Tahun Gerejawi: Bulan Kitab Suci
Tema: Mengingat dan mengajarkan
Bacaan Alkitab: Ulangan 6:1-9
Ayat Hafalan: Ulangan 6:7 – “haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun”.
Lagu:Nama-nama Kitab di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
Penjelasan Teks (hanya untuk pamong)
Pendidikan dalam keluarga adalah poin penting dalam tradisi umat Israel. Pendidikan yang dimaksudkan lebih ke arah informal (memang dalam era Ezra terdapat sekolah untuk sofrim -ahli kitab, selain itu juga Ben Sirakh sempat mendirikan sekolah hikmat namun hanya untuk orang dewasa).
Bangsa Israel sangat menjunjung tinggi peran penting keluarga dalam mendidik iman pada anak-anak mereka. Dalam perikop ini sangatlah jelas bahwa perintah untuk mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan harus diingat dan diajarkan berulang kali di dalam keluarga. Hal ini akan semakin terlihat jelas ketika melihat pengajaran dan pengulangan dalam tradisi paskah keluarnya bangsa Israel dari Mesir.
Mengingat dan mengajarkan adalah tradisi yang sangat mengakar dalam budaya keluarga Israel, terlebih lagi mengingat ajaran/firman Tuhan dan mengajarkan pada keluarga.
Refleksi untuk Pamong
Pamong adalah kunci pelayanan kepada anak-anak. Kesungguhan pelayanan kita akan teruji ketika kita melihat perikop Ulangan 6:1-9. Apakah kita sebagai pelayan juga mengajarkan firman Tuhan kepada keluarga kita? Firman Tuhan adalah jalan bagi kita untuk semakin dekat dengan Tuhan, namun jika jalan itu tidak kita lalui dan kita hanya bisa menggambarkan saja namun belum tentu memiliki pengalaman melalui atau berjalan dalam jalan firman Tuhan, bagaimana kita dapat menggambarkan dan menerangkan firman Tuhan tersebut? Oleh karena itu sebagai pamong hendaknya apa yang kita ajarkan juga kita hidupi dalam kehidupan sehari-hari. Terutama mengajarkan secara terus menerus kepada keluarga kita.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak mengerti keharusan untuk mengingat dan memperhatikan firman Tuhan
Alat Peraga
- Kertas origami warna merah, kuning, hijau, biru, hitam.
- Angka 1 -10 (pamong dapat menggunakan kertas yang dituliskan angka 1-10 / bisa menggunakan jari tangan untuk menunjukkan jumlah angka.)
Pendahuluan
Awali dengan ajakan kepada anak-anak untuk menyebutkan warna dan angka pada alat peraga yang sudah dipersiapkan.
Bagi anak yang sudah sekolah pasti bisa menyebutkan berbagai macam warna dan angka bukan? Nah kini silakan menyebutkan warna dan angka (pamong menunjukkan alat peraga kertas origami warna warni dan meminta anak untuk menyebutkan berbagai warna pada kertas origami dan angka-angka tertentu). Wah.., anak-anak pintar semuanya ya, tepuk tangan untuk anak-anak semua hebat!.
Anak-anak bisa mengetahui berbagai macam warna dan angka dari mana ya?, Apakah anak-anak secara tiba-tiba mengetahui/ bisa menyebutkan itu semua atau ada yang mengajari ya?.
Setelah anak-anak mendapat pengajaran, baik itu tentang warna dan angka, pastilah anak-anak mengingat apa yang sudah diajarkan, betul?. Nah seperti judul firman Tuhan hari ini yaitu “Ingatlah ajaran Tuhan,” maka mari kita mengingat ajaran Tuhan ya. Minggu ini bacaan terambil dari Kitab Perjanjian Lama, yaitu Ulangan 6:1-9. Bagi anak yang sudah bisa membaca, nanti kita akan membacanya secara bergantian dan untuk anak-anak yang belum bisa membaca maka pamong/orang tua yang akan membantu anak membacakan, sementara anak disilakan menirukan bacaan.
Inti Penyampaian
Kitab Ulangan 6 menceritakan Allah yang memerintahkan umat Israel agar mereka bersungguh-sungguh mengajarkan kepada anak-anaknya untuk lebih mengenal dan menaati ajaran firman Tuhan yang terdapat di dalam Kitab Suci. Apabila bangsa Israel dan anak- anak mereka dengan sungguh-sungguh mengenal Allah, mereka menjadi semakin menghormati Allah dan akan menerima berkat Allah yang melimpah di dalam kehidupan. Ajaran-ajaran tersebut harus selalu diulang terus menerus agar mereka lebih mengenal Allah dengan mendalam, mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengikuti-Nya dalam ketaatan penuh.
Nah kalau di dalam bacaan dikisahkan Umat Israel mengajarkan tentang firman Tuhan kepada anak-anaknya, bagaimana dengan anak-anak di sini?. Kalau di sekolah minggu, tentu ada pamong yang memberikan pengajaran firman Tuhan, namun bagaimana dengan anak-anak di rumah? apakah saat di rumah papa-mama, ayah-ibu, yang-kung, yang-ti, memberikan pengajaran dan menceritakan tentang firman Tuhan juga?
Supaya kita bisa mengerti tentang warna dan angka maka harus ada seseorang yang mengajarkan kita. Di awal tadi anak-anak bisa menyebutkan berbagai macam warna dan angka, pasti karena anak-anak telah mendapatkan pengajaran dari guru dan orang tua. Nah, supaya anak-anak bisa mendapatkan pengajaran tentang Tuhan Yesus, maka anak-anak harus mendengarkan siapa ya? Supaya anak-anak bisa mengetahui ajaran “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” (Ulangan 6:5), maka anak-anak harus mendengarkan siapa? Betul. Mendengarkan pamong, pendeta, guru agama, dan orang tua.
Penerapan
Di dalam Kitab Ulangan 6: 6-7 menyatakan, “Apa yang kuperintahkan kepadamu haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” Nah jelas ya bahwa ayat ini mengingatkan juga para orang tua, papa-mama, bapak-ibu kalian, untuk terus menerus mengajarkan firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab. Artinya, ingatkan orang-tua kalian masing-masing untuk juga mengajarkan, dan mengisahkan cerita Alkitab saat di rumah, sehingga anak-anak dapat mendengarkan Firman Tuhan bukan hanya dari pamong saja, oke!. Tuhan Yesus memberkati anak-anak semua. Amin.
Aktivitas
- Melipat kertas origami dan membuat origami mulut (pamong silakan melihat tutorial “cara membuat kertas origami mulut berbicara“)
- Setelah anak membuat “kertas origami mulut berbicara,” mintalah anak untuk mengingat ajaran atau kisah Alkitab yang baru saja disampaikan oleh pamong.
- Ingatkanlah anak agar saat di rumah, anak-anak meminta orang tua untuk menceritakan kisah dan pengajaran Alkitab. Misalnya, ajaran tentang doa Bapa Kami, buah-buah Roh, hukum kasih, kisah-kisah di dalam Alkitab tentang penciptaan, kelahiran Yesus, Paskah, dan sebagainya.
- Setiap anak harus mengingat ajaran firman Tuhan yang disampaikan oleh orang tuanya dan pada minggu berikutnya silakan pamong mengecek/menanyakan.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan: Anak mengerti keharusan untuk mengingat dan memperhatikan firman Tuhan
Alat Peraga
- Kertas origami warna merah, kuning, hijau, biru, hitam.
- Angka 1 -10 (pamong dapat menggunakan kertas yang dituliskan angka 1-10 / bisa menggunakan jari tangan untuk menunjukkan jumlah angka.)
Pendahuluan
Awali dengan ajakan kepada anak-anak untuk menyebutkan warna dan angka pada alat peraga yang sudah dipersiapkan.
Bagi anak yang sudah sekolah pasti bisa menyebutkan berbagai macam warna dan angka bukan? Nah kini silakan menyebutkan warna dan angka (pamong menunjukkan alat peraga kertas origami warna warni dan meminta anak untuk menyebutkan berbagai warna pada kertas origami dan angka-angka tertentu). Wah.., anak-anak pintar semuanya ya, tepuk tangan untuk anak-anak semua hebat!.
Anak-anak bisa mengetahui berbagai macam warna dan angka dari mana ya?, Apakah anak-anak secara tiba-tiba mengetahui/ bisa menyebutkan itu semua atau ada yang mengajari ya?.
Setelah anak-anak mendapat pengajaran, baik itu tentang warna dan angka, pastilah anak-anak mengingat apa yang sudah diajarkan, betul?. Nah seperti judul firman Tuhan hari ini yaitu “Ingatlah ajaran Tuhan,” maka mari kita mengingat ajaran Tuhan ya. Minggu ini bacaan terambil dari Kitab Perjanjian Lama, yaitu Ulangan 6:1-9. Bagi anak yang sudah bisa membaca, nanti kita akan membacanya secara bergantian dan untuk anak-anak yang belum bisa membaca maka pamong/orang tua yang akan membantu anak membacakan, sementara anak disilakan menirukan bacaan.
Inti Penyampaian
Kitab Ulangan 6 menceritakan Allah yang memerintahkan umat Israel agar mereka bersungguh-sungguh mengajarkan kepada anak-anaknya untuk lebih mengenal dan menaati ajaran firman Tuhan yang terdapat di dalam Kitab Suci. Apabila bangsa Israel dan anak- anak mereka dengan sungguh-sungguh mengenal Allah, mereka menjadi semakin menghormati Allah dan akan menerima berkat Allah yang melimpah di dalam kehidupan. Ajaran-ajaran tersebut harus selalu diulang terus menerus agar mereka lebih mengenal Allah dengan mendalam, mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengikuti-Nya dalam ketaatan penuh.
Nah kalau di dalam bacaan dikisahkan Umat Israel mengajarkan tentang firman Tuhan kepada anak-anaknya, bagaimana dengan anak-anak di sini?. Kalau di sekolah minggu, tentu ada pamong yang memberikan pengajaran firman Tuhan, namun bagaimana dengan anak-anak di rumah? apakah saat di rumah papa-mama, ayah-ibu, yang-kung, yang-ti, memberikan pengajaran dan menceritakan tentang firman Tuhan juga?
Supaya kita bisa mengerti tentang warna dan angka maka harus ada seseorang yang mengajarkan kita. Di awal tadi anak-anak bisa menyebutkan berbagai macam warna dan angka, pasti karena anak-anak telah mendapatkan pengajaran dari guru dan orang tua. Nah, supaya anak-anak bisa mendapatkan pengajaran tentang Tuhan Yesus, maka anak-anak harus mendengarkan siapa ya? Supaya anak-anak bisa mengetahui ajaran “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” (Ulangan 6:5), maka anak-anak harus mendengarkan siapa? Betul. Mendengarkan pamong, pendeta, guru agama, dan orang tua.
Penerapan
Di dalam Kitab Ulangan 6: 6-7 menyatakan, “Apa yang kuperintahkan kepadamu haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” Nah jelas ya bahwa ayat ini mengingatkan juga para orang tua, papa-mama, bapak-ibu kalian, untuk terus menerus mengajarkan firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab. Artinya, ingatkan orang-tua kalian masing-masing untuk juga mengajarkan, dan mengisahkan cerita Alkitab saat di rumah, sehingga anak-anak dapat mendengarkan Firman Tuhan bukan hanya dari pamong saja, oke!. Tuhan Yesus memberkati anak-anak semua. Amin.
Aktivitas
- Melipat kertas origami dan membuat origami mulut (pamong silakan melihat tutorial “cara membuat kertas origami mulut berbicara”)
- Setelah anak membuat “kertas origami mulut berbicara,” mintalah anak untuk mengingat ajaran atau kisah Alkitab yang baru saja disampaikan oleh pamong.
- Ingatkanlah anak agar saat di rumah, anak-anak meminta orang tua untuk menceritakan kisah dan pengajaran Alkitab. Misalnya, ajaran tentang doa Bapa Kami, buah-buah Roh, hukum kasih, kisah-kisah di dalam Alkitab tentang penciptaan, kelahiran Yesus, Paskah, dan sebagainya.
- Setiap anak harus mengingat ajaran firman Tuhan yang disampaikan oleh orang tuanya dan pada minggu berikutnya silakan pamong mengecek/menanyakan.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan : Anak mengerti keharusan untuk mengingat, memperhatikan dan mencintai firman Tuhan sebagai hal yang berharga di dalam hidup
Pendahuluan
Anak-anak Madya yang dikasihi Tuhan…
Bacaan Alkitab kita hari ini terambil dari Kitab Perjanjian Lama, Ulangan 6 : 1-9 (dibacakan secara bergantian). Di akhir bacaan Alkitab, pamong berucap: “Yang berbahagia ialah mereka yang senantiasa membaca, memelihara dan melakukan Firman Tuhan dalam hidup keseharian.”
Masih ingatkah anak-anak akan Firman Tuhan minggu yang lalu?, minggu lalu kita belajar dari kisah Maria dan Marta mengenai: “Kesungguhan hati dalam melayani dan mendengarkan Firman Tuhan”.
Pamong silakan cek tugas anak untuk membuat pembatas Alkitab dari kertas origami yang digunting berbentuk hati dengan tulisan yang berisi pesan/pelajaran yang anak-anak dapatkan dari kisah Maria dan Marta.
Lalu pamong silakan bertanya kepada setiap anak mengenai firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab PL/PB.
- Isi pengajarannya tentang apa saja?
- Apakah hanya berisi hal atau pengajaran dan kisah tentang semua peristiwa yang baik saja? ataukah terdapat juga kisah tentang hal buruk dan jahat?
Kisah yang ada di dalam Alkitab, baik yang terdapat di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru berisi tentang segala peristiwa baik dan buruk, yang manusia lakukan. Tentu terkait semua hal yang baik, kita harus melakukannya. Sebaliknya, untuk yang buruk kita tidak boleh melakukannya. Di atas semua itu, Alkitab menegaskan cinta kasih Tuhan Allah yang tak berkesudahan bagi kita semua.
Inti Penyampaian
Anak Madya yang dikasihi Tuhan,
Kitab Ulangan 6 menceritakan Allah yang memerintahkan umat Israel agar mereka bersungguh-sungguh mengajarkan kepada anak-anaknya untuk lebih mengenal dan menaati ajaran firman Tuhan yang ada di dalam Kitab Suci. Karena apabila bangsa Israel dan anak- anak mereka dengan sungguh-sungguh mengenal Allah, maka akan membuat mereka menjadi semakin ingin menghormati Allah. Dengan begitu, mereka akan menerima berkat Allah yang melimpah di dalam kehidupan mereka. Ajaran yang selalu diulang terus menerus dimaksudkan agar mereka lebih mengenal Allah dengan mendalam, mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengikuti-Nya dalam ketaatan penuh. Ibarat gadget, maka harus selalu di charge, atau di isi dayanya secara terus menerus bukan? Supaya apa? Supaya dapat berguna dan tidak mati. Demikian pula dengan kita, yang harus terus menerus mengingat, memperhatikan, dan mencintai ajaran serta seluruh kehendak Tuhan Allah, supaya kerohanian kita tetap segar dan hidup.
Nah kalau di dalam bacaan dikisahkan Umat Israel mengajarkan tentang firman Tuhan kepada anak-anaknya, bagaimana dengan anak-anak di sini?. Jika dalam ibadah anak, di sekolah minggu, ada pamong yang memberikan pengajaran firman Tuhan, dan menceritakan tentang cerita Alkitab, lantas bagaimana dengan anak-anak ketika di rumah? Apakah saat di rumah kalian juga mendapatkan pengajaran tentang firman Tuhan juga? Jika iya, dari siapakah? Jika tidak, mengapa demikian?
Bagaimanakah caranya dan hal apa saja yang bisa dilakukan oleh anak Madya untuk bisa mengerti, mengingat, memperhatikan, dan mencintai firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab?. Apakah dengan cukup rajin mengikuti sekolah minggu saja? Rajin mengikuti ibadah anak tentu merupakan hal yang baik. Meskipun pandemi, namun anak-anak tetap bisa sekolah minggu secara online/daring melalui zoom bukan? Dan jangan lupa setiap hari anak-anak juga harus rajin membaca Alkitab tanpa disuruh, melainkan dengan kesadaran, dengan kesungguhan. Ingatkan komitmen anak untuk “rajin membaca Alkitab” pada pertemuan Minggu pertama di bulan September.
Penerapan
Anak-anak Madya yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus…
Kita tidak akan dapat mengetahui kebenaran, jika tidak ada yang mengajarkannya. Itulah mengapa kita membutuhkan guru di sekolah, pamong di gereja. Supaya anak-anak bisa memperhatikan, mengingat, dan mencintai firman Tuhan, sebab seperti apa yang tertulis dalam kitab Ulangan 6 : 6-7 : “Apa yang kuperintahkan kepadamu haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”
Maka, yuk mengingatkan para orang tua, papa-mama, bapak-ibu kalian, untuk juga terus menerus mengajarkan firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab. Sebab yang bertugas untuk mengajarkan bukan hanya guru, dan pamong saja, melainkan juga orang-tua masing-masing, oke. Tuhan Yesus memberkati anak-anak semua. Amin.
Aktivitas
Ajaklah anak melakukan misi yang akan dicek oleh pamong minggu depan. Contoh misinya sebagai berikut:
Beribadah Keluarga di rumah masing-masing. Mintalah anak untuk dapat beribadah dalam keluarga (baik doa bersama, membaca kitab suci bersama, dan memuji Tuhan bersama keluarga). Dalam ibadah keluarga singkat tersebut, anak-anak/orangtua dapat merekam aktifitas ibadah tersebut. Video dapat diupload dalam wa grup gereja atau pamong sebagai bukti anak-anak dan keluarga telah melakukan ibadah keluarga di rumah masing-masing
Catatan: Sebagai semangat anak-anak, pamong dapat menyediakan hadiah bagi anak-anak yang telah melakukan ibadah keluarga di rumah masing-masing (bisa melalui nominasi peringkat dsb).