Iman Bukanlah Rayuan Pancaran Air Hidup 22 Februari 2024

22 February 2024

Bacaan: Roma 3 : 21 – 31 | Pujian: KJ. 405
Nats: yaitu kebenaran Allah melalui iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya.” (Ayat 22)

Konflik selalu ada dalam kehidupan manusia. Konflik juga menandakan bahwa manusia masih hidup di dunia. Ada berbagai macam cara orang menyelesaikan konflik, misalnya dengan cara mengakui kesalahan, saling memaafkan, membangun komunikasi yang baik agar terhindar dari kesalahpahaman, dan berkomitmen untuk hidup damai. Salah satu konflik yang mungkin  terjadi adalah konflik dalam kehidupan keluarga, konflik antara anak dengan orang tua, antara suami dengan istri, maupun antara kakak dengan adik. Untuk menyelesaikannya, maka setiap anggota keluarga harus menyadari kesalahannya dan saling memaafkan, sebab mereka adalah bagian persekutuan kasih dalam keluarga Allah.

Bacaan hari ini mengisahkan konflik yang terjadi di tengah Jemaat Roma mengenai siapa yang berhak menerima keselamatan dari Allah. Jemaat Roma adalah jemaat yang majemuk, sehingga antar ras golongan saling mengklaim bahwa merekalah yang layak menerima kasih karunia Allah karena mereka berasal dari golongan tertentu. Di sinilah Paulus mengingatkan mereka bahwa kasih karunia Allah hanya bisa diterima oleh iman kepada Yesus Kristus dan itu berlaku bagi semua golongan (Ay. 2). Paulus menjelaskan bahwa manusia dibenarkan dan menerima keselamatan, itu bukan karena perbuatan baik yang dilakukannya, melainkan karena kasih karunia Allah dan karena iman kepada Kristus. Manusia adalah makhluk yang terbatas, yang tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Hanya kepada Sang Kristus saja yang bisa menyelamatkan dan menebus dosa manusia. Penekanan mengenai iman yang menyelamatkan inilah yang disampaikan Paulus kepada jemaat Roma.

Dari nasihat Paulus ini, kita dapat mengetahui bahwa manusia seringkali keliru dalam menjalani kehidupan. Mereka beranggapan bahwa untuk mendapatkan keselamatan dan pengampunan dari Allah, mereka harus melakukan kebaikan. Nyatanya yang harus dilakukan bukan sekadar berbuat baik, tetapi kita sungguh-sungguh percaya kepada Kristus. Beriman berarti kita menerima Kristus dalam diri kita. Beriman berarti kita mau memikul salib bersama Kristus. Maka berimanlah dengan sungguh dan teguh kepada Kristus maka kasih karunia dan keselamatan Allah akan dilimpahkan atas kita. Amin. [RIK].

“Imanmu menyelamatkanmu.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak