Judul: Tuhan gembala yang baik
Tahun Gerejawi: Paskah IV
Tema: Tuhan membawa kebahagiaan
Bacaan: Yohanes 10: 1 – 10
Ayat Hafalan: Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-domba-Nya (Yohanes 10: 11)
Lagu Tema: Kidung Siwi No.155 Yesus gembala yang baik
Alat Peraga: Dapat diunduh di sini.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Injil Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai gembala dengan fungsi dan peran yang istimewa.
Penggambaran sosok gembala ini sesuai dengan gembala yang ada pada masa itu di lingkungan masyarakat Asia Barat Daya kuno. Seorang gembala akan sangat menjaga domba-dombanya. Keamanan atau keselamatan hewan ternak adalah prioritas bagi seorang gembala. Jika ada binatang buas yang akan memangsa domba-domba tersebut, seorang gembala akan menghadapinya supaya domba-dombanya selamat, meskipun itu membahayakan dirinya sendiri.
Gembala yang baik akan mengenal masing-masing dombanya dan juga akan dikenal oleh dombanya. Ia akan merawat domba yang sakit dan akan mencari domba yang hilang. Gembala itu juga akan menjamin domba-domba mendapatkan makanan yang cukup bahkan berlimpah.
Tuhan Yesus memakai kata gembala untuk menggambarkan tentang diri-Nya, supaya lebih mudah dimengerti oleh orang-orang pada saat itu. Gembala yang baik, akan mempertaruhkan atau memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. Hal itu menggambarkan peran yang luar biasa yang ditunjukkan oleh Sang Gembala Agung yaitu Yesus Kristus sendiri yang memberikan diri-Nya bagi kita semua. Jadi “Gembala yang baik” itu menggambarkan tentang kepedulian dan cinta kasih yang sangat besar yang diberikan Allah. Hanya Tuhan Yesus yang dapat menjadi gembala yang baik bagi manusia.
Refleksi Untuk Pamong
Setelah kita mempunyai Gembala yang baik, apakah kita juga akan menjadi domba yang baik bagi gembalanya, yang mau mendengarkan suaranya? Ataukah kita justru menjadi domba yang “nakal”, yang berlari ke sana kemari tidak mau mendengarkan suara dan perintah Gembala atau kadang-kadang juga menghilang meninggalkan kelompoknya, sehingga menyusahkan dan merepotkan sang Gembala?
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
Dengan bahasa sederhana anak dapat menceritakan Tuhan Yesus adalah gembala yang baik, yang menjaga dan melindungi domba-domba-Nya
Alat Peraga
- Gambar atau boneka gembala
- Gambar atau boneka domba-domba
- Gambar Yesus
- Topeng atau topi atau benda lain yang mewakili domba
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Siapa yang tahu, binatang apa ya ini ? (Pamong bisa mengenakan topi atau topeng atau yang lainnya, yang menunjukkan bahwa itu domba). Ya, ini adalah domba ( pamong bisa membawa boneka domba). Di dalam Alkitab, kita adalah domba dan Tuhan Yesus itu adalah gembala. Kita lihat dari Injil Yohanes 10: 1-10 (Pamong membuka Alkitab. Meskipun anak-anak belum bisa membaca, tetap bukalah Alkitab supaya anak-anak tahu bahwa kisah Yesus menampakkan diri setelah bangkit, benar-benar ada di dalam Alkitab. Dan anak-anak juga belajar mengenal nama-nama Kitab Suci)
Inti Penyampaian
(pamong bisa menggunakan video atau gambar atau boneka untuk menjelaskan tentang domba dan gembala)
Domba ini binatang yang lemah, kakinya kecil. Domba tidak bisa berjalan atau berlari dengan cepat, makanya domba ini mudah ditangkap atau diterkam musuh. Siapa musuhnya. Musuhnya serigala atau singa. Domba juga sering tersesat kalau jalan sendirian oleh karena itu domba perlu dijaga, dan dituntun. Siapa yang menjaga domba? Domba dijaga oleh gembala. Gembala yang baik akan menyayangi dan menjaga domba-dombanya. Gembala yang baik menjaga dombanya supaya tidak ditangkap musuh. Kalau dombanya pergi dan tersesat, gembala yang baik akan mencari dan menggendongnya pulang. Gembala yang baik juga akan membuat dombanya mendapat makanan yang cukup supaya tidak kelaparan. Gembala yang baik akan membuat dombanya mendapatkan air minum yang cukup supaya badannya tetap segar.
Penerapan
Nah, anak-anak, kalau kita seperti domba, maka Tuhan Yesus seperti gembala yang baik. Tuhan Yesus selalu menyayangi dan menjaga kita.
Aktivitas
(pamong menyiapkan atau menempelkan gambar Yesus dalam ukuran yang cukup besar). Anak-anak memasang gambar domba di sekitar gambar Yesus. (bisa dibuat menarik sesuai kreativitas pamong). Pamong membimbing anak-anak untuk mengucapkan “Tuhan Yesus Gembala yang baik. Gembala yang baik menjaga domba-dombaNya”
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan :
- Anak dapat mengerti bahwa Tuhan Yesus adalah gembala yang baik, yang menjaga dan melindungi domba-domba-Nya
- Dengan bahasa yang sederhana anak dapat menceritakan bahwa domba-domba mengenal suara gembala yang baik
Alat Peraga
- Gambar atau boneka gembala
- Gambar atau boneka domba-domba
- Gambar Yesus
(Pamong bisa juga memakai video tentang gembala dengan domba-dombanya)
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Pagi ini kita akan mencari binatang. Binatang ini namanya sering disebutkan di Alkitab. Binatang apa ya? (beri kesempatan anak-anak untuk menjawab). Ada banyak ya binatang yang dituliskan di Alkitab. Tapi pagi ini kita akan mencari satu jenis saja. Yaitu domba. Ayo sekarang kita cari bersama-sama (Ajak anak-anak untuk mencari gambar atau origami domba yang sudah disembunyikan seperti cari telur paskah) di sekitar ruang ibadah. Setelah semua domba ditemukan, domba-domba itu dikumpulkan di kardus yang sudah dibuat menjadi semacam kandang atau bisa dibuat semacam padang rumput.
Di dalam Alkitab, mengapa kita adalah domba dan Tuhan Yesus adalah Gembala yang baik? Kita buka dan baca dari Injil Yohanes 10: 1-10 (ajak anak-anak untuk membaca dengan cara yang kreatif)
Inti Penyampaian
(pamong bisa menggunakan video atau gambar atau boneka untuk menjelaskan tentang domba dan gembala)
Domba ini binatang yang lemah, kakinya kecil. Domba tidak bisa berjalan atau berlari dengan cepat, makanya domba ini mudah ditangkap atau diterkam musuh. Siapa musuhnya. Musuhnya serigala atau singa. Domba juga sering tersesat kalau jalan sendirian oleh karena itu domba perlu dijaga dan dituntun. Siapa yang menjaga domba? Domba dijaga oleh gembala. Gembala adalah orang yang memelihara, memimpin dan menjaga domba.
Gembala yang baik akan menyayangi dan menjaga domba-dombanya. Gembala yang baik menjaga dombanya supaya tidak ditangkap musuh. Kalau ada musuh atau binatang yang akan memangsanya, gembala selalu siap menjaga dengan menggunakan tongkatnya. Serigala dan singa akan dihajar. Gembala akan berjuang sekuat tenaga. Dia tidak takut mati. Yang penting domba-dombanya selamat. Kalau dombanya pergi dan tersesat, gembala yang baik akan mencari sampai ketemu. Karena gembala itu mengenal setiap domba-dombanya, maka ia tahu jika ada dombanya yang hilang. Domba-domba itu juga mengenal suara gembalanya. Maka ketika mendengar sang gembala memanggil, domba itu akan berlari menemui gembalanya. Kemudian domba itu akan dipeluk, dan digendong dibawa pulang.
Gembala yang baik juga akan membuat dombanya mendapat makanan yang cukup supaya tidak kelaparan. Gembala yang baik akan membuat dombanya mendapatkan air minum yang cukup supaya badannya tetap segar. Pada sore hari, domba-domba itu akan digiring atau dipimpin oleh gembala untuk kembali ke kandangnya supaya bisa beristirahat dengan aman.
Penerapan
Nah, anak-anak, kita seperti domba yang lemah dan mudah tersesat. Kadang-kadang kita tersesat oleh dosa-dosa kita. Misalnya masih suka berbohong, masih suka melawan orang tua (pamong bisa memberikan contoh-contoh yang lain). Tetapi kita ini adalah domba yang disayang oleh gembala kita. Kita akan ditolong dan diselamatkan oleh gembala kita yang baik. Siapakah gembala kita? Ya gembala kita yang baik adalah Tuhan Yesus. Tuhan Yesus rela mati di kayu salib untuk menyelamatkan kita. Dan sebagai domba-domba-Nya, kita juga harus mengenal suara sang gembala kita, Yesus Kristus.Bagaimana suaranya? Tuhan Yesus berbicara melalui Firman-Nya
Aktivitas
(pamong menyiapkan/ menempelkan gambar Yesus dalam ukuran yang cukup besar)
Bagikan gambar domba kepada anak-anak. Di dalam badan domba dituliskan ayat (misalnya 3: 20). Kemudian pamong berperan sebagai gembala yang memanggil dombanya. Panggil anak dengan (nama) ayat tersebut : “Kolose 3: 20” Anak maju sambil membawa gambar domba untuk ditempelkan sambil menyahut (mengucapkan kalimat dari ayat tersebut). ” hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.” Lakukan sampai semua anak maju dan menempelkan domba di sekitar gambar Yesus. Setelah selesai berikan sedikit penjelasan bahwa seperti itulah suara Tuhan melalui Firman-Nya dan kita yang mendengar-kannya dan melakukannya.
Catatan: ayat yg dituliskan dibuat berbeda untuk setiap gambar domba.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak bisa membedakan gembala yang baik dan gembala upahan.
- Anak dapat memahami sikap Tuhan Yesus yang rela mati sebagai gembala yang baik
- Anak dapat membuat narasi/ puisi/ gambar tentang domba yang berbahagia di bawah perlindungan gembala yang baik
Alat Peraga
- Gambar atau boneka gembala
- Gambar atau boneka domba-domba
- Gambar Yesus
(Pamong bisa juga memakai video tentang gembala dengan domba-dombanya)
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Pagi ini kita akan mencari binatang. Binatang ini namanya sering disebutkan di Alkitab. Binatang apa ya? (beri kesempatan anak-anak untuk menjawab). Ada banyak ya binatang yang dituliskan di Alkitab. Tapi pagi ini kita akan mencari satu jenis saja. Yaitu domba. Ayo sekarang kita cari bersama-sama (Ajak anak-anak untuk mencari gambar atau origami domba yang sudah disembunyikan seperti cari telur paskah) di sekitar ruang ibadah. Setelah semua domba ditemukan, domba-domba itu dikumpulkan di kardus yang sudah dibuat menjadi semacam kandang atau bisa dibuat semacam padang rumput. Di dalam Alkitab, mengapa kita adalah domba dan Tuhan Yesus adalah Gembala yang baik? Kita buka dan baca dari Injil Yohanes 10: 1-10 (ajak anak-anak untuk membaca dengan cara yang kreatif)
Inti Penyampaian
(pamong bisa menggunakan video atau gambar atau boneka untuk menjelaskan tentang domba dan gembala)
Domba ini binatang yang lemah, kakinya kecil. Domba tidak bisa berjalan atau berlari dengan cepat, makanya domba ini mudah ditangkap atau diterkam musuh. Siapa musuhnya. Musuhnya serigala atau singa. Domba juga sering tersesat kalau jalan sendirian oleh karena itu domba perlu dijaga dan dituntun. Siapa yang menjaga domba? Domba dijaga oleh gembala. Gembala adalah orang yang memelihara, memimpin dan menjaga domba.
Gembala yang baik akan menyayangi dan menjaga domba-dombanya. Gembala yang baik menjaga dombanya supaya tidak ditangkap musuh. Kalau ada musuh atau binatang yang akan memangsanya, gembala selalu siap menjaga dengan menggunakan tongkatnya. Serigala dan singa akan dihajar. Gembala akan berjuang sekuat tenaga. Dia tidak takut mati. Yang penting domba-dombanya selamat. Kalau dombanya pergi dan tersesat, gembala yang baik akan mencari sampai ketemu. Karena gembala itu mengenal setiap domba-dombanya, maka ia tahu jika ada dombanya yang hilang. Domba-domba itu juga mengenal suara gembalanya. Maka ketika mendengar sang gembala memanggil, domba itu akan berlari menemui gembalanya. Kemudian domba itu akan dipeluk, dan digendong dibawa pulang.
Gembala yang baik juga akan membuat dombanya mendapat makanan yang cukup supaya tidak kelaparan. Gembala yang baik akan membuat dombanya mendapatkan air minum yang cukup supaya badannya tetap segar. Pada sore hari, domba-domba itu akan digiring atau dipimpin oleh gembala untuk kembali ke kandangnya supaya bisa beristirahat dengan aman.
Penerapan
Nah, anak-anak, kita seperti domba yang lemah dan mudah tersesat. Kadang-kadang kita tersesat oleh dosa-dosa kita. Misalnya masih suka berbohong, masih suka melawan orang tua (pamong bisa memberikan contoh-contoh yang lain). Tetapi kita ini adalah domba yang disayang oleh gembala kita. Kita akan ditolong dan diselamatkan oleh gembala kita yang baik. Siapakah gembala kita? Ya gembala kita yang baik adalah Tuhan Yesus. Tuhan Yesus rela mati di kayu salib untuk menyelamatkan kita. Dan sebagai domba-domba-Nya, kita juga harus mengenal suara sang gembala kita, Yesus Kristus.Bagaimana suaranya? Tuhan Yesus berbicara melalui Firman-Nya
Aktivitas
Anak membuat narasi atau puisi atau gambar atau karya yang lain tentang domba yang berbahagia di bawah perlindungan gembala yang baik
BASA JAWA
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Pendahuluan
Sugeng enjing, bocah-bocah.
Sapa sing ngerti, kéwan apa ya iki? (Pamong bisa nganggo topi, topeng, utawa barang liya sing nuduhaké yèn kuwi domba.) Ya, iki domba. (Pamong bisa nggawa boneka domba.) Ing Kitab Suci, awake dewe iki diumpamakaké kaya domba, lan Gusti Yesus kuwi kaya pangon. Lha kok bisa ngono, ya? Apa sebabé? Ayo padha delok bareng-bareng saka Injil Yohanes 10:1–10.
(Pamong mbukak Kitab Suci. Sanajan bocah-bocah durung isa maca, tetep wae dibukak supaya ngerti yèn crita bab Gusti Yesus kuwi tenan ana ing Kitab Suci. Bocah-bocah uga bisa sinau ngenal jeneng-jeneng kitab utawa Injil.)
Inti Penyampaian
(Pamong bisa nganggo video, gambar, utawa boneka kanggo nerangaké bab domba lan pangon.)
Domba kuwi kéwan sing ringkih, sikilé cilik, ora bisa mlaku utawa mlayu cepet.Mulane domba gampang ditangkap utawa diterkam mungsuh. Sapa mungsuhé? Mungsuhé yaiku serigala utawa singa. Domba uga kerep kesasar nek mlaku dhewe. Mulane domba butuh dijaga lan dituntun.
Sapa sing njaga domba? Domba dijaga déning pangon. Pangon sing apik bakal sayang lan ngopeni domba-dombané. Pangon sing apik bakal njaga dombané supaya ora dicekel mungsuh. Yèn ana domba sing lunga lan kesasar, pangon sing apik bakal nggoleki lan nggawa mulih.
Pangon sing apik uga bakal nggawe dombané entuk panganan sing cukup supaya ora keluwen, lan entuk banyu sing cukup supaya awaké tetep seger.
Penerapan
Nah, bocah-bocah, yèn kita kaya domba, tegese Gusti Yesus kuwi pangon sing apik.
Gusti Yesus mesthi tresna karo awake dhewe lan njaga kita saben dina.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Pendahuluan
Sugeng enjing, bocah-bocah.
Esuk iki awake dewe larep nggoleki kéwan. Kéwan iki arané kerep disebut ana ing Kitab Suci. Kéwan apa ya kira-kira? (wènèhana kesempatan marang bocah-bocah supaya bisa njawab). Ana akèh kéwan sing ditulis ing Kitab Suci. Nanging dina iki, awake dewe bakal nggoleki siji kéwan waé, yaiku domba. Ayo saiki padha nggoleki bareng-bareng.
(Ajak utawa jaluk bocah-bocah nggoleki gambar utawa origami domba sing wis didhelikaké, kaya nggoleki endhog Paskah, ing sakupenge ruangan ibadah). Yèn kabèh domba wis ketemu, kumpulna domba-domba mau ana ing kothak utawa kardus sing wis digawe dadi kandhang, utawa bisa uga kaya padang rumput. Ing Kitab Suci, kita iki diumpamakaké kaya domba. Apa ana sing padha antarane kita karo domba?
Saiki ayo didelok, kok bisa ya, kita iki kaya domba lan Gusti Yesus kuwi kaya pangon sing apik?
Ayo padha mbukak lan maca saka Injil Yohanes 10:1–10. (Ajak bocah-bocah maca kanthi cara sing nyenengaké lan kreatif.)
Inti Panyampaian
(Pamong bisa nganggo video, gambar, utawa boneka kanggo nerangaké bab domba lan pangon.)
Domba kuwi kéwan sing ringkih, sikilé cilik, lan ora bisa mlaku utawa mlayu kanthi cepet.
Mulane domba gampang ditangkap utawa diterkam mungsuh. Sapa mungsuhé? Mungsuhé yaiku serigala utawa singa. Domba uga kerep kesasar nek mlaku dhewe. Mulane domba butuh dijaga lan dituntun. Sapa sing njaga domba? Domba dijaga déning pangon. Pangon kuwi wong sing ngopeni, mimpin, lan njaga domba-dombané.
Pangon sing apik bakal sayang lan ngreksa domba-dombané. Pangon sing apik bakal njaga dombané supaya ora ditangkap mungsuh.Yèn ana mungsuh utawa kéwan buas sing arep nyerang, pangon bakal siap njaga nganggo tongkaté. Serigala lan singa bakal diusir, lan pangon bakal wani nglawan nganti dombané aman. Pangon sing apik ora wedi mati, sing penting domba-dombané slamet.
Yèn ana domba sing lunga lan kesasar, pangon sing apik bakal nggoleki nganti ketemu. Pangon kuwi ngerti saben domba-dombané, mula dhèwèké ngerti yèn ana siji sing ilang. Domba-domba uga ngerti swarané pangon. Mula yèn krungu pangoné muni utawa nyebut, domba kuwi bakal mlayu nyedhak pangoné. Banjur domba kuwi bakal dipeluk, digendhong, lan digawa mulih. Pangon sing apik uga bakal ngupaya supaya dombané entuk panganan sing cukup, ora keluwen, lan entuk banyu sing cukup supaya awaké tetep seger. Nalika sore , domba-domba kuwi bakal digiring bali menyang kandhang, supaya bisa ngaso kanthi aman.
Penerapan
Nah, bocah-bocah, yèn kita kaya domba sing ringkih lan gampang kesasar, kadang kita uga bisa kesasar amarga dosa. Contoné, isih seneng goroh, isih seneng nglawan wong tuwa, lan sapanunggalané. Nanging elinga, kita iki domba sing ditresnani déning pangon kita. Kita bakal ditulung lan dislametaké déning pangon sing apik. Sapa pangon kita kuwi? Ya, pangon kita sing apik yaiku Gusti Yesus. Gusti Yesus kersa seda ing kayu salib kanggo nylametaké kita.
Lan minangka domba-dombané, kita uga kudu ngerti swarané pangon kita, yaiku Gusti Yesus Kristus. Kepiyé carané ngerti swarané? Gusti Yesus ngandika marang kita liwat Sabdané ing Kitab Suci.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Pendahuluan
Sugeng enjing, bocah-bocah.
Esuk iki awake dewe larep nggoleki kéwan. Kéwan iki arané kerep disebut ana ing Kitab Suci. Kéwan apa ya kira-kira? (wènèhana kesempatan marang bocah-bocah supaya bisa njawab) Ana akèh kéwan sing ditulis ing Kitab Suci. Nanging dina iki, awake dewe bakal nggoleki siji kéwan waé, yaiku domba. Ayo saiki padha nggoleki bareng-bareng. (Ajak utawa jaluk bocah-bocah nggoleki gambar utawa origami domba sing wis didhelikaké, kaya nggoleki endhog Paskah, ing sakupenge ruangan ibadah.) Yèn kabèh domba wis ketemu, kumpulna domba-domba mau ana ing kothak utawa kardus sing wis digawe dadi kandhang, utawa bisa uga kaya padang rumput. Ing Kitab Suci, kita iki diumpamakaké kaya domba. Apa ana sing padha antarane kita karo domba?
Saiki ayo didelok, kok bisa ya, kita iki kaya domba lan Gusti Yesus kuwi kaya pangon sing apik?
Ayo padha mbukak lan maca saka Injil Yohanes 10:1–10.
(Ajak bocah-bocah maca kanthi cara sing nyenengaké lan kreatif.)
Inti Panyampaian
(Pamong bisa nganggo video, gambar, utawa boneka kanggo nerangaké bab domba lan pangon.)
Domba kuwi kéwan sing ringkih, sikilé cilik, lan ora bisa mlaku utawa mlayu kanthi cepet.
Mulane domba gampang ditangkap utawa diterkam mungsuh. Sapa mungsuhé? Mungsuhé yaiku serigala utawa singa. Domba uga kerep kesasar nek mlaku dhewe. Mulane domba butuh dijaga lan dituntun. Sapa sing njaga domba? Domba dijaga déning pangon. Pangon kuwi wong sing ngopeni, mimpin, lan njaga domba-dombané.
Pangon sing apik bakal sayang lan ngreksa domba-dombané. Pangon sing apik bakal njaga dombané supaya ora ditangkap mungsuh.Yèn ana mungsuh utawa kéwan buas sing arep nyerang, pangon bakal siap njaga nganggo tongkaté. Serigala lan singa bakal diusir, lan pangon bakal wani nglawan nganti dombané aman. Pangon sing apik ora wedi mati, sing penting domba-dombané slamet. Yèn ana domba sing lunga lan kesasar, pangon sing apik bakal nggoleki nganti ketemu. Pangon kuwi ngerti saben domba-dombané, mula dhèwèké ngerti yèn ana siji sing ilang. Domba-domba uga ngerti swarané pangon. Mula yèn krungu pangoné muni utawa nyebut, domba kuwi bakal mlayu nyedhak pangoné. Banjur domba kuwi bakal dipeluk, digendhong, lan digawa mulih. Pangon sing apik uga bakal ngupaya supaya dombané entuk panganan sing cukup, ora keluwen, lan entuk banyu sing cukup supaya awaké tetep seger. Nalika sore , domba-domba kuwi bakal digiring bali menyang kandhang, supaya bisa ngaso kanthi aman.
Penerapan
Nah, bocah-bocah, yèn kita kaya domba sing ringkih lan gampang kesasar, kadang kita uga bisa kesasar amarga dosa. Contoné, isih seneng goroh, isih seneng nglawan wong tuwa, lan sapanunggalané. Nanging elinga, kita iki domba sing ditresnani déning pangon kita. Kita bakal ditulung lan dislametaké déning pangon sing apik. Sapa pangon kita kuwi? Ya, pangon kita sing apik yaiku Gusti Yesus. Gusti Yesus kersa seda ing kayu salib kanggo nylametaké kita.
Lan minangka domba-dombané, kita uga kudu ngerti swarané pangon kita, yaiku Gusti Yesus Kristus. Kepiyé carané ngerti swarané? Gusti Yesus ngandika marang kita liwat Sabdané ing Kitab Suci.