Menjadi Saksi Tuntunan Ibadah Kenaikan Yesus Kristus 18 Mei 2023 untuk Remaja

Tahun Gerejawi: Kenaikan Tuhan Yesus
Tema: Bulan Kesaksian
Judul: Menjadi Saksi

Bacaan: Kisah Para Rasul 1: 6 -11
Ayat Hafalan: “Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.” (Yohanes 15: 27)

Lagu Tema: KJ. 426 “Kita Harus Membawa Berita”

Tujuan:

  1. Remaja dapat menunjukkan tugas para murid sebelum Yesus naik ke sorga.
  2. Remaja dapat menjelaskan alasan ucapan para malaikat kepada para murid.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Setelah kebangkitan, Tuhan Yesus hidup dan mengunjungi murid-murid-Nya. Para murid sangat senang melihat Tuhan Yesus. Bacaan Kisah Para Rasul 1:6-11 hendak menggambarkan perpisahan terakhir antara Tuhan Yesus dengan murid-murid-Nya setelah 40 hari lamanya Tuhan Yesus bersama-sama setelah kebangkitan-Nya. Perkataan Tuhan Yesus dalam ayat ke-8 ini hendak menegaskan bahwa murid-Nya diberikan kepercayaan untuk menjadi saksi Tuhan Yesus di dunia yaitu mewartakan kabar sukacita. Bukan hanya itu, para murid akan dilengkapi kuasa untuk menjadi saksi tentang kasih Allah melalui setiap kata dan perbuatan.  Kisah ini menggenapi kisah Tuhan Yesus yang menjanjikan Roh Kudus di ayat sebelumnya (Kisah Para Rasul 1: 1-5).

Selanjutnya, Ia naik ke surga bukan untuk meninggalkan kita, namun untuk menyediakan tempat bagi kita semua. Injil Yohanes (Yohanes 14:2a–3 “Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada“). Ketika Yesus terangkat ke sorga dan para murid menatapnya ke langit, tiba-tiba berdirilah dua orang berpakaian putih  berkata “Hai, orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga”.

Refleksi untuk Pamong:

  1. Dipandu pembacaan ayat diatas, bagian ayat mana yang berkesan bagi bapak, ibu dan saudara?
  2. Buatlah komitmen berdasarkan bacaan Alkitab dan pesan kuat yang ada didalamnya.

Semoga bagian perikop ini meneguhkan pamong untuk berkomitmen menjadi saksi tentang kebaikan dan kasih Allah  bagi anak-anak.

Pendahuluan

  1. Ajak remaja membaca Kisah Para Rasul 1: 6-11!
  2. Sampaikan Ilustrasi berikut:
    Nasrudin dikunjungi seorang teman yang membawa seekor bebek. Maka, Nasrudin memasak sop bebek dan menyantapnya berdua. Setelah satu jam temannya pulang, datanglah seseorang yang tidak dikenal Nasrudin dan berkata, “ Aku adalah teman dari teman yang membawa bebek tadi”. Memang masih ada sisa sop bebek, namun hanya ada sedikit sekali. Lalu Nasrudin menambahkan air dan menyajikannya. Sejam kemudian datang lagi seseorang yang tidak dikenal dan berkata “Aku adalah teman dari teman yang membawa bebek”. Nasrudin bingung. Sisa kuah sop itu tinggal sedikit. Maka, Nasrudin menambahkan air lalu menyajikannya. Baru saja orang ini mencicipi ujung sendok, ia membentak “ sop apa ini ?”. Dengan tenang Nasrudin menjawab, “Ini adalah sop bebek dari sop bebek dari sop bebek”.

    Sop bebek, tetaplah sop bebek. Ditambah air, ia tetap menjadi sop bebek.   Nasrudin tidak memiliki kehendak untuk mengurangi rasanya. Ia meneruskan  rasa sop bebek dan  tidak mengubahnya.  Demikianlah kesaksian. Bersaksi  adalah upaya tentang menceritakan/ mengisahkan ulang  suatu peristiwa   berdasarkan  dengan   apa yang dilihat, didengar, dirasakan sang saksi. Semakin persis dan dekat asli semakin sah. Sop bebek, tetap rasa bebek. Tidak dikurangi dan tidak ditambah.

Cerita
Setelah kebangkitan, Tuhan Yesus hidup dan mengunjungi murid-murid-Nya. Para murid sangat senang melihat Tuhan Yesus. Selanjutnya, bacaan Kisah Para Rasul 1: 6-11 hendak menggambarkan perpisahan  antara Tuhan Yesus dengan murid-murid-Nya setelah 40 hari lamanya Tuhan Yesus bersama-sama setelah kebangkitan-Nya. Kemana Yesus akan pergi? Ia naik ke surga. Ia naik ke surga bukan untuk meninggalkan kita, namun untuk menyediakan tempat bagi kita semua.

Sebelum meninggalkan mereka, para murid mendapatkan tugas untuk  menjadi saksi  Tuhan Yesus di dunia yaitu mewartakan kabar sukacita. Tetapi sebelumnya para murid akan dilengkapi kuasa untuk menjadi saksi. Kisah ini juga merupakan penggenapan janji Tuhan Yesus atas Roh Kudus di ayat sebelumnya (Kisah Para Rasul 1:1-5). Sesudah itu, Ia terangkat ke sorga dan ketika para murid menatap-Nya ke langit, tiba-tiba berdirilah dua orang berpakaian putih dan berkata “Hai, orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga”.

Demikian kita hari ini, kita adalah saksi-saksi Kristus. Saksi yang menceritakan kisah tentang betapa Allah mengasihi dunia dan  setiap ciptaan didalamnya. Kasih Allah yang tidak terbatasi dan terhalangi dengan ragam situasi, sejak kisah penciptaan, raja-raja, para nabi hingga para murid. Bahkan kasih Allah terus dinyatakan hingga  puncak pengorbanan Yesus Kristus.  Seperti halnya para murid, kita tidak boleh hanya termangu, menatap ke langit tanpa berbuat apapun, kita diminta untuk melihat ke sekeliling (lingkungan) tempat tinggal kita. Pada waktu itu, para murid berhadapan dengan ketidakadilan dalam bidang sosial, ekonomi dan keagamaan. Maka Yesus dan juga para murid, diminta untuk menjadi  pewarta pembebasan di tengah situasi ini. Hingga hari ini, kabar sukacita  terus diwartakan di tengah dunia yang sedang mengalami ragam situasi, sampai dengan kepenuhan sukacita dirasakan. Untuk melakukannya, setiap orang Kristen diberikan kuasa yang memampukan mereka bertanggungjawab, bertahan, berkomitmen  meneruskan kisah tentang kasih Allah bagi dunia.

Kira-kira situasi apa yang masih menjadi masalah dan belum dirayakan sebagai sukacita di sekitar kita (sekolah, rumah, lingkungan)? (Remaja diberi kesempatan menyampaikan pendapatnya).

Bagaimana dengan di sekolah, masihkah terjadi bullying, tawuran antar pelajar sekolah? Sudahkah sekolah rapi dan sampah dikelola dengan baik? Bagaimana dengan lingkungan rumah, apakah masih terjadi banjir di sekitar rumah?  Bagaimana dengan di gereja,  apakah masih banyak teman gereja yang belum aktif bersekutu? Apakah semua teman gereja apapun kondisi dan latar belakangnya sudah aktif berpartisipasi  dengan sukacita di gereja?  Nah, mari kita membayangkan jikalau Tuhan Yesus sedang ada di tengah kita,  berita sukacita apa yang kira-kira akan diwartakan-Nya?  Sebagai saksi, apa yang akan kita beritakan di tengah situasi tersebut? Jangan-jangan di sekeliling kita masih banyak ketidaksukacitaan dan dunia sedang menanti  kabar baiknya, tapi kita masih termangu memandang ke atas.

Jikalau begitu, apa yang harus kita lakukan? Apa yang akan kita respon? Mungkin kita berpikir, ah, nanti kan beres dengan sendirinya. Biar saja, itu kan bukan urusan kita. Wah, apa jadinya kita jikalau Petrus dan murid menolak panggilan indah ini? Apa jadinya jika Paulus menolak untuk terlibat memperkenalkan Kristus kepada orang-orang yang belum mengenal Kristus? Hari ini mungkin kita tidak mengenal keselamatan-Nya.

Panggilan bersaksi memang tidak lagi membaca Alkitab keras-keras di perempatan jalan, tetapi kesaksian  hari ini adalah mempersembahkan hidup sebagai kesaksian. Di tengah situasi yang perlu warta damai dan sukacita, kita dipanggil untuk  bersaksi tentang apa yang telah, sedang  dan akan  diperbuat Allah dalam Kristus. Mari, kita lanjutkan warta  kebenaran tersebut melalui setiap kata dan perbuatan, seperti yang diperbuat Kristus  di tengah konteks yang dihadapi-Nya. Amin

Aktivitas

  1. Buatlah kelompok di kelas remaja dan susunlah sebuah proyek kesaksian dengan beberapa hal yang coba kalian cari tahu: Apa masalah yang kalian temukan di lingkungan sekolah, gereja atau kampung. Buatlah ide-ide untuk mengatasi persoalan tersebut coba wujudkan dalam satu proyek.
  2. Presentasikan dan mintalah tanggapan dari teman-teman dari kelompok lain.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak