Yesus Mati Karena Mengasihi Tuntunan Ibadah Jumat Agung Untuk Anak 3 April 2026

23 March 2026

Tahun Gerejawi: Jumat Agung
Tema: Yesus mati untuk menebus dosa manusia
Judul: Yesus mati karena mengasihi

Bacaan: Yohanes 19: 28 – 30
Ayat Hafalan: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Lagu Tema:

  1. Yesus disalibkan karena cinta-Nya
  2. Dihapuskan dosaku (KJ 36)

Alat Peraga:
Alat peraga dapat diunduh di sini.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Dalam Injil Yohanes, Yesus dinarasikan sebagai anak Allah sekaligus juga sebagai anak manusia. Dalam peristiwa penyaliban ini, ketika Yesus mengatakan “Aku haus”, itu menunjukkan sisi kemanusiaan Yesus yang menanggung penderitaan. Sementara ketika Yesus mengatakan “sudah selesai” (Yunani: tetelestai) menunjukkan Yesus sebagai anak Allah yang taat pada Bapa-Nya. Ia sudah menyelesaikan semua tugas-Nya secara lengkap dan sempurna, yang merupakan puncak dari seluruh hidup-Nya (perkataan dan tindakan), yaitu perjalanan pelayanan Anak Domba Allah, serta klimaksnya adalah menyerahkan nyawa-Nya.

Peristiwa penyaliban dan kematian Yesus ada dalam rencana dan kedaulatan Allah Bapa. Salib Yesus adalah kemenangan kasih dan kuasa Allah serta kesempurnaan karya Yesus Kristus dalam menyelamatkan manusia berdosa (menebus dosa manusia). Dalam peristiwa ini juga ada prinsip Kerajaan Allah yang nampak paradoks atau bertolak belakang yaitu kekuatan di dalam kelemahan, kemenangan melalui kekalahan, kemuliaan di dalam keaiban.

Refleksi Untuk Pamong
Misteri kasih Allah melalui peristiwa penyaliban dan kematian Yesus, tidak akan pernah berakhir untuk kita selami. Jika kita berpikir dengan menggunakan logika saja, akan sulit bagi kita untuk memahaminya. Meskipun sulit, namun kita dituntut untuk memutuskan, apakah kita akan benar-benar berada di pihak Allah dengan segala konsekuensinya atau justru sebaliknya berseberangan dengan Allah dan lebih mengutamakan ego pribadi kemanusiaan kita karena manusia dituntut untuk tegas memilih dan bukan berada di area abu-abu. Meskipun kita mengatakan bahwa kita adalah pengikut Kristus, tetapi dalam sikap dan tindakan sehari-hari, kita masih mengutamakan ego pribadi.

Sebagai pamong, kita juga sering menghadapi masalah yang membuat kita akhirnya berada di area abu-abu. Apakah peristiwa Jumat Agung kali ini membuat kita sudah bisa memutuskan untuk tidak lagi berada di area abu-abu?


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan bahwa Yesus mati di kayu salib salib
  2. Anak dapat mengerti bahwa Yesus mati di kayu salib karena sayang kepada kita

Alat Peraga
Alat peraga dapat diunduh di sini.

  • Salib kecil atau gambar salib
  • Gambar / boneka Yesus

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Dengan siapa anak-anak tadi berangkat ke gereja? (pamong bisa menanyakan ke masing- masing anak dengan menyebutkan nama-nama mereka). Ada yang ke gereja sama papa mama, ada yang dengan eyang, ada juga yang dengan kakak ya.

Apakah papa, mama, eyang, kakak menyayangi kalian? Kok tahu kalau papa, mama, eyang dan kakak menyayangi kalian? (jika anak-anak kesulitan menjawab, pamong bisa membantu dengan menjelaskan beberapa tindakan yang menunjukkan kasih sayang orang tua kepada anaknya) Selain keluarga (papa, mama, kakak, adik,eyang) kita, siapa lagi yang menyayangi kita? Yuk kita lihat di Alkitab ya, siapa yang sangat menyayangi kita semua. (Pamong membuka Alkitab. Meskipun anak-anak belum bisa membaca, tetap bukalah Alkitab supaya anak-anak tahu bahwa kisah penyaliban Yesus benar-benar ada di dalam Alkitab. Dan anak-anak juga belajar mengenal nama-nama kitab/ Injil). Kita akan lihat dari Injil Yohanes 19: 28 – 30

Inti Penyampaian
Menurut Alkitab, Yesus sangat menyayangi kita. (pamong menanyakan lagi ke anak-anak) Siapa yang menyayangi kita?  bisa juga ditanyakan lagi ke beberapa anak). Ya, Yesus sangat menyayangi kita semua (pamong menunjukkan gambar/boneka Yesus dalam posisi tangan terentang /posisi disalibkan (tetapi tanpa salibnya). Bagaimana cara Yesus menyayangi kita? Ada yang tahu cara Yesus menyayangi kita? (beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab dan pamong merespon jawaban anak-anak). Cara Yesus menyayangi kita adalah dengan mati di kayu salib (tunjukkan salib/gambar salib kemudian tempelkan boneka /gambar Yesus di kayu salib tersebut). Ya…Yesus mati di kayu salib karena menyayangi kita. (pamong menunjukkan boneka/gambar Yesus disalib sambil mengajak anak-anak untuk mengulang kalimat tersebut). Mengapa Yesus menyayangi kita dengan cara mati di kayu salib?

Penerapan
Nah anak-anak, Yesus mati di kayu salib itu untuk menebus dosa manusia, dosa kita semua. Dan karena Yesus sangat sayang pada kita semua, maka Yesus ingin kita semua menjadi orang yang tidak berdosa lagi. Jadi kita harus bersyukur ya, ada Tuhan Yesus yang sangat menyayangi kita.

(pamong mengajak anak-anak menyanyikan lagu “Yesus disalibkan karena cinta-Nya”, dengan menggunakan gerakan)

Aktivitas
Bagikan gambar / boneka kertas Tuhan Yesus kepada anak – anak sambil tanyakan pada mereka,” siapa yang sangat sayang pada kita semua?”
Lalu bagikan salib kertas kepada anak-anak, sambil tanyakan pada mereka,” karena sayang pada kita, maka Tuhan Yesus rela mati di kayu…(salib).”
Pamong meminta pada anak-anak untuk menempelkan gambar/boneka Tuhan Yesus di kayu salib.
Setelah selesai ajaklah anak-anak untuk menyanyikan lagu “Yesus disalibkan karna cinta-Nya” sambil mengangkat karya mereka (salib Tuhan Yesus).


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan bahwa Yesus mati di kayu salib salib
  2. Anak dapat mengerti bahwa Yesus mati di kayu salib karena sayang kepada kita

Alat Peraga
Alat peraga dapat diunduh di sini.
Beberapa benda yang terbuat dari kayu dengan beberapa ukuran / berat (dari yang kecil / ringan sampai yang besar / berat)
Gambar penyaliban Yesus

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Apakah papa, mama, eyang, kakak, adik (bisa juga disebutkan anggota keluarga yang lain) menyayangi kalian? Bagaimana cara mereka menunjukkan rasa sayang itu? Atau bagaimana kalian bisa tahu kalau mereka sayang? Apa yang mereka lakukan? (beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab dan pamong merespon jawaban-jawaban tersebut). Selain keluarga kita, siapa lagi yang menyayangi kita? (pamong memberi kesempatan pada anak-anak untuk menjawab). Yuk sekarang kita buka Alkitab kita dan kita lihat, siapa yang menyayangi kita dan bagaimana caranya? Kita akan lihat dari Injil Yohanes 19: 28 – 30 (ajak anak-anak untuk membaca Alkitab dengan cara atau metode sesuai kreativitas pamong)

Inti Penyampaian
Nah dari bacaan yang sudah kita baca tadi siapa yang menyayangi kita selain orang tua kita? (beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab) Ya…  yang sangat menyayangi kita adalah Yesus.  Apa buktinya. Coba sekarang kita perhatikan ya, apa ini (ambil dan tunjukkan benda dari kayu yang sudah disiapkan dengan ukuran paling kecil atau yang paling ringan). Coba siapa yang bisa mengangkat dan membawanya mengelilingi ruangan ini? (beri kesempatan anak-anak untuk melakukannya)

(ulangi pertanyaan dan perintah tersebut dengan benda yang lebih besar / berat.). Nah, kalau yang besar ini (misalnya meja) siapa yang kuat mengangkat sendirian dan membawanya keliling ruangan ini? Berat ya…, sakit ya tangan kita…Padahal ini masih belum seberapa lho dibandingkan dengan salib yang harus dipikul Yesus. (Dengan menggunakan video atau gambar- gambar, pamong menceritakan kisah penyaliban Yesus berdasarkan Yohanes 19: 28 – 30) Jadi penderitaan atau rasa sakit yang dirasakan Yesus waktu harus memikul salib sambil dicambuk, lalu disalibkan sampai mati, itu sebagai bukti kalau Yesus menyayangi kita semua. Untuk menebus dosa semua manusia.

Penerapan
Jadi sekarang anak-anak sudah tahu kan kalau Tuhan Yesus sangat mengasihi kita semua, dan karena kasih-Nya yang sangat besar, Tuhan Yesus rela menanggung rasa sakit dan mati di kayu salib, supaya kita semua terbebas dari dosa. Dan hari ini adalah hari Jumat Agung sebagai peringatan akan kematian Yesus di kayu salib.

Aktivitas
Ajak anak- anak untuk menyusun puzzle gambar Yesus mati di kayu salib dengan ukuran yang agak besar (poster) supaya nantinya bisa dipasang di ruang ibadah anak.

Setelah selesai ajak anak-anak menyanyikan lagu dari KJ. 36 “Dihapuskan Dosaku’ (jika anak-anak belum mengenal atau belum hafal lagu tersebut, maka lagu tersebut bisa diputar sambil anak-anak menyelesaikan puzzle. Jadi anak-anak bisa belajar lagunya sambil menyusun puzzle)


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:
Anak dapat mengambil kesimpulan Mengapa Yesus harus mati di kayu salib.

Alat Peraga
Alat peraga dapat diunduh di sini.
Beberapa benda yang terbuat dari kayu dengan beberapa ukuran/berat (dari yang kecil / ringan sampai yang besar / berat)
Gambar penyaliban Yesus

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Siapa saja orang yang kalian sayangi? Bagaimana cara kalian menunjukkan rasa sayang itu? (beri kesempatan anak-anak untuk menjawab, dan pamong bisa merespon jawaban anak-anak tersebut) Wah semuanya sayang pada orang tua ya.

Kalau orang tua minta tolong angkat barang ini dan pindahkan ke pojok ruangan, siapa yang mau melakukannya? (ambil dan tunjukkan benda dari kayu yang sudah disiapkan dengan ukuran paling kecil atau yang paling ringan). (beri kesempatan anak-anak untuk melakukannya. Ulangi pertanyaan dan perintah tersebut dengan benda yang lebih besar / berat.)

Nah, kalau yang besar ini (misalnya meja) siapa yang kuat mengangkat sendirian dan membawanya keliling ruangan ini? Berat ya…, sakit ya tangan kita…Waduh.apakah kalian akan tetap memindahkannya atau malah menyuruh kakak atau orang lain untuk memindahkannya? (pamong menunjukkan gambar salib) kalau salib ini lebih berat dari meja atau lebih ringan ya? Pasti lebih berat ya …Siapa yang kuat mengangkatnya? Buat apa kayu salib itu? Yuk kita cari jawabannya di Alkitab. Sekarang kita buka Alkitab kita dan kita lihat dan baca dari Injil Yohanes 19: 28 – 30 (ajak anak-anak untuk membaca Alkitab dengan cara atau metode sesuai kreativitas pamong)

Inti Penyampaian
Anak-anak, ternyata salib yang sangat berat itu harus dipikul oleh Yesus. Yesus harus memikulnya ke bukit Golgota. Jalannya menanjak / naik. Pasti semakin berat ya rasanya. Yesus juga dicambuk. Wah pasti sakit sekali ya. Tapi Yesus tetap mau melakukannya. (Dengan menggunakan video atau gambar- gambar, pamong menceritakan kisah penyaliban Yesus berdasarkan Yohanes 19: 28 – 30)

Jadi penderitaan atau rasa sakit yang dirasakan Yesus waktu harus memikul salib sambil dicambuk, lalu disalibkan sampai mati, itu sebagai bukti kalau Yesus menyayangi kita semua. Untuk menebus dosa semua manusia. Firman Tuhan mengatakan bahwa upah dosa ialah maut. Yesus rela menggantikan manusia, mati karena sangat mengasihi kita semua

Penerapan
Jadi sekarang anak-anak sudah tahu kan kalau Tuhan Yesus sangat mengasihi kita semua, dan karena kasih-Nya yang sangat besar, Tuhan Yesus rela menanggung rasa sakit dan mati di kayu salib, supaya kita semua terbebas dari dosa. Karena upah dosa adalah maut, maka Yesus yang menggantikan manusia juga harus mati. Dan hari ini adalah hari Jumat Agung sebagai peringatan akan kematian Yesus di kayu salib.

Aktivitas
Ajak anak-anak untuk membuat sebuah bentuk “Yesus disalib” (puzzle/susunan balok seperti lego, atau dengan cara dan bentuk yang lain sesuai kreativitas pamong).

Kemudian anak menuliskan (di stickynote atau potongan kertas warna warni) mengapa Yesus harus mati di kayu salib. Lalu kertas- kertas tersebut ditempelkan di sekitar kayu salib tersebut.

Catatan Untuk Pamong:
Supaya tulisan/ jawaban anak-anak tidak monoton, Pamong bisa membimbing anak-anak supaya jawabannya lebih kreatif. Misalnya : Tuhan Yesus mati karena cinta-Nya, Yesus disalib untuk menebus dosa, Tuhan Yesus disalib menggantikan manusia yang berdosa, Yesus mati di kayu salib supaya kita diampuni.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak