Tahun Liturgi : Advent 1
Tema: “Setia Menanti dan Melakukan yang Baik”
Judul: Siap Sedia Menanti Tuhan
Lagu Tema:
- Kidung Siwi No.38 “Tuhan Ajariku”
- PKJ 15 “Kusiapkan Hatiku, Tuhan”
Bacaan Alkitab: Matius 24:36-44
Ayat Hafalan: “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (Matius 24:44)
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Dalam Injil Matius 24:36-44, Lembaga Alkitab Indonesia memberi judul perikop “Nasihat supaya berjaga-jaga.” Bacaan Alkitab minggu ini merupakan bacaan untuk Minggu Advent pertama. Injil Matius 24:36-44 juga merupakan bagian dari Khotbah di Bukit Zaitun yang berisi pesan agar kita selalu siap sedia menantikan kedatangan Tuhan Yesus untuk yang kedua kalinya. Walaupun tidak diketahui waktunya kapan peristiwa Tuhan Yesus menubuatkan kedatangan-Nya, tetapi yang lebih penting adalah tetaplah berjaga-jaga karena kedatangan Tuhan Yesus kedua kali akan terjadi pada saat yang tidak terduga.
Jika kita membaca Injil Matius 24:36-44 lebih dalam lagi, maka kita dapat menemukan bahwa di dalamnya terdapat tiga bagian, yaitu:
Pada bagian pertama, ayat ke-36 mengisahkan tentang kedatangan Tuhan Yesus secara tiba-tiba: “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.”
Pada bagian kedua, ada pada ayat ke 37-39; 40; 41 dan 43 mengisahkan empat ilustrasi.
- Ilustrasi pertama, di ayat 37-39 tentang tindakan Allah yang tiba-tiba pada zaman Nabi Nuh (kisah lengkapnya ada di dalam Kitab Kejadian 6-8): “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.”
- Ilustrasi kedua, di ayat 40 tentang dua orang di ladang bekerja, tiba-tiba yang seorang dipilih dan yang lain ditinggalkan: “Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;”
- Ilustrasi ketiga, di ayat 41 tentang dua orang perempuan: ” kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.”
- Ilustrasi keempat, di ayat 43 tentang bagaimana cara tuan rumah ketika kedatangan pencuri: “Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.”
Pada bagian ketiga, pada ayat 42 dan 44 mengisahkan tentang nasihat.
- Ayat 42 mengisahkan tentang nasihat untuk berjaga-jaga: ” Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.”
- Ayat 44 yang mengisahkan tentang nasihat kesiapsediaan: “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”
Refleksi Untuk Pamong
Berikut ini terdapat dua pertanyaan refleksi untuk para Pamong:
- Jikalau Tuhan Yesus menyatakan bahwa pada tanggal, bulan, dan tahun tertentu Anda akan meninggalkan dunia ini, apakah pernyataan Tuhan Yesus tersebut akan membawa perubahan dalam kehidupan Anda sehari-hari? Perubahan apa yang akan Anda hadirkan? Bagaimana Anda akan mempersiapkan diri secara rohani, emosional, dan fisik untuk menghadapi momen tersebut? Apakah Anda akan memperbaiki hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda, meningkatkan ibadah dan doa, atau melakukan tindakan lain yang menunjukkan kesetiaan dan kepatuhan kepada Tuhan?
- Silahkan memeriksa diri dalam menjalani kehidupan, hal apa sajakah yang masih harus dilakukan atau diperbaiki untuk berjaga-jaga? Apakah Anda merasa sudah cukup siap jika Tuhan datang pada saat yang tidak terduga? Tindakan apa yang bisa Anda lakukan mulai dari sekarang untuk memastikan bahwa Anda selalu siap sedia?
- Bagaimanakah proses disiplin Rohani Anda, seperti kesetiaan dan kerajinan untuk memperdalam pemahaman akan Firman Tuhan, meningkatkan komitmen dalam pelayanan, dan melakukan kegiatan lain yang memperkuat iman Anda kepada Tuhan?
Tujuan:
Remaja belajar menanti kedatangan Tuhan dengan sikap yang benar, yaitu dengan tetap setia menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pengikut Kristus.
Pendahuluan
Remaja yang dikasihi Tuhan, jika kalian mengetahui kapan tepatnya kalian akan tertimpa musibah (misalnya kecelakan lalulintas), maka tindakan apakah yang akan kalian lakukan? Misalnya, “Wah, kalau saja saya tahu, pasti saya akan melakukan tindakan ini atau itu.”
Ya, seringkali ketika suatu hal telah terjadi, penyesalan muncul karena kita tidak melakukan tindakan yang terbaik. Penyesalan memang seringkali datang terlambat. Penyesalan atas kejadian yang terjadi, di mana kita tidak menduga atau karena kita belum mempersiapkan dan melakukan tindakan yang seharusnya, adalah bagian dari hidup. Penyesalan bisa mematahkan semangat, namun di sisi lain bisa menjadi motivasi untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik lagi.
Banyak kejadian yang menimpa dalam hidup kita yang tidak bisa kita tebak dan kita tidak tahu kapan saatnya. Begitu juga dengan kedatangan Tuhan untuk yang kedua kalinya. Tidak ada satu pun manusia yang tahu kapan waktu itu akan tiba. Betul atau tidak? Oleh karena itu, kita diingatkan dalam minggu Adven pertama ini bagaimana seharusnya kita siap sedia. Firman Tuhan dalam surat Injil Matius 24:36-44 mengingatkan kita untuk berjaga-jaga dan siap sedia karena kedatangan Tuhan Yesus tidak ada yang tahu.
Inti Penyampaian
Dalam Injil Matius 24:36-44, Lembaga Alkitab Indonesia memberi judul perikop “Nasihat supaya berjaga-jaga.” Perikop ini adalah percakapan Yesus Kristus dengan para murid-Nya di Bukit Zaitun. Ini merupakan peringatan untuk berjaga menanti kedatangan Yesus yang kedua kali. Oleh sebab itu, remaja dianjurkan untuk siap sedia secara rohani karena kedatangan Kristus kedua kali akan terjadi pada saat yang tak terduga.
Yesus menasihati para pendengar-Nya untuk berjaga-jaga. Hidup sebagai pengikut Tuhan yang setia berarti hidup dengan bertanggung jawab. Pada ayat ke-36 dikisahkan tentang kedatangan Yesus yang tiba-tiba: “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.” Ayat 37-38 menggambarkan sebuah analogi yang menunjukkan bahwa hari-hari kedatangan Kristus mirip dengan hari-hari Nuh ketika banjir melanda.
Menurut analogi ini, dalam setiap kasus, penghakiman datang dalam bentuk sebuah peristiwa yang mengejutkan mereka yang tidak siap. Mengingat kisah Nuh, ada banyak manusia berdosa yang dibawa oleh banjir, sementara keluarga Nuh “ditinggalkan,” aman di dalam bahtera.
Nasihat berdasarkan ayat 36-41 adalah umat beriman harus tetap waspada dan terjaga, mengetahui bahwa Kristus akan kembali, meskipun waktunya masih belum diketahui. Frasa “hari atau jamnya” berarti waktu tersebut tidak jelas.
Analogi tentang kedatangan Kristus seperti pencuri di malam hari menyiratkan kedatangan pada waktu yang tak terduga, oleh karena itu ada anjuran untuk tetap terjaga. Seperti yang dikatakan ayat 44, Ia akan datang pada waktu yang tak terduga.
Penerapan
Seperti pencuri yang datang pada waktu yang tidak kita ketahui, demikian pula Tuhan Yesus akan datang pada saat yang tidak kita ketahui. Oleh karena itu, anggaplah setiap hari sebagai hari terakhir dan terus berusaha untuk bertumbuh serupa dengan Yesus Kristus. Perbaiki diri dan tinggalkan perilaku buruk masa lalu. Bertobatlah. Lakukan kehendak Tuhan daripada keinginan pribadi.
Mempersiapkan diri dan keluarga menjadi langkah penting dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus sebagai Hakim dalam kehidupan ini. Tuhan Yesus akan memberikan keputusan dan memilih kepada siapa hati-Nya berkenan. Oleh karena itu, kesiapan kita merupakan tindakan untuk mencapai keberkenanan Tuhan Yesus sehingga ketika Ia datang, kita menjadi pantas untuk dipilih. Keberkenanan di hadapan Allah dapat dicapai melalui tindakan-tindakan pertobatan, kesetiaan terhadap Firman Tuhan, dan melakukan perbuatan yang berdampak positif bagi kehidupan. Tetaplah senantiasa berjaga-jaga, sehingga ketika waktunya Tuhan Yesus datang, kita dapat menyambutnya dengan siap sedia dan penuh sukacita. Amin.
Aktivitas
Ajak setiap remaja untuk menuliskan tindakan apa sajakah yang dapat menunjukkan kesetiaan dalam tugas dan tanggung jawab mereka di sekolah, keluarga, dan gereja.
| Sekolah | Keluarga | Gereja |
|
|