Kelebihan Dan Kekurangan Pancaran Air Hidup 24 Agustus 2025

24 August 2025

Bacaan: Lukas 13 : 10 – 17  |  Pujian: KJ. 256 : 1, 3
Nats: “Namun, Tuhan berkata kepadanya, “Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?” (Ayat 15)

Manusia dianggap sebagai ciptaan Allah yang paling sempurna dibandingkan ciptaan yang lain, namun manusia juga tetap memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kesempurnaan yang dimaksudkan bukan dalam arti pribadi manusia tetapi seluruh umat manusia yang saling melengkapi. Namun upaya saling melengkapi ini tidak selalu berjalan dengan mulus karena kekurangan yang ada pada diri pribadi manusia, yang terkadang menjadi sumber masalah yang memecah-belah umat manusia. Kekurangan dan kelebihan jika tidak dimaknai dengan benar dapat menimbulkan masalah karena manusia bisa saja saling merendahkan atau menyombongkan diri, yang menghilangkan kepedulian terhadap sesama lain yang membutuhkan. Ironisnya kadang kekurangan orang lain sering kali menjadi bahan perbicangan bahkan penilaian sesama.

Yesus yang melakukan kebaikan juga tidak lepas dari penilaian buruk dari sesamanya, bahkan hal baik sekalipun yang dilakukan oleh Yesus tetap dinilai negatif oleh orang lain. Dalam Lukas 13:10-17 ini dikisahkan Yesus yang telah melakukan perbuatan baik dengan menyembuhkan seorang perempuan yang telah 18 tahun dirasuki roh jahat pada hari Sabat. Namun perbuatan itu tetap dianggap salah oleh kepala rumah ibadat. Kepala rumah ibadat dan orang yang menentang Yesus tidak mampu melihat perbuatan baik yang dilakukan Yesus, dimana dampaknya sangat luar biasa bagi perempuan yang telah disembuhkan itu. Perbuatan baik yang dilakukan Yesus hanya dipandang sebagai pekerjaan oleh kepala rumah ibadat, bukan sebagai aksi yang membebaskan sesamanya dari penderitaan. Lalu Yesus menjawab dengan ungkapan bahwa orang banyak itu juga melepaskan lembu dan keledainya pada hari Sabat untuk mendapatkan minuman. Ini sama dengan yang dilakukan Yesus yang memberi kehidupan kepada sesama.

Di tengah tantangan hidup yang dialami semua orang di masa sekarang ini, bukan saatnya untuk saling menghujat atau menggunakan kekurangan orang lain untuk merendahkan sesama. Marilah kita belajar memberikan apresiasi atas kelebihan atau perbuatan baik yang telah dilakukan sesama. Jikapun kita menemukan kekurangan sesama, marilah kita anggap itu sebagai peluang untuk meningkatkan potensi diri kita. Amin. [Kuh.C].

“Mengapresiasi kelebihan dan memperbaiki kekurangan adalah jalan yang terbaik.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak