Ayo Rajin Baca Kitab Tuntunan Ibadah Anak 5 September 2021

23 August 2021

Tahun Gerejawi: Bulan Kitab Suci
Tema: Kekudusan dari Allah mewujud melalui ketekunan membaca Kitab Suci

Bacaan Alkitab
: 1 Timotius 4 : 1-16
Ayat Hafalan: Mazmur 119:105 “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku”

Lagu Tema: “Baca Kitab Suci”

Penjelasan Teks (hanya untuk Pamong)
Timotius sedang diperhadapkan dengan permasalahan pengajaran sesat. Pengajaran sesat
pada umumnya datang dari Gnostik. Gnostik beranggapan bahwa jiwa terperangkap dalam tubuh yang fana, implikasinya segala sesuatu yang berhubungan dengan tubuh adalah layak untuk ditinggalkan. Timotius ingin mengkritik pemahaman gnostik yang sudah merasuk dalam ajaran gereja. Timotius mengkritiknya dengan mengawali melalui uraian pemahaman tentang penciptaan, yakni dengan menegaskan bahwa segala sesuatu yang telah diciptakan oleh Allah baik adanya.

Selanjutnya Timotius mengkritik pengajaran sesat dengan pemahaman pengudusan. Pengudusan yang dalam bahasa Yunani “aggiasetai” menurut Timotius harus bisa dirasakan oleh orang percaya dan persekutuan (orang percaya). Paulus juga memiliki pengertian bahwa kekudusan bukan berdasarkan jerih payah, daya upaya, atau kemampuan manusia, melainkan harus berdasarkan firman Allah melalui doa. Timotius masih relatif muda dan dipandang belum memiliki kuasa rasuli, oleh karena itu Rasul Paulus memberi legalitas kepada Timotius (1 Tim. 1:18) yang harus ia rawat dengan anjuran untuk setia membangun disiplin rohani dengan cara bertekun membaca kitab suci, menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan dan kesucian (ayat 12-15).

Secara garis besar I Tim. 4 ingin mengajarkan kepada kita bahwa kekudusan bukanlah bersumber dari diri kita sebagai manusia melainkan semata-mata karena kuasa dan anugerah Tuhan yang mewujud melalui ketekunan untuk berdoa, membaca kitab suci, dan melakukan perbuatan baik.

Refleksi untuk Pamong
Kegiatan pelayanan sekolah minggu adalah garda terdepan Pendidikan iman bagi anak-anak di GKJW. Rutinitas dan senioritas seringkali membelenggu diri kita, para pamong untuk berefleksi mendekatkan diri pada Tuhan. Belum lagi masalah kekurangan tenaga ataupun masalah regenerasi, terkadang menjadi halangan tersendiri. Kita diajak untuk berefleksi seperti Timotius, walaupun diperhadapkan dengan banyak halangan, Timotius tetap dituntun oleh Tuhan melalui diri seorang Paulus. Kekudusan diri kita bukan karena diri kita sendiri melainkan karena kuasa dan anugerah Tuhan yang harus terwujud dalam integritas diri kita sebagai pamong dalam mengabarkan kabar sukacita dan keselamatan Tuhan. Sudahkah kita tekun dan tetap bertahan dalam berdoa, membaca kitab suci dan berbuat baik? Itulah jatidiri kita yang sebenarnya. Apa yang kita lakukan itulah yang kita ajarkan sebagai kesaksian bagi anak-anak kita


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak memahami keharusan untuk tekun membaca Kitab Suci.

Alat Peraga:

  1. Alkitab
  2. Gambar keluarga yang sedang membaca Alkitab bersama
  3. Gambar rumah, gereja, sekolah, pasar, mall, bioskop, lapangan bola, sawah, pantai, kamar tidur, kamar mandi dan kolam renang

Pendahuluan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan…

Kakak Pamong mau bertanya : “Kalau anak-anak mengikuti ibadah anak/sekolah minggu, benda apa yang harus anak-anak bawa ?” “Ya benar sekali, anak-anak harus membawa Kitab Suci/Alkitab” “(pamong memperlihatkan Alkitab yang dibawanya kepada anak-anak dan meminta anak-anak untuk memperlihatkan Alkitab yang mereka bawa).

“Wah semua anak sudah membawa Alkitab ya, BAGUS!. Sekarang kalau Alkitab sudah dibawa, akan kita apakan ya Alkitabnya? Alkitab digunakan untuk apa ya? Apakah Alkitab digunakan untuk tiduran, sebagai bantal atau digunakan di kepala seperti topi? Tentu tidak ya. Alkitab/Kitab Suci itu untuk dibaca.” (seperti lagu Baca Kitab Suci).

“Sekarang, siapa yang sudah bisa membaca? Bagi anak yang sudah bisa membaca, silakan membuka Bacaan Alkitab kita hari ini dari Kitab Perjanjian Baru, 1 Timotius 4:12-13 (khusus anak Balita, Bacaan Alkitab hanya ayat 12-13 saja). Untuk anak-anak yang belum bisa membaca, maka pamong atau orang tua atau pendamping akan membantu anak untuk membacakan, lalu anak menirukan.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus, bacaan Alkitab 1 Timotius 4:12-13 berkisah tentang sebuah nasihat yang diberikan oleh Rasul Paulus kepada Timotius. Nasihat adalah ajaran, pelajaran, anjuran, peringatan, petunjuk, teguran yang baik. Dan nasihat biasanya diberikan oleh orang yang usianya jauh lebih tua seperti orang dewasa, kepada anaknya atau mereka yang usianya lebih muda. Jika di dalam bacaan Paulus memberikan nasihat kepada Timotius, berarti yang umurnya lebih tua siapa ya? Ya, benar sekali. Timotius lebih muda dibandingkan dengan Rasul Paulus. Sama seperti anak-anak yang biasanya juga mendapat nasihat dari orang tua bukan?! Nah nasihat apa yang diberikan oleh Paulus kepada Timotius ya?”

  1. Nasihat Paulus yang pertama : (Pamong membacakan ulang ayat 12). Rasul Paulus mengingatkan, bahwa walaupun Timotius masih muda akan tetapi ia harus bisa menjadi teladan melalui perkataan dan perbuatan. Tahukah anak-anak bahwa nama Timotius memiliki arti orang yang saleh, orang yang menghormati Tuhan.
  2. Nasihat Paulus yang kedua : (pamong membacakan ulang ayat 13). Paulus menganjurkan bahwa meskipun masih muda, akan tetapi Timotius harus rajin membaca Kitab Suci, supaya ia memahami Firman Tuhan. Jadi Timotius diharapkan tekun atau rajin membaca Kitab Suci

Penerapan
“Jadi anak-anak yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus. Anak-anak harus bersyukur karena sedari kecil kalian sudah diajarkan akan Firman Tuhan melalui ibadah anak/sekolah minggu.”

“Jika Paulus menasihatkan Timotius untuk menjadi teladan, maka demikian pula dengan anak-anak. Walaupun umur kalian masih muda, apakah kalian bisa menjadi teladan bagi orang dewasa? Bisa ya. Tentu bisa. Seperti apa contohnya? Misalnya saat melihat kakak atau orang tua malas/lupa belum beribadah (baik yang beribadah secara onsite/ragawi ataupun online/daring di rumah), anak-anak harus berani untuk mengingatkan ya! Contoh lain: (tunjukan alat peraga gambar keluarga yang sedang membaca Alkitab bersama) Siapakah di antara keluarga kalian yang rutin membangun persekutuan/rajin membaca Alkitab dan berdoa bersama setiap harinya hayoo? Saat orang tua, atau orang dewasa lupa, anak-anak harus mengingatkan dan memberi semangat ya.”

Mari mengingat bahwa kita sebagai anak-anak Tuhan harus tekun membaca Kitab Suci. Kalau ada yang belum bisa baca, minta tolong dibacakan oleh orang tua ya. Yuk menjadi anak-anak Tuhan, yang rajin membaca Alkitab!. Tapi, jangan lupa selain rajin membaca Alkitab, kita harus menjadi teladan/contoh yang baik bagi sekitar. Jangan karena anak-anak rajin membaca Alkitab, lalu menjadi anak yang merasa paling suci/sombong dan merendahkan orang lain, dengan misalnya mengungkapkan seperti ini: “ini loh aku anak Tuhan yang paling kudus/ paling baik, paling suci dan aku pasti masuk surga karena aku loh rajin baca Alkitab dan berdoa setiap hari, uh tidak seperti kamu malas!” Nggak boleh ya. Ingatlah bahwa kekudusan bukan berasal dari diri kita sebagai manusia, tidak bersumber dari kekuatan dan daya upaya kita, melainkan semata-mata karena kuasa Tuhan. Amin.”

Aktivitas
Menempel gambar lokasi yang tepat untuk membaca Alkitab. Gambar yang tersedia: rumah, gereja, sekolah, pasar, mall, bioskop, lapangan bola, sawah, pantai, kamar tidur, kamar mandi dan kolam renang.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak memahami keharusan untuk tekun membaca Kitab Suci.

Alat Peraga

  1. Alkitab
  2. Gambar keluarga yang sedang membaca Alkitab bersama
  3. Gambar rumah, gereja, sekolah, pasar, mall, bioskop, lapangan bola, sawah, pantai, kamar tidur, kamar mandi dan kolam renang

Pendahuan
Hai anak-anak yang dikasihi dan mengasihi Tuhan.

Kakak Pamong mau bertanya nih: “Kalau anak-anak mengikuti ibadah anak/sekolah minggu baik online maupun di gereja secara langsung, benda apa yang harus anak-anak bawa ?” “Ya benar sekali, anak-anak harus membawa Kitab Suci/Alkitab” “(pamong memperlihatkan Alkitab yang dibawanya kepada anak-anak dan meminta anak-anak untuk memperlihatkan Alkitab yang mereka bawa).

“Wah semua anak sudah membawa Alkitab ya, BAGUS!. Sekarang kalau Alkitab sudah dibawa, akan kita apakan ya Alkitabnya? Alkitab digunakan untuk apa ya? Apakah Alkitab digunakan untuk tiduran, sebagai bantal atau digunakan di kepala seperti topi? Tentu tidak ya. Alkitab/Kitab Suci itu untuk dibaca.” (seperti lagu Baca Kitab Suci).

“Sekarang, siapa yang sudah bisa membaca? Bagi anak yang sudah bisa membaca, silakan membuka Bacaan Alkitab kita hari ini dari Kitab Perjanjian Baru, 1 Timotius 4:12-13 (khusus anak Balita, Bacaan Alkitab hanya ayat 12-13 saja). Untuk anak-anak yang belum bisa membaca, maka pamong atau orang tua atau pendamping akan membantu anak untuk membacakan, lalu anak menirukan.

Inti Penyampaian
“|Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus, bacaan Alkitab 1 Timotius 4:12-13 berkisah tentang sebuah nasihat yang diberikan oleh Rasul Paulus kepada Timotius. Nasihat adalah ajaran, pelajaran, anjuran, peringatan, petunjuk, teguran yang baik. Dan nasihat biasanya diberikan oleh orang yang usianya jauh lebih tua seperti orang dewasa, kepada anaknya atau mereka yang usianya lebih muda. Jika di dalam bacaan Paulus memberikan nasihat kepada Timotius, berarti yang umurnya lebih tua siapa ya? Ya, benar sekali. Timotius lebih muda dibandingkan dengan Rasul Paulus. Sama seperti anak-anak yang biasanya juga mendapat nasihat dari orang tua bukan?! Nah nasihat apa yang diberikan oleh Paulus kepada Timotius ya?”

  1. Nasihat Paulus yang pertama : (Pamong membacakan ulang ayat 12). Rasul Paulus mengingatkan, bahwa walaupun Timotius masih muda akan tetapi ia harus bisa menjadi teladan melalui perkataan dan perbuatan. Tahukah anak-anak bahwa nama Timotius memiliki arti orang yang saleh, orang yang menghormati Tuhan.
  2. Nasihat Paulus yang kedua : (pamong membacakan ulang ayat 13). Paulus menganjurkan bahwa meskipun masih muda, akan tetapi Timotius harus rajin membaca Kitab Suci, supaya ia memahami Firman Tuhan. Jadi Timotius diharapkan tekun atau rajin membaca Kitab Suci

Penerapan
“Jadi anak-anak yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus. Anak-anak harus bersyukur karena sedari kecil kalian sudah diajarkan akan Firman Tuhan melalui ibadah anak/sekolah minggu.”

“Jika Paulus menasihatkan Timotius untuk menjadi teladan, maka demikian pula dengan anak-anak. Walaupun umur kalian masih muda, apakah kalian bisa menjadi teladan bagi orang dewasa? Bisa ya. Tentu bisa. Seperti apa contohnya? Misalnya saat melihat kakak atau orang tua malas/lupa belum beribadah (baik yang beribadah secara onsite/ragawi ataupun online/daring di rumah), anak-anak harus berani untuk mengingatkan ya! Contoh lain: (tunjukan alat peraga gambar keluarga yang sedang membaca Alkitab bersama) Siapakah di antara keluarga kalian yang rutin membangun persekutuan/rajin membaca Alkitab dan berdoa bersama setiap harinya hayoo? Saat orang tua, atau orang dewasa lupa, anak-anak harus mengingatkan dan memberi semangat ya.”

Mari mengingat bahwa kita sebagai anak-anak Tuhan harus tekun membaca Kitab Suci. Kalau ada yang belum bisa baca, minta tolong dibacakan oleh orang tua ya. Yuk menjadi anak-anak Tuhan, yang rajin membaca Alkitab!. Tapi, jangan lupa selain rajin membaca Alkitab, kita harus menjadi teladan/contoh yang baik bagi sekitar. Jangan karena anak-anak rajin membaca Alkitab, lalu menjadi anak yang merasa paling suci/sombong dan merendahkan orang lain, dengan misalnya mengungkapkan seperti ini: “ini loh aku anak Tuhan yang paling kudus/ paling baik, paling suci dan aku pasti masuk surga karena aku loh rajin baca Alkitab dan berdoa setiap hari, uh tidak seperti kamu malas!” Nggak boleh ya. Ingatlah bahwa kekudusan bukan berasal dari diri kita sebagai manusia, tidak bersumber dari kekuatan dan daya upaya kita, melainkan semata-mata karena kuasa Tuhan. Amin.”

Aktivitas
Anak-anak bisa menggambar anggota keluarga dengan suasana pada saat bersama-sama membaca alkitab.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan : Anak memahami keharusan untuk tekun membaca Kitab Suci yang adalah sumber hikmat.

Pendahuluan
“Anak-anak Madya yang dikasihi Tuhan…”

“Bacaan Alkitab kita hari ini dari Kitab Perjanjian Baru, 1 Timotius 4:1-16 (dibaca secara bergantian). Di akhir bacaan, pamong mengucapkan : “Yang berbahagia ialah mereka yang senantiasa membaca, memelihara dan melakukan Firman Tuhan dalam hidup keseharian.”

Lalu, pamong memberikan pertanyaan berikut ini kepada anak Madya.

“ Anak-anak Jawablah secara jujur pertanyaan berikut ini:”

  1. Siapa di antara kalian yang setiap hari rutin atau sering membaca Alkitab? Apakah kalian membaca secara pribadi atau saat teduh sendiri, ataukah melakukannya bersama keluarga?
  2. Alkitab yang kalian miliki, biasanya dipegang, dibuka, dibaca dan direnungkan setiap harikah? Atau hanya ketika hari minggu saja? Jika setiap hari rutin/sering membaca Alkitab, berapa-kali kalian membacanya dalam sehari?           

Inti Penyampaian
“Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, bacaan Alkitab 1 Timotius 4:1-16 berkisah tentang sebuah nasihat yang diberikan oleh Rasul Paulus kepada Timotius. Nasihat adalah ajaran, pelajaran, anjuran, peringatan, petunjuk, teguran yang baik. Dan nasihat biasanya diberikan oleh orang yang umurnya lebih tua/orang dewasa kepada anaknya.”

Timotius adalah seorang anak yang umurnya masih sangat muda saat itu dan ia sudah menjadi muridnya Rasul Paulus. Nama Timotius memiliki arti orang yang saleh, orang yang menghormati Tuhan. Timotius dididik oleh ibunya agar ia menjadi seorang anak yang memahami Kitab Suci. Di sepanjang hidupnya, Timotius mengenal tentang ajaran-ajaran Firman Tuhan. Oleh karenanya ia menjadi sosok yang taat kepada Firman Tuhan.”

Dalam ayat 1-3 digambarkan tentang konteks pergumulan yang dihadapi oleh orang-orang percaya pada saat itu, dimana Timotius tinggal. Dan dalam ayat selanjutnya (ayat 4-16), Paulus dikisahkan memberikan beberapa nasihat kepada Timotius. Secara khusus di dalam ayat ke 12, Paulus menasihati Timotius tentang bagaimana seharusnya seorang yang umurnya masih muda harus bertindak menghadapi pergumulan (sebagaimana pergumulan yang diungkapkan dalam ayat 1-3).”

Penerapan
Anak-anak Madya yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus. Konteks pergumulan yang Paulus gambarkan adalah bahwa akan ada pengajar-pengajar sesat, ajaran-ajaran setan dan tipu daya pendusta-pendusta yang dapat mengacaukan kehidupan beriman orang Kristen.”

“Berkaitan dengan pengaruh ini, Paulus mengingatkan beberapa hal penting kepada Timotius sebagai pedoman untuk bersikap sebagai berikut :”

  1. Saling mengingatkan dan melatih diri untuk tekun/rajin beribadah (ayat 4-7). Jikalau saat ini kita masih berada dalam kondisi pandemi ang disebabkan covid 19, maka ibadah dan kegiatan Gereja lainnya tidak lagi bisa secara leluasa dilakukan di Gereja. Bahkan ada di antara kawan-kawanmu yang berjemaat di kota-kota tertentu, terpaksa sama sekali tidak bisa beribadah di gereja, dan harus beribadah anak, melakukan sekolah minggu di rumah, bersama keluarga. Akan tetapi meskipun pandemi membatasi perjumpaan kita, anak-anak harus tetap beribadah lho ya!
  2. Memberitakan dan mengajarkan Firman kebenaran Tuhan (ayat 11). Paulus berkata: “Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu.” Mengapa harus kita ajarkan dan beritakan? Sebab Kitab Suci adalah sumber hikmat.
  3. Bertekun dan rajinlah dalam membaca Kitab Suci (ayat 13). Ingatlah selalu bahwa kita sebagaimana Timotius yang adalah anak-anak Tuhan harus tekun dalam membaca Kitab Suci. Ayo Rajin Baca Alkitab!
  4. Selain rajin membaca Alkitab, kita juga harus menjadi teladan/contoh yang baik bagi sekitar. Jangan karena anak-anak rajin membaca Alkitab, lalu merasa menjadi anak yang paling suci lalu dengan seenaknya merendahkan orang lain, dengan misalnya mengungkapkan seperti ini: “Ini loh aku anak Tuhan yang paling kudus/ paling baik, paling suci dan aku pasti masuk surga karena aku loh rajin baca Alkitab dan berdoa setiap hari, uh tidak seperti kamu malas, pasti masuk neraka!”. Nggak boleh ya. Ingatlah bahwa kekudusan bukan berasal dari diri kita sebagai manusia, tidak bersumber dari kekuatan dan daya upaya kita, melainkan semata-mata karena kuasa Tuhan. Amin. Ingatlah bahwa kekudusan bukan berasal dari diri kita sebagai manusia melainkan karena kuasa Tuhan. Amin.

Aktivitas

  1. Membuat cap telapak tangan dan mengguntingnya (atau bisa menggunakan cat tembok dengan warna-warna yang berbeda-beda).
  2. Menuliskan nama anak pada cap tangan (contoh: “Ayo Adi Rajin Baca Alkitab!”).
  3. Menuliskan janji/komitmen. Contoh: “Tuhan Yesus, Mei berjanji akan membaca Alkitab secara rutin. Misalnya membaca mulai dari kitab PL/Kitab kejadian setiap hari 1 pasal.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak