“Festival of Faith” Perempuan agen perdamaian.

30 September 2025

Pendapa atas kompleks Balewiyata pada Minggu 28 September 2025 dimeriahkan dengan  kehadiran partisipan dari Komisi Antar Umat (KAUM) dan Komisi Pembinaan Peranan Wanita (KPPW) se-MD Surabaya Timur II dan I yang bersama-sama belajar, berdiskusi dan bertukar pikiran dalam Festival of Faith atau perayaan iman.

Festival of Faith ini difasilitasi secara langsung oleh 25 perempuan lintas iman se- Jawa Timur yang telah tergabung dalam program Studi Intensif Lintas Iman (SILI) selama setahun (2025-2026) yang diselenggarakan oleh IPTh. Balewiyata-GKJW dengan dukungan United Evangelical Mission (UEM).

Sebelum festival dimulai, pada hari Jumat dan Sabtu 26-27 September 2025, para peserta SILI mengikuti pelatihan sesuai modul minggu kedua. Mereka mendapat nutrisi pengetahuan beragam dari para narasumber yang berasal dari komunitas SRILI (Srikandi Lintas Iman Yogyakarta) yang diwakili oleh Ine Wulandari (Sekretaris Srili) dan Nana Karolina (Wakil Koordinator Srili).

Dalam materinya, selain mengajak peserta untuk memahami struktur konflik dan kemungkinan responsnya, para  perempuan sebagai agen perdamaian diajak berkontribusi melalui permainan peran (role play), mediasi lintas tradisi agama, dan berefleksi serta dialog. Berkat para narasumber yang inspiratif, pelatihan ini berhasil memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri peserta untuk berani melangkah maju sebagai pembawa perdamaian.

Dalam festival of faith, terdapat pos-pos pembelajaran interaktif (learning stations) sebagai upaya mempraktikan teori dan metode yang sudah diperoleh peserta SILI sebelumnya. Melalui pos pembelajaran yang diramu dengan metode world cafe forum, para peserta dapat berdiskusi dan bertukar pikiran secara bebas terkait topik seperti makna perdamaian dalam beragam agama, harapan terhadap perempuan lintas agama, kalender lintas agama, terlibat dalam beragam kuis, selain menyaksikan pojok kisah wanita inspiratif yang dipamerkan melalui poster.

Pos pembelajaran dirancang sebagai ruang bebas pertukaran ide (low-threshold ideas exchange), yang membuat setiap orang dengan mudah berpartisipasi, berbagi pengalaman, dan belajar satu sama lain. Festival of Faith ini juga menghadirkan “Art for Peace” dengan menampilkan pohon harapan yang mengkompilasi visi masa depan peserta, praktik membatik gambar perempuan agen perdamaian, dibalut dengan alunan musik yang dibawakan oleh tim keroncong GKJW Kedungkandang dan bazar UMKM warga jemaat.

Sekretaris Lintas Bidang PHMA, Pdt. Sarwindra Rusdiahwati yang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa Festival of Faith sangat menarik dan tepat sasaran. Dia melihat, ada nuansa kebersamaan yang sudah terjalin erat di antara peserta yang sangat mencerminkan harapan perdamaian itu sendiri.

Pdt. Sarwindra berharap kegiatan SILI dan festival of faith ini bisa menyebar ke daerah ruang lingkup peserta yang terlibat. Sehingga, komunitas lintas iman bisa menjadi  banyak dan berbuah di masing – masing tempat dan memberi inspirasi ke komunitas paling kecil di lingkungan para peserta.

Tak hanya itu, dia juga berpandangan bahwa menjadi perempuan berarti menjadi pembawa lentera perdamaian, karena, perempuan berkorelasi dengan segala macam urusan domestik. Maka perlu menjadi teladan dalam upaya “woman empower woman, woman support woman” (Dian/Julia).

Renungan Harian

Renungan Harian Anak