Bacaan: Keluaran 14 : 10 – 31 | Pujian: KJ. 417
Nats: “Tetapi, Musa berkata kepada bangsa itu, “Jangan takut, berdirilah teguh dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya kepadamu hari ini, …” (Ayat 13a)
Apakah yang akan saudara lakukan ketika tiba-tiba saudara dikejar seekor anjing? Padahal saudara adalah orang yang tidak menyukai anjing bahkan takut pada anjing. Tentunya akan muncul rasa panik, takut, dan khawatir. Panik harus melakukan apa, takut digigit, dan khawatir akan diserang secara brutal oleh anjing tersebut. Pada umumnya, orang akan berlari ketika dikejar anjing, padahal seharusnya tindakan yang dilakukan adalah diam di tempat dan berusaha tenang, mengatur nafas, dan usahakan berpikir jernih untuk mencari solusi yang tepat. Rasa panik, takut, dan khawatir muncul secara reflek ketika situasi yang tidak kondusif datang menghampiri kita.
Situasi ini juga dialami oleh bangsa Israel ketika mereka berada dalam kondisi yang mengancam keselamatan mereka. Pada saat itu, tentara Mesir mengejar mereka dan di depan mereka terbentang laut Teberau. Di dalam pikiran mereka hanya ada perasaan panik, takut, dan khawatir, maju kena mundur kena. Bangsa Israel lupa akan berbagai kuasa Tuhan yang sudah mereka alami sebelumnya. Padahal Tuhan sudah menunjukkan kuasa-Nya dengan memberi hukuman kepada bangsa Mesir melalui tulah-tulah yang dahsyat. Akan tetapi, bangsa Israel belum sepenuhnya memiliki iman dan percaya kepada Tuhan. Mereka belum secara total menyerahkan segala ketakutan dan kekhawatiran yang mereka alami kepada Tuhan.
Dalam setiap kesulitan dan permasalahan hidup yang kita alami, sudahkah kita melakukan refleksi diri? Sudahkah kita mengukur iman percaya kita kepada Tuhan? Bukankah kita bisa melewati semuanya meski tidak mudah? Masih kurangkah pertolongan Tuhan kepada kita? Bukti apalagi yang kita butuhkan? Tuhan sudah begitu nyata membuktikan diri-Nya sanggup menolong dan menyelamatkan kita. Bahkan Tuhan mengorbankan diri-Nya, Ia merelakan nyawa-Nya, mati di kayu salib untuk menyelamatkan kita dan menebus dosa-dosa kita. Tuhan sudah membuktikan karya keselamatan-Nya, kini giliran kita membuktikan iman dan percaya kita kepada-Nya. Amin. [LY].
“Ketika ketakutan mengejar dan kekhawatiran menghadang, ingatlah akan karya Tuhan yang pasti menyelamatkan.”