Jujur Dalam Segala Keadaan Tuntunan Ibadah Remaja 19 Maret 2023

6 March 2023

Tahun Gerejawi: Pra Paskah 4
Tema: Kejujuran
Judul: Jujur Dalam Segala Keadaan

Bacaan: Matius 26: 57-68
Ayat Hafalan: “Orang yang jujur di pimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya” (Amsal 11: 3)

Lagu Tema: “Aku mau jadi anak Jujur

Tujuan:

  1. Remaja dapat menyebutkan sikap para Imam dan Mahkamah Agama terhadap Yesus.
  2. Remaja dapat memberikan contoh sikap berani membela kebenaran.
  3. Remaja dapat membiasakan diri berlaku jujur dalam segala keadaan.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Dalam perikop ini diceritakan peristiwa awal tuntutan hukum yang diberikan kepada Tuhan Yesus oleh para ahli-ahli Taurat dan pemimpin-pemimpin agama saat ini. Mula-mula Tuhan Yesus dibawa kepada Kayafas, yang mana pada saat itu dia yang menjabat sebagai Imam Besar dan pemimpin dalam Mahkamah Agama. Akan tetapi, sangat disayangkan karena tuntutan-tuntutan yang diberikan kepada Tuhan Yesus adalah tuntutan-tuntutan palsu. Jika merujuk dari perikop lain, ada pula peran dari mantan pemimpin Makamah Agama sebelumnya yaitu Hanas. Hanas adalah mertua dari Kayafas (lih. Yoh 18:13), sehingga mereka berdua telah melakukan kesepakatan (persekongkolan) untuk menjerat Tuhan Yesus dengan hukuman mati.

Peran dari Mahkamah Agama secara bebas mengatur tentang stabilitas hidup beragama saat itu. Mereka berhak menata dan mengatur soal-soal keagamaan dan tidak diperkenankan untuk mengatur hal-hal yang terkait dengan politik. Sudah menjadi kesepakatan antara pemimpin-pemimpin agama Yahudi dengan pemimpin-pemimpin pemerintahan yang kala itu ada dibawah penjajahan bangsa Romawi. Sehingga, Mahkamah Agama tidak dapat menjatuhkan hukuman mati kepada Tuhan Yesus. Mereka hanya dapat menjerat dan memberikan tuntutan atas diri Tuhan Yesus dan membawanya kepada pemimpin pemerintahan, yaitu Pontius Pilatus.

Tuhan Yesus telah dijerat dengan saksi-saksi dusta yang diberikan kepada-Nya. Hal ini dilakukan oleh para pemimpin-pemimpin agama Yahudi untuk melumpuhkan pengaruh dan kekuasan Tuhan Yesus. Segala cara yang tidak benar dan tidak adil telah diperlakukan kepada Tuhan Yesus. Hal inilah yang pada akhirnya membuat Tuhan Yesus harus menanggung hukuman Salib sebagai bentuk hukuman mati dari pihak pemerintahan Romawi atas tuntutan-tuntutan kesalahan yang diberikan oleh para pemimpin agama Yahudi.

Pendahuluan

  1. Pamong memilih remaja (1 laki-laki dan 1 perempuan) untuk membaca Matius 26: 57-68 bagi teman-temannya.
  2. Minta remaja untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut :
    1. Siapakah Kayafas itu?
    2. Bagaimana sikap para imam dan Mahkamah agama terhadap Tuhan Yesus?

Cerita
Hallo teman-teman yang terkasih apa kabarnya? Pasti semua sehat dan bahagia. Sebelum lebih lanjut kita akan bersama merenungkan Firman Tuhan pada saat ini, saya ingin bertanya; menurut teman-teman bagaimana pendapat teman-teman tentang istilah berbohong demi kebaikan? (beri waktu remaja untuk menjawab)

Berbohong itu adalah tindakan yang tidak benar, sehingga tidak mungkin sesuatu yang tidak benar itu menjadi sebuah kebaikan. Kita akan merenungkannya lebih dalam lagi dengan renungan yang berjudul Jujur dalam segala kedaaan”.

Teman-teman yang terkasih, ada sebuah pribahasa mengatakan” Berani karena benar, takut karena salah”. Artinya kita harus berani menyatakan yang benar itu benar dan mengatakan salah itu adalah salah. Beranilah berkata dan berbuat benar dan takutlah berkata dan berbuat salah. Seringkali didalam kehidupan kita, kita susah untuk berkata jujur. Contohnya saja ketika di sekolah, kita telah mengetahui ada teman kita yang tidak bayar ketika membeli jajan di kantin sekolah, tetapi kita tidak berani menegur karena takut dijauhi oleh teman kita. Contoh lainnya lagi ketika mendapat nilai jelek saat ulangan tetapi tidak mau berkata jujur kepada orang tua, menutup-nutupi kesalahan. Ini merupakan sikap orang yang menghidupi istilah berbohong demi kebaikan. Padahal sikap seperti itu tidak baik dan keliru.

Teman-teman yang terkasih, bacaan kita saat ini menceritakan tentang kisah Tuhan Yesus yang diadili oleh para pemuka agama. Diceritakan bahwa mereka sebenarnya tidak dapat menemukan kesalahan pada Tuhan Yesus (ayat 59). Sekalipun kesaksian-kesaksian palsu diajukan tetap saja kebenaran Tuhan Yesus yang justru semakin menonjol (ayat 60). Satu-satunya tuduhan yang dapat mereka lontarkan akhirnya adalah ucapan Tuhan Yesus tentang diri dan karya-Nya yang diputarbalikkan kebenarannya (ayat 61-64). Jadi, Tuhan Yesus dihakimi bukan karena Ia bersalah, tetapi karena memang mereka tidak menginginkan-Nya. Kenapa Tuhan Yesus dibenci? Penyebabnya adalah adanya ketidakcocokan konsep mesianik diantara para pemuka agama Yahudi dengan Tuhan Yesus. Selain itu, kehadiran Yesus dengan karya-karyaNya menyebabkan popularitas mereka menurun dan mengganggu keamanan.

Oleh sebab itu, para pemuka agama yang saat itu berkuasa mencoba untuk menyingkirkan Tuhan Yesus dengan berbagai cara. Mereka dengan seenaknya menginjak-injak kebenaran dan menghina Sang Mesias. Akan tetapi, yang sebenarnya terjadi tidaklah demikian. Mereka kehabisan cara dalam menghadapi Tuhan Yesus karena cara apa pun yang mereka pakai hanya semakin membuat nyata siapa yang sesungguhnya benar, dan siapa yang sesungguhnya salah. Pada akhirnya mereka menggunakan cara-cara penyiksaan yang kejam, merendahkan martabat dan menghujat Tuhan Yesus (ayat 67-68).

Teman-teman yang terkasih dalam Kristus,
Saat ini kita merenungkan tentang makna dan pentingnya sebuah kejujuran. Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu diperhadapkan dengan keadaan-keadaan yang menawarkan sikap jujur atau bohong. Sebagaimana yang terjadi dalam cerita Alkitab saat ini, jangan sampai kita menjadi anak-anak yang memiliki sikap seperti orang-orang yang ingin menyingkirkan Tuhan Yesus. Berbohong pada akhirnya akan merugikan orang lain, ataupun diri kita sendiri. Maka, sebagai anak-anak Kristus kita harus berani untuk bersikap jujur dalam segala keadaan. Meskipun kita dibenci dan dijauhi oleh teman-teman karena kejujuran kita. Lebih baik demikian, dari pada disenangi oleh banyak orang tetapi selalu menampilkan kebohongan. Selamat berupaya untuk terus bersikap jujur dalam segala keadaan. Percayalah bahwa Tuhan akan senantiasa memberkati anak-anakNya yang jujur. Amin.

Aktivitas

  1. Membuat pembatas Alkitab dari kertas origami. Petunjuk bisa diikuti disini atau disaksikan pada video youtube ini.
  2. Menuliskan bentuk sikap jujur yang pernah dilakukan di pembatas alkitab tersebut.
  3. Menukarkan hasil membuat pembatas alkitab tersebut kepada temannya.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak