Bacaan: Mazmur 25 : 1 – 9 | Pujian: KJ. 408
Nats: “TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.” (Ayat 8-9)
Ketika saya menjalani masa pra stage di sebuah jemaat, ada sebuah pengalaman yang menarik. Ketika itu masih minggu pertama saya berada di jemaat tersebut dan saya mendapatkan jadwal pelayanan ibadah patuwen brayat. Karena pada saat itu saya merasa pernah melewati wilayah tersebut, saya dengan percaya diri menjawab tahu daerah tersebut, ketika saya ditanya, “Apakah perlu dihantarkan ke tempat ibadah?” Di dalam perjalanan saya merasa jalannya semakin menyempit dan menuju ke area persawahan. Akhirnya saya menghubungi majelis agar diberitahukan arah ke tempat ibadah. Dari hal ini saya menyadari bahwa saya perlu rendah hati dan tidak semua hal saya ketahui.
Pemazmur pada bacaan saat ini menunjukkan bagaimana dia rindu berjalan di jalan Tuhan, ketika dia merasa jauh dari jalan-Nya. Kata jalan di sini dalam Bahasa Ibraninya berarti jalan yang memiliki jejak. Sama seperti jalan yang ada di sawah, ketika jalan itu sering dilalui sepeda, maka rumput tidak akan tumbuh di sana dan membentuk sebuah jalan. Jalan Tuhan adalah jalan yang Tuhan tinggalkan jejaknya dan sudah ada sebelumnya. Hanya saja tidak semua orang bisa melihat jalan itu. Pemazmur memberikan kunci agar kita dapat melihat jalan Tuhan. Kuncinya adalah dengan kerendahan hati. Dengan kerendahan hati manusia dapat melihat jalan Tuhan dan mengikuti-Nya. Dan saat Pemazmur mengikuti jejak dan jalan Tuhan, maka segala ratapan yang dialami olehnya menjadi sebuah penghiburan dan kekuatan.
Melalui perenungan hari ini, kita bisa melihat bahwa jalan hidup manusia berisikan berbagai suasana. Termasuk didalamnya ratapan seperti yang Pemazmur ungkapkan (Ay. 2). Melalui Pemazmur, kita juga diajak memiliki kesadaran rindu akan tuntunan dan berjalan di jalan Tuhan (Ay. 3-4). Saat ini, jika kita merasakan perjalanan hidup kita terasa berat, patah semangat, dan kita tidak tahu lagi apa yang akan kita lakukan, ingatlah ada Tuhan yang menyertai dan menuntun kita. Kita hanya perlu merendahkan hati, mau melihat jalan Tuhan yang sesungguhnya nyata di hadapan kita. Mari kita merendahkan hati untuk melihat jejak Tuhan dan berjalan mengikuti-Nya. Amin. [BWP].
“Jalan Tuhan adalah jalan damai sejahtera, rendahkanlah hatimu untuk melihat jalan-Nya!”