Kaderisasi Pemuda Pelayan Gereja 2018

Pemuda Pelayan Gereja

Sebanyak 86 pemuda-pemudi utusan dari berbagai jemaat GKJW mengikuti kegiatan “Kaderisasi Pemuda Pelayan Gereja” di IPTh. Balewiyata tanggal 20 hingga 22 April 2018 lalu. Kegiatan ini bertujuan memotivasi pemuda-pemudi gereja untuk terpanggil menjadi pelayan di GKJW.

“Kaderisasi Pemuda Pelayan Gereja” adalah pengembangan dari kegiatan “Pra Sekolah Teologi” yang diadakan IPTh. Balewiyata setiap tahun sejak 2010.  IPTh. Balewiyata mengubah nama kegiatan ini untuk memperluas tujuan program yang ingin dicapai. Kegiatan “Pra Sekolah Teologi” bertujuan memotivasi pemuda untuk mau menjadi pendeta GKJW. Sementara, kegiatan “Kaderisasi Pemuda Pelayan Gereja” bertujuan mendorong pemuda menjadi pelayan di GKJW melalui berbagai macam cara dan talenta masing-masing.

Setiap orang pasti memiliki talenta dan potensi yang ditanamkan Tuhan di dalam dirinya. Karunia tersebut diberikan dengan jenis, bobot, ragam, bentuk dan warna yang berbeda-beda satu dengan yang lain. Seseorang dikaruniai talenta sebagai „pakis“. Sementara yang lain dikaruniai talenta sebagai „bambu“. Keduanya berbeda namun mereka bertumbuh dan sama-sama berguna. Tumbuhan pakis, cepat bertumbuh dan marak. Tumbuhan bambu, agak lambat bertumbuh, tetapi pertumbuhannya bisa sangat tinggi menjulang jauh melebihi tumbuhan pakis.

Pertemuan 3 hari itu, adalah salah satu langkah pemeliharaan dan penumbuhan talenta untuk melayani Tuhan. Melalui pertemuan ini, peserta diharapkan semakin merasa mantab untuk terlibat lebih aktif di dalam ‘kebun anggur’ pelayanan Tuhan (bisa dengan menjadi pendeta GKJW atau yang lain).

Dalam kegiatan ini hadir pula mahasiswa-mahasiswa Fakultas Teologi dari Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Yogyakarta dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga. Mereka memaparkan bagaimana proses perkuliahan di fakultas teologi sehingga para peserta pertemuan mendapat gambaran teknis tentang hal tersebut.

Baca Juga:  Balewiyatalk - Edisi Perdana

Di sesi lain, Komisi Sumber Daya Manusia GKJW menjelaskan bagaimana kebijaksanaan umum GKJW tentang pengutusan mahasiswa ke fakultas  teologi.  Majelis Agung GKJW akan memberikan surat rekomendasi bagi calon mahasiswa untuk memenuhi persyaratan masuk ke fakultas teologi. Surat rekomendasi itu dapat dianggap juga sebagai surat  “ikatan moral” yang mengingatkan mahasiswa untuk kembali melayani di GKJW seusai lulus kuliah nanti.

“Anggaplah surat rekomendasi itu sebagai doa restu dari Majelis Agung untuk belajar di fakultas teologi,” demikian Pdt. Suko Tiyarno, Direktur IPTh. Balewiyata, menjelaskan. Dari 86 orang peserta program ini, sebanyak 30 peserta berencana belajar di fakultas teologi tahun 2018 ini.

Diakhir program, para peserta mengungkapkan kesan mereka terhadap program ini. Beberapa orang menyatakan kesukacitaannya dapat berkenalan dengan banyak teman baru dari jemaat GKJW yang lain. Semoga melalui pertemuan kali ini tekad untuk melayani Tuhan melalui GKJW dapat lebih dimantapkan.

Bagikan Entri Ini:

  • 5
    Shares

Entri Serupa:

Balewiyatalk – Edisi Perdana Episode Perdana ini menghadirkan Tokoh Pelaksana Tugas ( Plt) Direktur Balewiyata , Bapak Pendeta Suko Tiyarno, yang bercerita banyak hal tentang Ling...
Identitas dan Sejarah Ringkas Balewiyata Read this article in English Salib di Kapel IPTh. Balewiyata Se-lazim-nya manusia, demikian pun Balewiyata, beridentitas. ‘BALEWIYATA' adalah...
Studi Kristen – Islam Tentang Budaya dan Aga...   Institut Pendidikan Theologia Bale Wiyata Greja Kristen Jawi Wetan  bekerja sama dengan United Evangelical Mission (Persekutuan Misi Pro...
Saat Pendeta Perlu Mengasingkan Diri Sekilas Tenta... Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “Khalwat” berarti pengasingkan diri untuk menenangkan pikiran dan mencari ketenangan batin.  Khalwat juga be...