Kuatir dan Pilihan Tuntunan Ibadah Remaja 26 Juni 2022

13 June 2022

Tahun Gerejawi: Bulan Keluarga/ Minggu Biasa
Tema: Karakter Keluarga Kristiani: Dipilih untuk Melanjutkan.

Bacaan Alkitab: Ulangan 31: 1-8
Ayat Hafalan: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok.” (Matius 6:33-34A).

Lagu Tema:

  • Tersembunyi Ujung Jalan (KJ.416)
  • Amung Kumandel Iku (KPJ 106)

Tujuan:

  1. Remaja dapat menjelaskan kisah penunjukan Yosua sebagai pengganti Musa.
  2. Remaja dapat menceritakan hal-hal yang membuat mereka kuatir.
  3. Remaja dapat menjelaskan cara mengatasi rasa kuatir.

Penjelasan Teks:
Perikop ini mengisahkan penyerahan tampuk kepemimpinan bangsa Israel dari Musa ke Yosua. Sebelumnya, Yosua memiliki peran sebagai abdi Musa. Mungkin Yosua tidak memiliki kekuatan, kharisma, dan kekuasaan seperti Musa. Selama Musa memimpin Israel sebagai seorang nabi, Yosua berada di dekatnya sebagai seorang abdi/hamba/orang kepercayaan. Justru pengalaman-pengalaman selama menjadi seorang abdi nabi Musa, karakter Yosua dibentuk.

Meski demikian, Yosua memiliki karakter yang berbeda dengan Musa. Yosua lebih mengarah pada seorang organisator. Yosua memiliki pertimbangan yang berbeda dari seorang Musa. Yosua lebih mengarah kepada pemimpin militer. Sebab selama kepemimpinan Musa, orang-orang Israel bergantung penuh kepada figur Musa, baik dari kepemimpinan, keputusan strategis sampai hal kecil yakni detail mendirikan kemah.

Tatanan religius dan umat Israel sudah baik dalam era kepemimpinan Musa. Maka Yosua lebih mengedepankan keberlangsungan Israel sebagai sebuah bangsa di tengah bangsa-bangsa lain selain Israel.

Walaupun secara karakteristik sangat berbeda, Allah tetap menunjukkan karya, berkat dan jalanNya kepada bangsa Israel dalam kepemimpinan Yosua. Sehingga memantapkan hati untuk memimpin bangsa yang besar itu di Kanaan.

Pendahuluan:

  1. Ajak remaja membuka Alkitab dari Ulangan 31: 1-8 dan minta membaca secara bergantian.
  2. Ajak remaja berbagi pengalaman mereka tentang kekuatiran. Contoh pertanyaan: apa yang dirasakan ketika kuatir? Bagaimana perasaan mereka ketika menghadapi ujian sekolah, atau melakukan pelayanan musik di gereja?
  3. Ajak remaja menonton video “BEHIND THE WORDS #4 — KJ 416 Tersembunyi Ujung Jalan

Cerita (Bahasa Indonesia):
Dalam video tersebut, Jacqueline van der Waals (1868 – 1922) adalah penulis puisi yang menjadi dasar lagu rohani Kidung Jemaat 416 “Tersembunyi Ujung Jalan”. Sebagian liriknya mengisyaratkan bahwa manusia itu senantiasa berjalan yang ujungnya tersembunyi, tetapi percaya bahwa Tuhan akan menuntunnya dalam keselamatan. Tidak ada yang perlu dikuatirkan.

Yosua dipilih menggantikan dan melanjutkan peran Musa untuk memimpin bangsa Israel masuk ke negeri yang dijanjikan TUHAN (ay 7). Musa menyadari betul keraguan Yosua yang tersirat ketika diberi tanggung jawab yang sedemikian besar. Tetapi Yosua dipilih karena dianggap dekat dan memahami pola kepemimpinan Musa atas Bangsa Israel. Maka Musa membesarkan hati Yosua dengan berkata, “Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.” (ay 8). Yosua harus yakin dengan tugas yang akan diembannya.

Sama seperti Yosua, remaja masa kini harus mempersiapkan diri untuk mengemban tugas yang nanti akan diwariskan oleh generasi sebelumnya. Remaja harus mempersiapkan diri sejak sekarang. Menjalani pilihan dengan sungguh-sungguh adalah proses pendewasaan yang baik. Memang ketika memilih, kita diperhadapkan dengan kekuatiran akan kesalahan dan kemungkinan terburuk. Remaja harus dapat menentukan pilihannya dengan sadar akan hasil dan konsekuensi yang timbul. Di atas itu semua, remaja perlu memohon penyertaan atas setiap pilihannya pada Tuhan, sehingga Tuhan turut campur. Imanuel.

Akhiri perenungan dengan menyanyikan KJ 416: 1-4.

Carita (Basa Jawa):
Video kuwi mau, nerangake bab Jacqueline van der Waals (1868 – 1922) sing nulis geguritan kang dadi tembang rohani ing Kidung Jemaat 416 “Tersembunyi Ujung Jalan”. Saperangan lirike nerangake yen manungsa kuwi tansah mlaku ing dalan kang akhire ora katon, tapi pracaya yen Gusti bakal nuntun ing kawilujengan. Ora ana kan perlu dikuatirake.

Sang Yusak dipilih nggantos lan nglajengaken tugas Nabi Musa mimpin bangsa Israel mlebu nagari kang Gusti prasetyakake (ay 7). Nabi Musa krasa yen Sang Yusak mangu-mangu nalika kautus ngemban tanggel jawab sing semono gedhene. Tapi Sang Yusak kapilih marga kaanggep minangka abdi kang raket lan paham pola mimpin Nabi Musa tumrap Bangsa Israel. Mulane Nabi Musa pengen nggedekake atine Sang Yusak, kalayan paring dhawuh “Pangeran Yehuwah piyambak kang bakal ngirid lakumu, Panjenengane piyambak kang bakal nunggil marang kowe, kowe ora bakal ditegakake lan ora bakal ditilar, mulane aja wedi lan aja semplah.” (ay 8). Sang Yusak kudu nglakoni tugas lan ayahan kang diemban kanthi yakin.

Kayadene Sang Yusak, para remaja kudu sumadya ngemban tugas lan ayahan kang katurunaken saking para sesepuh. Para remaja uga kudu siap lan tatag awit saiki. Nglakoni pilihan kanthi tumemen dadi proses kadiwasan kang utami. Nalika namtokake pilihan, kita pancen ngadepi anane rasa kuatir yen keliru lan tumuju ing kahanan kang paling elek. Nanging para remaja kudu isa nemtokake pilihane kanthi sadhar lan ana konsekuensi yang dumadi saka pilihane. Sing paling utama, para remaja kudu sregep nyenyuwun ing Gusti bab pilihan-pilihan kang diadepi, lan Gusti karsa ngreksa uripe. Imanuel

Pungkasi kanthi memuji klayan KPJ 106 “Amung Keumadel Iku”.

Aktivitas: Temukan 6 kiat menghadapi ras kuatir!

Renungan Harian

Renungan Harian Anak