Setia Bersaksi Pancaran Air Hidup 6 November 2025

6 November 2025

Bacaan: Kisah Para Rasul 22 : 22 – 23 : 11  |  Pujian: KJ. 370
Nats: “Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya, ‘Teguhkan hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah engkau harus bersaksi di Roma.” (23:11)

Menjadi saksi berarti melihat dan mengalami sendiri sebuah kejadian sehingga kita bisa mengatakan kebenaran. Oleh karena itu, dalam konteks hukum, saksi merupakan aspek yang sangat penting karena kesaksian yang disampaikan bisa menentukan arah berjalannya sebuah kasus. Sepenting itu posisi saksi hingga ia bisa mengarahkan siapa yang salah dan benar dalam sebuah kasus. Demikian pula Paulus ketika menjadi saksi Kristus. Paulus telah mendapatkan pengalaman pribadi bersama Yesus yang membawanya pada pertobatan. Setelah pertobatannya, ia terus bersaksi tentang Yesus Kristus.

Pada Kisah Para Rasul 22:22 dikisahkan Paulus terlibat huru-hara ketika ia bersaksi. Orang-orang Yahudi sangat marah karena Paulus menceritakan bagaimana ia diutus untuk bersaksi kepada orang-orang bukan Yahudi. Menariknya, Paulus bukan hanya menjadi saksi Kristus dalam konteks keimanan. Ia juga menjadi saksi dalam konteks hukum Sanhedrin. Huru-hara yang ditimbulkannya membawanya berhadapan dengan pasukan yang hendak menyesahnya. Namun karena ia adalah warga negara Romawi, ia tidak dapat disesah begitu saja. Hal ini mengantarkan Paulus berhadapan dengan Imam Besar serta orang Farisi dan Saduki. Paulus kemudian menunjukkan bagaimana ia bersaksi dengan keseluruhan hidupnya. Ia bersaksi dengan tegas tentang kebangkitan orang mati, yaitu kebangkitan Yesus Kristus. Pernyataan ini menimbulkan huru hara, sebab orang Farisi percaya pada kebangkitan orang mati, sedangkan orang Saduki tidak percaya pada kebangkitan orang mati. Persidangan Sanhedrin menjadi kacau, namun Paulus telah menunaikan tugasnya sebagai saksi. Ia telah menyatakan percayanya kepada Kristus yang bangkit dari antara orang mati.

Belajar dari Paulus, kita dapat bersaksi berdasarkan apa saja pengalaman hidup yang kita alami bersama dengan Tuhan, dengan tetap menjadi diri sendiri. Bersaksi adalah tugas melekat pada diri kita sebagai pengikut Kristus. Mari kita berani bersaksi, mewartakan kebenaran dan karya kasih Allah kepada dunia. Mari kita terus setia bersaksi menceritakan keselamatan Allah di dalam Yesus Kristus. Ada kekuatan dan pertolongan Allah bagi setiap kita yang setia bersaksi bagi kemuliaan-Nya. Amin. [27].

“Di dunia yang penuh kegelapan, hidupmu bisa menjadi terang yang menunjukkan siapa Yesus sesungguhnya.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak