Anugerah itu Memberi Bukan Dibeli Pancaran Air Hidup 30 April 2021

30 April 2021

Bacaan : Kisah Para Rasul 8 : 9 – 25   |  Pujian  :  KJ. 424
Nats:
“Tetapi Petrus berkata kepadanya: “Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang.” (Ayat 20)

Agar setiap orang dapat mencapai cita-cita, harapan, dan keinginan untuk sukses di dalam hidupnya, paling tidak ada 2 hal yang harus diperhatikan :

  1. Bagaimana proses mencapai kesuksesan itu?
  2. Dan siapa yang menjadi pusat dan tujuan dari kesuksesan tersebut?

Dalam bacaan kita, ada seorang tokoh yang bernama Simon. Yustinus Martir sejarahwan abad 2 menceritakan bahwa Simon adalah seorang penyihir dari Samaria yang sering disapa “ Dewa Tertinggi”. Simon yang nantinya dikenal sebagai Simon Magus adalah penganut Gnotis yang sangat lihai melakukan teknik sihir. Sama seperti tukang sulap, Simon sangat pintar menarik perhatian orang dan membuat banyak orang menghormatinya.Ketika melihat karya Filipus di Samaria, Simon menjadi takjub dan menyerahkan diri untuk dibaptis. Ketika melihat Petrus dan Yohanes berkarya, Simon semakin semangat dan berambisi untuk bisa melakukan mukjizat dan memberi kuasa. Tampak bahwa Simon belum memahami iman Kristen. Semua yang dilakukan hanya menuruti kesenangan hatinya, tidak hanya itu ternyata Simon juga dipenuhi ambisi untuk dipuja dan dianggap orang penting. Ia tidak mengerti bahwa tidak semua hal bisa dimiliki dengan dibeli. Tidak semua bisa didapat dengan mengandalkan apa yang dimiliki (kekayaan, kuasa, kepandaian,dll). Kuasa dan kasih karunia Roh adalah anugerah dari Allah bagi umatNya. Setiap anugerah yang diberikan Tuhan, tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri. Anugerah Tuhan diberikan bagi keselamatan segala ciptaan.

Melalui kisah Simon terdapat pembelajaran untuk :

  1. Memahami Iman Kristen dengan benar sesuai kehendak Allah. Beriman membutuhkan proses bukan didapat secara instan.
  2. Setiap hal yang dicapai seharusnya dimaknai sebagai sarana ibadah untuk melayani dan memuliakan Tuhan. Dan kesuksesan yang diraih seharusnya dapat dibagikan kepada sesama sebagai ungkapan syukur dan bukan pencarian penghormatan bagi diri sendiri. (RM)

“Berbagi lebih baik daripada sekedar ingin memiliki.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak