Jaga Lidah, Jaga Persekutuan! Pancaran Air Hidup 14 Agustus 2021

14 August 2021

Bacaan: Mazmur 34 : 9 – 15 | Pujian : KJ. 467
Nats:
“Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu, jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!” (Ayat 14-15).

Hati-hati gunakan tanganmu
Hati-hati gunakan tanganmu
Karna Bapa di surga melihat ke bawah
Hati-hati gunakan tanganmu

Lagu ini merupakan lagu untuk kebaktian anak yang sering dinyanyikan. Tentunya kata “tangan” bisa diganti dengan kata kaki, mulut, dan lidah. Sejak masa kanak-kanak, anak sudah diajarkan untuk menjaga mulut dan lidah. Alasannya jelas karena Bapa di surga melihat ke bawah. Memang terdengar sedikit menyeramkan karena Allah seperti kamera pengintai atau CCTV (Closed-Circuit Television) yang mengamati setiap gerak serta tingkah laku anak-anak. Tapi ini baik untuk menolong anak memahami dan memaknai isi lagu tersebut. Bapa mengamati mulut dan lidah, melihat apa yang keluar darinya, melalui perkataan dan ucapan-ucapan. Jika sejak anak-anak ini sudah diajarkan, bagaimana dengan anda orang dewasa? Apakah mulut dan lidah kita masih terjaga? Apakah ucapan yang keluar adalah yang baik atau justru sebaliknya?

Ungkapan pemazmur dalam bacaan hari ini mengingatkan sekaligus mengajak kita untuk menjaga lidah terhadap yang jahat dan bibir terhadap ucapan yang menipu. Artinya orang dewasa pun diajak untuk “hati-hati!” dalam berkata-kata. Apalagi dalam suatu persekutuan bersama, kata-kata memegang peranan yang penting. Jika yang keluar dari mulut kita adalah perkataan yang positif maka positiflah energi yang kita sampaikan kepada orang lain. Demikian sebaliknya, jika yang keluar dari mulut kita adalah ucapan-ucapan yang negatif bahkan Pemazmur katakan yang menipu, maka negatiflah energi yang kita salurkan ke orang lain. Bagi Pemazmur tujuan menjaga lidah dan mulut tidak lain adalah untuk mengupayakan perdamaian. Perdamaian bukan hanya untuk dhiri sendhiri melainkan dalam kaitannya dengan orang lain yang menyangkut persekutuan bersama. Menjaga lidah dan mulut berarti menjaga perkataan dan ucapan-ucapan yang keluar darinya. Menjaga perkataan dan ucapan berarti menjaga persekutuan bersama yang sedang dan akan terus berlangsung. (TpJ).

 “Dari perkataan yang baik, lahir suatu persekutuan yang baik pula!”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak