Tahun Gerajawi: Bulan Keluarga
Tema: Karakter Kristiani dalam Keluarga
Bacaan Alkitab: Mazmur 133:1-3
Ayat Hafalan: Mazmur 133:1 – Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun.
Lagu Tema: Sungguh Alangkah Baiknya
Penjelasan Teks
Kata “saudara-saudara” (dalam bahasa Ibrani = ahim) bisa merujuk kepada keluarga, baik keluarga inti maupun keluarga besar. Tak dapat dipungkiri bahwa setiap orang unik dan istimewa. Begitu unik dan istimewanya, maka tak ada satupun manusia yang sama. Sebagai sebuah keluarga yang anggotanya diciptakan unik dan istimewa maka seluruh anggota keluarga bekerja sama untuk menciptakan kerukunan antar anggota keluarga karena kerukunan adalah syarat datangnya berkat dari Tuhan.
Dalam bacaan kita hari ini, secara jelas pemazmur mengatakan bahwa hidup rukun adalah sumber berkat (ayat 1 dan 3). Gunung Hermon adalah gunung tertinggi yang ada di Israel. Gunung Hermon ini selalu ditutupi oleh salju. Tetasan air embunnya meleleh ke gunung-gunung Sion. Gunung Hermon sangat penting bagi penduduk di sekitarnya karena penduduk sekitar mendapatkan air dari lelehan gunung Hermon.
Embun adalah simbol berkat. Dari perspektif Israel waktu itu, embun seringkali dijadikan simbol berkat TUHAN (Kej. 27:28; bdk. Ul. 33:13, 28) atau kehadiran TUHAN (Hos. 14:6). Embun sangat menentukan hasil panen (Zak. 8:12). Tidak ada embun sama dengan tidak ada hujan (2Sam. 1:21; 1Raj. 17:1). Begitu berharganya embun sampai-sampai disamakan dengan perkenanan seorang raja (Ams. 19:12). Berkat Tuhan senantiasa turun bagi pegunungan sion, sehingga berkat Tuhan selalu untuk kehidupan bersama.
Menjadi tugas bersama untuk meciptakan hidup rukun baik dalam keluarga maupun masyarakat. Oleh sebab itu, sejak dini, anak-anak perlu diajarkan menghargai perbedaan dan bagaimana menciptakan hidup rukun di tengah perbedaan.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menyanyikan lagu “Sungguh Alangkah Baiknya” sesuai dengan teks Mazmur 133:1-3
Alat Peraga: –
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Bagas ijin ke ibunya karena ia ingin bermain ke rumah Raka dan ibu mengijinkannya. Bagas pergi ke rumah Raka yang tidak jauh dari rumahnya dengan membawa mainan mobil-mobilan yang baru saja dibelikan ayahnya sebagai hadiah ulang tahun minggu lalu. Dengan wajah gembira, Bagas memanggil Raka untuk bermain bersama.
Ketika Raka melihat mainan Bagas, Raka meminta ijin pada Bagas untuk meminjamnya. Dengan senang hati, Bagas memberikannya. Mereka berdua bermain dengan gembira.
Tiba-tiba….datangnya Reza. Tanpa meminta ijin ia langsung merebut mainan Bagas yang dipegang oleh Raka karena ia ingin melihat mainan yang dipegang oleh Raka. Raka berusaha mempertahankan mainan yang ada ditangannya. Reza mendorong Raka agar Raka dapat melepaskan mainan yang dipegangnya. Melihat adegan itu, Bagas lalu memarahi Reza karena tiba-tiba Reza merebut mainan yang dipegang Raka. Dengan kasar, Reza mendorong Bagas sehingga jatuh. Dan mengangislah Bagas karena kakinya terantuk batu dan berdarah.
Mendengar tangisan Bagas, ibu Raka langsung berlari menolong Bagas. Lalu ibu Raka bertanya apa yang sedang terjadi sambil membersihkan luka Bagas. Sambil terisak, Bagas menceritakan kejadiannya. Mendengar cerita Bagas, Reza mendekati Bagas dan meminta maaf atas kesalahan yang dibuatnya dan Bagas memaafkan Reza. Reza juga meminta maaf pada Raka. Akhirnya Bagas, Raka dan Reza bermain bersama. Melihat mereka bertiga tertawa bersama, hati ibu Raka sangat senang.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Sikap Reza yang meminta maaf pada Bagas dan Raka adalah sikap yang baik dan perlu dicontoh karena membuat mereka bertiga menjadi rukun dan bermain dengan gembira.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Yuk….kita belajar lagu yang diambil dari Mazmur 133:1-3 dengan judul: “SUNGGUH, ALANGKAH BAIKNYA” (https://youtu.be/c2M1O5N7uR4)
Sungguh, alangkah baiknya, sungguh alangkah indahnya
Bila saudara semua hidup rukun bersama
Seperti minyak di kepala Harun yang ke janggut dan jubahnya turun
Seperti embun di bukit Hermon mengalir ke bukit Sion
Sebab ke sanalah Allah memerintah
Agar berkat-berkatNya tercurah serta memberikan anugerah
Hidup selama-lamanya
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Melalui lagu ini kita diajak untuk selalu hidup rukun, karena Tuhan senang pada orang yang hidup rukun. Seperti cerita tadi. Reza, Raka dan Bagas akhirnya dapat bermain bersama-sama dengan gembira. Yuk….kita menyanyikan lagi lagu ini sampai kita hafal ya.
Aktivitas
Mengajak anak-anak menyanyi lagu “Sungguh Alangkah Baiknya” dengan menggunakan gerakan agar anak-anak hafal.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan: Anak dapat menyanyikan lagu “Sungguh Alangkah Baiknya” sesuai dengan teks Mazmur 133:1-3
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Bagas ijin ke ibunya karena ia ingin bermain ke rumah Raka dan ibu mengijinkannya. Bagas pergi ke rumah Raka yang tidak jauh dari rumahnya dengan membawa mainan mobil-mobilan yang baru saja dibelikan ayahnya sebagai hadiah ulang tahun minggu lalu. Dengan wajah gembira, Bagas memanggil Raka untuk bermain bersama.
Ketika Raka melihat mainan Bagas, Raka meminta ijin pada Bagas untuk meminjamnya. Dengan senang hati, Bagas memberikannya. Mereka berdua bermain dengan gembira.
Tiba-tiba….datangnya Reza. Tanpa meminta ijin ia langsung merebut mainan Bagas yang dipegang oleh Raka karena ia ingin melihat mainan yang dipegang oleh Raka. Raka berusaha mempertahankan mainan yang ada ditangannya. Reza mendorong Raka agar Raka dapat melepaskan mainan yang dipegangnya. Melihat adegan itu, Bagas lalu memarahi Reza karena tiba-tiba Reza merebut mainan yang dipegang Raka. Dengan kasar, Reza mendorong Bagas sehingga jatuh. Dan mengangislah Bagas karena kakinya terantuk batu dan berdarah.
Mendengar tangisan Bagas, ibu Raka langsung berlari menolong Bagas. Lalu ibu Raka bertanya apa yang sedang terjadi sambil membersihkan luka Bagas. Sambil terisak, Bagas menceritakan kejadiannya. Mendengar cerita Bagas, Reza mendekati Bagas dan meminta maaf atas kesalahan yang dibuatnya dan Bagas memaafkan Reza. Reza juga meminta maaf pada Raka. Akhirnya Bagas, Raka dan Reza bermain bersama. Melihat mereka bertiga tertawa bersama, hati ibu Raka sangat senang.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Saya mau bertanya: menurut kalian perbuatan Reza yang merebut mainan Raka itu perbuatan baik atau buruk? (Berilah waktu pada anak-anak untuk menjawab). Yach betul. Apa yang dilakukan Reza yang merebut mainan Raka adalah perbuatan buruk. Siapakah yang pernah melakukan seperti yang dilakukan Reza? (beri anak-anak waktu untuk menjawab). Apa yang terjadi ketika kamu merebut mainan orang lain? Apakah dia marah? Menangis? Mengajakmu berkelahi? Wah…pasti reaksinya tidak baik ya…
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Firman Tuhan hari ini terambil dari Mazmur 133:1-3. Kita akan menghafalkan ayat-ayat tersebut dengan menyanyikannya.
“SUNGGUH, ALANGKAH BAIKNYA”
Sungguh, alangkah baiknya, sungguh alangkah indahnya
Bila saudara semua hidup rukun bersama
Seperti minyak di kepala Harun yang ke janggut dan jubahnya turun
Seperti embun di bukit Hermon mengalir ke bukit Sion
Sebab ke sanalah Allah memerintah
Agar berkat-berkatNya tercurah serta memberikan anugerah
Hidup selama-lamanya
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Hari ini kita diajak oleh raja Daud untuk hidup rukun dengan semua orang, karena sikap rukun akan membuat hidup kita diberkati. Contoh berkat yang akan kita terima jika hidup rukun adalah disukai oleh teman, mempunyai banyak teman, terhindar dari pertengkaran, mendapat pelukan dari saudara atau orang tua. Yuk…kita nyanyikan lagi bacaan kita hari ini.
Aktivitas
Pamong membagi anak-anak menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 5 orang. Lalu minta setiap kelompok untuk membuat gerakan lagu “Sungguh Alangkah Baiknya”. Pamong bisa memberikan penghargaan pada kelompok yang heboh, kompak dan menarik.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat mencirikan sikap hidup bersaudara dalam kerukunan
- Anak dapat menyebutkan faktor penghambat terciptanya persaudaraan yang rukun
- Anak dapat membiasakan diri bersikap sebagai teman yang menghadirkan kerukunan
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Siapakah yang tahu apa artinya kata rukun? (Berilah waktu pada anak-anak untuk menjawab). Wah….terima kasih atas kesediaan kalian untuk urun rembug. Baiklah, mari kita lihat apa kata Kamus Besar Bahasa Indonesia tentang arti rukun.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonsia, kata rukun berarti baik, damai, tidak bertengkar, bersatu hati dan bersepakat (jika ada jawaban anak-anak yang sama dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pamong dapat memberi apreasi dengan memberi pujian). Ternyata…beberapa temanmu sudah ada yang menjawab sesuai dengan arti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Hebat.
Dari arti kata rukun itu, sekarang mari kita membagi kelompok dan tugas masing-masing kelompok mencari ciri-ciri hidup rukun (Dari hasil diskusi kelompok dapat diceritakan dalam kelas besar). Sebagai pegangan Pamong, cici-ciri hidup rukan adalah :
- Selalu akrab dengan orang lain, misalnya bersikap ramah jika saling bertemu
- Menghargai pendapat orang lain
- Menghargai hasil karya orang lain
- Membina hubungan baik
- Saling menghormati
- Saling menyayangi
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Tuhan menciptakan kita berbeda-beda, tidak ada yang sama. Ada yang berbeda secara fisik : tinggi tau pendek, kulitnya hitam atau putih, hidungnya macung atau pesek. Ada yang berbeda dari segi ekonomi : kaya atau miskin. Ada yang berbeda secara agama : Ada yang Kristen, Hindu, Budha atau Islam. Ada yang berbeda suku atau bangsa. Dan masih banyak lagi perbedaan lainnya.
Meskipun kita berbeda, pemazmur Daud mengajak kita untuk hidup rukun. Yuk…kita baca firman Tuhan hari ini yang terambil dari Mazmur 133:1-3. Mari kita membacanya dengan menyanyikannya karena bacaan ini telah dibuat lagu dengan judul : “SUNGGUH ALANGKAH BAIKNYA”
Sungguh, alangkah baiknya, sungguh alangkah indahnya
Bila saudara semua hidup rukun bersama
Seperti minyak di kepala Harun yang ke janggut dan jubahnya turun
Seperti embun di bukit Hermon mengalir ke bukit Sion
Sebab ke sanalah Allah memerintah
Agar berkat-berkatNya tercurah serta memberikan anugerah
Hidup selama-lamanya
Mengapa kita diharapkan hidup rukun?
Pada lagu terakhir tadi dikatakan : jika kita hidup rukun maka berkat Tuhan akan selalu tercurah. Tetapi….untuk hidup rukun itu tidak mudah lho. Ayo…mari kita cari apa penghambat untuk hidup rukun. Kita akan membagi diri dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok mencari apa penghambat hidup rukun (Beri waktu anak-anak untuk mendiskusikan selama 10 menit. Setelah waktu habis, Pamong dapat meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Pamong dapat menulis di kertas manila hasil diskusi kelompok yang berbeda saja agar didapat penghambat hidup rukun)
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Kalian sungguh luar biasa telah menemukan beberapa penghambat hidup rukun. Nah…sekarang kalian sudah tahu apa saja yang membuat orang tidak rukun. INGAT!!!! Hidup rukun sangat dekat dengan berkat Tuhan. Artinya berkat Tuhan akan dicurahkan jika setiap orang saling menghargai, saling menyayangi dan menerima perbedaan dengan hati yang terbuka.
Melalui firman Tuhan hari ini, kita diajak oleh raja Daud untuk selalu berusaha hidup rukun. Jangan membuat gara-gara agar orang lain bertengkar satu sama lain. Salah satu contoh yang membuat kita bertengkar dengan orang lain adalah mengejek kekurangan orang lain, padahal kita juga tidak lebih dari orang yang kita ejek.
Yuk….kita nyanyikan lagi lagu “SUNGGUH ALANGKAH BAIKNYA” agar kita selalu ingat untuk hidup rukun dengan semua orang, seperti yang diharapkan oleh Tuhan melalui raja Daud.
Aktivitas
Pamong membagi anak-anak menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 5 orang. Lalu minta setiap kelompok untuk membuat gerakan lagu “Sungguh Alangkah Baiknya”. Pamong bisa memberikan penghargaan pada kelompok yang heboh, kompak dan menarik.