Tahun Gerejawi: Masa Raya Undhuh-Undhuh
Tema: Paskah 6
Judul: Tuhan Memelihara
Bacaan: 1 Tawarikh 29: 10-19
Ayat Hafalan: “Kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.” (2 Korintus 9: 11)
Lagu Tema: KJ. 444 “Mengucap Syukurlah”
Tujuan:
- Remaja dapat menyebutkan alasan Daud menaikkan nyanyian syukur kepada Tuhan.
- Remaja dapat menyebutkan alasan dirinya sulit untuk menaikkan syukur kepada Tuhan.
- Remaja dapat merancang tindakan nyata untuk menunjukkan syukur kepada Tuhan dengan berbagi pada teman yang menderita.
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) memberi judul perikop 1 Tawarikh 29: 10-14 sebagai “Nyanyian Pujian Daud”. Isi dari perikop ini merupakan pengakuan, pujian dan madah syukur Daud kepada Tuhan Allah. Dalam ayat ke- 10-13, dijelaskan bahwa Daud memuji Tuhan, bersyukur kepada Allah serta menyadari betapa besar dan hebatnya Allah. Pada saat yang bersamaan, Daud juga sekaligus sadar bahwa betapa kecil dirinya di hadapan Allah. Daud menyadari bahwa hanya Allah saja yang layak untuk menerima segala pujian dan hormat. Daud menghayati pemeliharaan yang Tuhan Allah berikan kepadanya Daud mengungkapkan bahwa Tuhan Allah adalah pemilik segala sesuatu. Seluruh kejayaan dan kekayaannya adalah milik kepunyaan Tuhan Allah yang dianugerahkan kepada Daud.
Sebagai wujud hormat, syukur, dan bakti kepada Tuhan Alah, Daud mempersiapkan rencana pembangunan Bait Suci. Daud membangun Bait Suci dengan material dan bahan-bahan yang terbaik dan luar biasa seperti emas, perak, kayu dan perabotan terbaik. Daud juga mengajak seluruh bangsa Israel untuk secara total mempersembahkan dan memberikan yang terbaik untuk Tuhan Allah. Kata dasar dari persembahan adalah sembah. Melalui persembahan, Daud mengundang umat Israel untuk menyembah, memberi pujian dan penghormatan hanya kepada Tuhan Allah. Semua ini Daud lakukan karena ia menyadari tentang siapakah Tuhan Allah yang sesungguhnya. Di ayat ke-14, Daud menyatakan, “Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu”. Daud menyadari akan pemeliharan Tuhan melalui begitu banyak kemurahan yang telah Tuhan berikan di sepanjang kehidupannya.
Refleksi untuk pamong
Bacaan Alkitab 1 Tawarikh 29: 10-14 yang berjudul “Nyanyian pujian Daud” merupakan pujian syukur Daud kepada Allah. Berikut ini ada beberapa pertanyaan refleksi yang dapat Anda jawab secara pribadi, yaitu :
- Setelah membaca dan merenungkan perikop “Nyanyian pujian Daud”, apakah alasan Daud menaikkan syukur kepada Tuhan?
- Di dalam ayat 11-12 Daud mengakui bahwa segala-galanya adalah milik kepunyaan Tuhan Allah. Apakah Anda sadar bahwa segala sesuatu adalah milik kepunyaan Tuhan Allah? Jika iya, maka apa yang menghalangi Anda untuk bersyukur? Cermati dan sebutkanlah hambatan kita dalam bersyukur kepada Tuhan.
Pendahuluan
- Ajak remaja membaca 1 Tawarikh 29: 10-14!
- Sampaikan Ilustrasi berikut:
Ada dua orang anak sedang memakan buah anggur. Salah seorang dari mereka mengatakan : “Manis sekali buah anggur ini” dan yang lain mengatakan “ Iya, tapi bijinya banyak sekali”. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menyusuri kebun, anak yang pertama berseru “ Lihat, mawar-mawar merah yang besar dan indah” dan yang lain berkomentar “Mawar itu penuh duri”. Setelah cukup jauh perjalanan mereka, mereka mulai kehausan dan satu anak berkomentar “syukurlah, air di botolku masih ada separuh” dan satu anak yang lain mengatakan “wah, air di botolku tinggal separuh, sebentar lagi aku akan kehabisan air dan kehausan”.
Cerita
Kira-kira diantara kedua anak di atas, kita lebih menggambarkan anak yang mana? Si penggerutu atau si syukur? Lebih mudah melihat kebaikan atau kekurangan sesuatu hal? Mengapa? Adakah pengalaman yang kita alami membuatnya begitu?
(Beri kesempatan remaja untuk menyampaikan pengalamannya).
Sebuah video motivasi menceritakan bahwa orang yang bersyukur memiliki lebih banyak keuntungan. Beberapa diantaranya, ia memiliki lebih banyak energi positif untuk melakukan banyak hal. Ia semakin mudah bangkit dari kejadian yang menyedihkan, bertumbuh optimis, murah hati, bahagia, tidak mudah putus asa dan bahkan bangkit lebih cepat. Lantas bagaimana supaya kita terlatih memiliki hati yang bersyukur?
Isi dari perikop ini merupakan pengakuan, pujian dan madah syukur Daud kepada Tuhan Allah. Dalam ayat ke- 10-13, dijelaskan bahwa Daud memuji Tuhan, ketika ia menyadari betapa besar dan hebatnya Allah. Pada saat yang bersamaan, Daud juga sekaligus sadar bahwa betapa kecil dirinya di hadapan Allah. Daud menyadari bahwa hanya Allah saja yang layak untuk menerima segala pujian dan hormat. Daud menghayati pemeliharaan yang Tuhan Allah berikan kepadanya Daud mengungkapkan bahwa Tuhan Allah adalah pemilik segala sesuatu. Seluruh kejayaan dan kekayaannya adalah milik kepunyaan Tuhan Allah yang dianugerahkan kepada Daud.
Nah, kita bisa lihat, bahwa rasa syukur dengan mudah timbul dari kesadaran ketika kita melihat kebaikan yang berasal dari luar diri kita. Di ayat ke-14, Daud menyatakan, “Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu”. Daud menyadari akan pemeliharan Tuhan melalui begitu banyak kemurahan yang Tuhan berikan di sepanjang kehidupannya. Maka, selalu menemukan kebaikan Allah dalam hidupnya, ternyata berdampak pada rasa syukur Daud atas kebaikan Allah.
Seorang yang bersyukur, akan berjuang untuk mengekspresikan rasa syukurnya. Daud memberikan yang terbaik dari yang ia miliki bagi Tuhan. Daud selanjutnya mempersiapkan rencana pembangunan Bait Suci. Daud membangun Bait Suci dengan material dan bahan-bahan yang terbaik dan luar biasa seperti emas, perak, kayu dan perabotan terbaik. Daud juga mengajak seluruh bangsa Israel untuk secara total mempersembahkan dan memberikan yang terbaik untuk Tuhan Allah. Kata dasar dari persembahan adalah sembah. Melalui persembahan, Daud mengundang umat Israel untuk menyembah, memberi pujian dan penghormatan hanya kepada Tuhan Allah.
Dengan rasa syukur kita akan lebih mudah merasa positif dan memiliki energi yang melimpah untuk melakukan banyak hal baik bagi kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesama. Di hari persembahan, mari terlibat menyiapkan segala sesuatunya sebaik-baiknya (pujian, natura, uang atau keterlibatan menjadi panitia). Seperti Daud yang mempersembahkan barang, pikiran, jiwa, waktu, kepemimpinannya untuk mengajak banyak orang memuliakan Tuhan, hal ini Daud lakukan karena ia menyadari besarnya makna kehadiran Tuhan Allah yang sesungguhnya bagi kehidupannya.
Anggur memang akan tetap berbiji, mawar akan tetap berduri, air di botol memang berkurang. Hanya saja ketika kita memilih untuk bersyukur kepada Tuhan karena membuat anggur terasa manis, mawar berwarna merah dan indah, serta air selalu menyegarkan, maka gerutu kita sungguhlah tiada artinya dan tiada penting.
Jikalau kita mau berhitung, adakah hal di dalam atau luar diri kita yang ada karena kemampuan/kekuatan kita? Jelas tidak ada. Lha, kita saja ada karena kehendak-Nya, maka sejatinya segala sesuatu yang ada dari dalam maupun luar diri kita juga pasti berasal dari kehendak-Nya. Maka, sejatinya, kita tidak memiliki pilihan lain, selain berterimakasih, bersyukur dan mewujudkan ekspresi syukur dengan memberikan yang terbaik dari yang kita miliki bagi kemuliaan-Nya. Rasa syukur juga akan membuat kita senang berbagi, mengingat bahwa sukacita harus dibagikan kepada orang lain, sehingga semakin banyak orang yang juga merasakan kebaikan Tuhan, karena segala sesuatu sebenarnya juga adalah milik Tuhan. Amin
Aktivitas
Memotong gambar pola (pinterest), menempelnya dan memasukkan perkara / hal -hal yang membuat teman remaja bersyukur.
Gambar pola dapat diambil di halaman ini (milik: https://christianpreschoolprintables.com)