Bacaan: Roma 1 : 18 – 25 | Pujian: KJ. 64
Nats: “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.” (Ayat 20)
Hari ini tepat tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Selain itu juga menjadi hari lahir (dies natalis) sejumlah Perguruan Tinggi di Jawa Timur seperti Universitas Airlangga, Universitas Jember, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mungkin penetapan dies natalis yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan dimaksudkan untuk menggelorakan semangat pahlawan, utamanya dalam dunia pendidikan, yaitu untuk terus berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa. Perjuangan memang tidak hanya dalam wujud fisik mengangkat senjata saja, tetapi juga dapat dihayati melalui dunia pendidikan. Sebab mereka yang terdidik akan memiliki ilmu pengetahuan yang bermanfaat, baik untuk pribadi maupun untuk kepentingan bangsa dan negara.
Demikian pula dengan teologi yang dipahami sebagai suatu upaya pendekatan yang rasional terhadap iman dapat dipahami sebagai bagian dari pengetahuan, yaitu pengetahuan tentang Allah. Bagi orang percaya, pengetahuan itu inisiatifnya berawal dari Allah yang menyejarah dan berkenan menyatakan diri-Nya pada ciptaan-Nya. Keberdosaan manusia menjadi penghalang untuk dapat mencari tahu tentang Allah. Sehingga apabila manusia mampu berteologi (berpengetahuan tentang Allah), maka sejatinya itu karena Allah sendiri yang menolong dan membuka pikiran kita. Itulah pokok pikiran yang disampaikan oleh Rasul Paulus dalam mewartakan Injil kepada orang-orang Roma.
Pada bulan budaya yang dicanangkan oleh GKJW tahun 2022 ini, kita diajak membudayakan hidup benar dan baik di tengah-tengah dunia yang penuh dengan kejahatan melalui penggunaan pengetahuan, talenta, ketrampilan dan apapun yang ada pada diri kita secara tepat. Dengan kemampuan yang kita miliki, kita gunakan untuk menjadi berkat bagi orang lain. Karena itu, janganlah kita menjadi orang-orang yang menyia-nyiakan hidup, bodoh dan jahat. Tetapi marilah kita menjadi pahlawan-pahlawan kehidupan yang terus membudayakan pengetahuan yang benar dan baik. Percayalah bahwa Tuhan Yesus selalu menyertai kita. Amin. [ads].
“Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” (Amsal 1:7)