Taat Kepada Kehendak Allah Tuntunan Ibadah Anak 11 Januari 2026

29 December 2025

Tahun Liturgi: Bulan Penciptaan
Tema: Taat Kepada Kehendak Allah
Judul: Taat Kepada Kehendak Allah

Bacaan: Matius 3:13-17
Ayat Hafalan: Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya. (Matius 3:15)

Lagu Tema: Kebacut Tresna, Kidung Siwi no. 87

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Bagaimana jika Yesus tidak turun ke dunia dan mati di kayu salib? Jika demikian adanya, maka karya keselamatan pun tidak terjadi. Hanya pengorbanan Yesus saja yang sanggup menebus seluruh dosa umat manusia.

Sejak mula, Tuhan punya rencana dan kendali atas segala sesuatunya, namun manusia diberikan kebebasan untuk memilih. Setiap pilihan pasti punya konsekuensi. Adam harus keluar dari taman Eden ketika melanggar perintah Tuhan sebagai akibat dari pilihannya melanggar perintah Tuhan. Ketika Yunus diutus ke Niniwe namun bertolak ke arah sebaliknya mengakibatkan perahu yang ditumpanginya diterjang badai, sehingga diputuskan bersama para penumpang lainnya ia dilempar ke laut. Ia pun ditelan ikan besar selama berhari-hari. Melawan rencana Allah itu tidak ada gunanya, karena seperti tertulis dalam Amsal 21:30 “Tidak ada hikmat dan pengertian, dan tidak ada pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN”.

Dalam bacaan hari ini, Yesus menerima baptisan oleh Yohanes, sekalipun Yohanes sendiri merasa Yesus tidak perlu melakukannya. Melalui baptisan, Yesus ingin khalayak tahu bahwa Yesus taat kepada kehendak Allah. Hal ini terjadi supaya genaplah apa yang menjadi kehendak Allah itu.

Allah memang punya rencana atas hidup kita dan Allah akan memberkati kita yang taat kepada-Nya. Dengan teladan Yesus, mari menerima rencana Allah dengan sukacita dan selalu berdoa memohon hikmatnya agar terhindar dari kegelapan dosa.

Refleksi Untuk Pamong
Baptis adalah tanda pertobatan, Yesus rela merendahkan diri-Nya untuk dibaptis dan menjadi sama dengan manusia. Jika Yesus saja merendahkan dirinya seperti itu, masihkah kita ingin dianggap lebih tinggi dari orang lain? Mari kita ingat untuk meneladani Yesus. Dia taat kehendak Tuhan, penuh kasih, penuh kerendahan hati dan menjadi saluran berkat dimanapun berada.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan nama Yesus dan Yohanes
  2. Anak dapat mengerti bahwa baptisan Yesus berasal dari kehendak Allah
  3. Anak dapat menunjukkan tindakan taat seperti Yesus yang taat pada kehendak Allah

Alat Peraga
Pamong menyiapkan link youtube ini

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Setelah saya bacakan ayat firman hari ini, kita akan menonton film pendeknya ya.

Nah, kira-kira begitulah kejadian hari itu. Orang-orang berdatangan minta dibaptis oleh Yohanes. Satu persatu masuk ke sungai Yordan dan dibaptis. Eh, tunggu! Siapa itu yang baru saja datang? Yohanes terkejut ketika yang datang itu Yesus. Lalu berkatalah Yohanes, ”Aku yang harus dibaptis olehMu, bukan sebaliknya!” Tapi apa jawab Yesus? “Supaya genaplah kehendak Allah!”. Ajaibnya, ketika Yesus keluar dari air, turunlah Roh Kudus menyerupai burung merpati dan terdengar suara: INILAH ANAK YANG KUKASIHI, KEPADANYALAH AKU BERKENAN!

Inti Penyampaian Dan Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Siapa yang pernah membantu ayah atau ibu membelikan sesuatu di toko? Apakah ada yang menolak atau tidak mau ketika disuruh? Apa alasan tidak mau? Karena malu, takut bertemu orang lain, atau merasa tidak bisa? Lalu yang mau berangkat dan membeli di toko, selamat ya, anak-anak jagoan! Kalian seperti Yesus pada cerita hari ini. Yesus itu diutus datang ke dunia, untuk menjadi penyelamat manusia. Anak-anak ingat bukan, suatu hari di masa depan, Yesus mengorbankan diri-Nya dengan mati di kayu salib. Pengorbanan Yesus itu untuk membebaskan manusia dari dosa.

Kalau Yesus tidak mau datang ke dunia, tidak ada yang bisa menyelamatkan kita. Kalau kita tidak selamat, maka kita selamanya hidup dalam kegelapan dosa.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Yesus tahu rencana Allah, Yesus taat dengan rencanaNya. Jika Yesus dibaptis, maka Ia siap dengan rencana dan kehendak Allah. Ia tidak memikirkan diri-Nya sendiri, ia memikirkan seluruh umat yang percaya kepadaNya. Untuk itulah Yesus datang untuk dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. Orang banyak yang melihatnya akan menjadi percaya karena melihat keteladanan baik dari Yesus. Yesus taat kepada kehendak Allah.

Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak beraktivitas motorik. “TAAT PERINTAH”

Cara bermain:
Sebelum memulai aktivitas, pamong meletakkan hadiah (Makanan atau benda favorit) di tempat tujuan. Pamong membagi anak-anak dalam kelompok. Setiap kelompok dibantu oleh orangtua yang hadir dalam ibadah anak balita tersebut. Setiap kelompok mendapatkan kertas berisi perintah-perintah seperti: berjalan 5 langkah ke depan, melompat ke kiri 7 kali, dan seterusnya sampai titik tujuan (di mana terletak hadiah yang sudah disiapkan pamong). Perintah dibacakan oleh orangtua yang membantu di setiap kelompok.

Menyelipkan pesan ibadah anak hari ini “Kegiatan ini akan membuat anak-anak belajar taat, namun yang lebih utama adalah taat kepada Tuhan yaitu selalu berbuat baik karena anak-anak yang taat perintah Tuhan akan mendapatkan hadiah dari Tuhan yaitu kerajaan sorga”


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan nama Yesus dan Yohanes
  2. Anak dapat mengerti bahwa baptisan Yesus berasal dari kehendak Allah
  3. Anak dapat menunjukkan tindakan taat seperti Yesus yang taat pada kehendak Allah

Alat Peraga
Sama dengan alat peraga pada jenjang balita.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Apa kabarnya hari ini? Tuhan begitu baik memelihara kehidupan kita. Kalian tumbuh menjadi anak yang sehat dan gembira. Kalian bisa datang berkumpul pagi ini, itu semua wujud kasih Tuhan kepada kita.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Hari ini selain membaca Alkitab, kita akan menyimak adegan pendek dari film tentang Yesus. Ayo simak dengan baik ya. Setelah menyimak, saya akan menguji dengan beberapa pertanyaan :

  1. Siapa saja tokoh dalam film tersebut?
  2. Apa yang di kerjakan Yohanes?
  3. Ketika ada seseorang yang istimewa datang, Yohanes menjadi terkejut dan berkata apa?
  4. Lalu apa jawaban dari orang istimewa tersebut?
  5. Apa nama sungai dalam film tersebut?
  6. Apa judul yang tepat untuk film tersebut?

Inti Penyampaian Dan Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Apa sih maksud dari jawaban Yesus itu? Apa maksud dari “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Tahukah anak-anak arti menggenapkan. Berasal dari kata dasar GENAP, artinya penuh, utuh atau lengkap. Sebelum tergenapi itu artinya keadaan belum utuh.

Supaya lebih mudah, anak-anak bisa membayangkan tukang bangunan membangun sebuah rumah. Rumah tidak akan utuh jika salah satu bahan yang dibutuhkan seperti : pintu, jendela, atau genteng belum ada.  Tapi kali ini saya akan memilih bagaimana jika rumah yang dibangun tidak ada pintu. Sebenarnya bisa saja rumah itu ditempati, namun perasaan kita merasa tidak tenang karena tidak aman. Takut pencuri atau hewan buas masuk. Kita akan tertidur di malam hari dengan perasaan tidak aman dan tidak nyaman.

Kehadiran Yesus ke dunia ini untuk menggenapi rencana Allah, tentu anak-anak ingat dengan peristiwa penyaliban. Mengapa Yesus disalibkan? Iya, untuk menebus dosa manusia, yaitu kita umatnya. Kita sering berbuat dosa, kita sering melakukan pelanggaran. Karena upah dosa adalah maut, maka kita seharusnya menerima hukuman. Namun ini tidak, Tuhan Yesus menggantikan kita dengan mati di kayu salib.

Hari ini Yesus datang kepada Yohanes untuk dibaptis. Ketika Yohanes mengatakan bahwa dia lah yang seharusnya dibaptis oleh Yesus, Ia menjawabnya dengan “ Supaya genaplah kehendak Allah”. Yesus tidak hanya berkata tapi juga memberi contoh. Di hadapan banyak orang Yesus menunjukkan bahwa Ia taat dengan rencana Allah kepadaNya.

Aktivitas
Pamong mengajak bermain “TAAT PERINTAH”

Cara bermain:
Setting duduk melingkar menggunakan kursi sejumlah anak dikurangi 1. Perintahkan anak-anak untuk mengundi (dengan cara gunting-batu-kertas atau lainnya) tentang siapakah yang berdiri (1 orang saja), kemudian anak-anak lainnya dipersilahkan duduk. Anak yang berdiri bertanya kepada salah satu anak yang duduk: Apakah sudah digenapi? (sebelum anak yang berdiri bertanya, anak yang duduk dan 2 anak di kiri dan kanannya tetap duduk, sementara anak-anak yang berada di kursi lain berdiri 3 langkah ke depan kursi).  Kalau anak yang ditanya menjawab dengan IYA, maka anak yang duduk dan 2 anak di sebelah kiri dan kanannya tetap duduk di tempat yang sama. Sementara itu anak yang berdiri berebut kursi dengan anak-anak lainnya. Hingga tersisa 1 anak yang tidak mendapatkan kursi, Begitu seterusnya permainan diulang. Jika anak yang duduk menjawab BELUM, maka anak yang berdiri bertanya lagi: siapakah anak yang kau tunjuk untuk menggenapi? Anak yang duduk menjawab dengan menyebutkan ciri-ciri anak lain misal: anak yang berbaju merah, sepatunya kuning, memakai pita putih. Anak yang disebutkan harus bangun, kursinya diserahkan kepada anak yang berdiri. Kini anak berbaju merah berdiri dan bertanya mengulang cara bermain dari awal.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menjelaskan makna baptisan Yesus sebagai bentuk ketaatan dan penggenapan kehendak Allah
  2. Anak dapat menganalisis respon Yohanes terhadap permintaan Yesus dan alasan Yesus tetap dibaptis
  3. Anak dapat mengevaluasi sikap hati mereka, apakah mereka hidup dalam ketaatan seperti Yesus

Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan film pendek pada jenjang Balita. Pamong menyiapkan beberapa lembar kertas kecil, masing-masing bertuliskan Yesus, Yohanes, orang dibaptis 1, orang dibaptis 2, orang dibaptis 3, pengisi suara Allah.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Setelah membaca Alkitab mari kita menyimak film yang saya putar ini ya. Simak baik-baik karena kita akan bersama melakukan adegan-adegan dalam film itu. Nanti saya akan memberikan kertas yang bertuliskan nama-nama tokoh dalam cerita.

Nah, karena sudah menyimak, sekarang giliran kalian memperagakan adegan. Silahkan mengambil kertas dan anak-anak yang kebagian nama-nama harus berdialog sesuai dengan dialog para tokoh. Jangan kuatir, semua akan bergantian berperan supaya kalian semua punya gambaran kejadian itu.

Bagaimana, seru bukan? Untuk yang berperan menjadi 3 orang yang dibaptis, apakah peran kalian tidak penting? Tidak ya, kalian yang berperan sebagai orang yang dibaptis sama pentingnya. Kalau tidak ada orang-orang itu maka tidak akan ada saksi betapa luar biasa dan ajaibnya yang terjadi hari itu.

Inti Penyampaian Dan Penerapan
Anak, anak yang dikasihi Tuhan. hari ini kita menyaksikan bahwa Tuhan sendiri yaitu Yesus bersedia dibaptis di sungai Yordan sama seperti orang-orang lain yang hadir di situ. Yohanes sempat menolak, karena menurutnya ia lah yang seharusnya dibaptis oleh Yesus. Namun apa kata Yesus? Itu harus terjadi untuk menggenapi kehendak Allah. Kehendak Allah itu sempurna, Ia ingin Yesus turun ke dunia untuk menjadi penyelamat manusia.

Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan, dari kisah Yesus hari ini, adakah yang ingin bercerita pengalaman, bagaimana rasanya dan apa yang terjadi jika diberikan pesan oleh ibu atau bapak lalu kalian tidak melakukannya? (berikan waktu dan kesempatan kepada anak jika ada yang merespon).

Sama seperti kisah teman kalian tadi, Yunus pun pernah mengalaminya. Suatu hari ia diutus Tuhan untuk pergi ke Niniwe, sebuah kota yang sudah membuat hati Tuhan sedih karena perbuatan-perbuatan jahat mereka. Tuhan mengutus Yunus untuk menegur kesalahan mereka, jika mereka tidak patuh Tuhan akan menumpahkan bencana. Namun Yunus tidak mau pergi ke Niniwe. Ia pergi ke arah lain. Akibatnya, badai mengamuk dan membuat perahu yang ditumpanginya terombang-ambing. Yunus pun mengakui kesalahannya kepada para penumpang lain. Karena itulah ia dilemparkan ke laut. Di laut ia bertemu dengan ikan besar yang menelannya. Setelah ia berdoa memohon ampun kepada Tuhan, ia dibebaskan dari perut ikan. Akhirnya ia pergi ke Niniwe dan melakukan apa yang diperintahkan Tuhan.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, banyak kisah-kisah di Alkitab yang bercerita tentang ketidaktaatan dan juga ketaatan. Kalian pun sering mengalaminya sendiri. Cobalah renungkan, apa perbedaan jika kita berlaku taat dan tidak berlaku taat? Nah, sebelum menjawabnya, saya akan memberikan kalian beberapa pertanyaan berikut ini. Anak-anak bisa menulis jawaban sendiri-sendiri namun kalian boleh berdiskusi dengan teman lainnya.

Pertanyaan:

  1. Mengapa awalnya Yohanes menolak membaptis Yesus?
  2. Mengapa Yesus dibaptis?
  3. Apa yang terjadi jika tidak taat kehendak Allah?
  4. Apa yang terjadi jika taat kehendak Allah?
  5. Apakah kamu sudah taat kehendak Allah? Jelaskan contoh sikap yang menunjukkan bahwa kamu taat kepada kehendak Allah.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak