Menyadari bahwa untuk memenuhi panggilan pelayanan gerejawi yang holistik tidak bisa dijalankan seorang sendiri, maka dalam bingkai semangat membangun jejaring dan kemitraan, Majelis Agung GKJW menjalin kerjasama dengan dua Universitas Swasta yang tidak bisa lagi diragukan kualitasnya, yaitu: Universitas Kristen Petra-Surabaya dan Universitas Ma Chung-Malang.
Penandatangan MoU antara Majelis Agung GKJW dan Universitas Kristen Petra dilakukan pada hari Senin, 15 September 2025, bertempat di Ruang Rektorat Universitas dihadiri oleh Pdt. Natael Hermawan Prianto, MBA (Ketua), Pdt. Dr. Agung Siswanto, M.Th (Sekum), dan Pdt. Arivia Novia Susanti (Bendahara I) dengan disambut oleh Prof. Dr. Djwantoro Hardjito (Rektor), Prof. Dr. Juliana Anggono, S.T., M.Sc. (Wakil Rektor Bidang Akademik), R. Arja Sadjiarto, S.E., M. Ak., Ak. (Wakil Rektor Bidang Sumber Daya), dengan didampingi oleh Sekretaris Program Studi Akuntansi, serta dua dosen pengajar akuntansi.
Di tengah percakapan, Pdt. Natael mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada pihak Universitas Petra yang telah berkenan menjalin kerja sama dengan GKJW. Beliau pun menyebut bahwa sebenarnya wujud kerjasama antara kedua belah pihak telah nyata dilakukan, utamanya dalam hal pendampingan penataan administrasi keuangan MA GKJW, pengembangan daerah wisata di beberapa desa Kristen, serta pendampingan terhadap pemberdayaan ekonomi warga dalam berbagai bidang. Dengan demikian penandatangan MoU yang akan dilakukan ini merupakan penegasan atas komitmen atas kerjasama yang sudah berjalan maupun yang akan dijalankan.
Pihak universitas Petra pun berkomitmen untuk senantiasa membersamai GKJW dalam langkah gerak pelayanannya. Mengingat dalam sejarahnya diketahui bahwa GKJW adalah salah satu gereja pendukung berdirinya Universitas tersebut. Melalui kerjasama yang saling menguntungkan yang dibangun ini, pihak Petra, utamanya para mahasiswa yang sedang menimba ilmu di UK. Petra pun memiliki ruang pembelajaran yang nyata di lapangan untuk dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah mereka terima.
Berselang dua hari setelahnya, tepatnya pada hari Rabu, 17 September 2025, bertempat di Gedung Rektorat Universitas Ma Chung, Pelayan Harian Majelis Agung juga menghadiri undangan penandatanganan MoU lanjutan antara Majelis Agung GKJW dan Universitas Ma Chung. Kali ini yang berangkat sebagai utusan adalah Pdt. Natael Hermawan Prianto (Ketua), Pdt. Kristanto (Wakli Sekretaris Umum), Pdt. Nicky Widyaningrum (SekBid Kesaksian dan Pelayanan), serta Pdt. Yosep Endro Prasetyo (Humas).
Kedatangan mereka disambut hangat oleh Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo. MS., M.Sc. (Rektor), Wawan Eko Yulianto, SS., MA., Ph.D. (Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama), beserta jajaran Universitas Ma Chung yang lain.
Sebelum acara penandatangan dimulai, Wakil Rektor Wawan menyampaikan profil Universitas Ma Chung beserta sejarah berdirinya secara singkat. Disampaikan pula bagimana keseriusan Universitas Ma Chung dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki keunggalan di bidang akademik, melainkan juga dalam hal moral, kepribadian, serta spiritual.
Demikian pula dengan Pdt. Natael yang kemudian menceritakan peta geografis pelayanan GKJW beserta sejarahnya. Pada kesempatan yang sama, Pdt. Natael juga mengungkapkan betapa pentingnya kerjasama yang sudah berjalan dan yang akan dilanjutkan bagi GKJW, entah itu melalui program pelatihan dan pendampingan yang dinarasumberi oleh para staf pengajar Universita Ma Chung, melalui pemberian beasiswa khusus bagi para mahasiswa yang merupakan warga Jemaat GKJW, serta berbagai optimalisasi Sumber Daya Manusia dalam wujud pengembangan Kampung Bahasa Mandari di Desa Tumpuk, Tulungagung.
“GKJW telah merasakan manfaat dari kerjasama yang terjalin dengan Universitas Ma Chung. Melalui penandatangan MoU lanjutan ini, harapannya bentuk-bentuk kerjasama yang sebelumnya sudah dijalankan dapat semakin ditingkatkan, atau bahkan ada hal-hal baru yang dapat dimasukkan di dalamnya”, ungkap Pdt. Natael.
Dengan ditandanganinya MoU antara Majelis Agung GKJW dengan dua Universitas di atas, diharapkan pelayanan holistik kepada umat dapat dijalankan lebih optimal lagi. Bagaimanapun juga, panggilan GKJW untuk mandiri dan menjadi berkat tidak hanya berkutat pada hal spiritualitas atau kerohanian belaka, melainkan juga menyentuh seluruh aspek kehidupan seluruh ciptaan.