Musuh Yang Terakhir Pancaran Air Hidup 14 April 2026

14 April 2026

Bacaan: 1 Korintus 15 : 19 – 28  |  Pujian: PKJ. 46
Nats: “Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.” (Ayat 26)

Definisi kata musuh dalam KBBI, yaitu lawan yang sedang berkelahi atau bertengkar, bandingan atau tandingan, sesuatu yang mengancam keselamatan atau merusak, seperti penyakit atau hama. Jika mengacu pada pemahaman ini, apakah dosa bisa dikategorikan sebagai “musuh” kita? Latar belakang perikop 1 Korintus 15:19-28 berisikan ajaran Paulus mengenai kebangkitan Yesus sebagai dasar iman Kristen, dan kaitannya dengan kebangkitan orang percaya. Permasalahannya ada sebagian Jemaat Korintus yang meragukan bahkan menolak kebangkitan Kristus. Hal ini yang membuat Paulus menegaskan kembali pentingnya kebangkitan Kristus sebagai bukti iman yang teguh. Ayat-ayat ini merespons keraguan tersebut, dengan menjelaskan jika Kristus tidak bangkit, maka iman orang percaya akan sia-sia dan tidak ada dasar untuk kehidupan setelah kematian.

Kasih Kristus dibuktikan dengan kasih-Nya pada kita semua melalui peristiwa salib. Itu bukti bahwa Allah tidak pernah berhenti menolong kita melawan “musuh” kita, yaitu dosa dan maut. Lalu bagaimana respons kita mengenai pengorbanan Yesus Kristus? Jika kita refleksikan bukan dosa besar yang paling berbahaya, tetapi dosa kecil yang kita biarkan. Karena yang paling menakutkan bukan dosa yang terlihat, tetapi hati yang sudah terbiasa dengan dosa itu. Tuhan tidak menginginkan hal itu terjadi dalam hidup kita, sehingga Dia menyelamatkan kita melalui Yesus Kristus. Dia tahu bahwa kita tidak bisa mematikan dosa kita, yang Tuhan kehendaki ialah kita bertobat, mengakui dosa kita, dan hidup benar di hadapan-Nya.

Paskah adalah momen kemenangan Kristus atas maut. Kematian dan kebangkitan-Nya menjadi inti dari iman kita. Rasul Paulus dalam 1 Korintus 15:19-28 menegaskan tanpa kebangkitan Kristus, iman kita sia-sia. Tetapi karena Kristus telah bangkit, kita memiliki pengharapan kekal dan mengalahkan “musuh” kita, yaitu dosa. Oleh karena itu, hidup kita harus dipenuhi dengan kesaksian tentang perbuatan-perbuatan Tuhan. Paskah mengingatkan kita bahwa kita hidup, bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan atas hidup kita. Kebangkitan Kristus adalah dasar utama pengharapan kita, bukti kuasa-Nya, dan jaminan kemenangan kita atas dosa. Mari kita gunakan hidup kita untuk bersaksi, supaya lebih banyak orang mengalami kuasa kebangkitan Kristus. Amin. [Zere].

 “Yang paling menakutkan bukan dosa yang terlihat, tapi hati yang terbiasa dengannya.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak