Tahun Gerejawi: Pra Paskah 5
Tema: Rela Berkorban
Judul: Berani Berkorban
Bacaan: Matius 27: 27-31
Ayat Hafalan: “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”. (Yohanes 15: 13)
Lagu Tema: Mentega dan Roti
Tujuan:
- Remaja dapat menunjukkan sikap Yesus yang rela berkorban demi menebus dosa manusia
- Remaja dapat menyebutkan hambatan-hambatan untuk bersikap rela berkorban bagi orang lain.
- Remaja dapat menyebutkan cara mengatasi hambatan untuk bersikap rela berkorban bagi orang lain.
- Remaja dapat membiasakan diri bersikap rela berkorban bagi orang yang menderita.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Perikop ini menceritakan kisah penderitaan yang dialami oleh Tuhan Yesus setelah Ia mendapat vonis hukuman mati dari Pontius Pilatus. Selesainya pengadilan tersebut maka selanjutnya Tuhan Yesus diserahkan penuh kepada pemerintah. Sehingga jelas kita dapatkan dari perikop ini bahwa Tuhan Yesus mendapat siksaan dari serdadu-serdadu wali Negara. Proses pengadilan dan penjatuhan hukuman atas Tuhan Yesus telah usai, selanjutnya adalah proses eksekusi atas jatuhan hukum yang telah diberikan kepada-Nya.
Penderitaan Tuhan Yesus tidak hanya sebatas menerima penghinaan secara verbal (diolok-olok) akan tetapi juga menerima siksaan secara fisik. Pertama-tama para serdadu memakaikan jubah ungu ganti pakaian Tuhan Yesus sebagai bentuk penghinaan kepada-Nya. Jubah ungu bukanlah pakaian yang cocok dipakai oleh orang-orang Yahudi, sehingga dengan demikian maka pemakaian jubah ungu kepada Tuhan Yesus ingin merendahkan martabat dari dari-Nya sebagai manusia. Mahkota duri adalah simbol dari atribut seorang raja yang tidak memiliki kekuasan dan kedudukan. Suatu bentuk penghormatan yang sebenarnya bertujuan untuk merendahkan.
Peristiwa Tuhan Yesus yang diolok-olok oleh serdadu-serdadu Romawi menunjukkan bahwa begitu luar biasa penderitaan yang dialami oleh Tuhan Yesus menjelang kematian-Nya di kayu Salib. Melalui peristiwa ini maka sejatinya Tuhan Yesus tidak hanya menerima penderitaan secara fisik saja, akan tetapi juga menerima penderitaan secara moral. Direndahkan serendah-rendahnya, dijatuhkan sejatuh-jatuhnya. Sikap rela berkorban yang sangat luar biasa dari Tuhan Yesus untuk kebaikan dan pengampunan dunia.
Pendahuluan
- Ajak remaja membuka Alkitab dari Matius 27: 27-31 dan minta membaca secara bergantian.
- Minta remaja menjawab pertanyaan berikut:
- Pernahkah berkorban untuk orang lain? Jika pernah sebutkan contohnya!
- Satu persatu remaja dapat menyebutkan sikap rela berkorban yang pernah dilakukan.
Cerita Bahasa Indonesia
Halo teman-teman yang terkasih! Tentu kita semua pernah mendengar kata berkorban, terkadang kita juga sering mengucapkan kata berkorban itu tetapi kita sangat sulit untuk melakukannya. Berkorban adalah bersedia dengan ikhlas, senang hati, dengan tidak mengharapkan imbalan dan mau memberikan sebagian yang dimiliki sekalipun menimbulkan penderitaan bagi diri sendiri. Sebagaimana contoh-contoh pengorbanan yang sudah teman-teman sebutkan tadi, pasti juga merasakan hal yang sama. Nah renungan kita saat ini berjudul “Berani Berkorban”.
Teman-teman yang terkasih, tentunya kita semua tahu bahwa manusia adalah makhluk sosial. Artinya manusia tidak bisa hidup tanpa kehadiran orang lain. Di sana ada relasi serta komunikasi yang dibangun, juga ada sesuatu yang diberikan sebagai wujud pertolongan maupun dukungan yang diberikan kepada sesama. Kita pun tentunya menyadari bahwa hingga sampai saat ini kita sudah memakai jasa banyak orang untuk mencukupi kebutuhan kita. Mungkin terkadang kita merasa tidak rela untuk memberikan sesuatu kepada orang lain, apalagi ketika yang akan kita berikan itu juga kita perlukan untuk keberlangsungan hidup kita sendiri. Contohnya saja ketika di sekolah ada teman kita yang tidak membawa bolpoin, sedangkan kita mempunyai bolpoin lebih dari satu, terkadang kita tidak rela untuk meminjamkan bolpoin tersebut kepada teman kita.
Teman-teman yang terkasih, bacaan kita saat ini menceritakan pengorbanan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus yang rela menderita. Tuhan Yesus mendapat siksaan dari serdadu-serdadu wali Negara. Tuhan Yesus tidak hanya mengalami penganiayaan secara fisik, Ia juga mengalami penghinaan yang merendahkan-Nya. Prajurit Roma pada dasarnya suka mengolok-ngolok tawanan yang akan disalibkan. Tuduhan yang disampaikan oleh Pilatus kepada Tuhan Yesus adalah raja orang Yahudi, oleh karena itu para prajurit ini mengolok-olok Tuhan Yesus sebagai raja orang Yahudi. Mereka mengenakan jubah ungu yang menyatakan kebesaran, memberikan buluh di tangan kanan yang menujukkan kekuasaan, serta berlutut di depan-Nya. Tindakan-tindakan yang diberikan bagi seorang raja tetapi dengan maksud “mengolok-olokkan Dia” (ay 29 dan 31).
Teman-teman yang terkasih, Tuhan Yesus sudah rela berkorban untuk kita. Tuhan Yesus dalam hidup-Nya tidak hanya memikirkan tentang diri-Nya sendiri. Akan tetapi, Ia juga memikirkan tentang orang lain secara khusus mereka yang menderita dan membutuhkan. Dari sini, kita belajar untuk dapat menjadi pribadi seperti Tuhan Yesus. Berani berkorban demi kebaikan orang lain yang ada di sekitar kita. Apabila ada orang-orang yang membutuhkan pertolongan, membutuhkan bantuan dalam bentuk apapun baiklah jika kita mampu untuk menolong dan berkorban bagi mereka. Tentu, bagi setiap orang yang mau berkorban demi kebaikan orang lain pasti akan diberkati oleh Tuhan Yesus. Hal ini karena Tuhan Yesus cinta kepada anak-anak yang berani berkorban. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Carita – Bahasa Jawa
Kanca-kanca kang dak tresnani! Mestine kabeh nate krungu tembung “berkorban” kadangkala sering ngucap tembung “berkorban” nanging angel dilakoni. Berkorban iku tegese tumindak srana ikhlas, bungah, kanthi ora ngarep imbalan lan gelem peparing masio gawe uripe dewe sara. Kayadene conto-conto saka kanca-kanca mau, mesti ngrasake mengkono. Lah, renungan dina iki bab “Berani Berkorban”.
Kanca-kanca kang dak tresnani, mestine kabeh ngreti yen manungsa iku kasebut makhluk sosial. Artine manungsa ora bisa urip yen ora ana wong liya. Manungsa nduweni relasi lan komunikasi, lan ana kang diparingne kangge wujud bantuan lan dukungan marang wong liya. Kabeh nyadari yen mbutuhake jasane wong liya kangge nyukupi kabutuhan urip. Mungkin, kita nate ora lila peparing marang kanca apa maneh sing bakal diparingne iku mau dadi kebutuhane awakedewe. Conto: wektu ning sekolahan enek kancane dewe lali ora gawa bolpen, lan kita nduwe bolpen loro, mesti ora gampang lila nyilihake bolpen mau.
Kanca-kanca kang dak tresnani, crita ing dina iki nyritaake bab pengorbanan Gusti Yesus. Gusti Yesus kang sumedya sangsara. Gusti Yesus kasiksa dening serdadu-sedadu wali Negara. Gusti Yesus ora namung kasiksa sacara fisik, ananging kasiksa sacara batin (diilokno). Prajurit Roma senengane ngilokno wong kang arep disalib. Gusti Yesus katuduh dening Pontius Pilatus dadi raja wong Yahudi, merga saka iku para prajurit Roma ngiloke Gusti Yesus raja wong Yahudi. Para prajurit ngagemi Gusti Yesus rasukan jubah ungu, buluh ing Astanipun lan sujud dhumateng Gusti. Kabeh iku pratandane laku marang raja ananging tujuane ngilokno Gusti Yesus (ay.29 & ay.31).
Kanca-kanca kang dak tresnani, Gusti Yesus wus nandhang sangsara merga kita. Gusti Yesus mboten namung mikiraken gesangipun piyambak. Ananging, Gusti karsa mikiraken uripe wong liya khususe wong sing sangsara lan mbutuhake pitulungan. Anak-anake Gusti perlu sinau dadi kaya Gusti Yesus. Wani berkorban kanggo wong liya kang ana ing sakiwa-tengen kita. Yen ana wong kang butuh pitulungan, mbutuhake bantuan ayo padha ditulung lan dibantu sak kuate awak dhewe. Mesti, saben wong kang gelem berkorban kangge uripe wong liya kang mbutuhake bakal diberkahi dening Gusti Yesus. Marga Gusti Yesus tresna marang bocah-bocah kang wani berkorban. Gusti Yesus amberkahi. Amin.
Aktivitas
- Ajak remaja duduk melingkar kemudian ajak mereka berdoa untuk teman yang ada di sebelah kanannya (setiap remaja berdoa untuk teman yang ada di sebelah kanannya dan bisa ditanyakan apa yang ingin didoakan).
- Dan doa tersebut diakhiri oleh pamong.