Tahun Liturgi: Ephifani
Tema: Yesus Sahabat Kita
Judul: Yesus Sahabat Kita
Bacaan: Yohanes 1:10-18
Ayat Hafalan: Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. (Yohanes 1: 18)
Lagu Tema:
- Guste Yesus Tresna Kula
- Kidung Siwi no. 22
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Minggu ini tahun Gerejawi adalah Ephifani. Sebenarnya apa itu Ephifani? Ephifani berasal dari Bahasa Yunani yang artinya momen pencerahan, pemahaman baru terhadap sesuatu yang sebelumnya sulit dipahami.
Ephifani jatuh pada 6 Januari atau 12 hari setelah kelahiran Yesus. Pada waktu itu, orang-orang Majus datang menemui Maria, Yusuf dan bayi Yesus berdasarkan petunjuk bintang. Inilah momen ketika orang Majus yang bukan orang Yahudi percaya akan hadirnya seorang penyelamat atau penebus yaitu Yesus.
Dalam bacaan hari ini, Yohanes menulis dan menyebut Yesus sebagai FIRMAN (Yohanes 1:1). Dengan demikian, Yohanes sama halnya mengatakan bahwa Yesus adalah sabda Allah. Melalui Yesus inilah Allah menyatakan hati dan pikiranNya. (Yohanes 1:2-5) Kristus tidak diciptakan, namun senantiasa dalam persekutuan kasih dengan Bapa dan Roh Kudus. Hidup yang benar dan sejati ada di dalam Kristus karena terang Kristus bersinar dalam kegelapan dosa.
Keberadaan Allah yang tidak terlihat namun dijelaskan dalam kedelapan belas ayat kita ini sebagai kebenaran yang amat dalam dan sulit dipahami. Meskipun demikian, perjalanan para Majus yang gigih menemukan bayi Yesus lah yang sebaiknya menjadi teladan iman kita. Karena betapapun sulitnya memahami hal ini, mari mengingat alasan Allah datang ke dunia adalah karena Allah Bapa memiliki cinta yang begitu besar kepada manusia, sehingga memberikan sang ‘TERANG’ berwujud bayi Yesus agar kita tidak hidup dalam kegelapan dosa.
Refleksi Untuk Pamong
Kita ini adalah anak-anak Allah, yang disebut demikian karena kita percaya di dalam nama-Nya ada keselamatan. Sebagai anak-anak Allah kita punya misi memberikan teladan baik yaitu hidup saling mengasihi. Jangan lupakan bahwa sebagai orang Kristen, kita dikenal karena kasih kita kepada orang lain (Yoh 13:34-45). Maka sebelum mengajarkan bagaimana kehidupan penuh kasih, hendaknya terlebih dahulu melakukan kasih dalam keseharian kita. Kasih yang jujur dan tanpa berpura-pura, kasih yang sepenuhnya dilandasi dari ketulusan hati.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
- Anak dapat mengenali Yesus sebagai Anak Allah
- Anak dapat mengungkapkan kasih Yesus melalui tindakan yang sederhana, seperti berbagi makanan dan mainan
Alat Peraga
Pamong menyediakan alat atau bahan berikut ini.

Klik pada gambar untuk memperbesar
Pendahuluan
(Dari awal ibadah Pamong sudah memakai topeng seperti pada alat peraga, bisa disesuaikan dengan kreativitas masing-masing pamong, asalkan identitas pamong sulit dikenali, jika perlu topeng disesuaikan dengan bentuk dan warna pakaian yang dikenakan)
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Kakak gembira karena diberikan kesempatan berjumpa dengan anak-anak semua. Ayo kita pujikan lagu baru dari Kidung Siwi nomer 22 ya, Guste Yesus Tresna Kulo. Lagu ini bagus dengan memakai Bahasa Madura yang artinya Tuhan Yesus mencintaiku. Apakah anak-anak juga mencintai Tuhan Yesus? iya, kita semua mencintai Yesus.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, apakah anak-anak bisa mengenali kalau pagi ini kakak memakai topeng? Sebenarnya kakak ini siapa ya? Spiderman? Superman? Ayo tunjuk tangannya, coba sebutkan siapa nama kakak? Wah-wah ternyata sulit dikenali juga ya kalau memakai topeng seperti ini.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, dahulu kala orang-orang Majus datang dari tempat yang jauh dan perjalanan sulit sampai bisa bertemu Yesus. Mungkin apa yang dipikirkan orang Majus itu sama dengan kalian saat melihat saya memakai topeng ini. Siapa sih dia? Kenapa sinar bintang begitu terang ada di kota tempat dia dilahirkan?
Orang Majus langsung tahu kalau bayi baru lahir ini adalah anak yang istimewa. mereka yakin bahwa Ia inilah Anak Allah yang akan menjadi penyelamat manusia. Wah, penyelamat manusia? Seperti pekerjaan superhero dong? Iya, memang Yesus itu superhero kita.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Allah Bapa mencintai kita dengan cinta yang amat besar, sehingga mengutus anakNya ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Sama seperti superhero lainnya, Yesus itu menjadi sahabat semua orang. Sebagai sahabat, Yesus itu rela membantu temannya yang sedang kesulitan. Maukah kalian menjadi sahabat yang baik seperti Yesus? ayo kita praktek bagaimana caranya menjadi sahabat yang baik ya!
Aktivitas
Pamong menyediakan roti tawar atau sejenisnya yang dapat dihias diatas permukaannya dengan menggunakan selai/coklat/meises-mentega sesuai jumlah anak yang hadir. Perintahkan agar anak-anak menghiasnya seindah mungkin. Jika sudah selesai dihias, anjurkan anak-anak untuk menukar roti yang sudah dihiasnya dengan milik anak lainnya. Ulangi pesan: walaupun terasa ‘berat’ menukar dengan milik sendiri yang sudah dihias dengan susah payah, bahwa itu adalah tindakan penuh kasih kepada sesama. Hal ini adalah salah satu perwujudan cinta kasih kepada sesama.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan bahwa Yesus adalah Anak Tunggal Allah
- Anak dapat menunjukkan cara menerima dan mengasihi Yesus, seperti berdoa dan menolong teman
Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan alat peraga yang sama dengan yang ada di Jenjang Balita
Pendahuluan
(Dari awal ibadah Pamong sudah memakai topeng seperti pada alat peraga, bisa disesuaikan dengan kreativitas masing-masing pamong, asalkan identitas pamong sulit dikenali, jika perlu topeng disesuaikan dengan bentuk dan warna pakaian yang dikenakan)
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Hari ini saya menjadi siapa nih?(Tunggu respon anak-anak). Iya, saya menjadi superhero. Siapa superhero favorit kalian? Superman, batman atau spiderman?
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Saya akan bercerita tentang seorang superhero. Ia lahir di kota kecil Betlehem, anak dari bapak Yusuf dan ibu Maria. Saat itu di langit ada bintang yang sangat terang. Bintang inilah yang menjadi petunjuk orang-orang majus. Mereka sangat gigih mencari karena mereka tahu. Bayi ini adalah anak istimewa. Mereka percaya Anak ini adalah Anak Allah sendiri yang lahir dalam wujud manusia dan kelak menjadi penyelamat umat manusia.
Inti Penyampaian Dan Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, saya hari ini memakai topeng. Bisakah anak-anak tahu siapa saya di balik topeng ini? Sekarang saya buka topengnya ya, nah jadi tahu kan siapa saya sekarang. Tuhan Yesus sebagai manusia sering tidak dikenali juga. Namun sama seperti superhero lainnya, Yesus ingin tetap setia menjadi penolong orang lain. Tidak apa-apa Yesus tidak dikenali, namun yang lebih penting orang banyak tahu bahwa Yesus itu baik dan penuh kasih. Ia tidak akan membiarkan orang lain menderita. Ia akan membantu orang lain itu.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, Kita harus banyak melakukan perbuatan baik. Kita harus membantu orang lain, supaya kita dikenali sebagai anak-anak Tuhan. Siapkah kalian menjadi anak-anak Tuhan? Yuk, bantu banyak orang dengan banyak berbuat baik.
Aktivitas
Apakah arti doa syafaat? Bagi anak-anak yang belum mengerti, pamong dapat menjelaskan kepada anak-anak bahwa doa syafaat adalah doa yang dipanjatkan untuk kebaikan orang lain. Bimbing anak-anak pratama agar dengan sukarela berdoa syafaat bagi temannya agar semua anak bisa merasakan doa syafaat. Mintalah anak-anak untuk berdiri melingkar. Satu anak berdoa bagi anak yang berdiri di sebelah kanannya, demikian seterusnya. Agar lebih istimewa, mintalah anak bertanya kepada teman di sebelah kanannya: Ingin didoakan tentang apa saja?
Pamong juga bersiap membimbing anak-anak yang belum siap berdoa dengan kalimat-kalimat doa (Membisikkan kalimat doa kepada anak yang sedang berdoa syafaat).
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan bahwa Yesus adalah Anak Tunggal Allah;
- Anak dapat menunjukkan cara menerima dan mengasihi Yesus, seperti berdoa dan menolong teman
- Anak dapat membedakan orang yang percaya kepada Yesus dengan yang tidak percaya kepada Yesus
Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan gambar berikut ini:

Klik pada gambar untuk memperbesar
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Apa kabar hari ini? Apakah anak-anak merasakan sukacita dalam seminggu kemarin? Kalau ada yang merasa sedih, ayo berceritalah: apa yang membuat anak-anak sedih. Nanti di akhir ibadah, kita akan berdoa minta pertolongan Tuhan atas kesedihan itu.
Nah, apakah anak-anak sudah bisa menyanyikan lagu Guste Yesus Tresna Kulo? Kalau belum, ayo kita nyanyikan Kidung Siwi nomer 22. Anak-anak harus yakin, untuk semua kesulitan dan kesedihan yang kita alami, selalu ada jalan keluar, selalu ada Yesus yang setia menyertai.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, hari ini kita akan memahami perikop yang tertulis dalam kitab Yohanes. Tapi sebelum itu, saya akan memperlihatkan sebuah gambar (Menunjukkan gambar alat peraga). Coba tebak, siapa saja yang ada dalam gambar ini. Sama-sama memakai jubah yang ada sayapnya. Siapa mereka, dan apakah mereka sama saja, apakah mereka punya tujuan yang sama? Silahkan ceritakan. (pamong memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk merespon, jika ada anak yang merespon-pamong bisa menyiapkan reward sederhana seperti penghapus, pensil atau alat tulis sederhana lainnya)
Iya benar sekali, tokoh pertama ini biasanya kita sebut sebagai hero atau superhero. Mereka kebanyakan punya kekuatan super yang tidak dimiliki oleh manusia normal. Hero atau pahlawan super ini menggunakan kekuatannya untuk kebaikan orang lain. Mereka ini tidak menggunakan kekuatannya untuk hal buruk, sebaliknya kekuatan itu dipakai untuk menolong orang lain.
Sekarang tokoh kedua. Dia adalah kebalikan dari hero. Dia tidak menolong orang, dia lebih suka melakukan kejahatan. Segala sesuatu yang dilakukannya adalah dosa dan mendatangkan celaka. Ia suka melihat orang lain menderita atau tertimpa musibah.
Inti Penyampaian Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan. Tuhan yang kita kenal saat ini adalah Allah Bapa yang merancang segala sesuatu dan Yesus Allah Putera yang turun ke dunia untuk menjadi penyelamat manusia serta Allah Roh Kudus yang mendampingi serta menghibur kita. Ketiga peran ini tidak dapat dipisahkan, karena ketiganya adalah kesatuan yang utuh.
Nah, kita mengerti sekarang bahwa Yesus adalah Allah sendiri yang turun ke dunia dalam rupa manusia. Kelak Ia mengorbankan dirinya di kayu salib demi melepaskan kita dari kegelapan dosa. Yesus punya cinta yang amat besar kepada manusia, sehingga mau mengorbankan diriNya sendiri. Bagaimana dengan anak-anak semua? bukan wafat di kayu salib seperti Yesus, menolong sesama bisa dilakukan dalam bentuk/ hal-hal yang sederhana. Misalnya mendoakan teman, atau kalau ada temannya yang tertimpa musibah kita adalah orang yang ringan tangan membantunya. Seperti contoh dua gambar di awal ibadah tadi ya. Kita mau menjadi hero atau kebalikannya hero? Kita mau menjadi penolong atau diam saja melihat penderitaan teman?
Aktivitas
Pamong bekerja sama dengan P2A jemaat, mendata anak-anak di jemaat yang sedang memiliki masalah atau kesulitan, lalu berkunjung ke rumah anak-anak tersebut, bernyanyi dan berdoa syafaat sebagai bentuk cinta kasih anak-anak Tuhan.