Siapkan KedatanganNya Tuntunan Ibadah Remaja 5 Desember 2021

22 November 2021

Tahun Gerejawi: Adven 2 dan HUT GKJW
Judul:
Siapkanlah Kedatangan-Nya
Tema: Janji Juru Selamat
Bacaan Alkitab:
Markus 13: 24-31

Ayat Hafalan: Ibrani 10: 25 – “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah, … dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat”

Lagu Tema: Kidung Ria 78 “Ku Kasihi Kau dengan Kasih Tuhan”

Tujuan

  1. Remaja dapat mengidentifikasikan tanda-tanda yang terjadi di alam. 
  2. Remaja dapat mengidentifikasi tanda kehadiran Tuhan Yesus yang kedua kali dari bacaan Alkitab. 
  3. Remaja berani mengungkapkan imannya bahwa mereka mempercayai kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya.  

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Kedatangan Tuhan atau tema parousia adalah tema kenabian yang disuarakan sejak Perjanjian Lama. Namun dengan latar belakang dan suasana yang berbeda. Parousia dalam Perjanjian Lama mengandung dua tujuan:

  1. Menggambarkan kehancuran Yerusalem (dan berakhirnya dunia).
  2. Menggambarkan restorasi (mengembalikan kejayaan) kerajaan Israel. 

Tujuan yang kedua ini banyak menggambarkan kondisi kebahagiaan yang tidak didapat waktu itu. Sedangkan Yesus menggambarkan kedatangan Tuhan atau kedatangan kerajaan Allah sedikit berbeda, bahwa kerajaan Allah sudah dekat yang digambarkan dengan pohon ara. Bahkan sudah di ambang pintu, dan lebih lagi kondisi ini akan bisa segera dilihat bersama. Suasana Kerajaan Allah dimulai ketika Yesus disalibkan yang menjadi awal masa pelayanan gereja. Dalam masa pelayanan gereja inilah suasana Kerajaan Allah bisa dirasakan: ada kasih, damai sejahtera, pengorbanan dan sukacita dalam cinta, namun penghakiman Kerajaan Allah belum dimulai.  Tugas gereja dan tugas kita bersama adalah mewujudnyatakan Kerajaan Allah dengan melakukan firman di dalam Yesus Kristus karena Yesus Kristuslah satu-satunya juruselamat yang bisa mewartakan dan mengajarkan tentang kerajaan Allah.

Pendahuluan

  1. Ajak remaja membuka Alkitab dari Markus 13: 24-31 dan minta membaca secara bergantian.
  2. Ajak remaja untuk berdiskusi tentang pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
    1. Minggu ini kita masuk dalam Adven 2, taukah remaja apa itu Adven?
      (jawab: masa penantian)
    2. Adven/masa penantian, memiliki 2 makna, apa sajakah itu?
      (jawab: penantian kelahiran Yesus/Natal dan penantian kedatangan-Nya yang kedua)
    3. Dari bacaan hari ini, kita tahu bahwa ada tanda-tanda alam menjelang kedatangan Tuhan Yesus (yang kedua) tanda-tanda apa sajakah itu?
      (jawaban ada di Markus 13: 24-27)

Cerita
Setelah kita berdiskusi dan mengingat kembali arti Adven beserta ciri-cirinya. Apa yang teman-teman remaja rasakan?

Jika berbicara tentang menanti, orang bilang itu adalah pekerjaan yang paling membosankan. Tetapi nyatanya tidak selalu demikian. Coba saja teman-teman remaja, yang sudah mulai punya rasa tertarik kepada lawan jenis dan memberanikan diri ‘nembak’ gebetan tsb. Lalu ketika diminta untuk menanti jawabannya, apakah terasa bosan? Mendebarkan iya, tapi kalau bosan sepertinya tidak. Atau jika teman-teman memesan sebuah barang yang sudah lama diimpikan, apakah bosan untuk menunggu barang itu datang? Tentu tidak!

Jadi, sekalipun pada umumnya menanti itu melelahkan, dalam beberapa hal bisa jadi tidak demikian. Tergantung apa atau siapa yang kita nanti. Lalu bagaimana dalam Adven kita saat ini? Khususnya seperti yang tertulis dalam bacaan, tentang penantian akan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua, apa yang remaja rasakan?

Seperti kesaksian Alkitab hari ini, janji tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua pasti akan digenapi. Dalam kedatangan Tuhan yang kedua akan menghadirkan Kerajaan Allah, yang sebenarnya tanda-tandanya (ada kasih, damai sejahtera, pengorbanan dan sukacita dalam cinta) sudah dimulai dari kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus dan berlanjut dalam perjalanan Gereja. Adalah tugas kita untuk menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia saat ini, sampai nanti Tuhan Yesus datang kedua kalinya. Kisah berikut ini kiranya dapat menyemangati dan memberi teladan bagi kita untuk dapat menghadirkan kerajaan Allah di dunia:

Ada sebuah biara yang hampir bubar. Penghuninya hanya tinggal enam orang yang sudah lanjut usia. Untuk menyelamatkan keadaan, pergilah pemimpin biara itu kepada seorang rabi yang terkenal bijak. “Rabi tolonglah, berilah nasihat yang dapat menolong kami” kata kepala biara sambil terisak.

Sang rabi pun ikut meneteskan air mata. “Maaf, saya pun tidak tahu apa jalan keluarnya. Yang dapat saya katakan hanyalah: salah seorang diantara Anda adalah Mesias.”

Setibanya di biara, para biarawan lain sudah menunggu. “Apa nasihat rabi?” tanya mereka. Sambil termenung kepala biara menjawab, “Rabi pun tidak bisa menolong. Hanya satu hal yang dikatakan rabi itu, tetapi aku tidak mengerti maksudnya. Ia berkata bahwa salah seorang di antara kita adalah Mesias atau Kristus.”

Pada hari-hari berikutnya para biarawan itu memikirkan ucapan sang rabi apa gerangan arti ucapan sang rabi, “apakah rabi itu bermaksud bahwa salah seorang di antara kita adalah penjelmaan Kristus? Ah, yang betul saja. Tetapi seandainya betul, biarawan yang mana?”

Karena mereka tidak tahu siapa yang adalah Kristus, maka mereka mulai bersikap hati-hati dan hormat satu sama lain.Bahkan lama-lama tiap biarawan itu mulai berpikir, “jangan-jangann Kristus menjelma dalam diri saya”. Karena itu mereka menjadi sangat berhati-hati dalam berkata dan bertindak. Suasana di biara itu menjadi ramah, penuh respek dan menyenangkan. Orang-orang yang singgah di biara itu melihat dan merasakan suasana yang indah itu. Mereka tertarik pada cara para biarawan itu saling bersikap. Karena itu mereka jadi sering datang dan berbincang-bincang dengan para biarawan. Seorang pemuda menggabungkan diri ke dalam biara itu. Sebulan kemudian ada lagi beberapa pemuda yang bergabung. Sementara setiap hari Minggu semakin banyak orang dari kota-kota sekitar yang ikut beribadah di biara itu. Orang-orang itupun ikut saling memperlakukan diri sebagai Kristus. Hasilnya biara yang semula hampir bubar kini hidup kembali dengan baik.

(karya asli dari Scott Peck, the Different Drum, diterjemahkan dan dikutip dari buku Andar Ismail, Selamat mengikut Dia)

Dalam diri setiap orang percaya ada Kristus yang perlu dipancarkan dan dinyatakan. Dengan demikian Kerajaan Allah kita mulai di dunia ini, Amin.   

Aktivitas
Ajak remaja membuat daftar perbuatan baik selama satu minggu, sebagai wujud persiapan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus untuk yang kedua kali.

Tabel Recana Perbuatan Baik

Hari Perbuatan Baik
 Senin
 Selasa
 Rabu
 Kamis
 Jumat
 Sabtu
 Minggu

Renungan Harian

Renungan Harian Anak