Tahun Gerejawi: Bulan Kitab Suci
Tema: Kesungguhan hati dalam melayani dan mendengarkan Firman Tuhan
Bacaan Alkitab: Lukas 10:38-42
Ayat Hafalan: Ulangan 11:22 – Sebab jika kamu sungguh-sungguh berpegang pada perintah yang kusampaikan kepadamu untuk dilakukan, dengan mengasihi TUHAN, Allahku, dengan hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan berpaut pada-Nya
Lagu Tema: Firman Tuhan Kudengar
Penjelasan Teks (hanya untuk pamong)
Ramah tamah adalah tradisi dan sikap yang wajar yang ada di lingkungan Yahudi. Perikop sebelumnya menceritakan perempuan Samaria yang baik hati. Sehingga dapat dikatakan bahwa keramah-tamahan (seperti perempuan Samaria) juga ada di dalam diri Maria dan Marta.
Tuhan Yesus tidak mempermasalahkan sikap ramah tamah yang ditunjukkan oleh Marta. Namun problemnya adalah Marta teralihkan oleh yang kekuatiran yang berujung pada keluhan yang diutarakannya kepada Tuhan Yesus. Hal inilah yang menyebabkan ia tidak lagi fokus melayani Tuhan dengan sepenuh hati. Kata Yunani yang dipergunakan adalah “perispato” berarti teralihkan oleh yang lainnya.
Tuhan Yesus mengetahui apa yang menjadi kekhawatiran dan yang mengalihkan perhatian Marta. Keramahan Marta ternyata tertutup oleh kekhawatiran yang berujung pada keluhan. Kekhawatiran Marta mewujud melalui pertanyaan yang terkesan mempermalukan Maria saudaranya sendiri, di depan para tamu. Marta melontarkan gugatan, kepada Tuhan “Tuhan, Tuhan, tidakkah engkau peduli… (ayat 40).”
Tuhan Yesus tidak memilih mana yang benar antara Maria dan Marta. Tuhan Yesus tidak menganggap bahwa mendengar lebih baik ketimbang melayani (bekerja), demikian sebaliknya. Yang menjadi poin penting Tuhan Yesus adalah pilihan yang dilakukan dengan totalitas/sungguh-sungguh dan disertai dengan kesungguhan hati (ayat 42b “Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya”). Jika Marta benar-benar memiliki kesungguhan hati melayani tamu yang hadir pada saat itu, maka ia akan melayani/melakukan bagiannya/pekerjaannya dengan totalitas penuh (melakukannya dengan sungguh-sungguh dan fokus) tanpa mengeluh. Mari menghadirkan kesungguhan hati dalam hal apapun, baik melayani maupun mendengarkan.
Refleksi untuk Pamong
Keramahtamahan adalah hal etis yang tidak asing bagi budaya kita. Dalam budaya Jawa ada suguh gupuh atau ibarat lainnya tamu adalah raja. Bagi kita sebagai pamong, keramahtamahan adalah hal yang sentral bagi kita. Karena untuk melayani anak-anak, senyum sapa, persiapan, bahkan sampai pengorbanan (baik waktu, dana dan tenaga) pasti sudah kita miliki. Berkaca dalam kisah Maria dan Marta, seringkali sikap pelayanan kita tidak sepenuh hati. Selalu ada iri hati melihat lainnya hanya duduk diam, sehingga kesungguhan hati seorang pelayan menjadi teralihkan ketika melihat sikap pelayan yang lainnya mengambil hal yang berbeda dengan kita. Yesus mengingatkan kepada kita untuk senantiasa memiliki kesungguhan hati dalam mengambil peran pelayanan sehingga kita terfokus dalam melayani Tuhan, dan tujuan kita juga demi kemuliaan nama Tuhan.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan : Anak memahami kesungguhan hati untuk melayani dan mendengarkan Firman Tuhan.
Alat Peraga
- Kertas origami berbentuk hati/love, dan ditempel sedotan/sumpit untuk pegangannya. Lalu tuliskan tema hari ini: “Ya saya siap melayani dan mendengarkan firman Tuhan!”.
- Gambar tiga orang anak :
- Anak pertama sibuk bermain handphone pada saat mendengarkan pamong berkotbah
- Anak kedua, menyapu ruangan sambil mendengarkan pamong berkotbah
- Anak ketiga, duduk manis, membawa Alkitab, memperhatikan, dan mendengarkan pamong yang sedang berkotbah.

Pendahuluan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan…
Suatu hari, paman datang bertamu ke rumah Mimi dan Momo. Mimi dan Momo gembira. Momo meminta kepada mamanya supaya ia diperbolehkan menemani paman. “Ma…aku siap menemani paman” demikian ujar Momo yang ingin mendengar cerita pamannya. Mama pun memperbolehkannya. Sementara Mimi berbeda. Ia berkata kepada mamanya. “Ma, aku siap membantu mama menyiapkan makanan di dapur.” Mama tersenyum dan memperbolehkannya pula.
Setelah paman menghabiskan makanan dan minumnya, mama pun berujar kepada Mimi: “Mimi ini gelas bekas paman minum, tolong dikembalikan lagi ke dapur ya!.” Namun, Mimi malah menjawab, “Aduhhh males ah Ma, gantian Momo aja lah!” Dengan nada kesal, Mimi mengeluh kepada mamanya, “Uuhhh.. dari tadi Momo enak, dia duduk manis mendengarkan cerita Paman, sedangkan Mimi dari tadi sibuk melayani/membantu mama di dapur. Sekarang gantian Momo yang melayani dong!”.
Wah bagaimana ini? Bukankah Mimi dan Momo sejak awal sudah memilih bagian masing-masing? Mmi sejak awal menyatakan siap untuk melayani, dan Momo siap untuk mendengarkan dan menemani paman. Sekarang kok Mimi malah menggerutu sih? Menurut anak-anak bagaimanakah sikap Mimi baik atau nggak?
Nah, cerita Mimi dan Momo itu sebenarnya berasal dari bacaan/cerita Alkitab kita hari ini, dari Perjanjian Baru, Injil Lukas 10 : 38 – 42. Bagi anak yang sudah bisa membaca, yuk kita membacanya secara bergantian dan untuk anak-anak yang belum bisa membaca silakan menirukan pamong/orang tua ya.
Judul Firman Tuhan hari ini adalah (pamong menunjukkan alat peraga No.1 – Kertas origami berbentuk hati yang diberi tulisan) “Ya saya siap! –melayani dan mendengarkan firman Tuhan.”
Inti Penyampaian
Lukas 10:38-42 mengisahkan Tuhan Yesus beserta murid-murid-Nya yang berada di rumah Maria dan Marta (ayat 38). Sikap Maria saat itu adalah duduk manis dekat dengan Tuhan Yesus. Maria terus mendengarkan perkataan-Nya (ayat 39). Sikap Maria seperti sikap anak-anak sekarang ini ya, sudah bagus, duduk manis mendengarkan cerita tentang Tuhan Yesus dan tidak ribut sendiri.
Jikalau Maria duduk manis sambil mendengarkan cerita Tuhan Yesus, bagaimanakah dengan sikap Marta?. Dalam ayat ke-40 dikisahkan bahwa Marta tidak duduk manis seperti Maria, karena Marta memilih untuk melayani. Dia sibuk ke sana kemari untuk mempersiapkan ini dan itu. Namun, saat melihat Maria yang duduk manis mendengarkan cerita Tuhan Yesus, eh, Marta malah merasa kesal dan tidak terima. Marta menggugat, menggerutu, dan ia menyampaikan protesnya kepada kepada Tuhan Yesus seperti ini : “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah Maria membantu aku.” Wah… mengapa Marta yang melayani dengan ramah tiba-tiba berubah menjadi pemarah dan malah menggerutu ya?.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus. Bagaimanakah sikap yang baik saat melayani dan mendengarkan firman Tuhan itu?
Pamong menunjukkan alat peraga No.2. Lalu ajaklah anak untuk menunjukkan gambar anak nomor berapakah yang menujukan sikap yang baik saat melayani dan mendengarkan Firman Tuhan. Pamong menanggapi jawaban dari anak-anak dan memberikan penjelasan terkait tiga gambar tersebut.
Bolehkah kita bersikap seperti gambar yang pertama tentang anak yang sedang bermain boneka sambil mendengar Firman Tuhan? Boleh tidak ya? Ingat, sebelum pamong bercerita, anak-anak pasti diberi pertanyaan, “Siapa yang sudah siap mendengarkan cerita Alkitab? dan anak-anak menjawab saya siap!.” Lha kok saat mendengarkan firman Tuhan/cerita Alkitab anak-anak malah asyik main boneka dan tidak memperhatikan/mendengarkan firman Tuhan dengan baik?. Wahh…hayo, siapa yang suka melakukan seperti ini?. Siapa yang pada saat mendengarkan cerita Alkitab, malah asyik main sendiri atau menggangu teman, saudara di sebelah kanan dan kirinya? Hayo jujur?!.
Dalam gambar kedua dan ketiga, gambar tersebut seperti kisahnya siapa anak-anak? Ya benar. Seperti kisahnya si Mimi dan Momo, betul tidak?. Dari kisah Mimi dan Momo juga melalui kisah Maria dan Marta, tokoh mana dari kedua cerita tersebut yang memilih untuk melayani dan mendengarkan? Perhatikan bahwa gambar anak yang sedang menyapu sambil mendengarkan seperti tokoh Marta ya, yang memilih untuk melayani/membantu. Sementara gambar anak yang sedang duduk manis, seperti tokoh Maria yang memilih untuk mendengarkan.
Anak-anak yang mengasihi Tuhan, baik mendengarkan dan melayani sebenarnya sama-sama baik kok. Maria dan Marta telah memilih untuk melakukan bagian terbaik, asalkan keduanya melakukan dengan sungguh-sungguh, tanpa mengeluh, tanpa protes, dan tidak saling menjatuhkan/ merendahkan/menyalahkan atau menganggap bahwa pilihanku lebih baik dari pilihanmu.
Jika dalam Firman Tuhan minggu lalu, anak-anak diajak untuk rajin membaca Alkitab setiap hari, maka melalui Firman Tuhan minggu ini, anak-anak harus siap untuk sungguh-sungguh/sepenuh hati melayani dan mendengarkan firman Tuhan. Bila ingin melayani/membantu, maka layanilah dengan sepenuh hati. Jangan mengeluh. Dan saat mendengarkan firman Tuhan, dengarkanlah dengan sepenuh hati. Jangan sambil ngobrol atau sibuk main sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Aktivitas
Anak membuat aktivitas bentuk hati dari kertas origami (seperti alat peraga No.1). Kertas origami berbentuk hati yang diberi tulisan – Judul Firman Tuhan hari ini : “Ya saya siap—melayani dan mendengarkan firman Tuhan.” Kiranya anak-anak dimampukan untuk selalu siap melayani dan mendengarkan firman Tuhan dengan sepenuh hati.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan : Anak memahami kesungguhan hati untuk melayani dan mendengarkan Firman Tuhan.
Alat Peraga
- Kertas origami berbentuk hati/love, dan ditempel sedotan/sumpit untuk pegangannya. Lalu tuliskan tema hari ini: “Ya saya siap melayani dan mendengarkan firman Tuhan!”.
- Gambar tiga orang anak (gambar sama dengan Alat Peraga Balita):
- Anak pertama sibuk bermain handphone pada saat mendengarkan pamong berkotbah
- Anak kedua, menyapu ruangan sambil mendengarkan pamong berkotbah
- Anak ketiga, duduk manis, membawa Alkitab, memperhatikan, dan mendengarkan pamong yang sedang berkotbah.
Pendahuluan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan…
Suatu hari, paman datang bertamu ke rumah Mimi dan Momo. Mimi dan Momo gembira. Momo meminta kepada mamanya supaya ia diperbolehkan menemani paman. “Ma…aku siap menemani paman” demikian ujar Momo yang ingin mendengar cerita pamannya. Mama pun memperbolehkannya. Sementara Mimi berbeda. Ia berkata kepada mamanya. “Ma, aku siap membantu mama menyiapkan makanan di dapur.” Mama tersenyum dan memperbolehkannya pula.
Setelah paman menghabiskan makanan dan minumnya, mama pun berujar kepada Mimi: “Mimi ini gelas bekas paman minum, tolong dikembalikan lagi ke dapur ya!.” Namun, Mimi malah menjawab, “Aduhhh males ah Ma, gantian Momo aja lah!” Dengan nada kesal, Mimi mengeluh kepada mamanya, “Uuhhh.. dari tadi Momo enak, dia duduk manis mendengarkan cerita Paman, sedangkan Mimi dari tadi sibuk melayani/membantu mama di dapur. Sekarang gantian Momo yang melayani dong!”.
Wah bagaimana ini? Bukankah Mimi dan Momo sejak awal sudah memilih bagian masing-masing? Mmi sejak awal menyatakan siap untuk melayani, dan Momo siap untuk mendengarkan dan menemani paman. Sekarang kok Mimi malah menggerutu sih? Menurut anak-anak bagaimanakah sikap Mimi baik atau nggak?
Nah, cerita Mimi dan Momo itu sebenarnya berasal dari bacaan/cerita Alkitab kita hari ini, dari Perjanjian Baru, Injil Lukas 10 : 38 – 42. Bagi anak yang sudah bisa membaca, yuk kita membacanya secara bergantian dan untuk anak-anak yang belum bisa membaca silakan menirukan pamong/orang tua ya.
Judul Firman Tuhan hari ini adalah (pamong menunjukkan alat peraga No.1 – Kertas origami berbentuk hati yang diberi tulisan) “Ya saya siap! –melayani dan mendengarkan firman Tuhan.”
Inti Penyampaian
Lukas 10:38-42 mengisahkan Tuhan Yesus beserta murid-murid-Nya yang berada di rumah Maria dan Marta (ayat 38). Sikap Maria saat itu adalah duduk manis dekat dengan Tuhan Yesus. Maria terus mendengarkan perkataan-Nya (ayat 39). Sikap Maria seperti sikap anak-anak sekarang ini ya, sudah bagus, duduk manis mendengarkan cerita tentang Tuhan Yesus dan tidak ribut sendiri.
Jikalau Maria duduk manis sambil mendengarkan cerita Tuhan Yesus, bagaimanakah dengan sikap Marta?. Dalam ayat ke-40 dikisahkan bahwa Marta tidak duduk manis seperti Maria, karena Marta memilih untuk melayani. Dia sibuk ke sana kemari untuk mempersiapkan ini dan itu. Namun, saat melihat Maria yang duduk manis mendengarkan cerita Tuhan Yesus, eh, Marta malah merasa kesal dan tidak terima. Marta menggugat, menggerutu, dan ia menyampaikan protesnya kepada kepada Tuhan Yesus seperti ini : “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah Maria membantu aku.” Wah… mengapa Marta yang melayani dengan ramah tiba-tiba berubah menjadi pemarah dan malah menggerutu ya?.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus. Bagaimanakah sikap yang baik saat melayani dan mendengarkan firman Tuhan itu?
Pamong menunjukkan alat peraga No.2. Lalu ajaklah anak untuk menunjukkan gambar anak nomor berapakah yang menujukan sikap yang baik saat melayani dan mendengarkan Firman Tuhan. Pamong menanggapi jawaban dari anak-anak dan memberikan penjelasan terkait tiga gambar tersebut.
Bolehkah kita bersikap seperti gambar yang pertama tentang anak yang sedang bermain boneka sambil mendengar Firman Tuhan? Boleh tidak ya? Ingat, sebelum pamong bercerita, anak-anak pasti diberi pertanyaan, “Siapa yang sudah siap mendengarkan cerita Alkitab? dan anak-anak menjawab saya siap!.” Lha kok saat mendengarkan firman Tuhan/cerita Alkitab anak-anak malah asyik main boneka dan tidak memperhatikan/mendengarkan firman Tuhan dengan baik?. Wahh…hayo, siapa yang suka melakukan seperti ini?. Siapa yang pada saat mendengarkan cerita Alkitab, malah asyik main sendiri atau menggangu teman, saudara di sebelah kanan dan kirinya? Hayo jujur?!.
Dalam gambar kedua dan ketiga, gambar tersebut seperti kisahnya siapa anak-anak? Ya benar. Seperti kisahnya si Mimi dan Momo, betul tidak?. Dari kisah Mimi dan Momo juga melalui kisah Maria dan Marta, tokoh mana dari kedua cerita tersebut yang memilih untuk melayani dan mendengarkan? Perhatikan bahwa gambar anak yang sedang menyapu sambil mendengarkan seperti tokoh Marta ya, yang memilih untuk melayani/membantu. Sementara gambar anak yang sedang duduk manis, seperti tokoh Maria yang memilih untuk mendengarkan.
Anak-anak yang mengasihi Tuhan, baik mendengarkan dan melayani sebenarnya sama-sama baik kok. Maria dan Marta telah memilih untuk melakukan bagian terbaik, asalkan keduanya melakukan dengan sungguh-sungguh, tanpa mengeluh, tanpa protes, dan tidak saling menjatuhkan/ merendahkan/menyalahkan atau menganggap bahwa pilihanku lebih baik dari pilihanmu.
Jika dalam Firman Tuhan minggu lalu, anak-anak diajak untuk rajin membaca Alkitab setiap hari, maka melalui Firman Tuhan minggu ini, anak-anak harus siap untuk sungguh-sungguh/sepenuh hati melayani dan mendengarkan firman Tuhan. Bila ingin melayani/membantu, maka layanilah dengan sepenuh hati. Jangan mengeluh. Dan saat mendengarkan firman Tuhan, dengarkanlah dengan sepenuh hati. Jangan sambil ngobrol atau sibuk main sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Aktivitas
Anak membuat aktivitas bentuk hati dari kertas origami (seperti alat peraga No.1). Kertas origami berbentuk hati yang diberi tulisan – Judul Firman Tuhan hari ini : “Ya saya siap—melayani dan mendengarkan firman Tuhan.” Kiranya anak-anak dimampukan untuk selalu siap melayani dan mendengarkan firman Tuhan dengan sepenuh hati.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan: Anak dapat menunjukkan sikap dan kesungguhan hati saat melayani serta mendengarkan Firman Tuhan.
Pendahuluan
Anak-anak Madya yang dikasihi Tuhan…
Bacaan Alkitab kita hari ini dari Kitab Perjanjian Baru, Injil Lukas 10 : 38-42 (dibacakan secara bergantian). Di akhir bacaan Alkitab, pamong megucapkan : “Yang berbahagia ialah mereka yang senantiasa membaca, memelihara dan melakukan Firman Tuhan dalam hidup keseharian”.
Masih ingatkah anak-anak akan Firman Tuhan minggu yang lalu?, minggu lalu kita diingatkan untuk rajin membaca Alkitab (Pamong diharapkan melakukan check dan recheck, sejauh mana proses anak dalam menjalankan komitmen membaca Alkitab. Minggu ini, yuk kita menjadi anak-anak Tuhan yang siap. Siap untuk apa? Siap dan memiliki kesungguhan hati dalam melayani dan mendengarkan Firman Tuhan.
Marta dan Maria keduanya bersaudara. Namun, mereka mempunyai pilihannya masing-masing. Maria memilih untuk duduk di dekat kaki Tuhan Yesus sambil mendengarkan cerita-Nya, dan Marta lebih memilih untuk sibuk melayani Tuhan Yesus. Saat ini mari memilih, ada dua pilihan yang bisa anak-anak pilih:
Siapa saja kah anak-anak yang memilih menjadi “team Maria.” Tiap anak yang memilih Maria, silakan mengacungkan jempol/ibu jari. Siapa yang memilih menjadi “team Marta,” silakan mengacungkan jari telunjuk. Setelah itu, silakan pamong memberikan pertanyaan berikutnya: “Dari kisah Maria dan Marta, pilihan siapakah yang lebih baik/ pilihan siapakah yang paling benar?.” Lanjutkan dengan bertanya kepada beberapa anak perwakilan dari team Maria dan team Marta tentang apa alasan yang mendasari pilihan mereka.
Inti Penyampaian
Anak madya yang dikasihi Tuhan,
Dalam Lukas 10:38 mengisahkan bahwa ketika Yesus dan kedua belas murid-Nya tiba di sebuah kampung, mereka mendatangi rumah Marta. Marta menerima dan ia memilih untuk menyibukkan diri untuk melayani menyediakan/memberikan makanan dan minuman Tuhan Yesus dan para murid-Nya dengan penuh sukacita.
Marta memiliki saudara perempuan yang bernama Maria. Saat Marta sibuk melayani Tuhan Yesus, Maria duduk diam dekat kaki Yesus, sambil mendengarkan/fokus memperhatikan Tuhan Yesus (pamong membacakan ulang ayat 39-40). Marta tidak tahan melihat sikap Maria yang duduk dekat kaki Tuhan Yesus. Marta mengeluh kepada Yesus dan menyuruh Tuhan Yesus untuk menegur Maria agar mau membantunya. Namun, Yesus menjawab seperti yang ada di dalam ayat 41-42 “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”
Pamong mengingatkan kembali kegiatan di awal yang mempertentangkan team siapa yang lebih baik, team Maria atau Marta.
Sebenarnya keduanya baik. Pilihan Marta sudah baik dan benar karena dia sepenuh hati melayani Tuhan Yesus, begitu pula sebaliknya. Pilihan Maria juga baik dan benar karena ia tidak meninggalkan Tuhan Yesus, melainkan menemani dan mendengarkan-Nya.
Jadi, dalam kisah Maria dan Marta, Tuhan Yesus tidak memilih mana yang benar antara Maria atau Marta. Tuhan Yesus tidak menganggap bahwa mendengar lebih baik ketimbang melayani atau bekerja, demikian sebaliknya. Yang menjadi poin penting Tuhan Yesus adalah bahwa pilihan yang dilakukan oleh seseorang harus ia lakukan dengan totalitas atau disertai dengan kesungguhan hati (ayat 42b “Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya”).
Penerapan
Anak-anak Madya yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus…
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan sikap yang di tunjukan oleh Marta. Marta berusaha menjadi tuan rumah yang baik dan dengan sekuat tenaga ingin melayani/memberi makanan dan minuman bagi Tuhan Yesus yang ia anggap sebagai tamu istimewa dan memilih untuk menghadirkan keramahan. Begitu pula dengan Maria yang memilih untuk menjalankan fungsinya sebagai tuan rumah yang baik dengan menemani, tidak membiarkan Tuhan Yesus duduk sendirian dan dengan setia duduk mendengarkan perkataan dan kisah-kisah-Nya.
Lalu mengapa Tuhan Yesus menegur Marta?. Tuhan menegur kesalahan yang dibuat oleh Marta karena ia merasa tindakannya paling benar. Tuhan Yesus menegur Marta yang mengeluh dan malah sibuk menyalahkan pilihan Maria. Sikap dan tindakan yang ditunjukan oleh Marta tersebut, mengingatkan kita pada sikap orang-orang Farisi yang selalu menganggap diri benar dan menyalahkan orang lain.
Sungguh alangkah baiknya jika kita bisa mengombinasikan sikap Marta dan Maria dalam diri kita. Kiranya anak-anak Tuhan mampu menghadirkan kesungguhan hati dalam hal apapun. Katakan “Ya saya Siap! untuk melayani dan mendengarkan firman Tuhan dengan setia dan senantiasa tekun mewujudkannya dalam hidup sehari-hari. Inilah wujud kesungguhan hati untuk melayani dan mendengarkan Firman Tuhan, yang hendaknya menjadi sikap hidup kita sehari-hari. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
Aktivitas
Membuat pembatas Alkitab dari kertas origami/kertas manila warna warni yang sudah digunting berbentuk hati dan setiap anak diminta untuk menuliskan pesan/pelajaran apakah yang anak-anak dapatkan dari kisah Maria dan Marta.