Aku Menjadi Penolong Tuntunan Ibadah Anak 1 Januari 2026

16 December 2025

Tahun Liturgi: Tahun Baru
Tema: Panggilan untuk menolong orang yang “membutuhkan”
Judul: Aku Menjadi Penolong

Bacaan: Matius 25:31-46
Ayat Hafalan: Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku (Matius 25:40)

Lagu Tema:

  1. Satu Tubuh
  2. Kidung Siwi no. 95

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Selamat menapaki hari pertama tahun 2026, semoga segala upaya kita yang berkenan di hadapan Allah diberikan kelancaran dalam mewujudkannya.

Matius 25:31-46 yang kita baca hari ini, tidak terlepas dari perikop sebelumnya. Bermula dari pertanyaan para murid: Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu  dan tanda kesudahan dunia?” (Matius 24:3b). Para murid bertanya kapan dan apa tanda-tanda akhir jaman. Yesus menjawab dengan berbagai pertanda di antaranya munculnya nabi-nabi palsu, terjadi perang, kelaparan dan gempa bumi hebat. Namun tidak ada kepastian tentang kapan itu terjadi.

Alih-alih menjawab kapan, Yesus lebih suka menggambarkan bagaimana orang-orang akan dihakimi berdasarkan tindakan kasih terutama bagi yang lemah dan membutuhkan. Mereka yang melakukan tindakan kasih ini dianggap seperti domba yang akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Namun mereka yang mengabaikan dan tidak menolong dianggap seperti kambing yang akan dihukum ke dalam api yang kekal.

Baik kepada orang yang bisa membalas kebaikan kita itu sudah lumrah adanya, namun Yesus menyebutkan: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (ayat 40). Orang-orang yang hina adalah orang-orang yang paling tidak dianggap kehadirannya, paling rendah bagi orang lain. Mereka yang lapar, yang sakit, yang sebatang kara, yang tidak punya rumah. Kebaikan kepada mereka seringnya tidak mendapat balasan, karenanya kebaikan itu hendaknya diiringi dengan ketulusan dan kerendahhatian.

Bagi Yesus, mengasihi itu bukan sekedar ucapan. Mengasihi adalah sebuah tindakan nyata. Apa gunanya pandai berbicara tentang kasih namun ketika tahu sesamanya kelaparan, sakit dan menderita kita tidak berbuat apa-apa. Kasih harus dibuktikan dalam tindakan nyata sehari-hari. Karena dengan berbuat baik kepada sesama, sama artinya dengan mengasihi Kristus sendiri.

Refleksi Untuk Pamong
Hampir setiap hari kita melihat penderitaan orang lain, di sepanjang jalan dan tempat yang kita lewati atau di media yang kita baca atau tonton. Namun, apakah kita sudah tergerak untuk menolong? Ataukah kita lebih cenderung berprasangka buruk dengan keadaan mereka itu? Prasangka buruk bahwa mereka tidak ber’punya’ karena mereka malas bekerja sering menghinggapi kita, menyurutkan empati kita.  Sama dengan pelayanan di dalam gereja, Yesus pun menginginkan pelayanan tulus kita kepada mereka yang ada diluar gereja ini. Tidak perlu menghakimi keadaan atau siapapun. Tuhan hanya ingin kita menjadi penolong bagi orang lain yang membutuhkan.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:
Anak dapat menyebutkan satu cara sederhana untuk menolong orang lain

Alat Peraga

Gambar 1

Klik pada gambar untuk memperbesar

Gambar 2

Klik pada gambar untuk memperbesar

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Selamat tahun baru 2026 ya! Puji Tuhan kita semua sehat dan bisa selalu bergembira. Kakak ingin tahu, siapa yang hari ini tidak gembira, siapa yang sedang sedih? Ayo tunjuk tangannya. (Pamong menunggu respon anak-anak, jika ada anak yang merespon-pamong mencari tahu apa alasan bersedih).

Nah, hari ini adalah hari pertama kita di tahun 2026, kita harus bersyukur karena bisa melewati tahun 2025 dengan baik. Yang tadinya sakit sekarang sudah sembuh, yang tadinya marah-marah sekarang sudah lebih sabar, nah semuanya karena ada Tuhan Yesus yang menyertai kita. Ayo kita belajar lagu baru dari Kidung Siwi no. 95 yang berjudul Satu Tubuh.

Kamu adalah saudaraku
Aku adalah saudaramu
Kita ini satu tubuh dalam Yesus, dalam Yesus
Ada yang tangan, ada yang kaki, ada yang jadi kepala
Ada yang jadi mata, ada yang jadi telinga,
kita adalah saudara dalam Yesus
Dalam Yesus, dalam Yesus

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Kita mau bermain ya, ayo sekarang kita berpasangan dua orang-dua orang. Kita mau menjadi cermin untuk anak yang berpasangan dengan kita. Saya akan beri contohnya ya! (Pamong berpasangan dengan salah satu anak, saling berhadapan, pamong memerintahkan agar anak melakukan gerakan, apapun yang dilakukan oleh anak tersebut pamong menirukan dengan sama persis)

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, walaupun sederhana dan tanpa alat ternyata seru sekali ya  permainan ini. Apakah anak-anak suka menirukan anak lain yang ada di depanmu? Permainan menirukan teman ini punya tujuan agar anak-anak belajar merasakan apa yang dirasakan oleh teman yang ada di depanmu. Kalau dia menggaruk-garuk, anak-anak ikut menggaruk. Kalau dia tersenyum, anak-anak ikut tersenyum.

Sekarang coba perhatikan gambar ini (Pamong menunjukkan gambar 1). Siapa yang bisa bercerita, ada apa dengan temanmu ini ya? (berikan kesempatan anak -anak untuk merespon). Ada yang menjawab kalau temanmu yang digambar itu kepanasan, lalu kehausan. Kalau memang ada temanmu yang seperti itu, apa yang harus kita lakukan? Menolongnya? Bagaimana cara menolongnya? Iya, dengan memberinya minum.

Lalu gambar ini (Pamong menunjukkan gambar 2). Ada apa dengannya sih? Ada yang bilang dia sedang sedih, dia menangis, dia kelaparan. Kalau memang dia sedang sedih dan menangis, apa yang sebaiknya kita lakukan? Iya benar, kita datang kepadanya, kita bertanya dan kalau perlu kita menghiburnya. Bagaimana kalau ternyata dia lapar? Iya benar, kita bisa berbagi makanan dengannya.  Sama seperti permainan yang kita lakukan tadi, apa yang dirasakan teman kita-susah atau senang sebisa mungkin kita ikut merasakan dan kemudian menolongnya.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, apakah anak-anak sudah pernah menolong teman? Coba sebutkan apa saja contoh menolong teman? Berbagi makanan, membantu teman bangun dari tempat ia terjatuh, mendengarkan cerita teman yang sedang sedih hatinya. Wah, terimakasih ya, anak-anak sudah pernah dan bahkan ada anak yang selalu menolong temannya.

Hari ini kita belajar dari firman Tuhan tentang anak yang menyayangi teman akan suka menolong. Menolong teman itu sama dengan mengasihi Tuhan Yesus lho! Ayo siapa yang mau mengasihi Tuhan Yesus, angkat tangannya…mulai hari ini ayo berjanji: Aku akan suka menolong teman.

Aktivitas
Pamong menyiapkan makanan sederhana sejumlah anak yang hadir, serukan bahwa ini adalah salah satu tindakan penuh kasih bahwa kakak pamong akan berbagi makanan dengan anak-anak. Lalu berikan pancingan pertanyaan: apakah anak-anak juga ingin berbagi dengan temannya? Jika IYA, silahkan berikan kue itu kepada teman di sebelahmu, namun jika TIDAK-kue itu bisa kalian miliki sendiri. Namun tentu saja ulangilah tujuan ibadah hari ini bahwa menolong atau menjawab IYA adalah hal yang baik maka silahkan memberikan kue itu kepada teman di sebelahmu. Karena itu adalah salah satu bentuk menolong orang lain. Mnolong adalah perbuatan kasih dan sama artinya dengan  mengasihi Yesus sendiri.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:
Anak memahami bahwa menolong orang lain berarti juga melayani Tuhan

Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan bola plastik kecil warna-warni dan ruangan yang luas untuk kegiatan motorik anak.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Apa kabarnya hari ini? Semoga semua sehat dan gembira ya. Tentu semua bersemangat di tahun baru ini kan? apa ada anak-anak yang sudah punya rencana: aku mau tahun 2026 jadi juara kelas atau aku mau menabung untuk membeli sepeda! Ayo silahkan bercerita di depan (berikan kesempatan kepada anak-anak untuk bercerita di depan kelas)

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Saya senang sekali mendengar kalian bercerita tentang cita-cita dan harapannya tadi. Kalau punya keinginan, hidup jadi lebih semangat bukan? Itu yang membuat hati senang dan gembira. Beda ceritanya kalau tidak punya harapan, pasti sedih dan loyo, tidak ingin melakukan apa-apa. Kalau sudah begitu bangun pagi rasanya hampa, ke sekolah tidak ada tujuan, bermain juga tidak senang, tidur juga pasti tidak akan nyenyak. Nah, kalau kalian merasakan sedih, jangan lupa bercerita kepada orangtua, kakak atau teman ya. Bercerita itu akan membuat hati terasa lebih lega. Kita ini satu tubuh di dalam Kristus. Kalau ada satu orang yang kesusahan, yang lainnya pasti akan menemani. Sama seperti lagu baru yang akan kita pelajari sekarang, Kidung Siwi no 95, judulnya Satu Tubuh.

Inti Penyampaian Dan Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, kita bermain dulu ya. Sama seperti lagu yang baru saja kita nyanyikan, kita ini satu tubuh, maka saya akan membagi kalian menjadi kelompok-kelompok. Setiap kelompok akan mendapat banyak bola. Setiap kelompok akan berangkulan dan berjalan sambil menggiring bola-bola dari ujung kelas ke ujung kelas yang lain. Kelompok pemenang adalah kelompok yang berhasil menggiring bola-bola lebih cepat dari kelompok lainnya. Bagaimana, mudah kan peraturannya?

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Apa yang bisa diceritakan dari permainan tadi? Iya, kelompok yang anggotanya bekerjasama dengan baik akan bisa lebih cepat sampai diujung kelas. Tapi sebaliknya yang tidak bekerjasama dengan baik akan kesulitan. Anak yang baik akan senang jika temannya juga merasakan senang, sebaliknya jika temannya sedih pasti dia juga ikut sedih. Dalam permainan tadi, kita menggiring bola bersama-sama sampai di tujuan depan. Kita belajar bersama-sama berusaha, kalau sedih dirasakan bersama, kalau senang dirasakan bersama juga.

Firman Tuhan hari ini bercerita tentang perumpamaan yang diceritakan Tuhan Yesus tentang domba yang dianggap umat Tuhan yang baik dan kambing yang dianggap umat Tuhan yang berdosa. Namanya saja perumpamaan, bukan berarti domba itu hewan yang lebih baik dari kambing ya.

Domba atau umat Tuhan yang baik akan duduk disebelah kanan Tuhan atau hidup yang kekal di Sorga. Lalu bagaimana caranya supaya menjadi umat Tuhan yang baik itu? Firman Tuhan mengatakan bahwa tindakan kasih atau kebaikan hati-lah yang menentukannya. Kalau kamu penuh kasih dan suka menolong orang, maka kamu adalah umat Tuhan yang baik, itu sama juga dengan melayani Tuhan. Nah, mulai sekarang ayo berusaha mengasihi dan menolong sesamamu yaitu orang di sekitarmu yang kamu jumpai setiap hari.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:
Anak memiliki motivasi untuk menunjukkan kasih melalui tindakan nyata

Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan film pendek kartun ini.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Senang sekali bertemu dengan kalian minggu ini, bagaimana rasanya ada di Tahun Baru? Senang atau sedih? Ayo saya ingin mendengar kalian bercerita pengalaman kalian di tahun kemarin. Pelajaran apa yang kalian terima dari pengalaman itu, silahkan bercerita di depan kelas (berikan kesempatan kepada anak untuk bercerita di depan kelas).

Inti Penyampaian
Anak, anak yang dikasihi Tuhan. hari ini kita akan menonton film pendek kartun bersama, yuk disimak (setelah selesaia mennoton, ajak anak-anak untuk mendiskusikan film tersebut). Apakah ada yang mau menanggapi, ini film tentang apa sebenarnya? (berikan kesempatan kepada anak untuk merespon).

Ada seorang laki-laki yang tidak mau membukakan pintu lift untuk seorang perempuan, tidak mau membantu mengambilkan balon yang terlepas, tidak mau menahan troli belanja orang lain yang meluncur lepas, tidak peduli dengan bantuan kemanusiaan, namun tiba-tiba ada seorang nenek yang menggandeng tangannya. Sebenarnya nenek ini ingin menyeberang, ia berjalan sangat pelan dan hampir tertabrak karena lampu merah sudah menyala. Kalau saja tangannya tidak memberi tanda STOP ke mobil yang akan menabrak, pasti mereka akan tertabrak. Dia merenungkan hal itu, tidak menyangka bahwa gerakan kecil tangannya ternyata bisa sangat berguna.

Sejak saat itu dia melakukan banyak hal dengan tangannya: menahan pintu lift agar orang lain bisa masuk, mengambil balon yang terlepas, menjadi relawan kemanusiaan, membersihkan sampah di pantai, bermain dengan anak kecil, menghibur lansia yang ternyata membuatnya merasakan bahagia. Di akhir cerita ketika ada pria lain yang bersikap seperti dirinya dulu, lebih suka menyimpan tangannya di dalam saku, dia berpura-pura menjadi laki-laki buta yang ingin menyeberang. Karena dia menyadari satu perbuatan remeh yang dilakukan tangannya ternyata bisa sangat baik dan berguna.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan, Hari ini Yesus mengajari kita untuk lebih peduli dengan keadaan orang lain. Banyak orang yang kesusahan dan menderita di luar sana. Tuhan ingin kita tergerak hatinya atas kelaparan, kesepian, korban perang, atau keadaan  sakit yang dialami orang lain.

Di hari penghakiman, orang-orang baik yang disimbolkan sebagai domba akan menerima kerajaan sorga yang kekal, sedangkan yang orang-orang yang tidak baik hatinya akan menerima api kekal. Manakah yang akan kalian pilih? Tuhan sangat jelas menggambarkannya, orang yang memiliki tindakan kasih kepada orang lain sama artinya dengan bertindak kasih kepada Yesus sendiri. Menolong orang lain berarti mengasihi Yesus, melayani orang lain sama juga dengan melayani Yesus. Ayo jangan tunggu apa-apa lagi, mari menolong orang lain dengan ketulusan hati.

Aktivitas
Pamong meminta kesediaan satu atau beberapa lansia untuk hadir dalam ibadah anak, dukung Anak-Anak Madya untuk memberikan tindakan kasih yang sederhana kepada lansia yang hadir pada saat itu. Bisa berupa peluk hangat, memijat, atau mendengarkan kisah para lansia.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak