Siap Untuk Menjadi Saksi-Nya Khotbah Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus 13 Mei 2021

3 May 2021

Kenaikan Tuhan Yesus – Pembukaan Bulan Kesaksian dan Pelayanan
Stola Putih

Bacaan 1 :  Kisah Para Rasul 1 : 1 – 11
Bacaan 2 :
 Efesus 1 : 15 – 23
Bacaan 3 :
 Lukas 24 : 44 – 53

Tema Liturgis :  Masa dan Waktu Tuhan Mendatangkan Kebaikan menjadi Saksi-Nya
Tema Khotbah:
Siap untuk menjadi Saksi-Nya

Penjelasan Teks Bacaan:
(Tidak perlu dibaca di mimbar, cukup dibaca saat mempersiapkan khotbah)

Kisah Para Rasul 1: 1 – 11
Peranan Roh Kudus menjadi sangat penting dalam tugas yang diberikan Tuhan Yesus kepada para murid untuk menjadi saksi-Nya. Kuasa-Nya akan memampukan mereka untuk menjalankan tugas sebagai saksi-Nya. “Kuasa” (Yun. _dunamis_) bukanlah sekadar kekuatan atau kemampuan; istilah ini khusus menunjuk kepada kuasa yang bekerja, yang bertindak. Lukas (dalam Injilnya dan dalam Kisah Para Rasul) menekankan bahwa kuasa Roh Kudus termasuk kekuasaan untuk mengusir roh-roh jahat dan urapan untuk menyembuhkan orang sakit sebagai kedua tanda penting yang menyertai pemberitaan Kerajaan Allah. Menjadi saksi berarti bahwa mereka akan menyatakan Dia sebagai Raja, dan memberitakan kepada dunia kebenaran-kebenaran yang dengannya kerajaan-Nya akan didirikan, dan Ia akan memerintah. Mereka harus secara terang-terangan dan sungguh-sungguh memberitakan Injil-Nya ke seluruh dunia, dan membuktikan kebenaran Injil. Tugas untuk menjadi saksi dilakukan di Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Efesus 1: 15 – 23
Hal menarik yang menjadi penekanan Rasul Paulus dalam perikop ini adalah: Pertama. Roh Hikmat dan wahyu dari Allah, Bapa yang mulia.  Kemuliaan Allah di dalam diri-Nya tidak terbatas. Semua makhluk ciptaan-Nya mengarahkan segala kemuliaan kepada-Nya, dan Dia-lah pencipta semua kemuliaan itu, yang dengannya Ia akan menghiasi orang-orang kudus-Nya. Ia mengaruniakan pengetahuan dengan cara menganugerahkan Roh pengetahuan, sebab Roh Allah menjadi guru bagi orang-orang kudus, yaitu Roh hikmat dan wahyu. Untuk mengenal Dia dengan benar atau untuk mengakui Dia. Ini bukan saja mencakup pengetahuan tentang Kristus dan segala sesuatu yang berkaitan dengan-Nya, melainkan juga suatu pengakuan atas kekuasaan Kristus melalui ketaatan penuh kepada Dia, yang hanya dapat kita lakukan melalui pertolongan Roh hikmat dan wahyu. Kedua. Menjadikan mata hati terang dan mengerti. Orang-orang yang telah membuka mata hati mereka dan memiliki pengertian mengenai perkara-perkara Allah, pengetahuan mereka menjadi lebih jelas, terang, dan teruji di dalam pengalaman. Pengetahuan yang dimaksudkan adalah (1) Pengharapan yang terkandung di dalam panggilan-Nya, yakni berkenaan dengan hal sorgawi yang disediakan bagi orang-orang kudus. (2). Betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus. (3). Kehebatan kuasa-Nya bagi kita yang percaya.

Lukas 24 : 44 – 53
Sebelum Tuhan Yesus terangkat ke Sorga ada hal menarik yang Ia tekankan kepada para murid, bahwa mereka adalah saksi Tuhan Yesus. Tuhan Yesus Sang Mesias yang menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga. Tugas sebagai saksi itu dilakukan dengan cara memberitakan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Sebagai saksi mereka telah melihat dan mendengar dengan mata-telinga sendiri sehingga mereka benar-benar yakin akan semuanya ini. Roh yang sama yang telah membukakan pikiran mereka akan menyertai mereka juga untuk membukakan pikiran orang-orang lain. Bantuan  yang akan  menyertai mereka saat mereka mengabarkan Injil. Tugas yang harus mereka lakukan itu sangat besar dan berat, apalagi mengingat perlawanan yang akan mereka hadapi dan penderitaan yang akan mereka alami. “Sesungguhnya, Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku, dan kamu akan diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi” (ay. 49). Di sini Ia menjanjikan mereka bahwa sebentar lagi Roh Kudus akan dicurahkan ke atas mereka dengan dahsyatnya sehingga mereka akan diperlengkapi dengan karunia dan anugerah yang diperlukan untuk menjalankan tugas agung itu. Karena itulah, mereka harus tetap tinggal di Yerusalem dan tidak mulai menjalankan tugas itu sampai Roh Kudus datang.

Benang Merah Tiga Bacaan:
Tugas menjadi saksi bukanlah hal yang mudah. Tugas itu besar dan berat, apalagi mengingat perlawanan yang dihadapi dan penderitaan yang akan dialami. Perlu bantuan untuk melakukannya. Disinilah pentingnya peranan Roh Kudus. Ia akan memberi kuasa  (Yun. _dunamis_). bukanlah sekadar kekuatan atau kemampuan. Istilah ini khusus menunjuk kepada kuasa yang bekerja, yang bertindak. Ia juga akan mengaruniakan pengetahuan dengan cara menganugerahkan Roh pengetahuan, sebab Roh Allah menjadi guru bagi orang-orang kudus.

 

Rancangan Khotbah: Bahasa Indonesia
(Ini hanya sebuah rancangan, silahkan dikembangkan sesuai konteks Jemaat)

Pendahuluan
Ditinggalkan dan kehilangan orang dikasihi memang menyedihkan. Bukankankah begitu? Salah satu lagu dari God Father Of Broken Heart / Didi Kempot menyatakan hal ini. Bagi bapak ibu saudara para sobat ambyar pasti tahu lagu liriknya demikian: (Lagu Tatu, baik jika dinyanyikan). Senajan kowe ngilang, ra biso tak sawang, Nanging neng ati tansah kelingan. Manise janji – janjimu kuwi. Nglarani ati. Kira-kira terjemahannya begini: Meski kau menghilang, tak bisa kupandang, tapi  di hati selalu kuingat, manisnya janji, janjimu itu, menyakiti hati. Apakah ada yang sedang mengalami hal ini? Rasa sedih akan dialami, terlebih orang yang terkasih itu dekat dengan kita.

Isi
Pada saat ini kita memperingati hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga. Hari ini kita juga memasuki Bulan Kesaksian dan Pelayanan. Tuhan Yesus naik ke Sorga “meninggalkan” para murid. Bagaimana perasaan dan respon para murid saat itu, ketika Tuhan Yesus naik ke sorga, dan meninggalkan para murid? Apakah mereka merasa tersakiti, karena ditinggalkan begitu saja?  Tuhan Yesus memang meninggalkan mereka. Tetapi bukan berarti membiarkan mereka sendirian. Untuk menguatkan para murid Ia menegaskan bahwa para murid akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas mereka, dan mereka menjadi saksi-Nya, di Yerusalem, di Yudea dan Samaria, hingga ke ujung bumi. Tuhan Yesus berkata, “Sesungguhnya, Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku, dan kamu akan diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.” Kehadiran Roh Kudus yang dijanjikan itu, yang nanti kita peringati dalam peristiwa Pentakosta akan mengubah kehidupan para murid. Kuasa dari Roh Kudus akan menemani dan menggerakkan para murid untuk menjadi saksi Yesus.

Kuasa di sini bukanlah sekadar kekuatan atau kemampuan;. “Kuasa” (Yun. _dunamis_) istilah ini khusus menunjuk kepada kuasa yang bekerja, yang bertindak. Lukas (dalam Injilnya dan dalam Kisah Para Rasul) menekankan bahwa kuasa Roh Kudus termasuk kekuasaan untuk mengusir roh-roh jahat dan urapan untuk menyembuhkan orang sakit. Dua tanda penting yang menyertai pemberitaan Kerajaan Allah. Menjadi saksi berarti mereka akan menyatakan Dia sebagai Raja dan memberitakan kepada dunia kebenaran-kebenaran bahwa kerajaan-Nya akan didirikan, dan Ia akan memerintah. Bersama Roh Kudus para murid yang saat itu lemah dikuatkan, yang putus asa dibangkitkan semangatnya lagi, yang merasa tidak berarti dibuatnya menjadi berharga di mata Tuhan.

Menurut Rasul Paulus Roh Kudus inilah yang mengaruniakan pengetahuan dengan cara menganugerahkan Roh pengetahuan. Sebab Roh Allah (Roh Kudus) menjadi guru bagi orang-orang kudus, untuk mengenal Dia dengan benar  atau untuk mengakui Dia. Ini bukan saja mencakup pengetahuan tentang Kristus dan segala sesuatu yang berkaitan dengan-Nya, melainkan juga suatu pengakuan atas kekuasaan Kristus melalui ketaatan penuh kepada Dia. Selain itu Roh Kudus juga menjadikan mata hati terang dan mengerti. Orang-orang yang telah membuka mata hati mereka memiliki pengertian mengenai perkara-perkara Allah. Pengetahuan mereka menjadi lebih jelas, terang, dan teruji di dalam pengalaman.

Dan jangkauan seorang saksi adalah seluruh pelosok bumi. Saat itu para murid menganggap bahwa kerajaan Allah terbatas untuk bangsa Israel atau orang-orang Yahudi saja. Tuhan Yesus mengatakan bahwa mereka harus menjadi saksi, bukan hanya di Yerusalem dan Yudea saja, tetapi juga di Samaria, dan sampai ke ujung bumi. Urut-urutan tersebut menunjukkan bahwa pemberitaan Injil tidak dibatasi hanya pada daerah-daerah tertentu, tetapi dimulai dari tempat kita masing-masing sampai ke seluruh pelosok bumi ini, sehingga semua orang mendengarkan Injil.

Penutup
Apakah kita juga merasa bahwa Tuhan Yesus meninggalkan kita? Jangan sampai pikiran itu ada dalam diri kita. Janji Tuhan Yesus jelas, Roh Kudus juga kita terima. Roh Kudus memampukan kita untuk menjadi saksi-Nya. Menjadi saksi Tuhan Yesus bukanlah hal yang mudah. Tantangan akan kita hadapi ketika kita menjadi saksi-Nya. Tetapi Roh Kudus akan menolong kita. Mari kita mulai dari ‘Yerusalem’ kita masing-masing, yaitu keluarga, tempat kerja, sekolah/kampus atau lingkungan kita. Selanjutnya kemanapun kita pergi, dimanapun kita berada tetaplah menjadi saksi-Nya. Dengan Roh Kudus kita siap menjadi saksi-Nya. Amin. (SWT).

Nyanyian : KJ. 224  Masyhurkan RajaMu


Rancangan Khotbah: Basa Jawi

Pambuka
Katilar lan kecalan tiyang ingkang dipun tresnani pancen nyedihaken. Ra nggih to? Salah satunggiling lagu saking God Father Of Broken Heart / Didi Kempot nyariyosaken perkawis punika. Kangge bapa, ibu lan sedherek  para sobat ambyar tamtu mangertos lagu punika: (Lagu Tatu, sae menawi dipuntembangaken). Senajan kowe ngilang, ra biso tak sawang, nanging neng ati tansah kelingan. Manise janji – janjimu kuwi. Nglarani ati. Punapa wonten ingkang saweg ngalami perkawis punika? Raos sedih dipun alami, langkung-langkung tiyang ingkang dipun tresnani celak sanget kaliyan kita.

Isi
Samangke kita mengeti dinten mekratipun Gusti Yesus dhateng Suwarga. Dinten punika kita ugi lumebet Wulan Kesaksian lan Pelayanan. Gusti Yesus mekrat dhateng Suwarga “nilaraken” para sakabat. Kados pundi raos lan tanggepanipun para sakabat kala semanten, rikala Gusti Yesus mekrat dhateng suwarga, lan nilaraken para sakabat punika? Punapa para sakabat ngraosaken sakit, awit dipun tilaraken? Gusti Yesus pancen nilaraken para sakabat. Nanging mboten ateges Gusti Yesus negaaken piyambakan. Kangge ngiyataken para sakabat, Gusti Yesus dhawuh bilih para sakabat badhe nampi kasekten, menawi Sang Roh Suci tumedhak dhateng para sakabat. Para sakabat badhe dados seksinipun Gusti, ing Yerusalem, ing Yudea lan Samaria, ngantos ing pungkasaning jagad. Gusti Yesus dhawuh: “Sabanjure kowe bakal padha Dakkirimi apa kang wis dijanjekake dening RamaKu. Nanging kowe padha anaa ing kutha kene dhisik, nganti kowe wis padha kaparingan kasekten saka ing ngaluhur.” Roh Suci ingkang tumedhak, ingkang badhe kita pengeti ing dinten Pentakosata, ndadosaken para sakabat ngalami ewah-ewahan ing pigesanganipun. Kasektenipun Roh Suci badhe nganthi lan ngiyataken para sakabat dados seksinipun.

Kasekten ing ngriki mboten namung kakiyatan utawi kesagedan. “Kasekten” (Yun. dunamis), tembung ingkang maligi kangge nerangaken kasekten kangge makarya lan tumindak. Lukas (ing Injilipun lan Lelampahaning Para Rasul) negesaken bilih kasektenipun Sang Roh Suci kalebet kasekten kangge nundhungi roh-roh jahat lan lenga kangge nyarasaken tiyang sakit. Kalih perkawis minangka tanda ingkang wigatos ingkang nyarengi pawartos bab Kratonipun Allah. Dados seksi tegesipun para sakabat badhe nyekseni lan martosaken bilih Gusti Yesus punika Ratu ingkang kagungan panguwaos mrentah, lan martosaken kayekten bilih kratonipun Allah punika badhe kawujud. Sinarengan Roh Suci, para sakabat ingkang kala semanten tanpa daya dipun kiyataken, ingkang semplah dipun semangati malih, ingkang rumaos mboten wonten ajinipun dipun dadosken unggul ing ngarsanipun Gusti.

Miturut Rasul Paulus, Sang Roh Suci punika paring sih rahmat inggih punika Roh Pangertosan. Roh Allah (Sang Roh Suci) dados guru kangge para suci supados tepang kanthi leres utawi kangge ngakeni Panjenenganipun. Punika mboten namung nyakup bab pangertosan ngingingi Sang Kristus lan sedaya perkawis ingkang magepokan kaliyan Panjenenganipun, nanging ugi pengaken bab panguwaosipun Sang Kristus, ing salebeting kasetyan dhateng Panjenenganipun. Salintunipun punika, Sang Roh Suci ugi ndadosaken mripating batin terang lan mangertos. Para tiyang ingkang mbikak mripating batin lan kagungan pangertosan bab Gusti Allah, pangertosanipun langkung cetha, terang sarta kauji ing salebeting pangalaman.

Sedaya papan panggenan ing bumi punika minangka papan kangge mujudaken tanggel jawab dados seksi. Mboten namung winates kangge bangsa Israel kemawon. Gusti Yesus dhawuh bilih para sakabat kedah dados seksi, mboten namung ing Yerusalem lan Yudea kemawon nanging ugi ing Samaria, lan ing pungkasaning bumi. Urut-urutan punika nerangaken bilih pawartos bab Injil mboten namung winates ing salah satunggaling papan kemawon, nanging kawiwitan saking papan kita piyambak-piyambak ngantos pungkasaning bumi, satemah sedaya tiyang mirengaken Injil.

Panutup
Punapa kita ugi ngraosaken bilih Gusti Yesus nilaraken kita? Sampun ngantos pemanggih punika wonten ing dhiri kita. Janjipun Gusti Yesus cetha, Sang Roh Suci ugi kita tampi. Sang Roh Suci maringi kasagedan dhateng kita dados seksinipun. Dados seksinipun Gusti Yesus sanes perkawis ingkang enteng. Pambengan badhe kita adepi rikala dados seksinipun. Nanging Sang Roh Suci badhe paring pitulungan dhateng kita. Mangga kita wiwiti saking “Yerusalem” kita piyambak-piyambak, inggih punika brayat kita, papan panyambut damel, sekolah/kampus utawi lingkungan kita. Salajengipun dhateng pundi, wonten ing pundi kemawon papan dunung kita, sumangga tansah dados seksinipun. Klayan Sang Rah suci kita sagah dados seksinipun. Amin. (SWT).

Pamuji: KPJ. 280  Kristus Gusti Sumengka

Renungan Harian

Renungan Harian Anak