Dalam semangat nguri-uri (melestarikan) Bahasa Jawa di tengah persekutuan gereja, Paguyuban Warga Se-Kota Surabaya berkolaborasi dengan Majelis Daerah (MD) Surabaya Timur I dan II menyelenggarakan Lomba Vokal Group Kidung Jawi Intergenerasi. Kegiatan akbar ini menjadi aktualisasi dari tema Rencana Strategis Pelayanan dan Program Jangka Menengah (PPJM) II tahun 2025 GKJW, yakni “Intergenerasi,” yang berfokus pada penguatan persekutuan dan ikatan lintas usia di antara jemaat. Bertempat di GKJW Jemaat Wiyung Surabaya, acara yang mengusung tema “Ayo Lurrr.. Muji Gusti Saklawase” ini berlangsung meriah pada Sabtu, 29 November 2025.

Antusiasme jemaat GKJW terhadap pelestarian budaya ini tampak jelas dari jumlah partisipan. Sebanyak 17 Jemaat turut berpartisipasi dan menampilkan bakat terbaik mereka dalam Kidung Jawi. Jemaat-jemaat yang berlaga dalam lomba Vokal Group Intergenerasi ini datang dari berbagai wilayah, yaitu: GKJW Jemaat Karangpilang, Jemaat Manukan, Jemaat Darmo, Jemaat Luwung, Jemaat Mojosarirejo, Jemaat Trosobo, Jemaat Gresik, Jemaat Mulyosari, Jemaat Sidotopo, Jemaat Wiyung, Jemaat Waru, Jemaat Sidoarjo, Jemaat Jambangan, Jemaat Surabaya, Jemaat Tropodo, Jemaat Sukolilo, dan Jemaat Simomulyo. Kehadiran 17 tim ini menunjukkan komitmen nyata jemaat dalam menjaga kekayaan liturgi dan musik gereja berbasis budaya lokal.

Untuk menjamin objektivitas dan kualitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri yang kompeten di bidangnya. Jajaran juri yang hadir antara lain adalah Ibu Kasihati, M.Th. (Perwakilan Pemerintah Kota Surabaya), Bapak Kristian Ferry Arwanto (Musisi Gereja dari GKI Citraland), dan Pdt. Dicky Triatmojo (Pusat Studi Liturgi dan Musik Gerejawi IPTh. Balewiyata GKJW). Pada kesempatan kali ini Juara 1 diraih oleh GKJW Jemaat Sukolilo, Juara 2 diraih oleh GKJW Jemaat Gresik, Juara 3 diraih oleh GKJW Jemaat Surabaya, Juara harapan 1 diraih oleh GKJW Jemaat Jambangan, Juara harapan 2 diraih oleh GKJW Jemaat Wiyung, Juara harapan 3 diraih oleh GKJW Jemaat Manukan, Juara favorit diraih oleh GKJW Jemaat Karang Pilang.




Memanfaatkan momentum persekutuan intergenerasi ini, Pemberdayaan Ekonomi Warga (PEW) MD ST I dan MD ST II turut menyelenggarakan Gelar Pasar Patunggilan yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi jemaat. Pasar ini dilaksanakan selama dua hari, yakni mulai Jumat hingga Sabtu, 28–29 November 2025. Gelar Pasar Patunggilan menjadi platform penting bagi jemaat untuk memamerkan dan memasarkan berbagai hasil Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Produk yang dijual sangat beragam, mulai dari hasil pertanian, produk olahan makanan, hingga kerajinan dan kreativitas warga jemaat.

Gelar Pasar Patunggilan ini diikuti secara aktif oleh 10 jemaat di lingkup MD ST I dan ST II, meliputi: Jemaat Wiyung, Jemaat Darmo, Jemaat Karangpilang, Jemaat Gresik, Jemaat Lamongan, Jemaat Sidotopo, Jemaat Jambangan, Jemaat Waru, Jemaat Simomulyo, dan Jemaat Mulyosari. Selain itu, Komunitas Patuwen Kopi – GKJW turut berpartisipasi, menambah keragaman produk yang ditawarkan.


Rangkaian kegiatan pasar diawali dengan talk show yang mendatangkan narasumber ahli. Sesi ini membahas Sertifikasi Halal Produk dari perwakilan UINSA Surabaya dan Pelayanan Diakonia GKJW serta Patuwen Kopi yang dibawakan oleh Pdt. Nicky Widyaningrum dan Bp. Trianom Suryandaru. Kegiatan edukatif ini diharapkan dapat membantu produk-produk UMKM warga gereja agar memenuhi standar kualitas pasar dan dapat diterima secara luas, sejalan dengan visi Diakonia GKJW yang berfokus pada kemandirian ekonomi jemaat.
Video lomba dapat disaksikan di bawah ini
Berita: Pdt. Stefi Kristian Rumere
Foto & Video: Tim Multimedia GKJW Wiyung