GKJW Majelis Daerah Madiun melalui KPT Daerah mengadakan lomba PESPARAWI (Pesta Paduan Suara Gerejawi) Intergenerasi yang diikuti oleh jemaat jemaat di lingkup MD Madiun. Lomba PESPARAWI Intergenerasi ini dilaksanakan bertempat di GKJW Madiun. Peserta Pesparawi Intergenerasi yaitu dari Jemaat Donorojo, Pacitan, Ponorogo, Madun, Caruban, Madiun Lor, Ngawi, Wotgalih, Ketanggung, Dupak dan Magetan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu 13 September 2025.
Pdt. Brahm Kharismatius, selaku ketua KPT Daerah memaparkan Lomba Pesparawi Intergenerasi ini diadakan setelah sekian lama tidak adanya kegiatan serupa di Majelis Daerah Madiun. Dengan dilaksanakan Pesparawi Intergenerasi ini, diharapkan Jemaat-jemaat setia untuk belajar notasi dan dapat menyanyikan lagu-lagu gereja sesuai dengan teks partiture, serta bisa terus dilakukan berjenjang.
Di samping itu, Pdt. Prakosa Adi Putro selaku Sekretaris KPTD memaparkan, pesparawi intergenerasi ini ditujukan supaya jemaat-jemaat saling bersatu padu dalam memuji dan memuliakan nama Tuhan lewat puji-pujian yang dinyanyikan dengan benar melalui unsur intergenerasi: mulai dari unsur anak dan remaja, Pemuda, dewasa dan Adiyuswa. Bernyanyi intergenerasi inilah yang memiliki tantangan tersendiri, karena warna dan jenis suara anak-anak, pemuda dan dewasa jelas berbeda.
Para dewan Juri yang dihadirkan berasal dari luar MD Madiun yang sudah kompeten dibidang Paduan Suara, yakni Pdt. Em. Suko Tiyarno alumni Asian Institute for liturgy and music di Manila (Filipina) serta memiliki workshop musik lingkup nasional dan internasional. selanjutnya Ibu Dra. Setyani Daryulina dari pengasuh Sanggar Bina Vokalia di kota Kediri dan seorang guru seni budaya – Seni Musik. Serta, Ibu Lulus Nugraheni, S.Pd sebagai PNF Dinas Pendidikan Kediri, pelatih paduan suara PGRI kab. Kediri “Wijaya Kusuma Choir”, dan tim music kontemporer “Cendekia Melody Disdik”.



Peserta lomba pesparawi menyanyikan dua lagu, yaitu satu lagu wajib yaitu “Mandiri dan Menjadi Berkat” dan lagu pilihan dengan memilih salah satu dari empat lagu yaitu “ARBAB”, “Langit Menceritakan”, “Kepada Siapa Aku Harus Takut”, dan “Puji Tuhan Hai Jiwaku”. Dua lagu, wajib dan pilihan ini harus dinyanyikan sesuai partitur dari ciptaan penyanyi asli. Maka disinilah dapat dilihat bagaimana para peserta berusaha menampilkan performa terbaiknya dengan penuh semangat dan totalitas penuh.
Pemenang Pesparawi Intergenerasi 2025 di MD Madiun yang bertempat di GKJW Madiun yaitu, Juara 1 GKJW Ponorogo, Juara 2 GKJW Ngawi, Juara 3 GKJW Pacitan, Juara Harapan 1 GKJW Madiun, Juara Harapan 2 GKJW Donorojo. Juara Harapan 3 GKJW Magetan. Para pemenang mendapatkan piala dan sertifikat. Pemenang juara 1 mendapatkan piala bergilir. Setelah pelaksanaan kegiatan, KPT Majelis Daerah Madiun berharap bahwa acara ini dapat diadakan setiap 3 tahun sekali.
Berita & Foto : Multimedia MD Madiun