Pohon Cabai Pancaran Air Hidup 2 Mei 2021

2 May 2021

Bacaan: Yohanes 15 : 1 – 8 |  Pujian:  KJ. 462
Nats:
“Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku” (Ayat 8)

Saya memiliki sebuah pohon cabai yang saya rawat dengan penuh cinta. Setiap hari saya menyirami pohon itu. Lalu pohon cabai itu berbuah lebat. Melihat buahnya yang lebat, saya merasa sayang untuk memetiknya sehingga cabai yang lebat itu saya biarkan saja. Ternyata beberapa hari kemudian, cabai-cabai itu layu dan beberapa bagian cabang pohon cabai itu menjadi kering. Ternyata saat dieman, cabai itu tidak menghasilkan apa-apa. Lalu saya merawatnya lagi. Ranting yang kering dipotong, disiram secara rutin. Lalu pohon cabai itu berbuah lebat lagi. Kali ini cabai itu saya petik untuk dijadikan bumbu masakan. Ternyata setelah sering dipetik buahnya, pohon cabai itu lebih sering berbuah. Iya pohon cabai saja mengerti bahwa hidupnya untuk berbuah dan menjadi manfaat bukan sekedar berbuah, dipandang lalu layu.

Yesus mengingatkan bahwa kita semua sebagai pengikut-Nya adalah seperti ranting-ranting yang ada dalam pokok anggur. Tugas kita adalah berbuah dan memberi manfaat. Walau untuk berbuah itu membutuhkan proses, tidak bisa instan. Dibersihkan supaya bisa berbuah lebat (ay.2). Dibersihkan memberi makna bahwa kita akan dipisahkan dari ranting yang kering, dari ranting yang tidak bermanfaat. Untuk memberi manfaat maka kehidupan kita harus berani berbeda dengan dunia. Setelah dibersihkan maka tinggal di dalam pokok anggur (ay.5). Ranting yang sudah dibersihkan harus benar-benar tinggal di dalam pokok anggur supaya mendapat nutrisi yang baik dan bisa berbuah. Hal ini mengingatkan orang percaya untuk selalu tinggal di dalam Yesus yang menuntun manusia setiap saat dalam kebenaran dan kebaikan. Setelah dibersihkan, melekat kepada pokok anggur maka berbuahlah ranting itu dan memberi manfaat (ay.8). Bahwa buah kita benar-benar harus bisa menjadi manfaat, maka hidup kita harus bisa dirasakan oleh orang lain, tidak sekedar dipandang lalu layu.

Berkat yang kita terima sebagai umat Tuhan seperti ranting anggur dan juga pohon cabai saya. Saat buah kita bisa bermanfaat bagi orang lain maka kita akan lebih sering berbuah dalam hidup. Tetapi jika buah kita dieman dan hanya dipandang saja maka akan layu dan mati. Berbagilah agar semakin berbuah. (cha)

“Pintu yang besar dapat dibuka berkat engsel yang kecil mau membuka dirinya.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak