Tahun Liturgi: Kristus Raja
Tema: Yesus Kristus, raja yang maha kasih dan maha pengampun
Judul: Kasih dan Pengampunan Tuhan
Bacaan: Lukas 23:33-43
Ayat Hafalan: Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (Lukas 23:43)
Lagu Tema: Kidung Siwi no 28 Tuhan Yesus Baik
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Indonesia masih menerapkan hukuman mati dalam sistem peradilannya. Masih ada 30 jenis kejahatan yang dapat diancam hukuman mati sebagai konsekwensi dari sebuah perbuatan. Beberapa diantaranya adalah perbuatan membunuh, perbuatan mengajak negara asing untuk menyerang Indonesia, perbuatan menolong musuh pada saat Indonesia sedang berperang, pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan luka berat atau mati, penggunaan narkotika, dan juga perbuatan korupsi. Beberapa negara juga memiliki aturan yang sama dengan Indonesia, artinya dalam banyak hal dunia mengakui bahwa perbuatan-perbuatan tersebut layak mendapat hukuman mati. Dari sekian banyak perbuatan buruk tersebut tidak satupun perbuatan yang dilakukan oleh Yesus sehingga layak mendapatkan hukuman mati. Yesus kala itu disalibkan atas tuduhan menghujat Allah.
Pilatus sebagai gubernur Yudea sangat loyal dengan pemerintah Romawi namun kerapkali bertentangan dengan kaum Yahudi. Mereka sering memprotes kebijakan yang dibuat oleh Pilatus sebagai pemimpin daerah. Pilatus sering menggunakan jalan kekerasan dalam menghadapi mereka. Jadi ketika permasalahan tentang Yesus dimunculkan oleh mereka terhadap Pilatus, ini bukan pertentangan yang pertama kalinya. Pilatus tidak mampu membebaskan Yesus walaupun tidak mendapati kesalahan apapun padaNya. Hukuman mati terhadap Yesus ini datang dari tekanan massa yang cukup besar dan semata untuk kepentingan menjaga kestabilan keamanan Yudea.
Ketika pada ayat ke 34, Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. “ Yesus secara implisit mengatakan bahwa diriNya benar. Ayat ini dikenal sebagai perkataan pertama Yesus saat di kayu salib, berisi sebuah doa atau permintaan untuk mengampuni orang-orang yang menyalibkanNya. Pengampunan Yesus Kristus terhadap yang menganiaya-Nya itu menunjukkan kasih yang besar. Kasih yang sejati nampak dalam pengampunan kepada mereka yang membuatnya menderita. Artinya, Tuhan Yesus membuktikan sendiri apa yang Ia ajarkan kepada kita yaitu Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Refleksi Untuk Pamong
Mengajarkan kasih dan pengampunan Yesus bukan hanya soal menuturkan tapi juga soal mengalaminya dalam perbuatan nyata. Pamong selalu mengajarkan kepada anak-anak untuk bisa mengampuni, karena kenyataannya memang mengampuni itu bukan hal yang mudah. Kita sering terjebak dengan betapa besarnya kesalahan yang diperbuat orang lain terhadap kita, sehingga sulit melupakan apalagi memaafkan.
Meneladani Yesus menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diupayakan. Semangat melayani bagi para pamong, selamat mengasihi dengan sepenuhnya.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat mengenali Yesus sebagai Raja yang baik dan penuh kasih.
Alat Peraga
Pamong menyediakan gambar yang dapat diunduh di sini.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Kakak akan bercerita tentang seorang raja yang kejam. Apakah artinya kejam? Kejam berarti menyebabkan orang lain menderita. Namanya Raja Tega. Ia suka memungut pajak atau menarik bayaran sangat mahal dari rakyatnya. Ia juga suka menghukum berat rakyatnya walaupun tidak bersalah. Wah pokoknya, rakyat di negara itu sangat menderita. Tidak ada yang senang apalagi hidup bahagia.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Nasib orang-orang yang tinggal di negara milik raja tega berbeda dengan kita. Raja kita bernama Yesus Kristus. Yesus tidak berasal dari dunia ini, melainkan surga. Yesus adalah raja yang diadili dan dihukum mati walaupun tidak bersalah. Bagaimana bisa orang tidak bersalah tapi dihukum mati?
(Pamong menunjukkan gambar 1)
Coba lihat gambar ini. Ini adalah gambar Yesus yang sedang di adili oleh Pilatus di hadapan orang banyak. Sebenarnya Pilatus, gubernur Yudea saat itu tahu kalau Yesus ini tidak bersalah, tapi orang banyak memaksa Pilatus untuk menghukumnya. Tidak tanggung-tanggung, orang banyak itu mendesak gubernur agar Yesus dihukum mati.
(Pamong menunjukkan gambar 2)
Akhirnya Yesus memang di hukum mati dengan cara di salib. Saat di salib itu Yesus berkata: ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.
Inti Penyampaian Dan Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, Yesus sangat sedih waktu mendapat hukuman padahal tidak bersalah. Makanya Yesus mendoakan mereka: ampunilah mereka. Yesus sangat menyayangi orang banyak yang sudah menuduhnya bersalah dan Yesus mau mangampuni mereka. Coba mana ada raja di dunia ini yang mudah mengampuni seperti Yesus? Seorang raja yang berkuasa biasanya tidak suka mengatur. Raja lah yang biasanya mengatur bukannya di atur-atur. Pilatus menghukum mati Yesus karena didesak orang banyak. Orang banyak itu memang tidak suka kepada Yesus.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Tentu kalian pernah punya teman yang tidak suka kepada kalian. Biasanya dia atau mereka memperlakukan kalian dengan tidak baik. Ada yang mengejek, menghina bahkan mungkin memukul. Mungkin juga kalian sudah berusaha menjadi anak yang baik dan ramah, tapi mereka tetap tidak menyukai kalian. Sama seperti yang Yesus lakukan, kitapun sebaiknya memaafkan perbuatan mereka. Doakan mereka yang tidak menyukai kita dengan doa seperti ini: ampunilah mereka Tuhan, karena tidak tahu apa yang mereka perbuat.
Aktivitas
Warnailah gambar yang dapat diunduh di sini.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan: Anak dapat mengenali Yesus sebagai Raja yang baik dan penuh kasih.
Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan Alat Peraga yang terdapat di Jenjang Balita, dapat diunduh di sini.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Hari ini Andra sedih karena dituduh mencontek. Akibatnya Andra dihukum berdiri didepan kelas sampai waktu istirahat tiba. Anak yang mengadukan Andra kepada bu guru adalah teman satu kelas yang tidak menyukainya. Setiap hari ada saja yang dilakukan anak itu agar Andra sedih dan menderita.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
(Pamong menunjukkan gambar 1)
Ada yang punya cerita seperti Andra rupanya, yaitu Yesus dalam gambar ini. Yesus dituduh bersalah oleh orang banyak, mereka melaporkan kepada Pilatus. Mereka juga ingin Yesus dihukum mati. Pilatus tidak bisa membela Yesus dan menuruti permintaan orang banyak itu lalu menghukum Yesus dengan cara disalibkan, seperti pada gambar ini (Pamong menunjukkan gambar 2).
Inti Penyampaian Dan Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Yesus bersedih karena tuduhan orang banyak. Daripada membalas perbuatan orang banyak itu, Yesus memilih untuk mengampuni mereka. Dengan mengampuni, Yesus menunjukkan kebaikan hati dan kasih kepada orang lain. Pernahkah anak-anak mengampuni orang lain? Pernahkah anak-anak marah kepada orang lain tapi tetap mau berteman dan tersenyum kepadanya?
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Apakah arti mengampuni? Mengampuni artinya memaafkan orang yang telah menyakiti kita. Rasanya memang lebih mudah membalas, kalau dia berbuat buruk dibalas juga dengan keburukan. Tapi mengampuni itu sungguh sulit. Kita harus melepaskan kemarahan atau rasa sakit yang diakibatkan oleh orang lain yang menyakiti kita.
Penerapan
Kebaikan dan kasih yang ditunjukkan Yesus dalam cerita hari ini adalah dengan menerima hukuman salib walaupun sebenarnya tidak bersalah. Yesus disiksa dan dipaku di atas kayu salib tentu rasanya sakit. Yesus pun melepaskan rasa sakit di badan maupun di hatinya dengan cara mengampuni.
Nah, sebagai anak-anak Tuhan, bisakah kita memiliki kebaikan dan kasih seperti yang Yesus tunjukkan? Ayo kita tunjukkan kebaikan dan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja contohnya? Lakukan perbuatan-perbuatan sederhana seperti rajin membantu bersih-bersih di rumah, memaafkan teman yang tidak sengaja menginjak kakimu atau memaafkan teman yang tidak sengaja menyenggolmu ketika sedang berjalan berpapasan dan juga berbagi makanan.
Aktivitas
Pamong mencetak lembar yang dapat diunduh di sini.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan: Anak dapat mengenali Yesus sebagai Raja yang baik dan penuh kasih.
Alat Peraga
Pamong dapat menyiapkan Alat Peraga yang terdapat di Jenjang Balita, dapat diunduh di sini.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Kakak akan bercerita tentang Nathan. Nathan bersekolah di SD Kristen Maranatha kelas 4. Suatu hari Edo melaporkannya kepada guru BK, bahwa Nathan mencuri uang ibu kantin. Uang ibu kantin memang hilang 200 ribu, dan kebetulan Nathan baru saja membeli sepatu seharga 200 ribu. Walaupun Nathan mengatakan kalau ia membeli sepatu dari uang tabungannya, namun orang lain tidak percaya. Akhirnya ia disuruh mengganti uang itu, yang terburuknya lagi ia dikenal sebagai seorang pencuri, tidak ada lagi yang mau berteman dengannya.
Beberapa waktu kemudian, Alya menghadap guru BK karena melihat kejadian dari foto selfienya. Rupanya dalam foto selfie tersebut tidak hanya tampak Alya pose bergaya di kantin, tapi juga tampak Edo yang sedang mengambil uang di laci uang ibu kantin. Akhirnya Edo mengaku bersalah dan meminta maaf kepada Nathan, tapi masalahnya berita tentang Nathan yang sudah mencuri sudah tersebar luas. Walaupun sudah dijelaskan, namun sepertinya Nathan yang suka mencuri masih tetap melekat di pikiran teman-temannya. Keadaan tidak bisa dikembalikan seperti semula.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, berbahaya sekali yang dilakukan Edo ya. Edo mencuri uang dan menimpakan kesalahannya kepada orang lain. Anak-anak ingat tidak tentang Yesus yang di adili di hadapan Pilatus? Yesus dituduh menghujat Allah, orang banyak meminta Yesus dihukum. Lihat gambar ini (Pamong menunjukkan gambar alat peraga 1). Pilatus sebenarnya tidak melihat kesalahan dalam perbuatan-perbuatan Yesus, tapi karena orang banyak mendesaknya, Pilatus menghukum mati Yesus dengan cara di salib (Pamong menunjukkan gambar alat peraga 2). Adapun Yesus setelah kejadian tersebut, saat ia merasakan sakit yang luar biasa karena penyiksaan, malah memohon dalam doa: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Sungguh kebaikan hati dan kasih Tuhan Yesus patut menjadi teladan kita. Dimana lagi ada yang seperti Yesus? Seorang raja yang mendapatkan penderitaan karena perbuatan orang lain namun masih bisa mengampuni. Teladan baik dari Yesus ini bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari kita ya. Tidak harus punya musuh seperti Yesus atau Nathan dalam cerita di awal untuk menunjukkan kebaikan hati dan kasih. Cobalah melakukan kebaikan dan kasih yang sederhana seperti misalnya: tanpa disuruh merapikan selimut dan tempat tidur juga kamarmu, tanpa diminta menguras dan mencuci bak mandi, menyapu dan mengepel, atau kalau itu sudah kalian lakukan, berbuat kebaikan dan kasihlah kepada tetangga sekitar rumahmu.
Aktivitas
Playing POV.
Permainan ini pernah dipraktekkan di gereja dimana penulis berjemaat. Anak madya-remaja cukup antusias mengikuti karena inti permainan ini adalah mengedepankan kemandirian berpendapat dan menjelaskan isi pikirannya.
Yang perlu dipersiapkan pamong adalah sejumlah pertanyaan sesuai tema (namun tetap menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di jemaat) dan reward sebagai penyemangat. Karena di jemaat kami saat itu sedang berlangsung tradisi masa suci paskah maka saya menyediakan telur puyuh rebus sebagai rewardnya. Jawaban anak-anak bisa bermacam-macam namun yang dicari bukan benar atau salah melainkan yang paling mendekati ideal. Yang paling ideal diberi hadiah 2 telur puyuh rebus sedangkan yang kurang ideal mendapatkan 1 saja. Jika sama-sama menerima telur harapannya anak akan merasa usahanya dihargai dengan adil.
Contoh pertanyaan:
- Setujukah kamu dengan orang banyak yang mendesak Pilatus untuk menghukum mati Yesus? Jelaskan alasanmu.
- Setujukah kamu dengan Pilatus yang walaupun tidak menemukan kesalahan Yesus namun tetap menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus? Jelaskan alasanmu.
- Setujukah kamu dengan Yesus yang mengampuni orang-orang yang menginginkan Yesus dihukum mati? Jelaskan alasanmu.
- Setujukah kamu dengan Melani, si ketua kelas yang tidak bisa memaafkan teman-temannya karena ia menyapu dan mengepel kelasnya seorang diri? Jelaskan alasanmu.
- Setujukah kamu dengan Joni yang tidak bisa memaafkan Andre karena sebulan yang lalu menuduhnya mencontek? Jelaskan alasanmu.
BAHASA JAWA
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Bebuka
Sugeng enjing Bocah-bocah ingkang kinasih dening Gusti Yesus,
Pamong badhe criyos bab setunggaling tiyang raja ingkang kejam. Punapa artosipun kejam? kejam gadhah artos ndamel tiyang sanes menderita. Naminipun raja tega. piyambakipun remen mendhet paos utawi menarik bayaran awis sanget saking rakyatipun. Piyambakipun ugi remen menghukum awrat rakyatipun sanadyan mboten gadhah lepat. Wah pokokipun , rakyat ing nagari puniku menderita sanget. Mboten wonten ingkang remen punapa malih gesang bingah .
Bocah-bocah ingkang kinasih dening Gusti Yesus,
Nasib tiyang-tiyang ingkang manggen ing nagari gadhahipun raja tega benten kaliyan kita. Raja kita naminipun Yesus kristus. Yesus mboten asalipun saking donya puniki, ananging suwarga. Yesus inggih punika raja ingkang diadili lan dipun-ukum pejah sanadyan mboten gadhah lepat. Kados pundi saged tiyang mboten gadhah lepat nanging dipun-ukum pejah?
(pamong nedahi gambar 1). Cobi tingal gambar puniki. Punika gambar yesus ingkang saweg ing adili dening pilatus ing ajengan tiyang kathah. Saleresipun Pilatus, gubernur Yudea wekdal puniku ngertos menawi Yesus puniki mboten gadhah lepat, nanging tiyang kathah meksa Pilatus kangge ngukum Yesus. Mboten tanggung-tanggung, tiyang kathah puniku ndhesek gubernur supados yesus dipun-ukum pejah.
(pamong nedahi gambar 2). Pungkasanipun Yesus estu ing hukum pejah kaliyan cara ing sinalib. Wekdal ing salib punika Yesus wicanten: ampunilah piyambakipun sedaya amargi piyambakipun sedaya mboten ngertos punapa ingkang piyambakipun sedaya lampahaken.
Inti Lan Penerapan
Bocah-bocah ingkang kinasih dening Gusti Yesus, Yesus sedhih sanget wekdal angsal hukuman akalen mboten gadhah lepat. Mila Yesus ndongakaken piyambakipun sedaya: ampunilah piyambakipun sedaya. Yesus menyayangi sanget tiyang kathah ingkang sampun menuduhipun gadhah lepat lan Yesus badhe mangampuni piyambakipun sedaya. Cobi pundi wonten raja ing donya puniki ingkang gampil mengampuni kados Yesus? setunggaling tiyang raja ingkang gadhah kuwaos limrahipun mboten remen ngatur. Raja ingkang limrahipun ngatur sanesipun ing atur-atur. Pilatus ngukum pejah Yesus amargi dipun dhesek tiyang kathah. Tiyang kathah puniku estu mboten remen dhateng Yesus.
Bocah-bocah ingkang kinasih dening Gusti Yesus, tamtu sampeyan-sampeyan nate gadhah kanca ingkang mboten remen dhateng sampeyan-sampeyan. limrahipun piyambakipun utawi piyambakipun sedaya memperlakukan sampeyan-sampeyan mboten sae. onten ingkang moyoki , moyoki malah mungkin nggebag. mungkin ugi sampeyan-sampeyan sampun usaha dados lare ingkang sae lan ramah, nanging piyambakipun sedaya tetep mboten ngremeni sampeyan-sampeyan. sami kados ingkang yesus lampahaken, kitapun sasaenipun ngapuntenaken lampahan piyambakipun sedaya. dongakaken piyambakipun sedaya ingkang mboten ngremeni kita kaliyan donga kados puniki: ampunilah piyambakipun sedaya tuhan, amargi mboten ngertos punapa ingkang piyambakipun sedaya lampahaken.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Bebuka
Bocah-bocah ingkang kinasih dening Gusti Yesus, dinten puniki andra sedhih amargi dipuntedah mencontek. murugaken andra dipun-ukum ngadeg didepan kelas dumugi wekdal ngaso dugi. lare ingkang mengadukan andra dhateng bu guru inggih punika kanca sa kelas ingkang mboten menyukainipun. saben dinten wonten mawon ingkang dipunlampahaken lare puniku supados andra sedhih lan menderita.
Bocah-bocah ingkang kinasih dening Gusti Yesus (pamong nedahi gambar 1).
wonten ingkang gadhah criyos kados andra rupinipun , inggih punika Yesus lebeting gambar puniki. Yesus dipuntedah gadhah lepat dening tiyang kathah, piyambakipun sedaya nglaporaken dhateng Pilatus. piyambakipun sedaya ugi badhe Yesus dipun-ukum pejah. Pilatus mboten saged mbela Yesus lan midhereki panedha tiyang kathah puniku lajeng menghukum Yesus kaliyan cara disalibkan, kados ing gambar puniki (pamong nedahi gambar 2).
Inti Lan Penerapan
Bocah-bocah ingkang kinasih dening Gusti Yesus, Yesus bersedih amargi tuduhan tiyang kathah. daripada mangsuli lampahan tiyang kathah puniku, yesus milih kangge mengampuni piyambakipun sedaya. kaliyan mengampuni, Yesus nedahi kesaenan manah lan asih dhateng tiyang sanes. Nate mboten lare-lare mengampuni tiyang sanes? nate mboten lare-lare srengen dhateng tiyang sanes nanging tetep badhe kancan lan nggujeng kalih piyambakipun?
Bocah-bocah ingkang kinasih dening Gusti Yesus, punapa artos mengampuni? mengampuni artosipun ngapuntenaken tiyang ingkang sampun nyakiti kita. Raosipun estu langkung gampil mangsuli, menawi piyambakipun lampah awon dipunwangsuli ugi kaliyan keburukan. Nanging mengampuni puniku estu sisah. kita kedah nguculi kemarahan utawi raos sakit ingkang dipunamargikaken dening tiyang sanes ingkang nyakiti kita. kesaenan lan asih ingkang dipuntedahaken Yesus lebeting criyos dinten puniki inggih punika kaliyan nampi hukuman salib sanadyan saleresipun mboten gadhah lepat. yesus disiksa lan dipanipun kula ing inggiling kajeng salib tamtu raosipun sakit. yesus nggih nguculi raos sakit ing badan utawi ing manahipun kaliyan cara mengampuni.
Nah, dados bocah-bocah kang kinasih dening Gusti, punapa saged kita nggadhahi kesaenan lan asih kados ingkang Yesus tedahaken? sumangga kita tedahaken kesaenan lan asih lebet gesang sadinten-dinten. punapa mawon tuladhanipun? lampahaken perbuatan-perbuatan prasaja kados giyat ngrencangi resik-resik ing griya, ngapuntenaken kanca ingkang mboten sengaja ngidak suku sampeyan utawi ngapuntenaken kanca ingkang mboten sengaja menyenggolipun sampeyan kala saweg mlampah berpapasan saha berbagi tedha.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Bebuka
Bocah-bocah ingkang kinasih dening Gusti Yesus,
kakang badhe criyos bab Nathan. Nathan sekolah ing sd kristen maranatha kelas 4. Setunggaling dinten Edo melapor dhateng guru BK, menawi Nathan mundhut arta ibu kantin. Arta ibu kantin estu ical 200 ewu, lan keleresan Nathan nembe mawon tumbas sepatu reginipun 200 ewu. Sanadyan Nathan sanjang menawi piyambakipun tumbas sepatu saking arta tabunganipun, nanging tiyang sanes mboten pitados. pungkasanipun piyambakipun dipun kengken nggantos arta puniku. Ingkang terburukipun malih piyambakipun dipun tepang dados setunggaling tiyang pandung, mboten wonten malih ingkang badhe kancan kalih piyambakipun.
Wekdal lajeng , Alya majeng guru BK amargi tingal kedadosan saking foto selfienipun. rupinipun lebet foto selfie kasebat mboten naming ketingal Alya pose bergaya ing kantin, nanging ugi ketingal Edo ingkang saweg mendhet arta ing laci arta ibu kantin. Pungkasanipun Edo ngaken gadhah lepat lan nedha nuwun sewu dhateng Nathan, nanging masalahipun wartos bab Nathan ingkang sampun nyolong sampun kesebar wiyar. Sanadyan sampun dipunjlentrehaken, nanging kadosipun Nathan ingkang remen nyolong taksih tetep melekat ing pamanah kanca-kancanipun. Kawontenan mboten saged dipunwangsulaken kados saderengipun.
Inti Lan Penerapan
Bocah-bocah ingkang kinasih dening Gusti Yesus,
Mbebayani sanget ingkang dipun lampahaken Edo nggih. Edo nyolong arta lan menimpakan kesalahanipun dhateng tiyang sanes. lare-lare emut mboten bab Yesus ingkang ing adili ing ajengan Pilatus? Yesus dipun tedah nyepaosi Allah, tiyang kathah nedha Yesus dipun-ukum. Tingal gambar puniki (pamong nedahi gambar pirantos peraga 1). Pilatus saleresipun mboten tingal kelepatan lebeting perbuatan-perbuatan yesus, nanging amargi tiyang kathah ndhesekipun, Pilatus menghukum pejah Yesus kaliyan cara ing salib (pamong nedahi gambar pirantos peraga 2). Ewadene Yesus sasampunipun kedadosan kasebat, wekdal piyambakipun ngraosaken sakit ingkang luar biasa amargi penyiksaan, malah nedha lebet donga: “Nggih Bapa, ampunilah piyambakipun sedaya, amargi piyambakipun sedaya mboten ngertos punapa ingkang piyambakipun sedaya lampahaken. ”
Bocah-bocah ingkang kinasih dening Gusti Yesus,
Estu kesaenan manah lan asih Tuhan Yesus prayogi dados teladan kita. Ing pundi malih wonten ingkang kados Yesus? setunggaling tiyang raja ingkang angsal penderitaan amargi lampahan tiyang sanes nanging taksih saged mengampuni. Teladan nggih saking Yesus puniki saged dipun wujudaken lebet gesang sadinten kita nggih. Mboten kedah gadhah mengsah kados Yesus utawi Nathan lebeting criyos ing awal kangge nedahi kesaenan manah lan asih. CobI nglampahaken kesaenan lan asih ingkang prasaja kados upaminipun: tanpa dipun kengken ngrapikaken kemul lan papan tilem ugi kamaripun sampeyan, tanpa dipuntedha menguras lan nggirahi kolam, nyapu lan mengepel, utawi menawi puniku sampun sampeyan-sampeyan lampahaken, lampah kesaenan lan kasihlah dhateng tangga antawising griyanipun sampeyan.
Aktivitas
Playing POV. Dolanan puniki nate dipun praktekaken ing gereja ing pundi penulis berjemaat. Lare madya-remaja cekap antusias numuti amargi inti dolanan puniki inggih punika ngajengaken kemandirian gadhah pendapat lan njlentrehaken isi pamanahipun.
ingkang betah dipunsiyapaken pamong inggih punika sacacah pitakenan cocog tema (nanging tetep nyamikaken kaliyan kawontenan lan kondisi ing jemaat) lan reward dados penyemangat. Amargi ing jemaat kita wekdal puniku saweg kedados tradisi masa suci paskah mila kula nyedhiyakaken tigan puyuh rebus dados hadiahipun. Wangsulan lare-lare saged benten nanging ingkang dipun padosi sanes leres utawi lepat ananging ingkang paling nyaketi ideal. Ingkang paling ideal dipun sukani tigan puyuh rebus 2 dene ingkang kirang ideal angsal 1 mawon. Bilih sami-sami nampi tigan pangajeng-ajengipun lare badhe rumaos usahanipun dipun aosi kaliyan adil.
Tuladha pitakenan :
- Apa kowe setuju bab tiyang kathah ingkang ndhesek Pilatus kangge menghukum pejah Yesus? jlentrehaken alasanipun sampeyan.
- Apa kowe setuju bab Pilatus ingkang sanadyan mboten manggihaken kelepatan Yesus nanging tetep ndhawahaken hukuman pejah dhateng Yesus? jlentrehaken alasanipun sampeyan.
- Apa kowe setuju bab Yesus ingkang mengampuni tiyang-tiyang ingkang ngajeng-ajeng Yesus dipun-ukum pejah? jlentrehaken alasanipun sampeyan.
- Apa kowe setuju bab Melani, si ketua kelas ingkang mboten saged ngapuntenaken kanca-kancanipun amargi piyambakipun nyapu lan ngepel dewean wae? jlentrehaken alasanipun sampeyan.
- Apa kowe setuju Joni ingkang mboten saged ngapuntenaken Andre amargi sawulan ingkang rumiyin nuduh piyambake mencontek? jlentrehaken alasanipun sampeyan.