Bacaan: Kisah Para Rasul 16 : 35 – 40 | Pujian: KJ. 340
Nats: “Mereka datang minta maaf lalu membawa kedua rasul itu ke luar dan memohon, supaya mereka meninggalkan kota itu.” (Ayat 39)
Tidak selamanya kita menghadapi sebuah situasi yang baik dan menyenangkan. Situasi seperti apapun yang sedang kita alami hendaknya tidak membuat kita lupa untuk terus bersaksi dan melayani. Bahkan berbagai kegiatan yang kita lakukan, semestinya kita lakukan dalam kesadaran bahwa kita sedang melakukan pekerjaan Tuhan sehingga dengan demikian kita dapat menjadi saksi Kristus.
Perikop kita hari ini mengisahkan para pembesar kota yang menyuruh para pejabat kota untuk pergi kepada kepala penjara supaya melepaskan Paulus dan Silas dari penjara. Atas perintah inilah kepala penjara mengeluarkan Paulus dan Silas dari penjara (Ay. 35-36). Tetapi, Paulus dengan kritis meminta agar pembesar kotalah yang harusnya datang membebaskannya dan Silas. Sebab, sebagai warga negara Roma, Paulus dan Silas dijatuhi hukuman tanpa diadili sehingga inilah yang membuat Paulus menginginkan yang datang untuk membebaskan mereka adalah para pembesar kota. Mendengar pernyataan dan permintaan Paulus, pembesar kota itu menjadi takut, sehingga mereka segera datang membebaskan Paulus dan Silas sambil meminta maaf. Para pembesar kota memohon agar Paulus dan Silas bersedia meninggalkan kota (Ay. 39). Tetapi, sebelum mereka meninggalkan kota, Paulus dan Silas menyempatkan menemui Lidia untuk memberikan penghiburan serta menyampaikan salam perpisahan kepada jemaat yang sedang bergumul di rumahnya.
Tantangan untuk memberitakan Injil akan selalu ada, tetapi jangan sampai menjadi penghalang bagi kita untuk enggan memberitakan Injil Kristus. Belajarlah dari pengalaman Paulus yang mampu melihat peluang di balik tantangan. Status sebagai warga negara adalah peluangnya untuk dapat bebas dari hukuman yang diterimanya secara tidak adil. Selain itu, Paulus juga memperlihatkan kesungguhannya dalam melayani Tuhan. Dalam situasi dan kondisi seperti apapun, dia tetap berupaya menyelesaikan pelayanannya dengan baik. Mari kita jalani kehidupan kita dengan selalu melihat dan memanfaatkan peluang di tengah tantangan yang kita hadapi. Percayalah bahwa Tuhan akan selalu menolong dan memberikan kekuatan kepada kita di saat kita berserah kepada-Nya. Amin. [nda].
“Tantangan bukan penghalang untuk tidak melayani!”