Setia Menanti dan Melakukan yang Baik Tuntunan Ibadah Anak 30 November 2025

17 November 2025

Tahun Liturgi: Advent 1
Tema:Setia Menanti dan Melakukan yang Baik
Judul: Setia Menanti dan Melakukan yang Baik

Bacaan: Matius 24:36-44
Ayat Hafalan: “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia,  karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (Matius 24:44)

Lagu Tema: Tuhan Ajariku, Kidung Siwi no 38

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Discovery channel pernah membuat tayangan tentang berakhirnya zaman es yang terjadi lebih dari 10.000 tahun yang lalu. Massa es di belahan bumi utara menjadi sangat berat dan permukaan bumi berputar. Ketika berada pada posisi yang dekat dengan matahari itulah semua es meleleh dan mengakibatkan air bah dimana-mana.

Mungkin begitulah gambaran air bah yang terjadi saat jaman Nuh. Saat itu Nuh tidak pernah menyangka akan terjadi musibah hebat yang menenggelamkan seisi bumi. Apa yang dilakukan Nuh sehari-harinya? Ia hamba yang saleh dan selalu berusaha melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Ketika Tuhan memerintahkannya untuk membuat bahtera tanpa tahu tujuannya, ia juga taat dan melakukannya. Maka saat air bah menutupi bumi, hanya ia sekeluarga dan hewan-hewan yang bisa selamat.

Minggu ini adalah advent 1. Masa adven adalah empat minggu sebelum kelahiran Yesus. Masa dimana kita menantikan kedatangan Yesus dengan pengharapan dan penuh sukacita disertai pertobatan. Sama seperti Nuh yang tetap menjalani hidup benar, maka demikian juga dengan hidup kita. Hendaknya kita selalu taat kepada FirmanNya walaupun disibukkan dengan urusan duniawi. Semua ketaatan ini akan membuat kita siap dan sedia menyambut kedatangan Yesus, kapan saja.

Refleksi Untuk Pamong
Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan, tapi tidak kalau kita punya kegiatan lain sembari menunggu. Menunggu kedatangan Tuhan yang kedua kali pun demikian, hendaknya kita bisa menggunakan waktu sebaiknya untuk menyiapkan anak-anak jemaat agar selaras dengan firman Tuhan.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:
Anak dapat menunjukkan sikap taat dan sabar dalam menanti sesuatu, misalnya saat menunggu giliran bermain.

Alat Peraga
Pamong menyediakan stopwatch dalam aplikasi handphone yang dimiliki  dan beberapa mainan (bisa mainan jadi yang bisa langsung dipakai atau mainan yang dibuat sendiri oleh pamong)

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Kakak membawa mainan, silahkan anak-anak bermain, tapi harus antri atau gantian karena mainannya tidak sama banyaknya dengan jumlah anak. Anak-anak mau antri bukan? Iya, trimakasih anak pintar. Oh ya, selain antri kakak juga memberi batas waktu, setiap anak bermain selama 1 menit. Yuk kita mulai!

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
(Pamong menunjukkan mainan)

Bagaimana rasanya bermain? Anak-anak merasa senang bukan? Iya, bermain memang menyenangkan. Tidak ada anak yang tidak suka bermain. Kadang kalau sedang sakit pun, kita rindu bermain dengan mainan kita, sayangnya kita harus tetap beristirahat di tempat tidur.

(Pamong menunjukkan stopwatch)
Nah, kalau yang ini namanya stopwatch. Alat ini digunakan untuk mengukur waktu. Kalau kakak tadi mengatakan setiap anak boleh bermain 1 menit, berarti setelah 1 menit sudah harus berganti dengan anak lain.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, jaman dulu ada seseorang bernama Nuh, ia selalu taat kepada perintah Tuhan. Waktu Tuhan memerintahkan untuk membuat perahu besar, ia menurut dan membuat perahu besar. Waktu Tuhan memerintahkan masuk kedalam perahu bersama keluarga dan banyak hewan lainnya, ia juga menurut. Lalu banjir besar benar-benar datang, banyak orang yang tenggelam, tapi Nuh beserta seluruh isi perahu bisa selamat.

Tidak ada yang tahu kalau banjir besar akan datang, tapi karena Nuh selalu dekat dengan Tuhan, Tuhan menyelamatkan Nuh yang disayanginya dengan perintah menyiapkan perahu dari waktu sebelum banjir itu datang. Begitupun sebaiknya kita, kita harus taat dengan perintah Tuhan, tetap menjadi anak-anak yang berbuat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, kalau tadi sudah bermain dengan mainan yang kalian sukai tapi ada batas waktu dan anak-anak harus mengantri untuk bermain, begitulah memang yang seharusnya. Anak-anak yang mau antri berarti anak-anak yang sabar dan setia. Anak-anak yang sabar dan setia  adalah anak-anak yang disayangi Tuhan. Anak-anak mau disayang Tuhan bukan? Ayo angkat tangannya, siapa yang mau disayang Tuhan? Kita mau belajar sabar dan setia dengan membuat lilin adven dari kertas.

Aktivitas
Membuat lilin adven dari kertas. Karena adven 1 identik dengan menyalakan lilin berwarna ungu yang pertama, maka pamong menyediakan kertas berwarna ungu. Bahan dan alat yang disediakan adalah:

  1. Kertas berwarna ungu sebagai batang lilin
  2. Kertas berwarna putih sebagai lelehan batang lilin
  3. Kertas berwarna kuning sebagai nyala api
  4. Lem kertas
  5. gunting

Untuk tutorial membuatnya, silahkan melihat video ini.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:
Anak dapat menunjukkan sikap taat dan sabar dalam menanti sesuatu, misalnya saat menunggu giliran bermain.

Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan alat peraga pada jenjang balita.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,  ini kakak punya kejutan. Kakak membawa mainan, anak-anak silahkan bermain. Syaratnya cuma satu yaitu harus bergantian atau bergiliran setiap 1 menit. Bisa? Supaya bisa mendapat waktu yang tepat. Kakak memakai stopwatch. Yuk, silahkan bermain.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
(Pamong menunjukkan mainan).

Lho lho kenapa ibadah anaknya diganti bermain mainan ini? Ini ada maksudnya ya. Siapa saja pasti suka bermain, kakak yang dewasa saja suka bermain, semua suka bermain. Nah bagaiman rasanya sedang asyik bermain tapi dihentikan alat ini  (Pamong menunjukkan stopwatch). Ini namanya stopwatch, alat untuk mengukur waktu. Seperti yang kakak katakan tadi, kalau sudah satu menit, anak-anak harus stop bermain digantikan teman yang lainnya. Bagaimana rasanya? Jengkel? Marah? Ada yang suka marah kalau dianjurkan antri atau bergantian dengan yang lain? Wah sebaiknya jangan ya.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Mengantri bermain seperti tadi mengingatkan kita kepada penantian kedatangan Tuhan yang kedua kali. Minggu ini kita sebut sebagai masa adven yang pertama. Apa maksudnya? Ada empat minggu sebelum natal atau kelahiran Yesus, masa sebelum kelahiran Yesus inilah yang kita sebut sebagai adven. Nah di masa ini kita harus menyiapkan diri. Kita sambut kelahiran Yesus dengan sukacita dan banyak berbuat baik. Seperti tadi contohnya, kalau memang harus sabar mengantri gilirannya bermain, berarti harus sabar menunggu. Tidak sebaiknya merebut giliran anak lain atau bahkan melarang anak lain bermain, alias mainannya dikuasai dirinya sendiri.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Sama seperti yang sudah dikatakan dalam firman tadi, Nuh tetap taat pada perintah Tuhan. Tuhan memerintahkan Nuh membuat perahu, ia mau melakukannya. Ketika banjir datang, ia sudah tidak kuatir lagi. Ia bisa membawa masuk keluarga dan banyak hewan untuk masuk kedalam perahu, sehingga Ia bisa selamat. Coba kakak bertanya. Mengapa Nuh bisa selamat? Iya benar, karena Nuh taat pada perintah Tuhan. Nuh sabar dan setia kepada perintah Tuhan. Anak-anak mau belajar menjadi anak yang setia dan sabar? Kalau iya, kakak akan mengajak anak-anak mengurai benang yang kusut ini. Anak yang sabar dan setia pasti mau mencobanya.

Aktivitas
Pamong menyediakan benang yang kusut atau tidak terurai. Persilahkan anak-anak untuk mengurai benang tersebut menjadi bentuk semula yang rapi. Sediakan reward bagi anak yang mau mencoba atau berhasil melakukannya.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:
Anak dapat menunjukkan sikap taat dan sabar dalam menanti sesuatu, misalnya saat menunggu giliran bermain.

Alat Peraga
Pamong menyiapkan tanah lapang atau ruangan yang cukup luas untuk melakukan permainan gobak sodor. Pamong membuat garis tepi membentuk kotak di sepanjang area permainan, dan membagi kotak tersebut menjadi beberapa bagian, menyesuaikan jumlah pemain dalam satu kelompok. Setiap garis akan dijaga oleh satu orang pemain.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan, kakak mau mengajak anak-anak bermain gobak sodor. Tahu bagaimana cara bermainnya? Coba simak peraturannya dulu ya.

  1. Permainan gobak sodor dimainkan secara kelompok yang terdiri dari 2 tim, yaitu tim penjaga dan tim penyerang.
  2. Anggota tim yang mendapatkan giliran sebagai penjaga garis terbagi menjadi 2, yaitu menjaga di garis horizontal dan garis batas vertikal.
  3. Bagi pemain penjaga garis horizontal, mereka harus berusaha menghalangi pemain penyerang supaya tidak melewati garis batas yang dijaganya.
  4. Bagi pemain penjaga garis vertikal, mereka mempunyai akses keseluruhan garis batas vertikal yang letaknya berada di bagian tengah lapangan.
  5. Untuk tim penyerang harus berusaha melewati garis ke garis hingga garis yang paling belakang. Setelah itu, pemain penyerang harus kembali lagi untuk melewati garis penjagaan hingga kembali melewati garis yang paling awal.
  6. Untuk dapat melewati penjagaan, rekan tim penyerang bisa membantu mengecoh penjaga supaya rekannya tersebut bisa melewati garis.
  7. Untuk dapat meraih kemenangan, semua anggota tim penyerang secara lengkap harus bisa lolos melewati penjagaan garis hingga garis terakhir. Setelah itu, mereka harus lolos kembali lagi hingga ke garis yang paling awal.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan. Seru ya bermain gobak sodor. Permainan ini adalah permainan anak jaman dulu, jauh sebelum ada handphone atau play station. Anak-anak jaman dulu suka berkumpul di tanah lapang yang luas sehingga bisa beraktivitas dengan bebas. Menurut kalian, apa yang bisa dipelajari dalam permainan ini? Iya benar, permainan ini mengajarkan kesabaran dan kesetiakawanan. Kalau kita sabar dan jeli melihat peluang atau garis mana yang kosong tidak terjaga, kita bisa meloloskan diri. Dikatakan setia kawan karena untuk memenangkan pertandingan, semua anggota harus bisa meloloskan diri dari penjagaan di garis akhir. Jadi setiap orang harus memikirkan bagaimana nasib teman lainnya.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, minggu ini dikenal dengan nama adven pertama. Apa maksudnya? Adven adalah empat minggu sebelum kelahiran Yesus atau natal tiba. Masa adven sebaiknya digunakan setiap orang untuk mempersiapkan diri, menyiapkan hati agar selalu bersukacita dan melakukan kebaikan. Paling utama adalah sabar dan setia. Mewujudkan sabar dan setia dalam menanti kedatangan Tuhan bisa dilakukan dengan cara sederhana seperti sabar menunggu giliran bermain, atau sabar menunggu giliran/ antri sesuatu. Bisakah kalian melakukannya? Kakak yakin anak-anak Tuhan pasti bisa.

Aktivitas
Sudah dilakukan di awal ibadah.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak