Pemahaman Alkitab Desember 2021

1 November 2021

Pemahaman Alkitab (PA) Desember (I)
Masa Adven dan Natal

Bacaan: Yesaya 40 : 1 – 11
Tema Liturgis:
Bersiap dan Mawas Diri Menanti Kedatangan Tuhan
Tema PA: Tekun Menghadapi Persoalan.

Pengantar PA:
GKJW Jemaat Karanggedhang mendapat predikat Gereja Tangguh dari pemerintah daerahnya. Predikat ini didapat karena berhasil mengajak warga jemaat mematuhi aturan pemerintah untuk mencegah penularan wabah penyakit Covid-19. Bukan hanya berhasil mengajak warga jemaatnya saja tetapi juga warga masyarakat di seluruh Desa Karanggedhang untuk mematuhi aturan pemerintah tentang menjaga kebersihan dan kesehatan.

Perjalanan untuk mendapat predikat “tangguh” ternyata bukan persoalan yang mudah, awalnya warga jemaat menolak khususnya aturan agar beribadah di rumah masing-masing. Namun Pak Pendeta, Penatua, Diaken dan semua unsur di gereja bekerja sama secara sabar memberikan penjelasan dan semangat untuk menjaga kebersihan dimanapun warga itu berada, baik di rumah, di gereja juga di mana-mana tempat. Selain itu selalu didengungkan bahwa ibadah kepada Tuhan tidak harus dilaksanakan dalam kelompok besar, dalam kelompok kecil atau di keluarga, hadirat Tuhan juga bisa dirasakan.

Renungan yang dibawakan oleh Bapak Pendeta untuk mendukung gerakan ibadah di rumah masing-masing, bercerita saat Tuhan Yesus ditangkap oleh para imam. Pada saat itu semua murid ketakutan karena bahaya ada di depan mata mereka, merekapun sejenak mengurung diri, berdoa dalam kelompok yang terbatas. Dalam keterbatasan itu apakah Tuhan tidak hadir didalamnya, ternyata dalam persekutuan kecil ini Tuhan Yesus malah memberkati mereka dan beberapa kali menampakkan diri kepada para murid.

Dan terbukti dari kekompakan majelis jemaat untuk bersama mengarahkan warga agar selalu waspada dan juga mau bersatu hati mewujudkan kekompakan di jemaat dapat membuahkan hasil Jemaat Karanggedhang mendapat predikat Gereja Tangguh. Dan yang lebih utama seluruh warga jemaat terhindar dari mara bahaya penyakit yang mematikan.

Penjelasan Teks:
Kitab Yesaya bacaan kita hari ini diyakini oleh para ahli kitab suci dituliskan dalam tiga periode, periode pertama masa sebelum pembuangan, kedua masa-masa pembuangan dan yang ketiga sesudah pembuangan. Dan sesuai periodesasi itu, bacaan yang kita baca dikelompokkan dalam Yesaya pasal 40 – 66 adalah masa-masa Israel dalam pembuangan di Babel.

Pada masa-masa awal pembuangan ini tentu rakyat Isreal mengalami “shock” psikologis dimana ketika mereka sukses sebagai kerajaan, semua mudah didapatkan oleh mereka, bahkan bangsa-bangsa disekitarnya juga segan terhadap Israel. Keadaan itu berbalik 180 derajat saat negeri mereka ditaklukan oleh Babel, semua kebanggaan itu seakan lenyap. Dalam situasi tertekan itulah Nabi Yesaya dipilih Allah untuk menenangkan dan menguatkan iman bangsa Israel. Ada banyak pesan kenabian yang diungkapkan Nabi Yesaya tentang kerelaan menerima keadaan dan berusaha bangkit dari semua tekanan. Termasuk juga pesan yang kita jadikan nats pada hari ini : “Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran.”

Bahan Diskusi 1:
Dalam hidup kita persoalan pasti banyak menghadang dihadapan kita, coba kita gali persoalan yang ada di persekutuan kita, baik di KRW, Kelompok atau Komisi. Silakan ditawarkan kepada peserta Pemahaman Alkitab untuk menyampaikan apa saja persoalan yang ada dipersekutuan, menurut pandangan masing-masing (mungkin 3-4 penanggap).

Bahan Diskusi 2 (Tindak Lanjut Diskusi 1):
Setiap persoalan itulah yang dikatakan oleh Nabi Yesaya sebagai lembah-lembah, bukit-bukit dan tanah yang berlekuk-lekuk. Disitulah “Kemuliaan Tuhan” harus dinyatakan, doa-doa harus dipanjatkan dengan sungguh-sungguh. Ajaklah peserta PA memilih satu persoalan yang telah muncul dari diskusi sebelumnya, dan tawarkan lagi kepada peserta (3-4 penanggap) untuk mengusulkan idenya terhadap permasalahan yang dihadapi.

Kesimpulan
Setiap orang ataupun kelompok orang termasuk gereja memiliki persoalan masing – masing, namun jika semua orang mau memilah-milah dan memikirkan sacara serius persoalan mana yang harus diselesaikan. Maka tentu ada banyak jalan keluar didalamnya. Namun juga harus diwaspadai bahwa usulan yang baik itu bisa menjadi persoalan susulan jika masing-masing orang menganggap usulannya paling baik dan menganggap usulan lain itu kurang baik.

Semangat yang harus dimunculkan adalah menganggap semua ide itu adalah baik, dan jika salah ide itu dijalankan itu berarti yang cocok untuk saat ini dan bisa dipakai adalah ide tersebut. Selamat menyongsong kedatangan Tuhan, dengan meratakan tanah yang tidak rata agar kemuliaan nama Tuhan segera terjadi dalam hidup kita sekalian. Amin. (DK).

 


Pemahaman Alkitab (PA) Desember 2021 (II)
Masa Adven dan Natal

 

Bacaan: 2 Petrus 3 : 1 – 18
Tema Liturgis: Bersiap dan Mawas Diri Menanti Kedatangan Tuhan
Tema PA:
Melawan Berita Bohong

Pengantar PA:
Bu Narti berlari-lari menemui Dani anaknya sambil membawa HP ditangannya. “Le, kesini nak, ini lho ada berita penting”, celetuk Bu Narti setengah berteriak. “Ada berita apa bu?”, sahut Dani sedikit malas meninggalkan motor yang diperbaikinya. “Ini lho le, akan ada pembagian pulsa gratis 50 ribu tiap bulan seumur hidup” “Dari siapa bu, berita itu?” menjawab dengan masih memegang kunci inggris. “Coba baca ini lho nak, hanya dengan mengirimkan identitas dan foto KTP maka akan menerima pulsa 50 ribu tiap bulan seumur hidup” jawab Bu Narti penuh semangat. “Coba lihat bu!”, Dani mengambil HP ibunya. Sesaat kemudian Dani menanggapi “Ini kabar bohong bu, atau biasa disebut hoax jangan percaya. Kalau ibu mengirim identitas ibu dan foto KTP kepada sembarangan orang bisa jadi data ibu disalahgunakan, contohnya dipakai untuk meminjam uang tanpa sepengetahuan ibu, lalu tagihan akan ditujukan kepada ibu. Atau banyak juga penyalahgunaan lainnya, makanya hati-hati bu.”

Di jaman sekarang banyak sekali berita bohong seperti cerita di atas karena itu semua orang harus waspada jangan sampai kita menjadi korban, atau secara tidak sengaja malah menjadi bagian dari penyebaran berita bohong itu sendiri.

Penjelasan Teks:
Surat Petrus ini hampir sama dengan sejumlah surat-surat lainnya dalam Kitab Perjanjian Baru, pada saat surat ini ditulis kekristenan masih berada pada masa-masa awal perkembangannya. Pada saat surat ini ditulis banyak sekali aliran atau pengajaran Kristen yang menyimpang dari ajaran para Rasul. Ajaran yang banyak berkembang adalah ajaran Gnotisme, yang berkembang karena pengaruh budaya Yunani. Ajaran ini mengajarkan bahwa kekuatan utama pada diri manusia adalah akal pikiran manusia (logos) dan Allah adalah buah dari pikiran manusia itu sendiri. Dalam ajaran Gnotisme Allah tidak nyata dan bisa dikendalikan oleh pikiran manusia, dan ajaran itulah yang banyak ditentang oleh para Rasul melalui surat-surat penggembalaan yang dikirimkan kepada jemaat-jemaat.

Kelompok Gnostisme berusaha mengecilkan Allah seperti yang tertulis pada ayat 4 “Dimanakah janji tentang kedatangan-Nya itu?”. Pertanyaan ini berusaha menyudutkan iman Kristen yang menantikan kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya. Para pencemooh ini menganggap bahwa janji-janji itu hanya kebohongan belaka. Dan Rasul Petrus menasehati umat Krsiten bahwa kedatangan Tuhan itu seperti pencuri. Seperti pada ayat 10 (bandingkan dengan Matius 24:44 atau Lukas 12:40). Jadi Rasul Petrus mengajarkan jangan dengarkan berita-berita bohong seperti itu, tetapi siap sedialah untuk menyambut Hari Tuhan yang akan datang dengan tiba-tiba.

Bahan Diksusi 1:
Ada banyak berita bohong yang beredar di masyarakat contohnya, ada yang menafisrkan bahwa Pandemi Covid-19 adalah tanda-tanda awal akan kedatangan Tuhan kedua (akhir jaman). Bagaimana menurut saudara? (diberikan kesempatan kepada 3-4 penanggap).

Kembali kepada pesan bacaan kita hari ini mulai ayat 10-14 Rasul Petrus mensehatkan :

  1. Hari Tuhan itu datangnya seperti pencuri.
  2. Jika hari Tuhan telah datang maka kita harus menyambutnya dalam kekudusan.
  3. Tuhan menjanjikan langit dan bumi baru bagi orang percaya.
  4. Mengisi hidup dengan hal hal yang baik.

Bahan Diskusi 2:
Ayat 14 “Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.” Sesuai pesan ini, menurut saudara apakah yang layak kita lakukan menyikapi banyaknya berita bohong (hoax) di lingkungan kita sekarang ini? (diberikan kesempatan kepada 3-4 penanggap).

Kesimpulan
Marilah kita tidak mudah termakan oleh berita-berita bohong di sekitar kita, apalagi berita yang dapat melemahkan iman kita. Kita pertebal iman dengan menjaga persekutuan dengan Tuhan melalui ibadah-ibadah kita. Dan lakukanlah kebaikan agar jika hari Tuhan benar-benar datang maka kita kedapatan kudus dihadapan Tuhan. Amin. (DK).

Renungan Harian

Renungan Harian Anak