Pembawa Damai Tuntunan Ibadah Anak 29 Maret 2026

16 March 2026

Tahun Gerejawi: Pra Paskah VI (Palmarum)
Tema: Yesus, Raja Damai
Judul: Pembawa Damai

Bacaan: Matius 21:1-11
Ayat Hafalan: Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. (Matius 5:9)

Lagu Tema:

  1. Pembawa damai
  2. O, Yerusalem, Kota Mulia

Alat Peraga:
Alat peraga dapat diunduh di sini.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Ibadah minggu Palmarum yang dilaksanakan pada Minggu Pra Paskah VI ini mengawali perayaan Pekan Suci (Minggu Palmarum, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi, Paskah). Pada minggu Palmarum, gereja memperingati dan merayakan Yesus yang masuk ke kota Yerusalem sebagai raja. Perayaan ini menghubungkan perayaan kemenangan Kristus, Sang Raja dengan pewartaan penderitaanNya. Daun Palem menjadi simbol yang digunakan pada perayaan Minggu Palmarum. Daun palem yang digunakan ini merupakan lambang pengharapan akan pertolongan Tuhan.

Ketika Yesus dan para murid telah mendekati Yerusalem, Yesus meminta dua orang muridNya untuk pergi ke kampung dan di sana mereka akan menemukan seekor keledai betina yang tertambat dan anaknya ada didekatnya. Segala yang dikatakan oleh Yesus merupakan penggenapan dari nubuatan Zakharia (Zakharia 9:9) sekaligus memperkenalkan diriNya sebagai Mesias, Raja Damai.

Pada waktu itu memang Yesus dikenal oleh banyak orang, oleh sebab itu, Yesus mengatakan kepada muridNya sebagaimana di ayat 3 : “… Tuhan memerlukannya …”. Dan secara khusus, Penulis Injil Matius hendak menekankan kedatangan Mesias yang lemah lembut dan mengendarai keledai. Jika keledai seringkali dianggap bodoh, lemah dan lambat, yang tidak seperti raja yang pada umumnya yang gagah perkasa mengendarai kuda, berperang dengan kekuatan militer. Namun, Yesus mengendarai keledai hendak menegaskan kedatanganNya sebagai Raja Damai.

Dalam ayat 8 mengisahkan bagaimana orang banyak menyambut kedatangan Yesus dengan memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan (ayat 8-9) sebagai tanda penghormatan bagi Yesus (bandingkan dengan 2 Raja-raja 9:13). Menarik apa yang dikatakan oleh orang banyak: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!” (ayat 9). “Hosana” = seruan Ibrani yang berarti “Selamatkanlah kami!” (Mazmur 118:25-26).

Ucapan banyak orang sebagaimana dalam ayat 9 adalah kata-kata yang biasanya digunakan untuk orang-orang Yerusalem menyambut tokoh-tokoh penting dalam peribadahan Yerusalem yang masuk ke kota itu. Dan ketika orang-orang menyambut itu maka semua orang menjadi gempar, siapakah orang ini? (ayat 10). Meski banyak yang sudah kenal, ternyata masih ada yang mempertanyakan? Orang-orang di sekitar Yerusalem yang memberi jawaban: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea”.

Refleksi Untuk Pamong
Yesus yang memasuki Yerusalem dengan mengendarai keledai menujukkan kelemah-lembutanNya yang menghadirkan damai. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata lemah lembut memiliki makna : baik hati atau peramah. Dalam Bahasa Yunani kata lemah lembut (praus), yang bermakna: 1) tunduk pada kehendak Allah 2) Mau diajari dalam arti tidak sombong untuk menerima pengajaran, 3) lemah lembut. Lemah lembut merupakan sikap batin untuk hidup secara rendah hati. Dalam kerendahhatian, orang mendapatkan kekuatan dalam menghadapi kenyataan-kenyataan hidup. Sebagai murid-murid Yesus bagaimana tanggapan kita? Apakah kita menyambut Yesus dalam sikap batin dan tunduk dan taat dalam kerendahan hati mewujudkan hidup yang lemahlembut seperti Yesus? Atau sebaliknya menyambut Yesus dengan sorak sorai namun sesaat lagi menyalibkan Dia?


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan orang-orang yang bersorak Hosana ketika Yesus datang ke kota Yerusalem

Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan :

  • daun palem dan kain berbagai warna/motif
  • mainan keledai atau membuat kreasi keledai dari kardus atau bahan yang lain.

Pamong berperan sebagai Tuhan Yesus dan murid. Untuk mendukung peran tersebut, pamong dapat menggunakan jubah atau yang lain.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan, apakah banyak tanaman di rumah? Apakah pernah membantu mama (atau bisa sebut anggota keluarga yang lain, misal mbah uti, dll) untuk menyiram tanaman? Tanaman harus disiram air supaya segar dan terus bertumbuh.

Hari ini saya membawa daun. Ada yang pernah lihat daun ini? Hayo, ini daun apa? Ini namanya daun palem. (Pamong dapat mengajak anak-anak mengulangi kata “Daun Palem”). Wah, ada banyak ya helai daunnya. Yuk kita hitung jumlah helai daunnya. Kenapa ya, hari ini ada daun Palem? Karena hari ini adalah Kebaktian Palmarum.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, saya akan membagikan daun palem kepada anak-anak. Kita mau mendengarkan Firman Tuhan dan anak-anak jadi orang banyak ya. Jadi, saya akan memberikan instruksi kepada anak-anak. Ketika saya berkata: suara langkah keledai, kalian mengatakan tuk.. tak.. tuk. Dan pada saat saya bilang orang banyak berteriak, kalian mengatakan: “Hosana.. Hosana… Hosana”, daun palemnya dilambaikan ya (pamong dapat memberi contoh). Saya juga minta tolong kepada orang tua yang mendampingi. Pada saat saya mengatakan, ada di antara orang banyak itu yang bertanya: Siapa Dia? (melibatkan orang tua). Dia adalah Yesus dari Nazaret di Galilea (melibatkan orang tua yang lain). Kita mulai ya, anak-anak.

(Kakak pamong memulai cerita Matius 21:1-11 dan dapat dikembangkan sesuai konteks)
Pamong/Narator: Yesus akan memasuki kota Yerusalem. Yesus meminta 2 orang muridNya untuk mencari keledai betina dan anaknya. Dibawalah keledai itu kepada Yesus, bagaimana suara langkah keledai? (anak-anak: tuk.. tak.. tuk..) Lalu pergilah Yesus dengan mengendarai keledai, terdengar suara langkah keledai (anak-anak: tuk.. tak.. tuk..). Pada saat itu, Yesus memasuki kota Yerusalem, kedatangan Yesus disambut oleh orang banyak yang berteriak: (anak-anak berteriak: “Hosana.. Hosana.. Hosana..” sambil melambaikan daun palem). Di antara orang banyak itu ada yang bertanya: (Siapa Dia? (orang tua). Dia adalah Yesus dari Nazaret di Galilea  (orang tua yang lain). Terima kasih anak-anak dan orang tua yang telah ikut menceritakan kisah Tuhan Yesus.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, Yesus datang dengan mengendarai keledai ke kota Yerusalem. Apakah kalian pernah melihat binatang keledai? Keledai ini mirip binatang apa ya? Betul, mirip kuda. Tapi keledai dan kuda itu berbeda. Coba perhatikan gambar ini. Kalau begitu apa ya bedanya, ada yang tahu?

KETERANGAN KUDA KELEDAI
Fisik Lebih besar dan lebih tinggi Lebih pendek dan kecil
Kecepatan Gesit dan cepat Tidak gesit dan lambat
Kegunaan Hewan untuk berperang Hewan untuk angkut atau membawa barang

Meski kuda kelihatan lebih hebat, gagah tapi Yesus memilih mengendarai keledai, karena apa? Karena Yesus ingin memperkenalkan diriNya sebagai Raja yang datang dengan kesederhaan, lemah lembut dan rendah hati

Aktivitas
Pamong dapat menyiapkan :

  • Kertas manila
  • Gambar daun dan salib

TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan orang-orang yang bersorak Hosana ketika Yesus datang ke kota Yerusalem
  2. Anak dapat membedakan cara Tuhan Yesus yang datang (dengan keledai) dengan cara raja-raja dunia datang (dengan pasukan, kuda perang)

Alat Peraga
Menebak jejak kaki binatang (lihat pada alat peraga)
Jawaban:
Gambar 1: Jejak kaki bebek
Gambar 2: Jejak kaki gajah
Gambar 3: Jejak kaki ayam
Gambar 4: Jejak kaki kucing
Gambar 5: Jejak kaki keledai
Gambar 6: Jejak kaki kuda

Pendahuluan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, kita mau main tebak-tebakan ya. Ini ada gambar, jejak kaki binatang apa? (Pamong dapat menunjukkan gambar jejak kaki binatang). Anak-anak, sulit atau mudah menebak jejak kaki binatang? Apa yang membuat sulit? Kemudian coba ditunjuk lagi mana jejak kaki keledai? Keledai ini mirip binatang apa ya? Betul, mirip binatang kuda. Ada yang tahu perbedaan keledai dan kuda? (Pamong dapat menyebutkan perbedaan keledai dan kuda)

KETERANGAN KUDA KELEDAI
Fisik Lebih besar dan lebih tinggi Lebih pendek dan kecil
Kecepatan Gesit dan cepat Tidak gesit dan lambat
Kegunaan Hewan untuk berperang Hewan untuk angkut atau membawa barang

Pada zaman dulu, Raja akan membawa pasukannya yang baru saja berperang untuk memasuki kota Yerusalem dengan mengendarai kuda. Mereka disambut oleh masyarakat.

Inti Penyampaian
(Pamong dapat menceritakan kisah melalui tayangan youtube atau bawa gambar) Anak-anak yang dikasihi Tuhan, hari ini berkisah tentang Tuhan Yesus akan memasuki kota Yerusalem. Yesus meminta 2 orang muridNya untuk mencari keledai betina dan anak keledai. Yesus juga disambut oleh orang banyak dengan menghamparkan pakaiannya di jalan dan menyebarkan ranting-ranting pohon (Dalam injil Yohanes disebut daun-daun palem) dengan sorak-sorai: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”(ayat 9).

“Hosana” berasal dari Bahasa Ibrani yang berarti “Selamatkanlah kami!” (Mazmur 118:25-26). Kenapa ya mereka mengatakan ”selamatkanlah kami”? karena mereka ingin dibebaskan dari penjajahan bangsa Romawi.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, cara Yesus memasuki kota Yerusalem ingin memperkenalkan diriNya sebagai Raja Damai. Tuhan Yesus datang membawa damai bagi semua orang.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, kitapun juga bisa menjadi pembawa damai. Damai itu apa? Damai bukan hanya keadaan tidak ada perang. Damai dapat dirasakan ketika kita membawa kebaikan, baik melalui perkataan yang baik dan sikap yang baik dengan orang lain.

(Pamong dapat membagikan simbol √ dan X dan mengajak anak-anak untuk mengangkat simbol √ untuk sikap yang baik dan X untuk sikap yang tidak baik)

Aktivitas
Pamong dapat menyiapkan piring kertas (berwarna putih atau yang lain)

  1. Double tape
  2. Gunting
  3. Pensil warna

Pamong dapat menggunting gambar-gambar berikut dan menempelkannya (daun palem dan pakaian) di piring kertas. Pamong juga dapat mengajak anak-anak menulis “HOSANA”. Bagian garis-garis pada keledai dan Yesus dapat dilipat sehingga terlihat Yesus naik keledai


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan orang-orang yang bersorak Hosana ketika Yesus datang ke kota Yerusalem
  2. Anak dapat membedakan cara Tuhan Yesus yang datang (dengan keledai) dengan cara raja-raja dunia datang (dengan pasukan, kuda perang)
  3. Anak dapat menganalisa pentingnya sikap kerendahan hati Yesus yang memilih menunggangi keledai dan bukan memilih kereta kerajaan atau hewan lainnya

Alat Peraga
Pamong menyiapkan Daun Palem

Pendahuluan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, apakah pernah merasa takut, sedih, kecewa? Apakah ada yang mau menceritakan pengalamannya? Lalu apa yang kamu harapkan saat itu?

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, pada waktu itu, orang-orang Israel juga merasakan takut, sedih, kecewa bahkan putus asa karena mereka dijajah oleh Bangsa Romawi. Mereka berharap bahwa Mesias yang dinanti-nantikan sebagaimana nubuatan Nabi dapat segera datang dan membebaskan mereka dari belenggu penjajahan Bangsa Romawi. Yesus, Sang Mesias hadir bukan untuk membebaskan dari belenggu penjajah tetapi belenggu dosa.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, Yesus dan murid-muridnya hendak masuk ke kota Yerusalem. Yesus meminta dua orang muridNya untuk pergi ke kampung dan di sana mereka akan menemukan seekor keledai betina yang tertambat dan anaknya ada didekatnya. Segala yang dikatakan oleh Yesus merupakan penggenapan dari nubuatan Zakharia (Zakharia 9:9) sekaligus memperkenalkan diriNya sebagai Mesias, Raja Damai. Pada waktu itu memang Yesus dikenal oleh banyak orang, oleh sebab itu, Yesus mengatakan kepada muridnya sebagaimana di ayat 3 (“… Tuhan memerlukannya …”). Dan secara khusus, Penulis Injil Matius hendak menekankan kedatangan Mesias yang lemah lembut dan mengendarai keledai. Jika keledai seringkali dianggap bodoh, lemah dan lambat, yang tidak seperti raja yang pada umumnya yang gagah perkasa mengendarai kuda, berperang dengan kekuatan militer. Namun, Yesus mengendarai keledai hendak menegaskan kedatanganNya sebagai Raja Damai. Keledai adalah simbol perdamaian dan cinta kasih.

Dalam ayat 8 mengkisahkan bagaimana orang banyak menyambut kedatangan Yesus dengan memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan (ayat 8-9) sebagai tanda penghormatan bagi Yesus (bandingkan dengan 2 Raja-raja 9:13). Menarik apa yang dikatakan oleh orang banyak: (ajak anak mengucapkan sambil melambaikan daun palem) “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”(ayat 9). “Hosana” = seruan Ibrani yang berarti “Selamatkanlah kami!” (Mazmur 118:25-26). Ucapan banyak orang sebagaimana dalam ayat 9 adalah kata-kata yang biasanya digunakan untuk orang-orang Yerusalem menyambut tokoh-tokoh penting dalam peribadahan Yerusalem yang masuk ke kota itu. Dan ketika orang-orang menyambut itu maka semua orang menjadi gempar, siapakah orang ini? (ayat 10). Meski banyak yang sudah kenal, ternyata masih ada yang mempertanyakan? Orang-orang disekitar Yerusalem yang memberi jawaban: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea”.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, kita mau belajar meneladani Yesus, yaitu menjadi Pembawa Damai. Dalam kegiatan aktivitas, kita akan menuliskan tindakan membawa damai di setiap helai daun. Saat ini, kita akan menyatakan harapan dan komitmen untuk menjadi pembawa damai dengan doa Fransiskus dari Asisi:

TUHAN, jadikanlah aku pembawa damai.
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi keputus-asaan, jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa sukacita.

Ya Tuhan Allah,
ajarlah aku untuk lebih suka menghibur daripada dihibur;
mengerti daripada dimengerti;
mengasihi daripada dikasihi;
sebab dengan memberi kita menerima;
dengan mengampuni kita diampuni,
dan dengan mati suci kita dilahirkan ke dalam Hidup Kekal.
Amin.

Aktivitas
Pamong dapat mengajak anak-anak membuat daun palem dari kertas dan stick es krim (sebagai batangnya). Lalu, minta mereka menuliskan tindakan perdamaian di setiap helai daunnya.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak