengan menumbuhkan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacterial), sejenis bakteri yang berkoloni di akar tanaman. Bakteri ini diyakini dapat memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya.

Demplot pertanian ramah lingkungan di Suwaru rencananya akan diadakan dalam 3 musim tanam. Pola tanam yang akan dipakai adalah padi – padi – jagung. Tiga hektar sawah demplot tersebut digarap oleh sembilan orang warga Suwaru dengan pola bagi hasil.

 

Menuju Prima Tiga

Pertanian ramah lingkungan GKJW di sawah milik GKJW jemaat Suwaru saat ini berusaha memperoleh sertifikat Prima Tiga.  Sertifikat Prima Tiga diberikan sebagai tanda bahwa produk pangan yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi karena bebas pestisida.

Baca Juga:  Ekofeminisme

Sertifikat prima adalah proses pemberian sertifikat terhadap produk pertanian untuk memberikan jaminan mutu. Produk yang telah memperoleh sertifikasi prima berarti telah melalui pemeriksaan, pengujian, dan pengawasan serta memenuhi semua persyaratan.  Saat ini terdapat 3 label produk Prima yaitu Prima Satu (P-1), Prima Dua (P-2), dan Prima Tiga (P-3).

Selain memberikan jaminan mutu keamanan pangan bagi konsumen, sertifikat prima juga mempermudah penelusuran kembali kemungkin penyimpangan mutu dan keamanan  produk. Sertifikasi ini juga dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian.

Saat ini demplot pertanian ramah lingkungan pada sawah milik GKJW Jemaat Suwaru sudah memasuki masa panen. Setiap hektar sawah diperkirakan akan menghasilkan 5 ton gabah. Beras hasil pertanian ini rencanyanya akan dijual melalui “Tokoku”, salah satu badan usaha milik GKJW.

Bagikan Entri Ini:

  • 144
    Shares

Entri Serupa:

Ekofeminisme Ekofeminisme adalah suatu gerakan yang menghubungkan antara feminisme dengan ekologi. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh penulis Prancis Fran...
Ekospiritualitas Menurut Kamus, kata spirit itu berarti: roh atau semangat; sedangkan spiritual itu berarti: berhubungan dengan kejiwaan. Maka istilah spiritualita...