Satu Untuk Selamanya Pancaran Air Hidup 20 Januari 2026

20 January 2026

Bacaan: Ibrani 10 : 1 – 4  |  Pujian: KJ. 256
Nats: “Sebab, jika hal itu mungkin, bukankah orang tidak mempersembahkan kurban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya?” (Ayat 2)

Mengikut Kristus bukanlah suatu tindakan yang berbayar. Ada orang berkata, “Kalau ke gereja persembahan yang banyak, biar selamat!”, “Jika ingin selamat, harus hafal Alkitab, rajin ke gereja, dan harus jadi pelayan!”. Tetapi benarkah dengan melakukan yang hal tersebut, orang percaya dapat menerima keselamatan kekal?

Ibrani 10:1 menyebutkan, “Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang …” (Ay. 1) menunjukkan ketidaksempurnaan dan ketidakmampuan kurban-kurban persembahan untuk menghapus dosa secara tuntas. Namun, dengan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus maka setiap orang percaya mendapatkan kekudusan, kesempurnaan, dan pengampunan dosa secara tuntas. Kesempurnaan oleh darah Kristus tidaklah bersifat sementara, namun terjadi sekali untuk selama-lamanya bagi umat yang percaya kepada-Nya. Hal ini diberitakan supaya rencana Allah dalam upaya pemulihan keutuhan ciptaan terwujud, mengingat akan keberadaan dunia yang semakin tidak utuh karena belenggu dosa.nMelalui suratnya, penulis Ibrani mengingatkan dan mengkritik kehidupan orang-orang Kristen yang masih memegang tradisi Yahudi. Hukum Taurat, ritual agama, dan peraturan-peraturan tidaklah mendatangkan keselamatan kekal bagi mereka, begitu pula dengan persembahan-persembahan kurban bakaran. Hanya darah Kristuslah yang memberikan jaminan keselamatan. Garansinya selama-lamanya! Kesadaran inilah yang ingin ditekankan oleh penulis Ibrani kepada setiap orang percaya hingga pada masa kini.

Terkadang, kita terlalu sibuk dengan peribadatan dan pelaksanaan ritual agama dengan segala kemegahan dan kemeriahannya. Ibadah merupakan bentuk pernyataan iman dan cara kita untuk berekspresi atas iman dan syukur kita kepada Tuhan. Maka jangan sampai kita terkecoh, hilang arah, dan semakin membuat kita kering di dalam iman. Tuhan Yesus adalah satu-satunya Juru selamat. Ketika kita sudah diberi jaminan keselamatan oleh Allah, mari kita pulihkan kehidupan bersama seluruh ciptaan dengan selalu percaya kepada-Nya. Amin. [YN].

“Yesus adalah satu-satunya jalan kebenaran dan kehidupan yang membawa keselamatan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak