Festival of Faith 2026

28 September 2026

Sabtu malam, 26 September 2026, menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang program Studi Intensif Lintas Iman (SILI) khusus perempuan (woman interfaith) yang berlangsung selama satu tahun, sejak 2025 hingga 2026. Malam itu membawa kelegaan sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi keberlanjutan gerakan lintas iman. Program SILI khusus perempuan yang diikuti para peserta secara tatap muka (onsite) dan daring (online) ini terselenggara berkat kolaborasi United Evangelical Mission (UEM), IPTh Balewiyata, dan Gusdurian Malang.

Direktur IPTh Balewiyata, Pdt. Dr. Hardiyan Triasmoroadi, menggambarkan perjalanan SILI sebagai siklus kehidupan benih yang dirawat hingga siap tumbuh. Melalui gambaran ini, SILI menjadi wahana pembibitan yang menanamkan kesadaran lintas iman (interfaith literacy) dalam diri setiap peserta. Melalui SILI di IPTh. Balewiyata, yang ditatalayani secara penuh waktu oleh Ms. Julia Thissen (co-worker Balewiyata asal Jerman), 20 perempuan yang merupakan “bibit unggul” ditempa dan distimulasi melalui ruang pembelajaran partisipatif yang dibangun melalui dialog yang jujur dan dipupuk oleh nilai-nilai empati.

Perayaan bertajuk Festival of Faith 2026 menandai berakhirnya masa pembibitan dalam SILI sekaligus menjadi titik awal praksis menghidupi kesadaran lintas iman di tengah masyarakat. Setelah meninggalkan Balewiyata, para peserta diharapkan berkiprah dalam konteks kehidupan yang majemuk, bertunas dengan berani, ngrembaka (tumbuh rimbun), dan menghasilkan buah-buah kebaikan.

Semangat untuk meneruskan estafet kesadaran lintas iman juga dilanjutkan melalui langkah yang membumi. IPTh Balewiyata berkolaborasi dengan Komisi Antar Umat Beragama (KAUM) Majelis Agung, KAUM MD Malang III Barat, dan MD Malang III Timur bergerak melibatkan para pemuda dari kedua wilayah tersebut. Kolaborasi ini bertujuan memantik kesadaran dan literasi lintas iman di kalangan kaum muda, agar akar-akar perdamaian kelak mencengkeram kuat dan tumbuh subur di setiap jemaat.

Kolaborasi tersebut mewujud melalui workshop pemuda lintas iman yang dikemas secara cair dan menyenangkan. Kegiatan yang berlangsung sejak siang hari ini difasilitasi langsung oleh para peserta perempuan SILI. Workshop dibuka dengan doa lintas iman, kemudian dilanjutkan dengan sesi ice breaking untuk mencairkan kecanggungan antarpeserta. Setelah suasana menjadi lebih akrab, peserta mengikuti talk show interaktif bersama narasumber dari Vihara Dharma Mitra, Pesantren Rakyat, Baha’i, dan Gusdurian Muda. Pengetahuan dan praksis lintas iman para pemuda selanjutnya diuji dan dipertajam melalui dinamika learning station/pos activities yang diadaptasi dari metode world café forum. Lantas rangkaian workshop ditutup dengan sesi berbagi (sharing and exchange). Menjelang senja, suasana workshop beralih menjadi perayaan yang lebih hangat dan komunal. Para peserta menikmati makan malam bersama dengan sajian yang disiapkan oleh pokja Pemberdayaan Ekonomi Warga (PEW) gereja di wilayah Malang, ditemani oleh alunan Musik Keroncong GKJW Lawang. Selepas jamuan malam, panggung Festival of Faith menjadi ruang yang aman dan setara bagi beragam ekspresi keyakinan. Secara bergantian, disajikan tampilan musik Konghucu, musik dan tarian Katolik, musik Buddha, serta musikalisasi puisi dari Gusdurian Mojokerto.

Di bawah langit malam Balewiyata, Festival of Faith 2026 yang ditutup oleh ketua Majelis Agung Pdt. Natael HP., MBA, membuka babak baru bagi para peserta. Para “bibit unggul” membawa tekad untuk membagikan kesadaran lintas iman, menumbuhkan perdamaian, dan menghidupi keadilan di tengah masyarakat. Dengan demikian, berakhirnya SILI yang ditandai melalui festival of faith menjadi awal kiprah nyata untuk merawat kehidupan bersama di dalam cinta dan semangat perdamaian demi keutuhan ciptaan.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak