Hidup Yang Selalu Mengucap Syukur Pancaran Air Hidup 18 Mei 2025

18 May 2025

Bacaan: Yohanes 13 : 31 – 35  |  Pujian: KJ. 450
Nats: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi. Sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Ayat 34)

Ada seorang ibu yang tengah menyirami tanaman di halaman rumahnya. Sesaat kemudian dia jatuh terpeleset, lututnya tampak memar. “Untung hanya memar saja, tidak sampai keseleo”, katanya. Di lain tempat ada seorang bapak yang sedang berjalan pagi, tiba-tiba ada sepeda motor menyerempet dirinya hingga dia jatuh. Akibatnya tangan dan kakinya terluka dan dia sempat dibawa ke rumah sakit. “Untung hanya tangan dan kaki saja yang luka, tidak sampai mengenai kepala,” katanya. Dari cerita dua orang ini kita tahu bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Di tengah musibah dan kemalangan yang dialami, ibu dan bapak di atas memilih untuk tetap mengucap syukur walaupun ia dalam keadaan yang cidera.

Bacaan firman Tuhan yang kita renungkan pada saat ini berkisah tentang perintah Tuhan Yesus kepada para murid-Nya. Malam hari menjelang kematian-Nya, Tuhan Yesus bersama para murid mengadakan perjamuan malam. Saat itulah Tuhan Yesus membasuh kaki para murid. Sebagai Guru, Dia tidak hanya berbicara dan mengajarkan tentang kasih, tetapi Dia sendiri meneladankan kasih itu dengan membasuh kaki para murid-Nya (Ay. 4-5). Setelahnya Tuhan Yesus makan bersama para murid dan memberikan perintah baru, yaitu supaya mereka saling mengasihi satu sama yang lain (Ay. 34). Dengan hidup saling mengasihi inilah, dunia akan melihat Tuhan Yesus dalam diri para murid.

Apa yang menjadi perintah Tuhan Yesus kepada para murid-Nya juga berlaku bagi kita semua. Tuhan Yesus menghendaki agar kita hidup saling mengasihi, baik itu dalam lingkup keluarga, jemaat, dan masyarakat. Perintah saling mengasihi ini akan dapat kita lakukan dengan baik jika disertai dengan hidup penuh ucapan syukur atas segala kebaikan Tuhan. Bersyukur menyadarkan kita bahwa ada kasih, penyertaan, pemeliharaan Tuhan atas hidup kita. Setiap hal yang terjadi, setiap keadaan yang kita alami hendaknya kita terima dengan rasa syukur. Mari kita lakukan perintah Tuhan Yesus ini dalam segala laku hidup kita, yaitu hidup saling mengasihi dan hidup selalu mengucap syukur kepada Tuhan. Niscaya hidup kita akan dipenuhi dengan sukacita dan damai sejahtera, sebab semua yang kita perbuat tidak hanya kita lakukan untuk kebaikan diri sendiri saja tetapi juga untuk membangun relasi yang baik dengan sesama dan Tuhan. Amin. [AR].

“Teruslah mengucap syukur dalam keadaan apapun yang kita alami!”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak