Yonatan dan Bujangnya Tuntunan Ibadah Anak 18 Juli 2021

5 July 2021

Judul: Yonatan dan Bujangnya
Tahun Gerajawi
: Hari Anak Nasional
Tema: Karakter Moral : Kerjasama dan Berani

Bacaan Alkitab: 1 Samuel 14:1-23
Ayat Hafalan: Mazmur 18:30 –
Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati tembok
Lagu Tema: Rukun Cinta

Penjelasan Teks
Dalam bacaan kita hari ini, tampak keberanian Yonatan. Bersama dengan bujang pembawa pedangnya, mereka berdua melawan sepertiga tentara Filistin yang jumlahnya sangat banyak. Meskipun jumlah mereka sangat banyak, tidak menyurutkan langkah Yonatan untuk berperang melawan bangsa Filistin. Dengan gagah berani, Yonatan dan bujangnya melawan musuh. Bagi Yonatan, jumlah bukanlah masalah. Lalu apa yang membuat Yonatan dengan berani melawan bangsa Filistin? Tidak lain kenyakinannya bahwa Tuhan pasti besertanya. Meskipun ia hanya berdua saja dengan bujangnya, tak meyurutkan langkahnya untuk menumpas bangsa Filistin yang telah bertahun-tahun menindas bangsa Israel dengan kejam sehingga bangsa Isreal hidup dalam ketakutan dan kemiskinan.

Masalah klasik yang selalu menjadi kendala bagi pamong GKJW adalah sedikitnya jumlah Pamong yang terlibat dalam pelayanan anak dan remaja. Jumlah yang sedikit ini, sadar atau tidak sadar, melemahkan semangat para Pamong dalam melayani anak dan Remaja. Dan jumlah Pamong yang sedikit, juga sering kali menjadi alasan para Pamong untuk mendampingi anak-anak dengan optimal.

Melalui kisah Yonatan ini, Tuhan mengingatkan kita bahwa jumlah yang sedikit bukanlah halangan bagi kita untuk melayani anak-anak dengan serius dan sungguh-sungguh. Jika kita yakin bahwa Tuhan akan memampukan kita, maka apa lagi yang perlu dikuatirkan. Bukankah Tuhan ada di pihak kita??? Oleh sebab itu, saya mengajak para Pamong untuk tidak berpatokan pada jumlah Pamong yang sedikit, tetapi mari kita memantapkan hati untuk menyerahkan diri pada panggilan kita melayani Tuhan maka Tuhan akan menambah-nambahkan hikmat pada kita. Dan…satu lagi. Marilah kita juga meningkatkan kualitas pelayanan kita dengan rajin belajar agar pelayanan kita makin menjadi berkat bagi anak-anak. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pelayanan adalah melakukan persiapan pelayanan anak bersama-sama dengan rutin. Memang…..kita bisa melakukan persiapan sendiri, tetapi akan lebih baik dilakukan secara bersama-sama agar materi pelayanan kita makin berkembang dan berkualitas.


 

TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Yonatan mengalahkan bangsa Filistin

Alat Peraga: Pamong dapat menyiapkan gambar di bawah ini :

 

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Hari ini kita akan mendengarkan seorang pemberani yang luar biasa. Siapakah dia? Ayo…..semua mengambil sikap yang baik untuk mendnegrakan firman Tuhan hari ini.

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Inilah tokoh kita hari ini. Yonatan. Yonatan adalah anak raja Saul. Tapi ia tidak sendirian. Ia bersama bujangnya atau pengawal yang membawa pedangnya. Saat ini bangsa Israel sedang melawan bangsa Filistin. Bangsa Filistin mempunyai junlah tentara yang sangat banyak. Jumlah tentara bangsa Israel kalah jauh. Hal inilah yang membuat tentara Israel mulai takut.

 Tetapi tidak demikian dengan Yonatan. Ketika tentara Israel sedang beristirahat, secara diam-diam Yonatan bersama dengan bujang yang membawa senjatanya pergi secara diam-diam untuk melihat keadaan tentara Filistin. Yonatan tidak membawa tentara dalam jumlah banyak. Ia hanya pergi bersama pelayan yang membawa senjatanya.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Tahukah kalian apa yang membuat Yonatan dan pelayannya yakin dapat mengalahkan tentara Filistin meskipun mereka hanya berdua saja? Yonatan yakin karena Tuhan pasti akan menolong mereka. Meskipun mereka hanya berdua saja, Yonatan dan pembawa senjatanya tidak takut. Tuhan pasti akan membantu mereka mengalahkan bangsa Filistin karena Tuhan Mahakuasa.

Dan….memang benar. Yonatan dan bujangnya dapat mengalahkan bangsa Filistin dengan pertolongan Tuhan. Satu demi satu, Yonatan dan bujangnya dapat mengalahkan bangsa Filistin. Hal ini membuat orang-orang Filistin menjadi sangat takut sehingga mereka meninggalkan perkemahan dan menyelamatkan diri.

Saul mengutus pada prajuritnya untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Lalu berangkatlah para prajurit itu mencari informasi. Setelah didapat informasi, maka para prajurit memberitahu raja Saul bahwa pasukan bangsa Filistin telah dikalahkan oleh Yonatan dan bujang pembawa pedangnya. Betapa senang hati Saul dan seluruh penduduk Israel, karena bangsa Filistin dapat dikalahkan.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Yuk…kita belajar dari Yonatan yang sangat berani. Dengan pertolongan Tuhan, kita juga bisa melakukan hal-hal yang baik. Apa ya contohnya? Misalnya: jika punya makanan, bisa berbagi dengan orang lain. Jika ada teman yang suka memukul orang lain kita berani menegurnya karena itu perbuatan buruk. Jika anak teman yang berebut mainan, kita bisa memberi nasihat agar tidak berebut mainan. Ingat ya…..Jangan takut melakukan hal-hal yang baik sebab Tuhan akan menolong kita.

Aktivitas
Pamong dapat menyiapkan balon. Lalu minta anak-anak untuk meniupnya. Siapa yang dapat meniup paling besar, dialah pemenangnya. Pamong bisa memberikan apreasi pada anak yang memang.

Kemudian Pamong dapat memberikan penjelasan bahwa dibutuhkan keberanian untuk meniup balon. Bagi anak yang berani, maka balon akan ditiup. Sedangkan bagi anak yang takut balonnya meletus, maka ia tidak akan meniup balon tersebut.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Yonatan mengalahkan bangsa Filistin

Alat Peraga: Pamong dapat menyiapkan alat Peraga yang terdapat di Peraga Balita

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Hari ini kita akan mendengarkan seorang pemberani yang luar biasa. Siapakah dia? Ayo…..semua mengambil sikap yang baik untuk mendnegrakan firman Tuhan hari ini.

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Inilah tokoh kita hari ini yaitu Yonatan. Yonatan adalah anak raja Saul. Tetapi Yonatan tidak sendirian. Ia bersama bujangnya atau pengawal yang pekerjaannya membawa pedang Yonatan. Saat ini bangsa Israel sedang melawan bangsa Filistin. Bangsa Filistin mempunyai junlah tentara yang sangat banyak. Jumlah tentara bangsa Israel kalah jauh. Hal inilah yang membuat tentara Israel mulai takut.

 Tetapi tidak demikian dengan Yonatan. Ketika tentara Israel sedang beristirahat, secara diam-diam Yonatan bersama dengan bujang yang membawa senjatanya pergi secara diam-diam untuk melihat keadaan tentara Filistin. Yonatan tidak membawa tentara dalam jumlah banyak. Ia hanya pergi bersama pelayan yang membawa senjatanya.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Tahukah kalian apa yang membuat Yonatan dan pelayannya yakin dapat mengalahkan tentara Filistin meskipun mereka hanya berdua saja? Yuk…kita baca lagi ayat 6b :”…….Mungkin TUHAN akan bertindak untuk kita, sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedkit orang”. Inilah yang membuat Yonatan yakin bahwa ia pasti berhasil. Tuhan akan menolongnya.

Dan….memang benar. Yonatan dan bujangnya dapat mengalahkan bangsa Filistin dengan pertolongan Tuhan. Satu demi satu, Yonatan dan bujangnya dapat mengalahkan bangsa Filistin. Hal ini membuat orang-orang Filistin menjadi sangat takut sehingga mereka meninggalkan perkemahan dan menyelamatkan diri.

 Raja Saul mengutus pada prajuritnya untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Lalu berangkatlah para prajurit itu mencari informasi. Setelah didapat informasi, maka para prajurit memberitahu raja Saul bahwa pasukan bangsa Filistin telah dikalahkan oleh Yonatan dan bujang pembawa pedangnya. Betapa senang hati Saul dan seluruh penduduk Israel, karena bangsa Filistin dapat dikalahkan.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Yuk…kita belajar dari Yonatan yang sangat berani. Dengan pertolongan Tuhan, kita juga bisa melakukan hal-hal yang baik. Apa ya contohnya? Misalnya: jika punya makanan, bisa berbagi dengan orang lain. Jika ada teman yang suka memukul orang lain kita berani menegurnya karena itu perbuatan buruk. Jika anak teman yang berebut mainan, kita bisa memberi nasihat agar tidak berebut mainan. Ingat ya…..Jangan takut melakukan hal-hal yang baik sebab Tuhan akan menolong kita.

Aktivitas
Pamong dapat menyiapkan balon. Setiap anak menerima 1 balon. Lalu minta anak-anak untuk meniupnya. Pamong dapat mengamati reaksi anak-anak ketika meniup balon. Apakah anak yang berani meniup balon atau adakah anak yang takut meniup balon. Siapa yang dapat meniup paling besar, dialah pemenangnya. Pamong bisa memberikan apreasi pada anak yang menang.

Kemudian Pamong dapat memberikan penjelasan bahwa dibutuhkan keberanian untuk meniup balon. Bagi anak yang berani, maka balon akan ditiup. Sedangkan bagi anak yang takut balonnya meletus, maka ia tidak akan meniup balon tersebut.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menunjukkan kerjasama antara Yonatan dan bujangnya dalam mengalahkan bangsa Filistin
  2. Anak dapat menunjukkan contoh hambatan dalam membangun kerjasama dengan orang lain
  3. Anak dapat menunjukkan faktor pendukung dalam membangun kerjasama dengan orang lain
  4. Anak dapat menunjukkan sikap kerjasama kerjasama dengan orang lain

Alat Peraga: Pamong menyiapkan 2 lembar kertas manila dan alat tulis

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Sebelum kita merenungkan Firman Tuhan. Kita akan bermain terlebih dahulu ya. (Pamong membagi anak-anak menjadi 3 kelompok atau lebih dengan jumlah anak yang sama. Kemudian berilah perintah pada mereka untuk membuat tali yang panjang dengan apapun yang melekat di tubuh mereka. Bisa dengan tangan, tali sepatu, sabuk, pita atau apapun yang melekat pada tubuh mereka. Pamong dapat mengamati hasil kerjasama di antara mereka. Siapa sajakah yang sangat antusias dan siapa sajakah yang malas terlibat dalam permainan. Pamong juga bisa memberi apreasi bagi kelompok yang paling panjang talinya.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Dari permainan tadi apa yang bisa kita ambil maknanya. Siapa yang mau memberi komentar? (Berilah waktu pada anak-anak untuk berpendapat)

Yach….betul. Dari permainan tadi kita belajar tentang kerjasama. Jika setiap orang ikut memikirkan benda apa saja yang dapat dipakai untuk membuat tali yang panjang, maka kelompok itu akan menag.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Hari ini firman Tuhan juga tentang kerjasama yang baik. Mari kita buka Alkitabnya. Bacaan kita hari ini terambil dari 1 Samuel 14:1-23. Silahkan kalian membaca bacaan hari ini (beri waktu 5 menit pada anak-anak untuk membaca secara mandiri).

Oke….sekarang Alkitabnya ditutup. Saya ingin bertanya. Siapakah tokoh kita hari ini? (berilah waktu mereka menjawab). Ya..betul. Yonatan dan bujang pembawa senjatanya. Meskipun mereka hanya berdua saja melawan bangsa Filistin yang mempunyai tentara yang hebat, tetapi mereka berdua tidak mengenal takut. Mengapa mereka tidak mengenal takut? Karena Yonatan yakin Tuhan akan menyertai perjuangan mereka. Dan…akhirnya mereka berdua berhasil mengalahkan bangsa Filistin yang kuat itu.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Apa kunci keberhasilan Yonatan dan bujangnya mengalahkan tentara Filistin? (Beri mereka kesempatan untuk berpendapat) Yach…betul. KERJASAMA. Yonatan tidak memandang rendah bujangnya dan bujangnya dengan iklas membantu tuannya. Ini adalah tim yang baik dan kompak. Jumlah mereka memang sangat sedikit, tetapi kerjasama mereka ternyata dapat mengalahkan musuh.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Kita tahu bahwa kerjasama adalah modal yang baik untuk sebuah keberhasilan, tetapi untuk bekerjasama tidaklah mudah. Ada banyak hambatan untuk dapat bekerjasama. Yuk….sekarang kita mendaftar hambatan apa saja yang membuat orang sulit untuk bekerja sama (Pamong dapat menyiapkan selembar kertas korton/manila dan minta anak-anak untuk menuliskan hambatan-hambatan untuk menjalin kerjasama)

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Meskipun ada hambatan untuk dapat bekerjasama, jangan lupa bahwa kita juga punya modal pendukung lho untuk menjalin kerjasama dengan orang lain. Yuk…sekarang kita mendaftar apa saja pendukung agar kita bisa bekerjasama dengan orang lain (Pamong dapat menyiapkan selembar kertas korton/manila dan minta anak-anak untuk menuliskan pendukung untuk menjalin kerjasama)

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Kita adalah manusia yang terbatas. Kita tidak bisa mengerjakan segala hal seorang diri. Kita pasti membutuhkan orang lain untuk membantu kita. Tadi kita sudah mencari hambatan dan pendukung untuk menjalin kerjasama dengan orang lain. Ingatlah!!!! Sebuah keberhasilan tidak harus dengan jumlah yang banyak. Kita belajar dari Yonatan dan bujangnya. Meskipun mereka hanya berdua saja, tetapi mereka berhasil mengalahkan musuh.

Setiap orang diberi Tuhan kekurangan dan kelebihan. Kekurangan kita akan dilengkapi oleh kelebihan orang lain, sedangkan kelebihan kita akan melengkapi kekurangan orang lain. Oleh sebab itu janganlah sombong akan kelebihan kita dan jangan minder akan kekurangan, agar kerjasama dapat berjalan dengan baik.

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak