Antara Takut Dan Impian Pancaran Air Hidup 14 Januari 2026

14 January 2026

Bacaan: Yesaya 51 : 1 – 16  |  Pujian: KJ. 438
Nats: “Engkau melupakan TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentangkan langit dan meletakkan dasar bumi. Engkau terus gentar sepanjang hari terhadap kegeraman penindas itu, ketika ia bersiap-siap memusnahkan. Di manakah gerangan kegeraman penindas itu?(Ayat 13)

Hidup manusia seakan terjebak pada dua hal, yaitu takut dan impian. Kedua hal ini menggambarkan dua aspek kehidupan manusia yang kontras. Ketakutan sering kali menjadi penghalang untuk mencapai impian, sedangkan impian dapat menjadi sumber kekuatan untuk mengatasi rasa takut. Takut dan impian terdengar sederhana, namun tanpa kita sadari, takut dan impian selalu membayangi bahkan menjebak kehidupan kita. Takut terhadap trauma masa lalu, takut terhadap apa yang akan terjadi di masa depan, dan takut terhadap persoalan hidup. Namun ada juga orang yang bisa mengendalikan rasa takutnya dengan memiliki impian yang indah dalam hidupnya. Antara takut dan impian ini bisa menjadi batu sandungan dalam hidup, namun juga bisa memotivasi kita melanjutkan petualangan hidup.

Pada bacaan kita hari ini, penulis Kitab Yesaya mengakui keagungan dan kebesaran Tuhan Allah yang menjamin keselamatan bangsa Israel. Tuhan Allah memberikan penghiburan dan pemulihan kepada Israel. Namun yang menjadi persoalan adalah rasa takut dan khawatir yang dirasakan oleh bangsa Israel menghadapi berbagai suara-suara celaan dari mereka yang tidak percaya kepada Allah Israel. Karena itu, ayat 12-13 menjadi pengingat bagi bangsa Israel untuk tidak takut menghadapi mereka yang mencela iman mereka. Bangsa Israel yang hidup  di tanah pembuangan waktu itu, mereka hidup dalam bayang-bayang rasa takut sekaligus impian untuk merasakan pemulihan dari Tuhan Allah.

Hidup yang kita jalani sering kali dipenuhi rasa takut dan kekhawatiran. Hal yang manusiawi, karena kita adalah ciptaan Tuhan yang penuh dengan keterbatasan. Namun jangan sampai keterbatasan ini justru membuat kita terjebak dengan pikiran negatif kita sehingga kita lupa terhadap kuasa Tuhan dalam hidup kita. Janji pemulihan dan keselamatan Tuhan itu nyata adanya, biarlah itu yang menjadi impian kita untuk motivasi kita menjalani kehidupan ke depan. Jangan sampai kita terjebak dengan ketakutan-ketakutan yang menggerogoti iman, akal pikiran, mental, bahkan fisik kita. Karena di antara takut dan impian, manusia dapat dengan tangguh melanjutkan perjalanan hidupnya jika terus melibatkan Tuhan dan tidak melupakan-Nya dalam setiap aspek kehidupan. Amin. [Otn].

“Hidup di antara takut dan impian akan menjadi indah jika terus melibatkan Tuhan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak