Tahun Gerejawi: Adven 2 (Hari Disabilitas Internasional)
Tema: Allah Berkarya Melalui Setiap Orang
Judul: Karya Allah di Balik Penderitaan
Bacaan: Yohanes 9:1-8
Ayat Hafalan: ”Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” (Yohanes 9:3)
Lagu Tema: Tumbuh bersama Tuhan
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Para murid memiliki pandangan tentang penderitaan dan sakit penyakit terjadi sebagai akibat perbuatan dosa. Pandangan ini membuat para murid bertanya kepada Yesus ketika mereka lewat dan melihat ada seorang yang buta sejak lahirnya di jalan itu, “Siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya sehingga ia dilahirkan buta?” (ayat 2).
Cara pandang kita terhadap sesuatu dapat mempengaruhi perasaan dan pikiran kita. Para murid tidak hanya merasa kasihan, namun juga memberi penilaian (menghakimi, memandang hina, atau merendahkan) terhadap orang yang buta tersebut. Apakah orang itu yang berdosa sehingga ia buta sejak lahir? Atau, apakah orang tuanya yang sudah berbuat dosa sehingga ia buta sejak lahir? Para murid terkesan kepo terhadap penderitaan yang dialami orang lain.
Untunglah Yesus segera mengoreksi pandangan yang kurang tepat dari para murid. “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia” (ayat 3). Lalu Yesus menunjukkan karya-Nya yang mampu memulihkan keadaan orang buta itu agar semakin banyak orang tahu bahwa Ia adalah terang dunia (ayat 4). Yesus meludah ke tanah, mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi. Yesus pun meminta orang buta itu untuk membasuh diri di kolam Siloam. Orang buta itu pun pergi melakukan apa yang telah diperintahkan-Nya. Lalu ia kembali dengan matanya sudah melek. Dan benar, banyak orang penasaran, ingin tahu siapa yang telah memulihkan keadaan orang buta yang sejak lahir itu.
Hari Disabilitas Internasional (diperingati setiap tanggal 3 Desember), diperingati dunia untuk memberikan dukungan dan perhatian bahwa penyandang disabilitas juga perlu perlindungan, pemenuhan hak, serta kesetaraan. Sebab penyandang disabilitas memiliki potensi untuk berkarya agar dapat berperan dalam membangun masyarakat atau komunitas/lingkungannya.
Kisah dalam Yohanes 9:1-8 ini mengingatkan kita bahwa Yesus memperhatikan dan mengasihi semua orang termasuk penyandang disabilitas. Disabilitas bukan disebabkan dosa yang dilakukan oleh orang tua atau dirinya, melainkan ada rencana besar/mulia Allah melalui keadaan disabilitas mereka. Pertanyaan tentang apa rencana Allah atas hidup penyandang disabilitas dan keluarganya memang tidak mudah dipahami, sebuah misteri. Namun kita diminta untuk meyakini bahwa keadaan disabilitas yang mereka alami dapat dipakai Allah untuk mewartakan karya-karyaNya yang luar biasa di dunia ini.
Ada banyak kisah inspiratif dari penyandang disabilitas. Mereka mampu mandiri untuk melakukan aktivitas harian, seperti menggunakan pakaian secara mandiri, makan, mandi, berbelanja, menyetir mobil. Bahkan ada yang mampu menghasilkan karya indah luar biasa melalui keterbatasan mereka. Lewat semua kehidupan mereka, bukankah kita dapat melihat karya penyertaan Tuhan yang luar biasa atas kehidupan mereka dan keluarganya? Keterbatasan mereka menjadi sarana bagi kita untuk bertumbuh dalam iman. Mari belajar memperhatikan dan mengasihi penyandang disabilitas melalui tindakan nyata dalam kehidupan bersama dengan mereka. Bukan menghakimi atau memandang rendah mereka, sebab mereka juga ciptaan Allah yang mulia/berharga.
Tambahan Informasi tentang Disabilitas
(sumber dilihat di sini)
Penyandang disabilitas adalah orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan atau sensorik dalam jangka waktu lama. Disabilitas fisik adalah terganggunya fungsi gerak antara lain lumpuh layu atau kaku, paraplegi, cerebral palsy (CP), akibat amputasi, stroke, kusta, dan lain-lain. Disabilitas intelektual adalah suatu keterbatasan secara intelektual dan dalam hal kemampuan adaptasi. Keterbatasan ini menyebabkan seseorang terhambat dalam kemampuan komunikasi, rawat diri, keterampilan sosial, keterlibatan dalam komunitas, akademik dan kemampuan bekerja. Disabilitas mental adalah terganggunya fungsi pikir, emosi, dan perilaku. Disabilitas sensorik adalah terganggunya salah satu fungsi dari panca indera antara lain disabilitas netra (tidak dapat melihat), rungu (tidak dapat mendengar) dan atau wicara (tidak dapat berbicara).
Refleksi Untuk Pamong
- Disabilitas bisa terjadi sejak lahir namun juga bisa di tengah perjalanan hidupnya. Apapun itu, kita tidak perlu membeda-bedakan sesama ciptaan Tuhan berdasarkan kesempurnaan fisik, mental, dan psikologis, dengan sesama kita yang disabilitas. Sebab kita (manusia) diciptakan menurut gambar dan citra Allah. Setiap orang sama di hadapan Tuhan. Oleh sebab itu kita perlu belajar tidak memandang sebelah mata sesama yang disabilitas.
- Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Kerap kali kita mudah menilai kekurangan-kekurangan yang dimiliki sesama kita yang disabilitas dan lupa bahwa mereka juga memiliki kelebihan-kelebihan. Jika kita mengamati dan merefleksikan diri dari kegiatan Asian Para Games, atau riwayat kehidupan disabilitas yang sukses (luar biasa) dalam hidupnya, maka kita akan menemukan bahwa disabilitas pun dapat melakukan karya besar, yang barangkali kita tidak mampu melakukannya.
- Jangan fokus pada kelemahan atau kekurangan dari diri sesama kita. Belajarlah fokus pada kelebihan yang sudah Tuhan berikan. Tugas kita adalah memaksimalkan apa yang sudah Tuhan beri dalam kehidupan kita dan mengembangkannya dengan baik agar kehidupan kita dapat memuliakan nama-Nya.
- Yesus adalah pribadi yang berbela rasa. Oleh sebab itu kita diajak untuk bersolider, mewujudkan persekutuan akan kasih Allah. Mari melihat gereja kita, apakah gereja kita abai terhadap pelayanan yang ramah untuk disabilitas? Padahal disabilitas pun dapat berperan dalam gereja, ambil bagian untuk melayani dan menjadi berkat bagi sesama. —
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
- Anak dapat memahami bahwa setiap orang diciptakan oleh Tuhan dengan keunikannya masing-masing.
- Anak dapat menunjukkan sikap menghormati dan menyayangi teman yang berbeda darinya, misalnya dengan bermain bersama.
Alat Peraga
Gambar 1, seorang buta sejak lahir
Gambar 2, Tuhan Yesus mengoleskan mata orang buta dengan tanah
Gambar 3, orang yang buta sejak lahir dapat melihat karena keajaiban yang dilakukan Yesus
Pendahuluan
- Pamong memilih dua orang anak balita yang memiliki perbedaan yang sangat jelas dilihat oleh balita yang lain dan meminta mereka berdiri di depan balita yang lain. Misalnya: rambut lurus dan rambut berombak, atau rambut pendek dan rambut panjang, warna kulit cerah dan cenderung gelap, mata sipit dan mata lebar, tinggi dan pendek, gemuk dan kurus, dan sebagainya.
- Pamong mengarahkan anak-anak yang lain untuk memperhatikan kedua temannya tersebut dan bersedia menyebutkan perbedaan-perbedaan diantara keduanya.
- Pamong menjelaskan bahwa ada banyak perbedaan di antara kita. Semua perbedaan yang disampaikan sebelumnya tadi hanyalah perbedaan yang nampak oleh mata kita secara langsung. Namun sesungguhnya ada banyak perbedaan yang tidak nampak secara langsung, misalnya perbedaan makanan kesukaan, mainan kesukaan, atau warna kesukaan. Semua perbedaan itulah yang membuat kita unik, tidak sama antara diri kita dengan teman-teman di sekitar kita.
Inti Penyampaian
Suatu hari, Tuhan Yesus bersama para murid meninggalkan Bait Allah dan melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan itu, mereka melewati seorang buta (tidak dapat melihat) sejak lahir dan ia seorang pengemis (Gambar 1). Bukannya mengasihi atau menolong orang buta tersebut, para murid justru memandang rendah orang buta tersebut. tanya para murid, “Tuhan Yesus, orang ini menjadi buta pasti karena dosa. Lalu siapakah yang telah berbuat dosa? Orang buta ini sendiri yang telah beruat dosa ataukah orang tuanya?”,. Mereka memandang rendah orang buta yang sejak lahir itu sebab mengira bahwa orang buta itu tidak diberkati Tuhan karena telah berbuat dosa. Ia buta karena dihukum oleh Tuhan.
Tuhan Yesus menegur para murid dan menjelaskan kepada mereka bahwa orang ini menjadi buta sejak lahir bukan karena dosanya atau dosa orang tuanya. Dia buta karena Tuhan ingin menunjukkan kasih dan kuasa-Nya terhadap banyak orang melalui keadaannya yang buta itu (tidak dapat melihat). Tuhan Yesus melakukan keajaiban atas orang buta itu. Tunjukkan gambar 2. Tuhan Yesus mengoleskan mata orang buta itu dengan tanah yang sudah bercampur dengan ludah-Nya dan meminta orang buta itu untuk membersihkannya dengan air di Kolam Siloam. Orang buta itu taat melakukan perintah Tuhan Yesus.
Puji Tuhan, kini ia bisa melihat (gambar 3). Semua orang sangat kaget sebab dulu dia buta namun sekarang bisa melihat. Tuhan Yesus mengasihi semua orang. Ia dapat menolong siapa saja. Ia mau agar kita juga saling mengasihi dan peduli meski kita berbeda-beda.
Penerapan
Tuhan menciptakan kita (manusia) dengan banyak perbedaan agar kita dapat saling mengasihi, menolong, dan saling memperhatikan. Jika kita mempunyai adik atau kakak, dapatkah kamu menyebutkan apa saja perbedaan antara dirimu dengan mereka? Jika kamu sudah bersekolah dan mempunyai banyak teman di sana, dapatkah kamu menyebutkan apa saja perbedaan antara dirimu dengan mereka?
Tuhan menciptakan kita (manusia) dengan banyak perbedaan, dan setiap hari kita berjumpa dengan mereka. Kakak atau adikmu di rumah, teman-teman di gereja, di sekolah, dan tetangga kita, mereka semua berbeda dengan diri kita. Meski berbeda, namun firman Tuhan hari ini mengajarkan kita untuk memiliki cinta kasih Tuhan dan mau membagikan cinta kasih Tuhan itu kepada orang-orang di sekitar kita. Seperti Tuhan Yesus yang menerima keadaan orang buta yang menjadi pengemis dalam cerita hari ini, bahkan menolongnya, maka kita juga akan melakukan kebaikan-kebaikan untuk orang-orang di sekitar kita meskipun keadaannya berbeda dengan diri kita. Teman-teman yang berbeda dengan kita bukan untuk diejek, ditertawakan, dijauhi, atau dimusuhi.
Aktivitas
Pamong menyiapkan kartu bergambar untuk tiap anak (terlampir). Bagi kartu bergambar tersebut dan minta mereka maju secara bergantian untuk menjawab pertanyaan pamong terkait dengan gambar yang diterimanya dengan bimbingan/bantuan dari pamong.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menunjukkan sikap menghargai teman yang berbeda darinya dengan cara tidak mengejek atau menjauhi mereka.
- Anak dapat mengenali bagaimana Tuhan memakai orang-orang dengan keterbatasan untuk menjadi berkat.
Alat Peraga
Gambar 1, seorang buta sejak lahir
Gambar 2, Tuhan Yesus mengoleskan mata orang buta dengan tanah
Gambar 3, orang yang buta sejak lahir dapat melihat karena keajaiban yang dilakukan Yesus
Pendahuluan
Kegiatan Studi Kasus
Langkah-langkah:
- Arahkan anak Pratama untuk membentuk 3 atau 4 kelompok.
- Siapkan selembar kertas kosong, sebuah alat tulis, dan sebuah kasus secara tertulis untuk dibahas anak dalam kelompoknya masing-masing.
- Arahkan agar setiap anak dalam kelompok memberi pendapat dan belajar untuk merumuskan hasil kesepakatan kelompok secara tertulis pada kertas yang telah disediakan oleh pamong.
- Beri kesempatan kepada semua kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi atas kasus yang mereka bahas.
- Beberapa kasus yang bisa dibahas anak adalah:
- Suatu ketika gereja kita mengadakan acara makan bersama di gereja dengan menu soto. Namun ada beberapa anak Pratama yang tidak ikut makan karena tidak suka soto. Ada juga beberapa anak Pratama yang mengambil soto namun hanya dibuat untuk mainan (sisa makanannya sangat banyak) dan mereka mengejek teman-teman yang sedang memakan nasi soto. Akhirnya keributan kecil di ruang makan pun terjadi sebab anak yang sedang makan soto menegur teman-temannya itu. Apa yang akan kamu lakukan agar situasi kembali menjadi lebih baik? Apa yang sebaiknya kita lakukan saat menu makanan yang tersedia tidak sesuai dengan makanan kesukaan kita?
- Dalam sebuah ibadah, pamong memintamu mengambil satu lembar karton manila untuk menuliskan hasil diskusi dalam kelompok, sebab kamu adalah ketua kelompok. Hanya ada beberapa warna yang tersedia di sana, yaitu karton manila berwarna putih, biru, dan hijau. Warna apa yang akan kamu pilih, mengingat warna kesukaanmu adalah biru, namun ada beberapa teman di kelompokmu yang tidak suka dengan warna biru? Mengapa kamu memilih warna itu?
- Dalam suatu kegiatan retret, pamong meminta tiap kelompok untuk menampilkan sesuatu. Dalam kelompokmu, hanya kamu dan seorang teman yang tidak suka menari. Selebihnya suka menari dan mengusulkan agar tampilan kelompokmu menari. Kamu adalah ketua kelompoknya. Sebagai ketua kelompok, tampilan apa yang akan kamu putuskan untuk kelompokmu? Mengapa?
- Sebentar lagi ada pentas seni di sekolahmu. Kelasmu diminta untuk menampilkan sebuah tarian dan hanya ada satu tarian saja. Sebagai ketua kelas, ibu guru memintamu untuk membentuk tim dan menentukan jenis tarian yang akan ditampilkan. Beberapa temanmu pandai dalam tarian tradisional sehingga mereka mengusulkan agar tari tradisional (tarian daerah) yang akan ditampilkan. Namun ada beberapa temanmu yang tidak suka dengan tari tradisional karena menurut mereka tarian daerah itu tidak menarik dan membosankan. Sebagai ketua kelompok, apa yang akan kamu lakukan terhadap perbedaan pendapat tersebut?
Inti Penyampaian
Suatu hari, Tuhan Yesus bersama para murid meninggalkan Bait Allah dan melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan itu, mereka melewati seorang buta sejak lahir dan ia seorang pengemis (Gambar 1). Bukannya mengasihi atau menolong orang buta tersebut, para murid justru memandang rendah orang buta tersebut. “Tuhan Yesus, orang ini menjadi buta pasti karena dosa. Lalu siapakah yang telah berbuat dosa? Orang buta ini sendiri yang telah beruat dosa ataukah orang tuanya?”, tanya para murid kepada Yesus. Mereka memandang rendah orang buta yang sejak lahir itu sebab mengira bahwa orang buta itu tidak diberkati Tuhan karena telah berbuat dosa. Ia buta karena dihukum oleh Tuhan. Tuhan Yesus menegur para murid dan menjelaskan kepada mereka bahwa orang ini menjadi buta sejak lahir bukan karena dosanya atau dosa orang tuanya. Dia buta karena Tuhan ingin menunjukkan kasih dan kuasa-Nya terhadap banyak orang melalui keadaannya yang buta itu.
Tuhan Yesus melakukan keajaiban/mukjizat atas orang buta itu (tunjukkan gambar 2) sehingga dia bisa melihat. Tujuannya agar semua orang percaya bahwa Ia memiliki kepedulian terhadap mereka yang punya kekurangan, yang sering dianggap lemah dan direndahkan. Juga agar semua orang yang melihat keajaiban itu percaya bahwa Tuhan Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan atau memulihkan keadaan menjadi lebih baik.
Bagaimana caranya? Alkitab menceritakan bahwa Tuhan Yesus meludah ke tanah dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah. Kemudian mengoleskannya pada mata orang buta itu dan meminta orang buta itu untuk membersihkannya dengan air di Kolam Siloam. Orang buta itu taat melakukan perintah Tuhan Yesus. Puji Tuhan, kini ia bisa melihat (gambar 3). Tetangga-tetangganya yang dulu mengetahui kalau orang itu buta dan suka mengemis, kini seakan tak percaya jika orang buta itu bisa melihat. “Bukankah dulu orang ini buta dan mengemis?”
Penerapan
Dalam memperingati Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember, kita diajak meneladani kepedulian Tuhan Yesus terhadap sesama kita yang disabilitas. Tuhan mau agar kita juga saling mengasihi dan peduli meski kita berbeda.
Disabilitas bukan disebabkan dosa yang dilakukan oleh orang tua atau dirinya, atau karena hukuman dari Tuhan. Melainkan ada rencana besar/mulia Tuhan melalui keadaan disabilitas mereka. Sesama yang disabilitas dapat dipakai Tuhan untuk membuat kita mengerti dan percaya bahwa Ia memiliki kuasa yang sangat besar atas kehidupan ini. Disabilitas bukan sesama yang perlu kita jauhi atau diejek/dihina sebab Tuhan dapat memakai orang-orang dengan keterbatasan untuk menjadi berkat.
Aktivitas
Peralatan yang dibutuhkan untuk tiap kelompok:
- Lem
- Selembar kertas folio
- Amplop berisi potongan gambar dari salah satu gambar alat peraga. Print gambar-gambar yang tersedia di Alat Peraga, lalu gunting menjadi 5-8 potongan untuk setiap gambar.
Panduan pelaksanaan:
Anak Pratama masih berada di kelompoknya masing-masing (kelompok dalam kegiatan di awal tadi). Lalu pamong membagikan sebuah amplop berisi beberapa potongan gambar dari alat peraga, selembar kertas folio, dan lem. Arahkan mereka untuk dapat bekerjasama agar potongan gambar yang mereka terima dapat disusun menjadi sebuah gambar yang utuh. Jika semua kelompok sudah selesai melakukan aktivitas ini, mohon pamong dapat mengambil 3 gambar di alat peraga yang utuh (yang sudah dikerjakan kelompok) dan mengulas kembali cerita Alkitab hari ini dari Yohanes 9:1-8 agar mereka dapat kembali mengingat dan memahami pesan Firman Tuhan hari ini.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menjelaskan bahwa keterbatasan bukan hukuman dari Tuhan, tetapi bagian dari rencana-Nya.
- Anak dapat memahami bahwa setiap orang memiliki talenta dan peran masing-masing, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.
- Anak dapat menerapkan sikap peduli dan inklusif dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan membantu teman yang membutuhkan.
Pendahuluan
Diskusi Kelompok
- Arahkan anak Madya untuk berada dalam beberapa kelompok kecil, jika memungkinkan 4 orang dalam tiap kelompok untuk mendiskusikan kisah inspiratif dari seorang disabilitas yang berkarya meski memiliki keterbatasan.
- Print kisah inspiratif disabilitas yang terlampir, satu kisah untuk satu kelompok.
- Bagikan kisah inspiratif tersebut kepada setiap kelompok.
- Arahkan anak Madya untuk membaca dan memahami kisah tersebut bersama dengan anggota di kelompoknya.
- Arahkan anak Madya untuk menjawab pertanyaan diskusi berikut ini bersama anggota kelompoknya:
- Dari cerita tentang disabilitas tersebut, bagian mana dari kisah hidupnya yang berkesan bagi kelompok?
- Apa yang membuat penyandang disabilitas tersebut mampu untuk berkarya bahkan hidupnya bisa menjadi inspirasi bagi orang lain?
- Apa yang dapat kamu pelajari (pelajaran berharga apa) dari kisah penyandang disabilitas tersebut?
Inti Penyampaian
Suatu hari, Tuhan Yesus bersama para murid meninggalkan Bait Allah dan melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan itu, mereka melewati seorang buta sejak lahir dan ia seorang pengemis. Bukannya mengasihi atau menolong orang buta tersebut, para murid justru memandang rendah orang buta tersebut. “Tuhan Yesus, orang ini menjadi buta pasti karena dosa. Lalu siapakah yang telah berbuat dosa? Orang buta ini sendiri yang telah beruat dosa ataukah orang tuanya?”, tanya para murid kepada Yesus. Mereka memandang rendah orang buta yang sejak lahir itu sebab mengira bahwa orang buta itu tidak diberkati Tuhan karena telah berbuat dosa. Ia buta karena dihukum oleh Tuhan. Tuhan Yesus menegur para murid dan menjelaskan kepada mereka bahwa orang ini menjadi buta sejak lahir bukan karena dosanya atau dosa orang tuanya. Dia buta karena Tuhan ingin menunjukkan kasih dan kuasa-Nya terhadap banyak orang melalui keadaannya yang buta itu.
Tuhan Yesus melakukan keajaiban/mukjizat atas orang buta itu sehingga dia bisa melihat. Tujuannya agar semua orang percaya bahwa Ia memiliki kepedulian terhadap mereka yang punya kekurangan, yang sering dianggap lemah dan direndahkan. Juga agar semua orang yang melihat keajaiban itu percaya bahwa Tuhan Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan atau memulihkan keadaan menjadi lebih baik. Bagaimana caranya? Alkitab menceritakan bahwa Tuhan Yesus meludah ke tanah dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah. Kemudian mengoleskannya pada mata orang buta itu dan meminta orang buta itu untuk membersihkannya dengan air di Kolam Siloam. Orang buta itu taat melakukan perintah Tuhan Yesus. Puji Tuhan, kini ia bisa melihat. Tetangga-tetangganya yang dulu mengetahui kalau orang itu buta dan suka mengemis, kini seakan tak percaya jika orang buta itu bisa melihat. “Bukankah dulu orang ini buta dan mengemis?”
Penerapan
Dalam memperingati Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember, kita diajak meneladani kepedulian Tuhan Yesus terhadap sesama kita yang disabilitas. Tuhan mau agar kita juga saling mengasihi, peduli, dan bersikap tidak membeda-bedakan. Disabilitas bukan disebabkan dosa yang dilakukan oleh orang tua atau dirinya, atau karena hukuman dari Tuhan. Melainkan ada rencana besar/mulia Tuhan melalui keadaan disabilitas mereka. Sesama yang disabilitas dapat dipakai Tuhan untuk membuat kita mengerti dan percaya bahwa Ia memiliki kuasa yang sangat besar atas kehidupan ini.
Aktivitas
Diskusi Kelompok, lembar kerja tersedia.
- Arahkan anak Madya untuk kembali ke kelompok awal agar mereka dapat mengerjakan lembar kerja yang tersedia.
- Jika memungkinkan perwakilan dari tiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya.
- Pamong memberi penegasan tentang makna cerita firman Tuhan hari ini sebagai penutup ibadah, yaitu bahwa:
- keterbatasan bukan hukuman dari Tuhan, tetapi bagian dari rencana-Nya.
- setiap orang memiliki talenta dan peran masing-masing, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.
- Tuhan Yesus ingin kita dapat bersikap peduli dan melakukan sesuatu yang bermakna bagi sesama khususnya mereka yang disabilitas.