Berani Mati Demi Cintanya Pada Yesus Tuntunan Ibadah Anak 25 Juli 2021

13 July 2021

Tahun Gerajawi: Hari Anak Nasional
Tema
: Karakter Moral : Bersaksi Untuk Kemuliaan Tuhan
Bacaan Alkitab
: Kisah Para Rasul 6:8-15
Ayat Hafalan: Filipi 1:21 –
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan
Lagu Tema:Saya Laskar Kristus

Penjelasan Teks
Stefanus (namanya mempunyai arti mahkota) ialah satu dari 7 orang yg dipilih oleh para murid segera sesudah kebangkitan Yesus, untuk mengawasi bantuan kepada para janda di dalam gereja, sehingga para rasul bisa bebas melakukan tugas-tugas kerohanian (Kisah 6:1-6). Ketujuh orang itu mempunyai nama Yunani, yg mengisyaratkan bahwa mereka adalah Yahudi Helenis (seorang dari mereka, Nikolaus, orang Antiokhia, adalah proselit). Dikatakan bahwa Stefanus menonjol dari yg lainnya dalam hal iman, kasih, kuasa rohani dan hikmat (Kisah 6:5, 8, 10). Ia menggunakan waktu melebihi yg dibutuhkannya untuk melakukan pekerjaan khusus yg ditugaskan kepadanya, sebab di antara mereka dialah yg paling ‘cakap’ mengerjakan mujizat dan memberitakan Injil.

Segera ia berselisih dengan sinagoge Yahudi Helenis, yg menyeret dia ke hadapan Mahkamah Agama dengan dakwaan hujat terhadap Nabi Musa dan Allah (Kisah 6:11) serta berkata-kata menentang Bait Allah dan Hukum Taurat (Kisah 6:13-14). Stefanus, dengan wajah seperti wajah malaikat, menjawab tuduhan-tuduhan itu dengan uraian ringkas tentang sejarah Israel dan serangan terhadap orang Yahudi yang meneruskan tradisi nenek moyang mereka dengan membunuh Mesias (Kisah 6:15-7:53). Hal ini membakar amarah mahkamah terhadap dia. Dan sesudah ia menyatakan melihat Yesus berdiri di sebelah kanan Allah (barangkali sebagai Pembelanya atau Saksinya dalam pembelaannya), ia ditangkap dan dirajam sampai mati (Kisah 7:54-60). Hukuman yang diterimanya adalah dirajam sampai mati kira-kira antara tahun 34-35 Masehi oleh sekelompok massa yang marah dipanas-panasi oleh Saulus dari Tarsus, yang kelak dikenal sebagai Rasul Paulus (Kisah 8:1).

Dengan penuh semangat ia menghadapi kematiannya seperti Tuhan-nya, karena tuduhan-tuduhan berdasarkan kesaksian palsu, yaitu dituduh akan merobohkan Bait Suci dan mengubah Taurat Musa (bnd Matius 26:59-61). Ia berdoa seperti yg dilakukan Yesus (Lukas 23:34), memohon pengampunan dosa bagi yang menganiaya dia, lalu menyerahkan rohnya ke dalam tangan Kristus Yesus (bnd Luk 23:46). Apakah hukuman mati ini sah atau tidak menurut hukum, nampaknya Pilatus, yang biasanya tinggal di Kaisarea, tidak ambil pusing. Waktu Yesus diadili, ada juga saksi-saksi palsu” yang menuduh kepadaNya bahwa mau merubuhkan Bait Allah. Hasil perkara Stefanus di hadapan pengadilan, Kisah 7:56-57, sangat serupa juga dengan hasil perkara Yesus, Matius 26:62-66. Namun ada perbedaan disini bahwa, eksekusi mati bagi Yesus dilaksanakan oleh pemerintah Romawi, sedangkan eksekusi mati bagi Stefanus dilaksanakan oleh “kelompok Yahudi” sendiri.

Kematian Stefanus mempunyai dampak nyata. Penganiayaan yg menyusul (Kisah 8:1) mengakibatkan pemberitaan Injil makin meluas (Kisah 8:4; 11:19). Juga dapat dikatakan bahwa kematian Stefanus merupakan faktor yg membawa Saulus orang Tarsus kepada Kristus Yesus (Kisah 7:58; 8:1, 3; 22:20). Tapi tidak kalah pentingnya, betapa ucapan Stefanus pada waktu itu adalah awal revolusi teologi dalam gereja mula-mula, sebagai dasar penginjilan universal yg dengan jelas dinyatakan pada pertama kalinya. Lukas mencatatnya panjang lebar, dan ini pasti menandakan pentingnya makna yg terkandung dalamnya.

(https://www.sarapanpagi.org/stefanus-vt6449.html)


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah beberapa orang dari Jemaat Yahudi yang menghasut Stefanus

Alat Peraga: Pamong menyiapkan alat peraga d bawah ini (gambar terdapat di CD):

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Apa kabarnya? Wah…..saya melihat wajah-wajah yang siap untuk mendengarkan firman Tuhan. Baiklah. Tokoh kita hari adalah seorang yang dengan gagah berani memberitakan Injil. Siapakah tokoh itu. Yuk….kita perhatikan dengan baik gambar ini.

(Pamong menunjukkan gambar 1)

Coba perhatikan orang yang ada di sebelah kiri yang memakai penutup kepala panjang. Dialah yang bernama Stefanus. Stefanus adalah salah satu murid dari 7 orang yang terpilih untuk membantu para rasul memperhatikan para perempuan miskin. Stefanus adalah orang yang penuh Roh Kudus dan dengan berani memberitakan Injil pada semua orang. Tetapi ada orang yang tidak suka pada Stefanus.

(Pamong menunjukkan gambar 2)

Karena mereka tidak suka pada Stefanus, lalu orang-orang itu merencanakan sesuatu yang buruk agar Stefanus celaka.

(Pamong menunjukkan gambar 3)

Lalu orang yang tidak suka itu memberitahukan hal buruk pada orang lain dengan mengatakan bahwa Stefanus memberitakan berita bohong. Mereka mengatakan pada orang lain bahwa Stefanus menjelek-jelekan nabi Musa Allah, padahal tidak demikian. Stefanus bukan menjelek-jelekan nabi Musa dan Allah, tetapi memberitakan Tuhan Yesus yang mati dan bangkit untuk menebus dosa manusia.

(Pamong menunjukkan gambar 4)

Rencana buruk orang-orang yang tidak suka pada Stefanus berhasil. Akhirnya Stefanus ditangkap.

(Pamong menunjukkan gambar 5)

Stefanus dibawa menghadap Mahkamah Agama bangsa Yahudi. Mereka meminta beberapa orang untuk mengatakan berita palsu bahwa Stefanus menghina Bait Allah dan Hukum Taurat. Apakah Stefanus takut ketika dikeroyok orang banyak itu?

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Meskipun orang banyak menuduh Stefanus mengabarkan berita bohong, tetapi Steafanus tidak takut. Mengapa ia tidak takut? Karena ia yakin bahwa yang ia beritakan adalah berita tentang kebenaran bahwa Yesus datang ke dunia ini untuk menebus dosa manusia. Apalagi Stefanus disertai oleh Roh Kudus. Roh Kuduslah yang memberi keberanian padanya melawan orang-orang yang berniat jahat padanya.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Yuk…kita belajar dari bapak Stefanus yang dengan berani memberitakan Injil meskipun banyak orang tidak suka padanya, tetapi ia tetap bersaksi tentang Yesus Kristus. Lalu…bagaimana ya caranya kita yang masih anak-anak ini memberitakan Injil Yesus Kristus.

Yuk….kita perhatikan gambar ini :

(Pamong menunjukkan gambar 1 pada aktivitas)

Jika kalian melihat teman yang berkelahi, apa yang harus dilakukan? Sebaiknya kita mendekati untuk melerai atau memanggil bapak atau ibu dan memebritahu mereka ada teman yang berkelahi.

(Pamong menunjukkan gambar 2 pada aktivitas)

Jika kalian melihat ada teman atau adik yang menangis karena minta mainan, apa yang dapat kalian lakukan? Yach….kita mendekati teman atau adik dan mengatakan mintalah dengan baik, nggak usah menangis.

 (Pamong menunjukkan gambar 3 pada aktivitas)

Jika pamong meminta kita untuk bernyanyi, maka dengan berani maju ke depan untuk memuji Tuhan.

Wah….jika hal-hal di atas bisa kita lakukan, berarti kita sudah memberitakan Injil lho. Yuk…kita lakukan ya.

Aktivitas: Pamong menyiapkan gambar di bawah ini (gambar juga terdapat di CD):


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah beberapa orang dari Jemaat Yahudi yang menghasut Stefanus

Alat Peraga: Pamong menyiapkan gambar yang terdapat pada Aktivitas Balita Gambar 1 dan 2

Pendahuluan: Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Sebelum kita mendengarkan firman Tuhan, saya akan bercerita. Rita mau ulangan harian pada hari Senin. Adapun mata pelajaran yang diujikan adalah Matematika. Ini adalah mata pelajaran yang agak sulit bagi Rita, tetapi ia tidak mau menyerah dengan kesulitan. Setiap hari Rita mempersiapkan diri dengan latihan soal-soal agar ia bisa hafal perkalian dan pembagian.Tibalah waktunya untuk ujian.

Teman sebangku Rita, Yana, tahu kalau Rita belajar dengan giat. Sebelumnya Yana juga kesulitan pelajaran Matematika. Hanya bedanya dengan Rita, Yana makin malas belajar sehingga ia makin sulit memahami pelajaran Matematika. Tetapi Yana tidak kuatir sebab ia duduk di sebelah Rita yang telah belajar dengan giat. Yana berharap Rita mau berbagi jawaban. Yana yakin betul Rita pasti akan berbagi jawaban dengannya.

Ketika lembar pertanyaan telah dibagikan, Rita dengan santai menjawab pertanyaan. Tidak demikian dengan Yana. Wajahnya sudah memerah dan berkeringat. Dari 10 pertanyaan, Yana hanya bisa menjawab 3 pertanyan dengan lancar, selebihnya ia tidak bisa menjawabnya. Dengan berbagai macam cara, Yana berusaha menghubungi Rita agar Rita berbagi jawaban dengannya, tetapi Rita terlalu asyik mengerjakan ujiannya sampai waktu ujian berakhir. Betapa marahnya Yana sebab Rita tidak mau berbagi jawaban dengannya.

Yana masih diliputi kemarahan. Lalu ia mencari cara bagaimana membuat Rita malu. Lalu ia mengarang cerita bahwa Rita telah mencontek. Yana mengatakan dengan menyakinkan pada setiap teman yang dijumpainya, sehingga teman-teman Rita satu demi satu menjauhi Rita dan akhirnya Rita tidak mempunyai teman.

Inti Penyampaian
Teman-teman yang dikasihi Tuhan,

Menurut kalian perbuatan Yana apakah baik untuk ditiru? (beri waktu anak-anak untuk menjawabnya) Yach…betul. Perbuatan Yana tidak layak untuk ditiru. Apa yang dilakukan oleh Yana disebut dengan menghasut. Menghasut adalah mengatakan sesuatu yang tidak benar.

Bacaan kita hari ini juga tentang orang yang dihasut seperti cerita tadi. Lalu siapakah nama orang yang dihasut itu? Siapakah orang yang menghasut? Apa yang dilakukannya sehingga orang tidak suka padanya? Akh…pasti kalian penasaran ya. Yuk….kita buka bacaan kita hari ini.

Bacaan kita terambil dari Kisah Para Rasul 6:8-15. Tugas kalian adalah membaca sendiri-sendiri bacaan hari ini. Saya akan memberi waktu 3 menit. Silahkan dibaca.

(Setelah 3 menit, berilah anak-anak pertanyaan di bawah ini )

Nah….sekarang kalian sudah membaca bacaan hari ini. Tutuplah Alkitabnya dan jawabnya beberapa pertanyaan berikut ini :

  1. Siapakah nama orang yang dihasut itu? (Stefanus)
  2. Siapakah yang menghasut? (orangYahudi dari Kilikia dan dari Asia)
  3. Mengapa mereka melakukan penghasutan ? (Karena mereka kalah bertanya jawab dengan Stefanus yang dipenuhi oleh Roh Kudus)
  4. Apa yang dilakukan oleh orang Yahudi dari Kilikia dan Asia terhadap Stefanus? (mereka menyebarkan berita bohong dengan mengatakan bahwa Stefanus mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah pada setiap orang yang mereka jumpai)
  5. Apa yang terjadi pada Stefanus? (Stefanus ditangkap)

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Perbuatan Yana dan orang-orang Yahudi dari Kilikia dan Asia adalah perbuatan yang tidak patut untuk dicontoh. Mereka iri karena ada orang yang bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa mereka lakukan.

Saya ingin bertanya siapakah yang pernah melakukan perbuatan seperti Yana dan orang-orang Yahudi dari Kilikia dan Asia? (beri waktu pada anak-anak untuk berkomentar). Jika kalian pernah melakukan, apakah kalian sudah minta maaf pada orang yang kalian hasut? Kasihan teman yang kalian hasut, pastilah ia tidak punya teman. Jika kalian tidak pernah melakukan maka janganlah melakukannya, karena menyebarkan berita bohong sangat merugikan orang lain.

Lalu bagaimana dengan Stefanus yang terlanjur dihasut atau difitnah oleh orang Yahudi dari Kilikia dan Asia? Apakah Stefanus ketakutan? Apakah Stefanus berhenti memebritakan Injil? Jika sampai di rumah, kalian bisa melanjutkan bacaan hari ini. Kalian teruskan pasal 7 dan 8. Di sana kalian akan mendapati jawaban bahwa ternyata Stefanus tidak takut. Dia dengan berani memberitakan kebenaran tentang Yesus Kristus, meskipun hukuman yang dia terima akhirnya adalah dilempari batu sampai mati.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Hari ini kita belajar untuk selalu mengatakan yang benar meskipun akan membuat kita tidak disukai oleh orang lain. Menyatakan kebenaran adalah tindakn memberitakan Injil pada semua orang. Siap untuk berani memberitakan kebenaran??? Sebagai Laskar Kristus, kita harus siap, sebab Roh Kudus akan menolong kita seperti Roh Kudus telah menolong Stefanus. Untuk menyemangati kita mengatakan kebenaran, yuk kita menyanyi lagu : SAYA LASKAR KRISTUS

Aktivitas
Bagi anak-anak menjadi beberapa kelompok. Lalu minta setiap kelompok membuat gerakan lagu “SAYA LASKAR KRITUS”. Berilah arahan pada anak-anak agar membuat gerakan yang tidak sama dengan yang biasa mereka lakukan.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menunjukkan alasan beberapa orang dari Jemaat Yahudi yang menghasut Stefanus
  2. Anak dapat menunjukkan cara-cara yang dipakai beberapa orang dari jemaat Yahudi untuk menghasut Stefanus
  3. Anak dapat menunjukkan faktor pendukung untuk menjadi penghasut
  4. Anak dapat menunjukkan sikap menjauhkan diri menjadi seorang penghasut

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Sebelum kita mendengarkan firman Tuhan, saya akan bercerita. Rita mau ulangan harian pada hari Senin. Adapun mata pelajaran yang diujikan adalah Matematika. Ini adalah mata pelajaran yang agak sulit bagi Rita, tetapi ia tidak mau menyerah dengan kesulitan. Setiap hari Rita mempersiapkan diri dengan latihan soal-soal agar ia bisa hafal perkalian dan pembagian.Tibalah waktunya untuk ujian.

Teman sebangku Rita, Yana, tahu kalau Rita belajar dengan giat. Sebelumnya Yana juga kesulitan pelajaran Matematika. Hanya bedanya dengan Rita, Yana makin malas belajar sehingga ia makin sulit memahami pelajaran Matematika. Tetapi Yana tidak kuatir sebab ia duduk di sebelah Rita yang telah belajar dengan giat. Yana berharap Rita mau berbagi jawaban. Yana yakin betul Rita pasti akan berbagi jawaban dengannya.

Ketika lembar pertanyaan telah dibagikan, Rita dengan santai menjawab pertanyaan. Tidak demikian dengan Yana. Wajahnya sudah memerah dan berkeringat. Dari 10 pertanyaan, Yana hanya bisa menjawab 3 pertanyan dengan lancar, selebihnya ia tidak bisa menjawabnya. Dengan berbagai macam cara, Yana berusaha menghubungi Rita agar Rita berbagi jawaban dengannya, tetapi Rita terlalu asyik mengerjakan ujiannya sampai waktu ujian berakhir. Betapa marahnya Yana sebab Rita tidak mau berbagi jawaban dengannya.

Yana masih diliputi kemarahan. Lalu ia mencari cara bagaimana membuat Rita malu. Lalu ia mengarang cerita bahwa Rita telah mencontek. Yana mengatakan dengan menyakinkan pada setiap teman yang dijumpainya, sehingga teman-teman Rita satu demi satu menjauhi Rita dan akhirnya Rita tidak mempunyai teman.

Inti Penyampaian
Teman-teman yang dikasihi Tuhan,

Siapakah yang dapat menjawab: perbuatan Yana yang mengatakan tidak benar tentang Rita disebut apa ya? (beri waktu anak-anak untuk menjawabnya) Yach…betul. Apa yang dilakukan oleh Yana disebut dengan FITNAH. Siapakah yang tahu persamaan dari kata fitnah? (beri waktu anak-anak untuk menjawabnya). Ya…betul lagi. Sinonim dari Fitnah adalah menghasut.

Bacaan kita hari ini juga tentang orang yang dihasut seperti cerita tadi. Lalu siapakah nama orang yang dihasut itu? Siapakah orang yang menghasut? Apa yang dilakukannya sehingga orang tidak suka padanya? Akh…pasti kalian penasaran ya. Yuk….kita buka bacaan kita hari ini.

Bacaan kita terambil dari Kisah Para Rasul 6:8-15. Tugas kalian adalah membaca sendiri-sendiri bacaan hari ini. Saya akan memberi waktu 3 menit. Silahkan dibaca.

(Setelah 3 menit, berilah anak-anak pertanyaan di bawah ini )

Nah….sekarang kalian sudah membaca bacaan hari ini. Tutuplah Alkitabnya dan jawabnya beberapa pertanyaan berikut ini :

  1. Siapakah nama orang yang dihasut itu? (Stefanus)
  2. Siapakah yang menghasut? (orangYahudi dari Kilikia dan dari Asia)
  3. Mengapa mereka melakukan penghasutan ? (Karena mereka kalah bertanya jawab dengan Stefanus yang dipenuhi oleh Roh Kudus)
  4. Apa yang dilakukan oleh orang Yahudi dari Kilikia dan Asia terhadap Stefanus? (mereka menyebarkan berita bohong dengan mengatakan bahwa Stefanus mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah pada setiap orang yang mereka jumpai)
  5. Apa yang terjadi pada Stefanus? (Stefanus ditangkap)

Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,

Tokoh kita hari ini bernama Stefanus. Stefanus adalah salah satu dari 7 orang yang terpilih untuk membantu para muird Tuhan Yesus melayani janda-janda miskin. Ayo…kita baca ayat 5. Dikatakan di situ Stefanus adalah orang yang penuh iman dan Roh Kudus. Roh Kuduslah yang mendorong Stefanus memberitakan Injil Yesus Kristus pada semua orang yang dia jumpai. Itulah yang menyebabkan Stefanus dengan berani memberitakan Injil meskipun ancamannya ia ditangkap dan akhirnya mati dilempari batu. Itu bisa kalian baca pada Kisah Para Rasul 7:54-60. Kalian bisa membacanya di rumah.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Perbuatan Yana dan orang-orang Yahudi dari Kilikia dan Asia adalah perbuatan yang tidak patut untuk dicontoh. Mereka iri karena ada orang yang bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa mereka lakukan.

Saya ingin bertanya siapakah yang pernah melakukan perbuatan seperti Yana dan orang-orang Yahudi dari Kilikia dan Asia? (beri waktu pada anak-anak untuk berkomentar). Jika kalian pernah melakukan, apakah kalian sudah minta maaf pada orang yang kalian hasut? Kasihan teman yang kalian hasut, pastilah ia tidak punya teman. Jika kalian tidak pernah melakukan maka janganlah melakukannya, karena menyebarkan berita bohong sangat merugikan orang lain.

Lalu bagaimana dengan Stefanus yang terlanjur dihasut atau difitnah oleh orang Yahudi dari Kilikia dan Asia? Apakah Stefanus ketakutan? Apakah Stefanus berhenti memberitakan Injil? Jika sampai di rumah, kalian bisa melanjutkan bacaan hari ini. Kalian teruskan pasal 7 dan 8. Di sana kalian akan mendapati jawaban bahwa ternyata Stefanus tidak takut. Dia dengan berani memberitakan kebenaran tentang Yesus Kristus, meskipun hukuman yang dia terima akhirnya adalah dilempari batu sampai mati.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Hari ini kita belajar untuk selalu mengatakan yang benar meskipun akan membuat kita tidak disukai oleh orang lain. Menyatakan kebenaran adalah tindakan memberitakan Injil pada semua orang. Siap untuk berani memberitakan kebenaran??? Sebagai Laskar Kristus, kita harus siap, sebab Roh Kudus akan menolong kita seperti Roh Kudus telah menolong Stefanus. Untuk menyemangati kita mengatakan kebenaran, yuk kita menyanyi lagu : SAYA LASKAR KRISTUS

Aktivitas
Pamong menyiapkan selembar kertas manila dan spidol. Kemudian tempellah kertas manila pada dinding atau papan atau tembok. Lalu minta anak-anak untuk menulis 1 alasan yang dapat membuat orang menjadi penghasut atau menyebarkan fitnah. Setelah selesai, Pamong dapat membahasnya satu per satu. Kemudian tanyakan pada anak-anak faktor pendukung manakan yang sering menjadi penyebab orang menjadi penghasut.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak